Jul 132017
 

Paspampres di Istana Negara, Jakarta (AWG97)

Balikpapan – Presiden Joko Widodo menyebutkan ada tiga tempat atau tiga provinsi yang dikaji sebagai ibu kota negara menggantikan Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah, Program Strategis Nasional Pembinaan dan Fasilitasi serta Kerja Sama Akses Reform di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 13/7/2017.

“Ada tiga tempat, tiga provinsi yang masuk dalam kajian,” kata Presiden Jokowi, seperti dilansir ANTARA.

Presiden Jokowi sejatinya mengaku tidak mau menyinggung soal pemindahan ibu kota karena hal itu masih dalam kajian Bappenas.

“Mengenai ibu kota saya tidak mau singgung itu dulu karena masih dalam kajian Bappenas,” ujanya.

Presiden mengatakan ada tiga tempat atau tiga provinsi yang masuk dalam kajian Bappenas, namun Presiden tidak akan membuka nama-nama tempatnya saat ini.

“Nanti semua orang beli tanah di sana, enggak jadi pindah nanti. Harga tanah melambung,” katanya.

Hal yang pasti soal pemindahan ibu kota, Presiden menegaskan, semua akan dikalkulasi secara detail termasuk dari sisi kebencanaan, keekonomian, dan infrastruktur. “Kemudian biayanya berapa karena menyangkut biaya,” tuturnya.

Kepala Negara mengakui banyak negara yang kini telah memisahkan pusat bisnis dengan pemerintahan, antara ekonomi dengan pemerintahan. Oleh karena itulah Indonesia mulai mengkajinya.

Bagikan:

  49 Responses to “Presiden : 3 Provinsi Dikaji Sebagai Ibu Kota Negara”

  1.  

    ..tiga daerah calon Ibu Kota RI semua berdomisili di Kalimantan

    •  

      Hayoo… sampean dapat bocoran dari mana bang, dari kandang Kuda-kah ??…..

      Bocorin dikit napa bang, ana mau pindah propesi jadi spekulan tanah neh…… ntar untung bagi dua deh….. xixi….

  2.  

    1

  3.  

    Jawa Tengah

  4.  

    Klo parameter posisi paling tengah sudah pasti prov sulbar yg akan jadi ibukota negara.
    Dari segi pertahanan posisi terbaik ada di selatan sulbar tepatnya di kab polman,kota ini pas berada diteluk Mandar,3x luas dibanding DKI,penduduk 500rb jiwa,mayoritas Islam,

  5.  

    Jawa ga termasuk…… Kandidatnya Kalimantan krn jarang bencana…..

  6.  

    Kalimanta atau sulawesi

  7.  

    3 daerah itu… Beijing, Hongkong, dan Taiwan…. Walakakakak

  8.  

    Asal jangan tambah utang lagi….

  9.  

    500 trilyun kurang lebih untuk membangun Ibu kota Baru…

    SULAWESI…..

  10.  

    betul…pisahkan pusat bisnis ama pusat pemerintahan..
    biar kalo ada demo togel ga ganggu bursa saham..

  11.  

    pilihan ane mah jatuh pd Natuna sbg ibukota negara, biar Cina atawa Malaysia ntar gak ngaku2 kepulauan itu miliknya

  12.  

    Kalimantan paling strategis

  13.  

    Palangka Raya – Makasar – kendari..

  14.  

    syarat harus anti gempa dan tidak ada gunung berapi, pulau itu harus besar dan ibukota di tengah tengah pulau agar tersembunyi agar jika musuh menyerang sangat banyak menghadapi rintangan, harga tanah sangat murah dan letak yg strategis .

    kalau di pikir pikir hanya kalimantan tengah yg memenuhi syarat dari pd yg lainnya.
    kalimantan tengah tepat di tengah pulau kalimantan yg besar.di apit oleh kaltim, kalimantan utara , kalbar dan kalsel
    kalimantan tengah , tdk gempa , tdk ada gunung berapi , tanahnya juga murah.
    kalimantan tengah sangat mudah utk ke singapura dan malaysia.dan lebih dekat ke jawa dari pd pulau yg lain lain .
    sekarang di utara kalimantan terdapat pangkalan militer INDONESIA dan ini menjadi modal NILAI plus utk BORNEO.

  15.  

    ntt,.. biar saingan ma cambera,…

  16.  

    semoga beneran pindah ke kalimantan

  17.  

    Ada ada sj. Gak urgent jg. Anggaran ratusan triliun untuk memindah ibukota kalau buat alutsista kita sudah punya segalanya. Otomatis jakarta jg aman kan?

    •  

      Situ mikir perutnya sendiri saja. Coba anda lihat kondisi masyarakat di luar jawa dan sumatra?? Listrik jarang ada yg masuk kesana!! Pembangunan dan perekonomian lambat!!

      Jika agenda pemerintah adalah kemakmuran rakyat, kenapa hal seperti ini tidak dilakukan, ???

      •  

        Uang di Indonesia itu mayoritas nya hanya berputar di Jakarta dan meluber cukup signifikan dikota2 sekeliling nya yakni Bodetabek dan hanya meluber sedikit ke Bandung di waktu weekend. Sisa nya yg tinggal sedikit lagi berputar didaerah2 lain.. Kalau infrastuktur di Jawa juga ga bagus2 amat kecuali di daerah utara pulau Jawa. Tetapi saya setuju ibukota dipindahkan, terutama ke Sulbar yg posisi nya di tengah Indonesia dan potensi maritim nya yg besar akan sejalan dengan visi poros maritim..

    •  

      Apa pun kebijakan pemerintah pasti ada yang menentang. Itu hal biasa. Tidak apa-apa. Asalkan penolakan itu juga dikuatkan dengan argumen yang rasional.
      Rencana boyongan ibukota sudah terlalu lama hanya mentok sekedar wacana. Akhirnya sekarang di masa Presiden ke-7 sudah mulai ada upaya riset yang nyata hingga nantinya bisa direalisasikan.
      “Masih banyak rakyat yang miskin ngapain ngurusin pindah ibukota?”
      “Tidak perlu pindah. Benahi saja Jakarta”
      “Hanya membawa kemacetan dan kesemrawutan ke tempat baru”,
      Begitulah suara-suara yang kontra.

      Untuk apa dulu Bung Karno ingin membangun stadion yang megah padahal masih banyak orang lapar? Untuk kewibawaan negara yang akan menyelenggarakan Asian Games.
      Ngapin di masa sulit itu kok jadi tuanrumah Asian Games? Itu sebagai salahsatu propaganda untuk menunjukkan eksistensi sebagai salahsatu negara besar Asia. Demi kebanggaan dan kehormatan bangsa kita di mata dunia.

      Dulu ketika Pak Harto berencana Indonesia mau beli satelit juga banyak ditentang.
      “Masih banyak warga yang lapar, ngapain beli satelit? Itu sangat mahal. Belum saatnya!”
      “Itu urusan negara maju dan kaya, kita nggak perlu ikut-ikutan”
      Begitu kata orang.
      Seaandainya saat itu tidak jadi beli satelit dengan alasan masih banyak rakyat yang miskin, maka sampai hari ini kita tidak akan pernah memiliki satelit karena saat ini pun masih banyak orang miskin. Bayangkan, akan seperti apa jika di jaman ini negara seluas Indonesia tidak memiliki satelit!

      “Masih banyak rakyat yang miskin ngapain presiden mikirin yang muluk-muluk?”
      Jika berpikir begitu maka hari ini Tugu Monas pun masih hanya khayalan. Kita tidak akan memiliki pabrik pesawat terbang. Dan akan kagum setengahmati melihat orang Malaysia merakit pesawat capung rancangan Australia.
      Kalo harus nunggu semua persoalan bangsa ini selesai baru akan mikirin pindah ibukota, maka sampai kapan? Karena persoalan di berbagai sendi kehidupan selalu ada dan akan terus ada. Maka saya setuju dengan langkah pemerintah yang sudah memulainya dengan kajian lokasi.
      “Anggaran ratusan triliun untuk memindah ibukota kalau buat alutsista kita sudah punya segalanya”.
      Kekuatan militer memang harus ditingkatkan sesuai kebutuhan ideal. Namun di saat bersamaan, kesejahteraan rakyat juga harus ditingkatkan dan program-program di bidang lain juga harus disukseskan.
      Pembangunan itu harus menyeluruh segala bidang tidak satu bidang saja. Semua sendi kehidupan berbangsa harus dibangun. Termasuk rencana pemindahan ibukota itu juga dalam rangka mendukung pembangunan yang lebih merata.
      “Pemindahan ibukota biayanya besar”. Ya sudah pastilah. Sangat besar! Namun pembiayaan bisa dicarikan dari sumber lain. Tidak boleh hanya membebani APBN. Tidak boleh mengganggu sektor lain. Tentunya semua akan diperhitungkan secara cermat.
      Pemindahan ibukota bukan hal muluk. Itu suatu kebutuhan yang harus direalisasikan.
      Orang Indonesia yakin bahwa kejayaan nusantara akan bangkit lagi, yang kini mulai terlihat tanda-tandanya. Pembangunan diupayakan merata di wilayah Indonesia. Anda tentu ingat siklus tujuh abad kejayaan nusantara. Dan itu akan kembali terjadi. Pada abad 7 kejayaan itu diwakili oleh kerajaan Sriwijaya. Tujuh abad kemudian (yaitu abad ke-14) tampilah Majapahit. Tujuh abad berikutnya (sekarang, abad 21) kejayaan nusantara terwujud dalam bentuk negara Republik Indonesia. Dan pemindahan ke ibukota yang baru adalah salahsatu momentum untuk menuju ke masa kejayaan itu.

  18.  

    Terserahlah, pokoknya jauh2 dari jakarta. Bosen !! Rame!!
    Mungkin emang palangkaraya yang cocok jadi ibukota!!

    Russia aja pindah ibukota sari moskva ke st petersburg, masa indonesia gak!!!

  19.  

    Pasti kalimantan atau sulawesi..
    Cm 2 itu yang siap

    Markes leo atau markas sukro & tbah smpai akhir. …

    Alah ny ket..an. Dah…

  20.  

    Kalimantan aj..ga usah sulawesi..jadi ribet urusannya..
    knp bukan pulau2 buatan yg di jakarta aja, kan yg pindah cuma pemerintahannya..yg lainnya tetap d jakarta

  21.  

    Mending di rahasia ini aja dulu,supaya nyaman nyusun kena,akun kada kaya ituq beabut keana jar jadi haw haw

  22.  

    di petamburan saja kwak kwak kwak kwak

  23.  

    pusat bisnis dengan pemerintahan, antara ekonomi dengan pemerintahan mmg hrs dipisahkan, kalo nggak pencuri apbn bisa menyamar di dprd/dpr/bpk

 Leave a Reply