Mar 072015
 

image

Varces – Dalam kunjungannya ke Brigade Infanteri Artileri 27 di wilayah Varces (Isère), Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves LE Drian, menyerahkan pasar penjualan Armoured Multi-roles vehicles atau kendaraan lapis baja multi-peran EMBR kepada CEO GME, perusahaan konsorsium yang dibentuk Nexter Systems, Renault Trucks Defense dan Thales. Di bawah pengawasan Badan pengadaan Persenjataan (DGA), konsorsium ini akan pengembangan, pembuatan dan dukungan terhadap program SCORPION, EMBR.

Dalam kontrak EBMR, kendaraan lapis baja multi-peran Griffon dan kendaraan pengintai dan tempur lapis baja JAGUAR akan menggantikan masing-masing di VAB dan AMX10RC, ERC Sagaie dan VAB Hot, yang diproduksi tahun 70-an dan 80-an yang digunakan secara luas oleh Angkatan Darat Perancis di semua operasi medan perang, selama tiga puluh tahun terakhir.

Kontrak meliputi semua fase program persenjataan, dari pengembangan unit hingga ke dukungan logistik melalui kualifikasi dan sistem produksi. GME berkomitmen untuk mengerjakannya secara terintegrasi hingga jangka jangka panjang hingga ketersediaan kendaraan tersebut dioperasikan oleh satuan satuan militer.

Inovasi state of the art dan pengetahuan yang dikembangkan oleh tiga perusahaan di GME dalam mobilitas, perlindungan, senjata dan digitalisasi akan diintegrasikan ke dalam sistem SCORPION. Mesin perang future joint tactical groups bersama sistem SORPION EMBR akan menghadirkan lompatan teknologi dari generasi sebelumnya.

Bagikan :

  25 Responses to “Prancis Siapkan Kendaraan Tempur Baru”

  1.  

    Hemmm..!

  2.  

    Bisa dijelaskan Spesifikasi nya.

    slm

  3.  

    absen aja ah

  4.  

    kaliber meriam nya besar

  5.  

    Prancis tinggalkan VAB cikal bakal dari Anoa, kita kembangkan Anoa ke ampibi dan lisensi terrex 8×8. Maju terus Pindad….

  6.  

    Jaguar EBRC 6×6 reconnaissance

    Armament
    One 40mm cannon, one 7.62mm machine gun and medium range anti-tank missiles
    Country users
    Program EBMR Scorpion of French Army
    Designer Companies
    Nexter, Renault Trucks Defense (RTD) and Thales.
    Accessories
    Day/night vision, nuclear, biological, and chemical (NBC) protection, with internal overpressure and air conditioning, laser warning system, a threat missile detection system, radio and infared jamming system.
    Crew
    3
    Armor
    Protection against firing of small arms and shell splinters (NATO STANAG 4569 Level 4)
    Weight
    25,000 kg
    Speed
    ? km/h
    Range
    800 km

    •  

      Armament
      The Jaguar EBRC will be fitted with a two-man turret 40 CTAS armed with one 40mm CTC cannon with Ammunition Handling System (AHS). The 40mm cannon will have a maximum range of 1,500 m. The 40 CTC can incorporate multiple natures of ammunition within the same ammunition handling system which gives the vehicle the capability to quickly engage threats across the modern battlefield spectrum including those within urban environments. The 40 mm cannon can fire a full range of ammunition as the APFSDS-T, TP-T, TPRR-T, GPR-PD-T, GPR-AB-T and A3B. The turret is fully stabilized in azimuth and elevation thanks to the GCE (Gun Control Equipment) which enable the vehicle to fire on the move. The GCE include the elevation azimuth drive motors, encoders, gyroscopes, accelerometers and electronic control unit. A remote weapon sttaion armed with a 7.62mm machine gun is mounted on the top of the turret. Each side of the turret will be fitted with MMP (Missile Moyenne Portée – Medium Range Missile) missile designed by the French Company MBDA. The MMP missile is a fire-and-forget missile with lock-on before launch and automatic self-guidance and which has a maximum range of 4,000m. Four smoke grenade dischargers are mounted at the front each side of the turret.

      Design and Protection
      The Jaguar EBRC is based on 6×6 all-terrain vehicle chassis with the turret mounted at the centre of the hull. We can suppose that the hull of the Jaguar EBRC will have the same level of protection (NATO STANAG 4569 Level 4) as the Griffon VBMR which is also include in the EBMR Scorpion program of the French army. The STANAG 4569 Level 4 provides protection against fire of small arms 14.5mmx114 AP, 155mm artillery shell splinters at 30m and mine blast protection of 10 kg TNT under the wheel. The 40 CTAS turret offers the same level of protection. The driver is seated at the front center of the hull. He has a single-piece hatch which is provided with three day periscopes. The gunner of the Jaguar EBRC is seated on the right of the turret with the commander on the left, both being provided with a single-piece hatch cover and day periscopes.

      Propulsion
      The Jaguar EBRC uses a 6×6 chassis. Currently, there is no information about the motorization of the vehicle.
      Accessories
      The Jaguar EBRC is equipped with a stabilised panoramic sight for long-range surveillance and target identification, independent of turret orientation. The gun system is fitted with the CTAS controller which incorporates the control of the azimuth and elevation of the weapon along with the ballistic correction software, coincidence control of the weapon and programming of the AirBurst rounds (GPR-AB-T and A3B). To increase its self-protection, the Jaguar EBRC is equipped with a laser warning system, a threat missile detection system, radio and infrared jamming system. The standard equipment of the Jaguar EBRC will also includes new command, control and networking system.

      source:armyrecognition.com

    •  

      Makasih infonya. Kalo Anoa dan Badak ketahanan terhadap proyektil apa sama dengan
      Jaguar ini yang berada pada level 4.standar NATO.Level paling tinggi berapa? mksh.

    •  

      Assalamualaikum wr.wb.
      wih keren jd untuk urban ni, meriamnya cuma 40mm tp di sampingnya rudal tank :mrgreen:
      untuk stabilizernya leopard udah duluan keknya :mrgreen: bisa menembak dengan bergerak

  7.  

    APA INDONESIA BISA BIKIN ANOA SEPERTI MODEREN…TEKNOLOGI TERUS BERUBAH TIAP HARI.
    BIKIN YANG MANTAP,, HARI GINI HARUS TOT,kalo nga bisa susah ngejual kenegara konsumen tersebut. walau sebagus apapun produknya..INDONESIA MANDIRI,BILA PERLU HARUS BERGABUNG DENGAN PERUSAHAAN BIAR DAPAT HASIL MANIZ JERIH PAYAH BANGSA INDONESIA,.

  8.  

    VAB bermetamorfosis ke Jaguar. Anoa menuju ke Badak. Lebih unggul mana.?

  9.  

    Kalo kayak gitu mah mainannya pindad ndak usah beli bikim sendiri kan bisa

  10.  

    lihat tampangnya ane yakin pindad bisa niru, cuman senjata dan sensor2nya yg susah ditiru.
    kenapa ya PT LEN kurang diberdayakan oleh tni ad, padahal buat integrasi sistem pertempuran darat ane yakin PT LEN bisa contohnya combat management system/CMS di KRI…ingat pertempuran modern semua berbasis komputer

  11.  

    PT.Pindad bisa banget membuat ranpur sejenis ini, hanya tinggal melibatkan pakar desain prototype dari Pindad sendiri, Perguruan Tinggi, LIPI bahkan STM/SMK pun mampu mendesain seperti contoh desain mobil listrik tucuxi yg canggih dan pernah digunakan Dahlan Iskan, maka tdk ada kendala tertentu dalam mendesain ranpur yg modern/canggih, hasil karya anak bangsa kita pasti sangat mampu bersaing!

    Mungkin hanya dalam hal teknogi tertentu kita masih harus TOT dg negara2 sahabat seperti persoalan turret, steel armor yg terkuat, termasuk penggunaan mesin pengeraknya yg masih impor, namun secara bertahap kita pasti suatu hari akan mampu mandiri 100% membuat ranpur/tank termasuk semua jenis alutsista lainnya.

  12.  

    Mirip Anoa n Badak.
    Dgn keluarnya qanser 6×6 Prancis, mk pamor Anoa/Badak 6×6 Pindad jadi terdongkrak n tdk akan kalah bersaing dgn panser 8×8.
    Tinggal dipercantik lg tampilannya, kemampuannya, n bbmnya agar bs lbh irit.

  13.  

    Futuristik bgt panser’a
    Prancis punya

 Leave a Reply