Feb 082018
 

Kapal induk Charles de Gaulle (R91) Angkatan Laut Prancis. US Navy via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Prancis siap meluncurkan studi tentang penggantian kapal induk satu-satunya milik Angkatan Laut Prancis (Marine Nationale), seperti dilansir dari laman Navy Recognition.

Charles de Gaulle akan memasuki masa pensiun pada tahun 2040, sesuai perencanaan undang-undang militer 2019-2025 yang akan dipresentasikan di dewan menteri.

“Kami mencadangkan kemungkinan untuk memiliki kapal induk bersamaan dengan Charles de Gaulle atau setelahnya”, menurut seorang sumber yang dekat dengan Kementerian Pertahanan, Florence Parly.

Menurut AFP, Prancis berencana mengalokasikan anggaran sebesar € 295 miliar untuk militernya antara tahun 2019 dan 2025, tujuannya adalah meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 2% dari PDB pada tahun 2025, sesuai rancangan undang-undang program militer.

Anggaran pertahanan Perancis pada tahun 2018 sebesar € 34,2 miliar, akan mendapat kenaikan sekitar € 1,7 miliar per tahun sampai 2022 diikuti oleh kenaikan € 3 miliar per tahun mulai tahun 2023 sesuai dengan undang-undang perencanaan militer.

Menurut Navy Recognition, baik Angkatan Laut dan Naval Group Prancis (dulu DCNS), sangat berharap pada studi kapal induk baru yang didanai sedini mungkin, karena ada celah yang sangat tipis.

Jika studi tersebut didanai pada akhir 2018, maka ada kemungkinan potensi pengganti Charles de Gaulle akan siap pada waktunya saat Charles de Gaulle menjalani perbaikan berikutnya.

Satu-satunya kapal induk Prancis saat ini tengah menjalani perbaikan paruh baya.

Pemeriksaan ulang dijadwalkan rata-rata setiap 7 tahun. Sebagai contoh, pemotongan baja pertama HMS Queen Elizabeth Angkatan Laut Inggris berlangsung pada bulan Juli 2009, diluncurkan bulan Juli 2014 dan memulai uji coba laut pada bulan Juni 2017.

  35 Responses to “Prancis Luncurkan Studi Penggantian Kapal Induk Charles de Gaulle”

  1.  

    Indonesia kapan ya bikin Kapal Induk bukan hanya pulau saja yg dijadikan kapal induk, walau mahal biaya operasional tp efek gentarnya itulho yg mantap!

    •  

      Ga usah muluk2 bung andre, menhan rencana beli 2 destroyer aja udah syukur, jd light frigat nya ada penambahn 4 unit lg dan 2 destro,,,nah setelah pembelian destro lunas bru kita pikirin beli cruiser dl,,,trakhir nya br carrier ship,,,,jgn keburu nafsu, sesuai kan dgn kantong yg ada,,.

      •  

        Kapal Induk sangat diperlukan jika negaranya memiliki kebijakan luar negeri agresif seperti USA dan beberapa koalisinya seperti Inggris dan Prancis… terbukti Kapal Induk sangat rumit dengan perawatan mahal dan biaya pengoperasian yang super… ditambah pespur yang di tempatkan harus kusus…
        Saya setuju dengan bung seven, Destroyer sangat krusial untuk negara kepulauan seperti Indonesia, kekuatan kapal perang sangat penting dibandingkan kapal Induk yang tidak memiliki sistem serang, dan hanya mengandalkan pespur dan kapal pendamping sebagai kekuatan utamanya

        •  

          Ane rasa kapal induk itu kekuatan utama yg kadang siang susah dikalahkan.

          Belum pernah ada dalam sejarah bahkan hingga perang Falkland dan Perang Teluk, sebuah armada kapal induk bisa dikalahkan oleh armada tanpa kapal induk. Ingat, Super Etendard Argentina dilengkapi dg Exocet. Tapi karena pengerahan pespur yg kurang terkoordinasi dg baik maka Falkland bisa jatuh lagi ke tangan UK.

          Menyerang armada kapal induk juga bukan perkara mudah walopun kasel sangat berbahaya ketika masuk zona serangnya. Mengapa?? Karena pergerakan Armada kapal induk sulit didekati oleh kasel kecuali saat posisi kapal induk mulai meluncurkan pesawat.

          Disisi lain, mengandalkan rudal jelajah jarak jauh juga susah. Memang rudal seperti Yakhont, Zircon, hingga kalibr bisa menyerang dari jarak 800 hingga 2500 km, tapi mendeteksi letak armada kapal induk diatas samudera juga susah kecuali dalam kondisi tempur. Tak banyak negara yg punya satelit dg kemampuan mendeteksi armada kapal induk secara real time, bahkan bila negara pemilik satelit itu saling perang, mereka juga punya rudal anti satelit. So, serangan keduanya hanya akan ditentukan oleh Armada yg memiliki mata dan telinga lebih baik. Armada kapal induk USN biasanya dilengkapi dg AEW&E yg mumpuni dan bisa mendeteksi jarak hingga 450-600 km.

          •  

            Ini baru 0,0000001% dari kepintaran bung agato, yg hanya bs diimbangi oleh sesepuh2 jkgr macem jimsul, tn phd yuli wk dll,..xixi

          •  

            Hla terus apa hubunganya dengan Indonesia bung Agato??? kapal sejenis destroyer saja belum punya… padahal pelindung Kapal Induk biasanya terdiri dari beberapa kapal type destroyer, kapal penjelajah, kapal anti kapal selam dan kapal selam itu sendiri… konyol punya kapal Induk sedangkan kapal pendukung saja belum memiliki…

          •  

            Gampang nenggelamin kapal induk, analogi sejarah ttg kapal induk belum pernah tanggelam itu tidak passs, Krn amerika belum pernah perang pakai kapal induk, dan perangnya cuma sama negara kecil, coba lawan tuh Rusia dan China dong

            Huehuehue 😎

          •  

            Lha jaman PD II, semua pemain utamanya mengerahkan kapal induk kok…termasuk amerika dan jepang

          •  

            @ Bung Yuli, kapal pendukung dikerjakan bersamaan. Uraiannya ada di komentar anda yg dibawah.

            @ Bung Boomerang: Udah dijawab sama Bung Hari. USN udah kenyang asam garam perang antar kapal induk sejak PD 2 di Pasifik dan jauh lebih hebat dari Battle of Britain.

    •  

      Harganya aja antara 50 – 100 Triliun, saat ketemu kapal seharga 200 milyar, ketubruk dan tenggelam, nangis deh …

      Mau mentang2 ternyata negara x tidak punya nuklir bom, diketawain dah …

      Huehuehue…… 😎

  2.  

    http://radarmiliter.blogspot.com/2017/06/nasib-kapal-induk-thailand-htms-chakri.html

    Jangan sampai nantinya hanya berakir seperti Thailand dengan kapal Induknya…

    •  

      Selain tak punya uang, Thailand juga tak punya konsep maritim yg jelas. Apalagi lawan historis Thailand adalah Kamboja yg kekuatan lautnya masih dibawah Thailand.

      1.) Indonesia memiliki konsep sebagai negara Poros Maritim Dunia, yg didasarkan pada sejarah ribuan tahun sejak Sriwijaya. Jelas kekuatan utama angkatan laut seperti kapal induk dan juga destroyer juga dibutuhkan. Tak cukup hanya membuat pulau dijadikan pangkalan gabungan.

      Indonesia itu punya ALKI yg hampir 40% lalu lintas dunia melewatinya. Indonesia juga sumber pangan utama baik tanaman pangan pokok, holtikultura, dan tentunya sumber pangan ikan. Bila tak kena limbah, ikan adalah satu-satunya sumber protein yg bebas dari penyakit menular seperti antraks hingga H5N1. Jelas saja bila terjadi bencana pada produksi protein dunia, hanya ikan yg bisa diandalkan. Bisa jadi sumber ikan ini memicu perang antar negara. Buktinya?? LCS. Siapa yg berani menjamin bahwa LCS takkan terjadi perang, China begitu Ngotot dg daerah tangkapan tradisional mereka. Walaupun itu bisa jadi hanyalah kedok penguasaan China atas LCS tapi ikan juga menjadi ketegangan International ketika Bu Susi meledakkan kapal pencuri Ikan. Dibutuhkan kekuatan yg besar untuk menjaga lautan Indonesia yg luas. Memperbanyak KCR atau PKR sekalipun takkan menakutkan untuk Kapal CG China, karena mereka didukung armada destroyer dan kapal induk yg kuat.

      2.) Kita harus belajar pada 2 konsep perang, yaitu saat operasi Lompat Katak milik Mac Arthur dan Agresi militer Belanda pertama. Keduanya menerapkan strategi penguasa pulau yg memiliki nilai strategis baik untuk serangan maupun sumber daya. Jangan fokus pada penguasaan seluruh area. Kenapa, karena wilayah kita dibatasi oleh laut. Jika ada serbuan masif dari musuh, Mereka takkan langsung menyerang Pulau Jawa yg memiliki pasukan besar dan pertahanan yg kuat, tapi mereka akan mengincar beberapa pulau seperti Papua, Tarakan, Batam, Sulawesi, Dumai, Pangkalan Brandan, dan sebagian Aceh. Bila itu terjadi apalagi sampai Pulau Jawa terblokade maka kita akan kesulitan merebut kembali wilayah kita. Terlalu mempertahankan pulau yg dijadikan sebagai pangkalan utama gabungan jelas takkan cukup. Saipan, Turk, Guam, dan bahkan Pearl Harbour di Hawaii sudah bisa menjadi contoh bahwa bertahan pada suatu pulau takkan cukup. Kekuatan utama kapal induk dibutuhkan untuk menggeser armada udara kita ke titik flash point yg genting.

      Jika kita tak mampu membuat atau membeli kapal induk seperti Liaoning maka LHD seperti Mistral, Canberra, Dokdo, hingga Hyuga sudah cukup untuk menggelar kekuatan armada kita. Kita punya rencana membuat konsep MIRAS LPD Malaysia yg mau dibuat PAL. Dengan panjang 160 m, dg modifikasi dek serta haluan dg diganti pulau komando/menara komando maka kita bisa membuat Landing Helicopter Dock Ship buatan kita sendiri. Mini tak apa yg penting bisa menggelar 5-6 heli sekaligus. Apalagi bila diganti dengan pesawat berkemampuan SVTOL /VTOL. Bila kita punya 12 kapal jenis ini maka kekuatan udara dan laut kita akan melonjak drastis. Apalagi kalo PT. PAL mau membuat kapal LHD sepanjang 200 m lebih. Bukankah PT PAL punya pengalaman membuat Kapal kargo Star 50 yg terkenal?? Itu panjangnya aja sekitar 189 m. Dengan pengalaman membuat LPD hingga ekspor dan membuat kapal perang dg konsep modul SIGMA, maka bila itu diterapkan pada LHD kita tentunya bisa kita lakukan walopun itu butuh waktu dan biaya untuk riset, kecuali kita langsung bangun LHD menggunakan Hull Star 50. Hull kapal kargo tak masalah karena Iver juga hullnya dari kapal barang bukan ?? Nah sekarang kalo Iver jadi dibeli dan sebagian dibuat di PAL, Hull Star 50 juga dibuat untuk LHD, kita jelas sudah punya strategi untuk membuat armada kita yg kuat. Kapal Selam?? Kita berharap Changbogo, Proyek U-214 dan Scorpene 1000 bisa berjalan lancar dan menjadi salah satu penjaga LHD kita. Tinggal niat (dan dana) yang dibutuhkan oleh pengambil kebijakan di negara ini. Heli bisa pake Cougar atau Superpuma juga gpp. Kalo mau pake pespur ya, ehemm,.. Ane tawarkan F-35 B yg cocok untuk LHD kita.

      •  

        Ralat, Bukan MIRAS tapi MRSS.

      •  

        Kalo mau pake pespur ya, ehemm,.. Ane tawarkan F-35 B yg cocok untuk LHD kita.

        Kata2 ini lah yg menjadi inti dr penjelasan bung agato yg panjang itu,,,xixixi,,,piss met pagi warjag semua,,,salam damai selalu,,.

        •  

          Tapi sayang F35B mahal diongkos.he3.

          •  

            Ongkos F-35 B memang mahal, tapi lebih mahal kehilangan detteren apalagi kehilangan wilayah?? Ingat Sipadan dan Ligitan ???

          •  

            Sipadan dan Ligitan lepas karena kurangnya perhatian pemerintah pusat terutama kepada wilayah perbatasan… Malaysia bergerilya dengan memberikan banyak perhatian bagi masyarakat disana, sehingga ketika berduel di tingkat internasional mereka menang… memangnya mereka menang dengan perang??? justru sekarang pemerintah lebih garang dalam menjaga pulau terluar, dan terlihat dalam keseriusan di Natuna…
            Menghadapi Malaysia itu yang penting harus tegas dan keras… sekarang mereka sudah tidak aneh2 lagi mengklaim apa saja seperti era yang sebelumnya sampai geregetan…

      •  

        Thailand kaget karena terjadinya krismon, sebenarnya konsep mereka jelas karena membeli kapal induk baru bukan bekas… hanya pesawatnya yang bekas, dan terbukti terlalu rumit untuk di upgrade… kenapa tidak ditawarkan F-35B ke Thailand??? kan mereka punya kapal induk kecil???
        Indonesia cukup memiliki beberapa Kapal yang mampu membawa Helikopter untuk memberikan dukungan dalam hal memburu kapal maupun kapal selam… memiliki kapal Induk hanya akan menguras anggaran untuk operasional maupun perawatan, justru mendingan biaya itu digunakan untuk mengoperasikan banyak kapal jenis destroyer… toh katanya mau nambah 3 ska tempur yang isinya F-16V Blok 70??? dengan tambahan kira2 48 F-16 dan 11 Su-35 sudah cukup lumayan untuk melindungi wilayah udara RI karena hampir semua ruang sudah di cover oleh kekuatan udara…

  3.  

    Ada kok kapal perang yang pernah tenggelamkan kapal induk,bahkan pas di lindungi destroyer juga,,buktinya penjelajah berat scarnshort sama gneisenau bisa tuh tenggelamkan HMS GLORIOS tanpa BALAS…

    •  

      Pd PD-II di perang Pasifik USA vs Jepang jg terjadi perang sengit dimana kedua pihak sama2 kehilangan kapal induk dan pengawal2nya.

    •  

      Jawaban anda cerdas tapi kurang tepat. Kenapa?? Karena UK tak benar2 menempatkan kapal induk sebagai kekuatan utama armada angkatan laut mereka. Battleship masih sebagai lambang kekuatan utama Royal Navy. Apalagi teater perang utama Eropa bukan dilaut, tapi didarat. Perang udara pun didasarkan atas pangkalan, bukan diatas kapal induk.

      Beda dengan teater Pasifik yg menjadikan kapal induk sebagai kekuatan utama. Makanya HMS Prince of Wales dan HMS Repulse bisa dengan mudah ditenggelamkan oleh armada udara yg diluncurkan dari kapal induk, bahkan IJN Yamato dan IJN Musashi juga tenggelam karena serangan udara dari kapal induk. Coba kalo armada Battleship Nazi Jerman juga maju di Pasifik, mungkin Hitler akan sadar betapa berharganya kapal induk Graf Zeppelin. Bisa jadi kalo Hitler bisa belajar dari Jepang saat kapal induknya digunakan untuk menyerang Pearl Harbour bisa jadi akan ada puluhan Graf Zeppelin dan UK takkan bisa bertahan lama.

      •  

        Jika UK kalah maka bisa jadi USA akan menarik diri dari perang dan membiarkan Nazi melumat Ini Soviet sedangkan Jepang menguasai Asia. Arah sejarah dunia bisa saja berubah.

      •  

        Ya tidak bisa disamakan Jerman dengan Jepang… Jepang negaranya di kelilingi laut, sehingga kapal menjadi bagian paling ideal untuk melakukan ekspansi… Jerman wilayah yang berhubungan dengan laut tidak seluas Jepang sehingga doktrinya membuat sebanyak mungkin kapal selam untuk menghentikan suplai dukungan ke Eropa dari USA… perangnya banyak di perang bawah laut dimana sasaranya kebanyakan kapal niaga bukan kapal perang…
        Asia pasific jelas Jepang mencoba peruntunganya dengan berperang di laut, dengan perhitungan armada militer lautnya kala itu dianggap sudah begitu kuatnya sehingga berani memerangi USA… satu2nya kesalahan Jepang adalah berhenti di Pearl Harbour dan bukanya berperang langsung di USA mainland yang kala itu sudah terpecah karena mendukung perang di Eropa… Jika saat itu Jepang melanjutkan serangan ke mainland mungkin perang akan terjadi sangat seru dan berbeda… karena terbukti USA membuat ribuan kapal pernag dari berbagai type untuk memerangi Jepang, jika serangan Jepang ke USA langsung mungkin USA akan kesulitan membangun kekuatan kapalnya dan perang akan berakir lain baik di Asia pasific maupun di Eropa….
        Perbandingan :
        Kemampuan kekuatan kapal Jepang sangat mumpuni untuk negara seukuran Jepang tetapi armada daratnya sangat lemah terutama Tank nya yang mungil dan sama sekali tidak garang…
        Jerman memiliki armada darat sangat mengerikan tetapi kekuatan udara dan lautnya jauh dari Jepang… hanya kekuatan kapal selamnya benar2 menyulitkan…

        •  

          Gak Bisa Jepang langsung menyerang mainland Bung Yuli, itu karena rantai suplai yg harus dibangun amatlah besar. Apalagi bertempur melintasi samudera jelas bukan perkara yg mudah. Selain harus menghancurkan kapal induk musuh, Memundurkan garis perang agar lebih mudah menjaga wilayah haruslah dilakukan Jepang, jadi memblokade Australia dg USA atau Australia dg India tak perlu dilakukan Jepang.

          Kesalahan yang lain yg tak dilakukan oleh Jepang adalah ikut menenggelamkan kapal kargo sekutu di Pasifik dan Samudra Hindia. Padahal kapal selam Jepang dan Jerman sudah menempatkan diri di Madagaskar, posisi yg bagus untuk memblokade India ke Eropa Lewat Suez.

          Membangun kapal induk tidak terikat pada kondisi geografis suatu negara. Jerman Nazi sebetulnya memiliki Angkatan laut yg juga kuat di dunia, buktinya mereka mampu bertempur melawan Royal Navy dan Armada sekutu. Yang disayangkan adalah mereka bergerak tidak dalam formasi besar yg dilengkapi dg Kapal Induk. Jika itu terjadi, jelas mereka bisa membungkam UK di wilayahnya dan Armada sekutu di Mediterania, mereka juga takkan kesulitan menghajar Malta andai dari awal sudah punya kapal induk yg banyak sehingga kampanye Rommel di Afrika bisa menjadi lebih lancar.

        •  

          Kalo Jerman dan Jepang mengerahkan Armada kapal induk mereka maka mereka bisa saja menekan secara bersamaan baik di west Coast maupun east Coast serta memudahkan serbuan ke Terusan Panama. Jika itu terjadi, barulah Jepang dan Jerman mampu menekan USA.

 Leave a Reply