Prancis dan Rusia Saling Intip Wilayah Negara

Moskow, Jakartagreater  – Sebuah misi bersama Prancis, Jerman, dan Rumania akan melakukan penerbangan observasi di atas Rusia minggu ini di bawah Perjanjian Langit Terbuka, kata kepala Pusat Pengurangan Risiko Nuklir Nasional Rusia, Sergei Ryzhkov, dirilis Sputniknews.com Minggu 20-9-2020.

“Pada tanggal 21 sampai 25 September 2020, dalam kerangka Traktat Internasional Open Skies, misi gabungan Jerman, Prancis, dan Rumania akan melakukan penerbangan observasi di atas wilayah Federasi Rusia”, kata Ryzhkov.

Penerbangan observasi akan dilakukan dengan menggunakan pesawat Rumania An-30. Spesialis Rusia di dalam pesawat akan memantau penggunaan peralatan observasi, menurut Ryzhkov.

Sementara itu, inspektur Rusia berencana melakukan penerbangan observasi di atas wilayah Prancis pada 21 sampai 25 September 2020 mendatang.

“Dalam kerangka Perjanjian Internasional tentang Open Skies, sekelompok inspektur Rusia berencana untuk melakukan penerbangan observasi di atas wilayah Prancis menggunakan pesawat observasi Tu-154M-LK-1 Rusia,” kata Ryzhkov.

File:Tupolev Tu-154M LK-1 “Yuri A Gagarin Cosmonaut Training Centre”.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Menurut kepala Pusat Pengurangan Risiko Nuklir Nasional Rusia, jangkauan maksimum penerbangan di atas Prancis adalah 2.078 kilometer (sekitar 1.291 mil). Spesialis Prancis di dalam pesawat akan memantau penggunaan peralatan observasi oleh inspektur Rusia.

Perjanjian tentang Open Skies memungkinkan pesertanya untuk melakukan pengawasan udara sebagai bagian dari program penerbangan observasi terjadwal. Lebih dari 30 negara berpartisipasi dalam program yang dibuat untuk meningkatkan transparansi kegiatan militer.

Pada akhir Mei 2020, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington menarik diri dari perjanjian tersebut karena dugaan kurangnya kepatuhan Rusia. Rusia telah berulang kali membantah klaim ini.

Banyak negara Eropa telah menyuarakan penyesalan atas langkah Amerika Serikat dan menyatakan harapan bahwa Washington akan mempertimbangkan kembali.

Pada bulan Juli 2020, Ryzhkov mengatakan bahwa Amerika Serikat menghadapi kesenjangan teknologi selama 6-7 tahun dibandingkan dengan Rusia di bidang teknologi yang terkait dengan Treaty on Open Skies.

5 pemikiran pada “Prancis dan Rusia Saling Intip Wilayah Negara”

  1. ini nih kebiasaan buruk bawa aip…kalou ketauan kan malu…!!!
    padahal sekarang jaman nya internet engak usah ngintip ngintip segala…tingal buka…mau model macem apa ada semua…mau nunging mau ngejengking ada…engak ada resiko nya paling banter sulit untuk buka situs nya…!!!

Tinggalkan komentar