Prancis Pertimbangkan Inggris Ikut Kemitraan Jet Tempur Eropa

Sebuah desain Future Combat Air System (FCAS) dari Dassault Aviation Prancis. © Tiraden via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Meskipun Prancis memfokuskan pekerjaannya dengan Jerman pada Future Combat Air System (FCAS), Paris nantinya juga akan mempertimbangkan Inggris sebagai mitra dalam proyek secara luas untuk jaringan pesawat tempur nirawak dan berawak, menurut Kementerian Pertahanan Prancis seperti dilansir dari laman Defense News.

Tujuan dari aliansi Prancis-Jerman adalah untuk merancang dan membangun pesawat tempur baru untuk menggantikan Rafale dan Eurofighter Typhoon. Pesawat bersenjata dan tidak bersenjata lainnya akan diintegrasikan ke dalam Future Combat Air System.

“Saat ini, prioritasnya adalah hubungan Prancis-Jerman menjadi lebih solid sebelum mulai membukanya ke mitra lain”, sebut Kementerian Pertahanan Prancis pada 26 April dalam sebuah catatan singkat.

Menambahkan bahwa pembicaraan antara tim Prancis dan Jerman tentang sistem masa depan sedang “intens” tambah kementerian itu. Proyek bilateral itu nantinya dapat dibuka ke London, yang telah bekerja dengan Paris pada demonstran teknologi untuk pesawat tempur.

“Secara paralel, kami akan melanjutkan pekerjaan Inggris-Prancis yang akan melengkapi proyek Prancis-Jerman dan kita akan melihat, ketika pekerjaan telah mencapai kematangan yang cukup, bagaimana mengintegrasikannya ke dalam proyek FCAS”, kata kementerian itu.

Pekerjaan dengan Inggris pada Program Demonstrasi Future Combat Air System kini “dalam proses evoulsi sejak pertemuan Inggris-Prancis pada 19 Januari”, menurut catatan Kementerian Pertahanan Prancis.

Rencananya adalah membangun sebuah demonstran untuk drone tempur bagi Prancis dan Inggris telah secara efektif terhenti karena ketidakpastian yang timbul dari rencana Inggris keluar dari Uni Eropa, terang Eric Trappier, ketua Gifas, badan perdagangan luar angkasa Prancis.

Tinggalkan komentar