Feb 122019
 

JakartaGreater.com – Pemerintah Jerman dan Inggris saat ini tengah berselisih soal pemblokiran ekspor rudal jarak jauh Meteor buatan MBDA untuk digunakan pada jet tempur Eurofighter Typhoon pesanan Arab Saudi, seperti dilansir dari laman La Tribune, pada hari Selasa.

Berlin diperkirakan telah memblokir “penjualan komponen” buatan Jerman yang digunakan dalam rudal karena mereka menentang penggunaan Arab Saudi dari Typhoon yang dipersenjatai rudal Meteor dalam konflik Yaman termasuk atas kasus Jamal Khashoggi.

Kontrak untuk ekspor rudal udara-udara jarak jauh (BVR) Meteor buatan MBDA ke Saudi diperkirakan bernilai US $ 1 miliar, menurut laporan La Tribune yang mengutip sumber anonim. Sementara itu beberapa komponen utama pada rudal Meteor tersebut dibuat oleh Bayern-Chemie dan TDW yang merupakan anak perusahaan MBDA di Jerman.

Meteor on German Air Force Eurofighter Typhoon

Larangan Jerman terjadi, pada saat Prancis dan Jerman sedang mendiskusikan pengembangan Future Combat Air System (FCAS), yakni sebuah proyek Eropa untuk mengembangkan jet tempur generasi kelima yang akan dilengkapi rudal buatan konsorsium Eropa, MBDA sebagai komponen ofensif utama.

Program kerja perusahaan-perusahaan Prancis jelas “terputus” atas tindakan Berlin tersebut; membandingkannya dengan larangan AS mengenai penjualan rudal Scalp ke Mesir sebagai bagian dari kesepakatan Dassault Rafale (yang kemudian dicabut) dan akan mengembangkan sendiri komponen yang dibuat di Jerman untuk MBDA.

Sementara itu, perusahaan pertahanan Prancis menginginkan jaminan bahwa mereka tidak akan mendapat pembatasan ekspor untuk peralatan pertahanan yang dibuat dibawah program kolaboratif.

  2 Responses to “Prancis Kesal Karena Jerman Blokir Ekspor Meteor ke Arab Saudi”

  1.  

    yah ujung ujungnya buat bantu para pemberontak.

  2.  

    Jerman punya itikad baik, siapa tahu Saudia tidak bisa pakai meteor dan rudal malah menghantam Saudia sendiri, kan jadi malu

    😎