Apr 142019
 

Dassault Rafale (Foto:Common Wikipedia)

JakartaGreater.com – Duta Besar Prancis untk India Alexandre Ziegler pada hari Kamis membantah laporan bahwa pilot Pakistan dilatih menerbangkan pesawat tempur Rafale yang dibeli oleh Angkatan Udara Qatar.

India telah membeli 36 jet tempur Rafale dengan harga lebih dari Rs 58.000 crore pada tahun 2016 setelah melakukan negosiasi kesepakatan sejak tahun 2012.

Kekhawatiran telah pecah di New Delhi atas laporan dari media AS, yang jika benar, dapat berarti bahwa pilot Pakistan sudah membiasakan diri dengan jet tempur Rafale. Kemampuan yang bahkan sebelum pilot India bisa melakukannya.

Laporan itu diterbitkan oleh situs industri penerbangan Amerika ainonline.com. Media tersebut mengklaim bahwa gelombang pertama pilot yang berlatih menerbangkan jet tempur Rafale untuk Qatar pada November 2017 adalah “personel pertukaran Pakistan”.

Menurut Duta Besar Prancis,”Saya dapat mengkonfirmasi bahwa itu adalah berita palsu,” tweeted Ziegler. Sumber-sumber diplomatik Prancis mendukung Ziegler dengan mengatakan tidak ada pilot Pakistan yang pernah dilatih menerbangkan pesawat tempur multi-peran di Prancis.

Pada 2015, Qatar menandatangani kesepakatan senilai US$ 7 miliar dengan perusahaan dirgantara Dassault Aviation untuk membeli 24 jet tempur Rafale dan kemudian Qatar memesan batch lain 12 Rafale.

Jet Rafale pertama dikirim ke Qatar baru-baru ini, antara Pakistan dan Qatar memiliki ikatan politik dan militer yang kuat.

Laporan oleh situs web Amerika Serikat tersebut muncul di tengah-tengah pergulatan politik yang mendidih antara Kongres dan Partai Bharatiya Janata (BJP) India sejak kesepakatan Rafale diselesaikan.

NewIndianExpress

Bagikan:
 Posted by on April 14, 2019