Apr 082018
 

Jet tempur Dassault Rafale Angkatan Udara Prancis di landasan pacu. © Mark Harkin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Prancis diharapkan akan mengambil langkah awal yang signifikan pada pengembangan jet tempur Eropa terbaru dengan Jerman akhir bulan ini, menurut Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly yang dilansir dari laman Reuters.

Paris dan Berlin pertama kali mengumumkan rencana pengembangan pesawat tempur baru pada bulan Juli 2017 lalu, dua bulan setelah Presiden Emmanuel Macron terpilih, mengubur persaingan industri demi memperketat pertahanan dan keamanan.

Proyek ini kan mempercepat langkah-langkah untuk membentuk masa depan industri pesawat tempur Eropa yang memiliki tiga program berbeda yaitu Eurofighter Inggris, Rafale Perancis dan Gripen Swedia.

Menteri Pertahanan Prancis mengatakan bahwa “pembicaraan aktif” yang kini sedang berlangsung akan menghasilkan pengumuman dalam ajang ILA Berlin Air Show mulai tanggal 25-29 April 2018.

“Pada tingkat politik, diskusi antara tim Prancis dan Jerman sangat intens. Grup-grup industri bekerjasama dengan baik dan sekaranglah kami harus memastikan kedua proses tersebut bersatu”, kata Parly kepada surat kabar La Tribune.

Sumber di kementerian pertahanan Prancis, yang berbicara sebelum Parly bertemu dengan mitranya dari Jerman, Ursula von der Leyen, mengatakan bahwa kedua belah pihak akan menandatangani dokumen persyaratan operasional umum tingkat tinggi di Berlin, sebuah dokumen yang terdiri dari 10 halaman untuk menguraikan kebutuhan dasar dari kedua militer.

Setelah itu perusahaan-perusahaan yang terlibat seperti Dassault, MBDA, Thales dan Safran dari Prancis dan Airbus dari Jerman, masing-masing akan menghabiskan waktu kurang dari setahun bekerja secara terpisah pada spesifikasi teknis sebelum menyetujui kontrak untuk melakukan kerjasama.

“Ini membuktikan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa Prancis dan juga Jerman tidak bisa bekerjasama dalam proyek-proyek pertahanan, adalah salah”, kata sumber itu.

Sumber tersebut menambahkan bahwa masih tererlalu dini untuk membicarakan soal masuknya negara-negara mitra Uni Eropa lainnya dalam proyek tersebut. Selanjutnya mengatakan bahwa Prancis dan Jerman ingin mendorong proyek itu secepat mungkin sebelum membawa negara lainnya masuk.

Jet tempur terbaru bertujuan untuk menggantikan armada yang sudah ada, Rafale dan Eurofighter, kedua jet tempur yang saling bersaing keras untuk penjualan global.

“Kami merencanakan pengiriman pertama pada 2040 untuk menggantikan Eurofighter dan untuk mempersiapkan jet tempur masa depan yang lebih baik dari Rafale. Studi industri sendiri akan dimulai tahun ini secara mandiri sehingga kami dapat mencoba untuk mulai bekerjasama tahun depan pada tujuan untuk meluncurkan program tersebut di tahun 2020-an”, menurut sumber itu

Kerjasama tersebut akan menandai akhir dari perpisahan yang telah berlangsung pada beberapa dekade sejak Prancis menarik diri dari proyek jet tempur Eurofighter di tahun 1980-an untuk memproduksi pesawat tempur Rafale bersama Dassault Aviation.

Jet tempur Eurofighter sendiri diproduksi oleh Airbus, Leonardo Italia dan BAE Systems Inggris. Sedangkan jet tempur Gripen diproduksi oleh Saab di Swedia.

Kementerian Pertahanan Jerman tidak segera menanggapi komentar tersebut.

Bagikan:

  23 Responses to “Prancis Diharapkan Akan Ungkap Jet Tempur Eropa Terbaru”

  1.  

    Naa kalo mau join sama ini baru ngak meragukan… dijamin cespleng… itu kalo boleh juga…. Xaxaxax….

    •  

      Bakal bs menggeser dominasi F35 di NATO gak ya? Klu RI bs dan boleh joint mantap jg demi IFX Gen-5 dan Gen-6.he3.ngareb.com.

      •  

        Kalo yg jadi kepala proyek dari Indonesia itu Pak BJ Habibie mungkin bakal dibolehin gabung. Asal dalam 20-50 tahun kedepan Indonesia tidak ada indikasi bergabung dg Rusia dan atau China.

    •  

      Projek bersama itu ada kelebihan dan ada kekuranganya juga…. tingal bagai mana mengatasi hal tersebut…. semisal pembagian offset atau keuntunganya… juga pembagian kerja dan Produksi Produksi harus jelas agar kedepan bisa berjalan maksimal dan tak perlu saling curiga… masalah keungulan pespur saya rasa bila bisa diatasi kendala diatas,,, maka bukan mustahil bisa menjadi tulang punggung bahkan bisa bersaing dengan pespur sejenis… karna dua negara punya dan mampu dalam tehnologi tersebut…. masalah utama adalah ego masing masing negara dan saling percaya….

    •  

      Aku nyium bau barat dan anti timur cok eh lupakan. Nah bagus tuh lee yang penting tot

      •  

        bila kita anti orang lain apa orang lain tidak anti kita juga nantinya….globalisasi menghimpit kita bila kita tidak cerdas menyikapinya kita terlindas….bukan jamanya lagi untuk mengurung diri seperti cina atau rusia di era lalu
        sikapi perbedaan dwngan bijak lalu manfaatkan sebaik mungkin demi keuntungan dan kemajuan bangsa…itu perlu kita pahami….

  2.  

    mungkin ini pespur yg di damba-dambakan jiran sebelah itu….apa nama nya hemmm…….gw lupa lupa ingat……….pe te em,,,eh bukan Macross,,,eh bukan juga,,,,,,heemmmm apa ya…..????

  3.  

    “Ini membuktikan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa Prancis dan juga Jerman tidak bisa bekerjasama dalam proyek-proyek pertahanan, adalah salah”, kata sumber itu.

    tapi yg lalu2 sudah membuktikan

  4.  

    Usaha untuk menekan Inggris karena melakukan Brexit… praktis ketika pespur ini benar2 masuk lini produksi… maka Eurofighter (Thypoon) yang lini produksinya di Inggris akan menjadi semakin tertekan, dan pespur ini bisa digunakan untuk menekan anggota2 UE untuk meninggalkan Eurofighter…

  5.  

    Kalau sdh mandiri harus nya berani menolak paksaan wajib beli produk amrik dong?

    😀

 Leave a Reply