Dec 112018
 

Peluncur vertikal sistem rudal pertahanan udara jarak pendek, VL Mica buatan MBDA Prancis © Tiraden via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Georgia telah meneken kontrak lain untuk pengiriman manajemen pertahanan udara dan sistem kontrol dengan Prancis, menurut layanan pers kementerian pada hari Sabtu, seprti dilansir dari Sputnik.

“Di bidang pertahanan udara Georgia dan Prancis telah memulai tahapan kerjasama baru. Kementerian Pertahanan Georgia telah menandatangani kontrak yang sangat penting dengan pihak Prancis yang berkaitan dengan manajemen pertahanan udara dan sistem kontrol, di mana proses akuisisi sistem pertahanan udara akan dilanjutkan”, kata layanan pers.

Georgia dan Prancis telah menandatangani perjanjian tentang pengiriman sistem pertahanan udara Prancis ke negara itu pada tahun 2015. Pada bulan Desember 2017, Georgia menerima batch pertama sistem radar anti-pesawat dan rudal jarak pendek.

Pada bulan Juni 2015, Georgia meneken kontrak dengan perusahaan pertahanan asal Prancis ThalesRaytheonSystems (TRS) dan produsen rudal MBDA untuk memasok sistem pertahanan udara. Namun, jenis sistem rudal belum diungkapkan, menurut laporan media.

Kerjasama pertahanan antara Georgia dan NATO ini dimulai segera setelah runtuhnya Uni Soviet, ketika negara itu bergabung dengan Dewan Kerjasama Atlantik Utara pada tahun 1992.

Pada tahun 2008, para pemimpin aliansi NATO mengizinkan keanggotaan Georgia di organisasi tersebut asalkan negara itu memenuhi semua persyaratan yang diperlukan.

Dalam KTT NATO 2014 di Wales, paket tindakan diluncurkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Georgia dan itu sebagai persiapan awal untuk keanggotaan dalam aliansi.