Nov 062017
 

Presiden Joko Widodo bertolak dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, menggunakan Pesawat Kepresidenan, 6/11/2017 (Sekretariat Kabinet).

Madiun, Jakartagreater.com – Presiden Joko Widodo melakukan “blusukan” ke lahan hutan di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Madiun, Jawa Timur, untuk meninjau perhutanan sosial yang ditanami cokelat.

Menurut laporan Antara pada Senin 6-11-2017 di Madiun, Presiden Joko Widodo yang mengenakan kemeja putih mendarat di Lanud Iswahyudi pada sekitar pukul 08.10 WIB setelah menempuh penerbangan dari Lanud Adi Sumarmo, Kabupaten Boyolali, selama sekitar 15 menit.

Saat turun dari pesawat kepresidenan Indonesia Satu, Presiden Joko Widodo disambut oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Presiden akan menyerahkan SK tentang Pemanfaatan Hutan Kawasan Hutan Negara serta SK tentang Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan LMDH kepada masyarakat.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam acara itu adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri LHK Siti Nurbaya, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan dalam siaran pers yang diterima Antara pada Senin 6-11-2017, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Madiun menggenapi putaran pertama agenda kerja Presiden dalam melihat langsung konsep Perhutanan Sosial.

Sejumlah surat keputusan tersebut akan memberikan kepastian hukum kepada petani untuk mengelola lahan. Hingga pada akhir 2017, Presiden Joko Widodo direncanakan meninjau langsung lahan hutan yang ada di 30 Kabupaten.

Sejumlah kabupaten yang rencananya akan dibagikan SK perhutanan sosial yaitu Kabupaten Sumedang, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cianjur, Indramayu, Sukabumi, Blora, Pati, dan Banjarnegara.

Kemudian berikutnya dilanjutkan di Brebes, Tegal, kendal, Grobogan, Blitar, Banyuwangi, Bojonegoro, Malang dan Bondowoso. (Antara).

  12 Responses to “Presiden “Blusukan” Tinjau Perhutanan Sosial di Madiun”

  1.  

    Ke madiun nya pake pesawat Ri 1 ya? mendarat nya dimana? haha

  2.  

    Jgn lupa brem nya di icip icip bwt goyang lidah

  3.  

    Udah ah, stop komen…takut disangka bukan “cah kerjo”

  4.  

    Lama2 hutan habis jd lahan pertanian dan perkebunan, seperti daerah domisili saya sekarang dipeta hutan lindung tapi kenyataannya sudah menjadi beberapa desa dgn perkebunan sawit menjadi mata pencarian warga setempat! Belum lagi beralih fungsi jd HPH menjadi perkebunan sawit sehingga tdk sesejuk dahulu dgn hutan rimba.