Jan 282019
 

Dassault Rafale M (photo: Steve Lynes from Sandshurst, United Kingdom via commons.wikipedia.org)

JakartaGreater.com – Kantor Kepresidenan Prancis membantah laporan yang mengatakan Mesir akan menandatangani kesepakatan baru untuk pembelian dua belas pesawat tempur Rafale tambahan selama kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke negara di Afrika Utara tersebut minggu depan.

“Mesir dapat menyelesaikan (pengiriman) armada jet Rafale dalam beberapa minggu atau bulan mendatang tetapi tidak akan ada penandatanganan kontrak (baru) selama kunjungan presiden,” kata pejabat itu.

Sebelumnya beberapa media Prancis telah melaporkan bahwa Mesir dapat menandatangani kesepakatan baru dengan Dassault Aviation untuk membeli dua belas pesawat tempur Rafale tambahan selama kunjungan Emmanuel Macron ke Mesir pada 27-29 Januari.

Tahun lalu, 16 Februari 2015, Prancis setuju untuk mengirimkan 24 jet tempur Rafale (16 kursi tandem dan 8 kursi tunggal) ke Mesir dengan harga US$ 5,9 miliar untuk melengkapi Angkatan Udara Mesir dengan pesawat tempur multiperan generasi terbaru yang memungkinkan Mesir untuk mengamankan posisi geostrategisnya di wilayah tersebut.

Pada Juni 2016, Mesir memulai negosiasi dengan Dassault untuk memperoleh 12 Rafale tambahan yang merupakan opsi pada kontrak aslinya.

Tetapi Mesir mendapat tentangan dari Departemen Keuangan Prancis yang menolak memberikan paket keuangan yang sama dengan paket pesanan Rafale awal.

DefenceBlog

 Posted by on Januari 28, 2019