Jan 312014
 
Kapal Penjaga Laut Australia mencegat 164 pencari suaka dan 6 kru kapal di wilayah pulau Christmas (photo: The Daily Telegraph)

Kapal Penjaga Laut Australia mencegat 164 pencari suaka dan 6 kru kapal di wilayah pulau Christmas (photo: The Daily Telegraph)

Sikap Australia yang acapkali meremehkan Indonesia, mulai menimbulkan rasa enek, jengah dan marah, yang bercampur. Cara pandang Australia, seakan menunjukkan, Indonesia adalah negara non-faktor. Mereka memburu manusia perahu hingga memasuki wilayah perairan Indonesia dan mengubek-ubeknya di sana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan negara-negara tetangga untuk tidak memasuki wilayah kedaulatan RI. Menurut Presiden, kedaulatan NKRI bukan perkara main-main, sehingga tidak bisa dilanggar seenaknya. Pernyataan itu disampaikan saat menerima peserta rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan sidang anggota dewan kelautan Indonesia di Istana Negara, Kamis (30/1/2014).

“Ada aspek kedaulatan kelautan kita yang bisa dilanggar setiap saat oleh negara-negara lain. Kita pastikan dulu bahwa wilayah lautan kita ini aman. Aman dari ancaman lawan yang mengganggu kedaulatan dan teritori kita,” kata Presiden SBY.

Ia menyadari wilayah Indonesia yang tiga per empat adalah laut harus dipastikan keamanannya sampai zona ekonomi ekslusif. Indonesia, lanjutnya, harus bisa mempertahankan tanah air demi kedaulatan.

Presiden SBY menegaskan, ancaman terhadap keamanan Indonesia, terutama di lautan, semakin bervariasi. Bukan hanya negara lain yang memasuki teritori Indonesia, tetapi kejahatan lainnya seperti perompakan, pencurian ikan, hingga pencurian kayu yang diselundupkan lewat laut.

“Faktor keamanan menjadi sangat penting,” katanya.

Kapal Angkatan Laut Australia sempat melanggar wilayah Indonesia. Negara Kanguru tersebut berupaya mengembalikan pencari suaka yang sudah masuk ke wilayah negaranya ke Indonesia. Pemerintah pun sempat bereaksi keras atas peristiwa tersebut.

Reaksi DPR RI
DPR RI mendesak Australia segera mengubah kebijakan terkait penanganan imigran pencari suaka. Australia jangan melempar tanggung jawab ke Indonesia.

Desakan itu disuarakan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, di Jakarta, terkait tindakan Angkatan Laut Australia menggiring perahu para imigran agar masuk ke wilayah Indonesia. Tindakan itu melanggar kedaulatan wilayah Indonesia. Kalau diteruskan bisa berujung konflik.

“Kami ingatkan kepada Australia, jangan memprovokasi Indonesia dengan menggiring para imigran ke wilayah kita. Kalau Australia memang ingin menciptakan konflik, kami DPR tidak akan tinggal diam. Kami akan minta Panglima TNI untuk bersikap tegas,” katanya.

Beberapa kali melanggar wilayah perairan Indonesia, Australia menyatakan meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan Wakil Duta Besar Australia David Engel kepada Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemenlu Dewi Savitri Wahab, Jumat (17/1). Permohonan maaf juga disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Grigs kepada TNI AL.

Pelanggaran wilayah oleh Angkatan Laut Australia terjadi ketika mereka mendorong kapal kayu pencari suaka asal Afrika dan Timur Tengah yang menuju Australia pada 19 Desember 2013 dan 6 Januari 2014. Media setempat, Fairfax Media menulis bahwa tiga kapal Australia melanggar batas 12 mil laut atau sekitar 22 km sebanyak lima kali sejak 13 Desember tahun lalu. (Republika.com / Jurnal Parlemen)

  220 Responses to “Presiden SBY dan DPR: This is More than Enough, Australia !”

  1.  

    Maaf melenceng. Hehehe…! Kalau terjadi perang di LCS, bagaimana kalau pemerintah buka bisnis di Natuna? Kita bisa buka depo Pertamina, bengkel kapal, pesawat, tank, dan kendaraan militer, rental landasan pacu pespur, pelabuhan kapal tempur, pelabuhan cargo, pergudangan, rumah sakit, jasa kurir dan jangan lupa cool storage, untuk menampung para korban perang yang akan dipulangkan. Kedengarannya ngeri. Tapi dengan menjadikan Natuna sebagai Public Facilities, maka semua negara yang terlibat akan menjaga netralitas dan keamanan Natuna, sehingga tidak turut dijadikan object sengketa. Dengan status sebagai netral zone, Natuna akan mendapatkan publikasi global, dan bilamana perang usai, predikat neutral zone ini akan melekat pada Natuna yang bisa diekploitasi untuk keperluan commercial brand. Kita bisa menjadikannya sebagai pelabuhan laut dalam yang terbesar dan teraman di dunia. Maaf commentnya sedikit alay. Sekedar intermezo, biar gak tegang. Hehehe…

  2.  

    Balik ke artikel :

    “Ada aspek kedaulatan kelautan kita yang BISA DILANGGAR SETIAP SAAT oleh negara-negara lain. Kita PASTIKAN dulu bahwa wilayah lautan kita ini AMAN. Aman dari ancaman lawan yang mengganggu kedaulatan dan teritori kita,” kata Presiden SBY.
    Ia menyadari wilayah Indonesia yang tiga per empat adalah laut HARUS DIPASTIKAN keamanannya sampai zona ekonomi ekslusif. Indonesia, lanjutnya, harus bisa MEMPERTAHANKAN tanah air demi kedaulatan.

    Sudah tersedia teknologi (tidak banyak pilihan) yang dapat menjawab point2/highlights pesan presiden di atas;

    1/KEDAULATAN KITA BISA DILANGGAR SETIAP SAAT -> Solusi: pemantauan SETIAP SAAT, 24/7. Patroli adalah sampling, pemantauan SESAAT, bukan solusi tepat. Apalagi Oz memiliki kemampuan memetakan posisi setiap unit alutsista TNI di wilayah RI SETIAP SAAT, termasuk take-offnya Su dari Makassar, dengan Jindalee.
    Mereka tahu saat2 ketika tidak ada unit patroli TNI jika ingin melanggar. Gara2 Jindalee, unit patroli kita tak lagi memiliki unsur surprise / memergoki karena pergerakannya telah terpantau sejak meninggalkan pangkalan, sehingga tidak efektif.

    2/PASTIKAN AMAN -> Cara memastikan = pemantauan SETIAP SAAT -24/7, patroli adalah pemantauan SESAAT, dan kurang/tidak efektif dibawah tatapan Jindalee.

    3/HARUS DIPASTIKAN KEAMANAN hingga ZEE -> Telah tersedia teknologi pemantauan yang dapat menjangkau hingga ZEE.

    4/MEMPERTAHANKAN tanah air -> Langkah pertama pertahanan = situational awareness terhadap segala hal yang berlangsung diseputar wilayah RI hingga ZEE.

    Jawaban untuk 1, 2, 3 dan 4 adalah radar pantai. Bisa Isra, walau jangkauannya baru 64 km, belum mencapai batas luar ZEE. Ada produk lain di pasaran (seperti TNI AU menggunakan radar Eropa untuk memagari wilayah udara RI) yang berjangkauan 200 mil, tapi mahal. Antara yang 200 mil laut dan ompong samasekali ada Isra, setidaknya pada jarak 64 km dari pantai kita sudah tahu kehadiran Oz dan bisa bilang ‘that’s far enough, mate!’.
    Bisa juga dengan pantauan satelit geostasioner, tapi ini masih jauh karena idealnya bikin sendiri agar bebas bug.

    Jangkauan Jindalee;
    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/JORS.svg/500px-JORS.svg.png

    Moyang si Abbott mengajarkan wisdom “actions speak louder than words”, jadi berurusan dengan Abbott tidak cukup hanya dengan kata2, harus dengan tindakan.
    Tindakan murmer berurusan dengan Abbott’s navy adalah memagari halaman belakang dengan radar pantai buatan sendiri, irit BBM, irit jam terbang.

    “Kalau Australia memang ingin menciptakan konflik, kami DPR tidak akan tinggal diam. Kami akan minta Panglima TNI untuk bersikap tegas,” kata ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

    Tolong Komisi I memikirkan juga pengembangan perangkat dan teknologi yang akan mendukung Panglima TNI bersikap tegas…

    •  

      Selain jindale, masih ada :
      – radar hibah AS di sepanjang pantai barat sulawesi yang infonya disharing ke OSY
      – perangkat komunikasi yang menara bandara yang telah disadap,
      – software kontrol pengendali bandara yang juga telah tersadap….
      hmmm pelan-pelan dipotong lah kemampuan “mata-telinga” AS-OSY di segala matra alutsista kita.

      Tugas Lembaga Sandi Negara ini untuk membongkar “Trojan2” sadapan2 luar negeri…
      Road Map Pembebasan Diri dari mata-telinga Asing:
      – identifikasi dan inventarisir alat-alat, sarana dan prasarana yang diduga kuat berpotensi untuk disadap, bisa berupa radar, alat2 komunikasi, komputer2 hibah dan lain2.
      – mempelajari metode penyadapan tersebut, siapa tahu bisa kita terapkan di alutsista kita 🙂
      – menghentikan total proses2 penyadapan tsb.
      – bersandiwara di alat2 yang tersadap untuk mengecoh mereka…
      – kantor2 pemerintahan sipil dan militer untuk tidak menggunakan indosat ataupun yang telah dimiliki SIngtel sebagai “internet service provider” mereka, karena pihak Singtel telah menyadap seluruh aktivitas internet browsing yang dilakukan dengan cara mewajibkan rute paket data dari setiap aktivitas internet untuk melewati “singtel”.

      Bukti: pake traceroute, disitu akan kelihatan rute aktivitas internet kita dipaksa untuk melewati singtel.com

      Contoh:
      Masuk ke situs:
      1. http://www.whatismyip.com
      2. catat IP komputer yang muncul.
      3. Klik Traceroute: Masukkan IP yang kita catat tadi di sini. ENter.

      Akan kelihatan disitu bahwa seluruh paket data internet kita dipaksa untuk lewat singtel.
      (Bagi yang ISP nya indosat ataupun ISP2 yang berafiliasi ke indosat)
      Saran:
      Jangan mengirim email, menyimpan dokumen2 rahasia negara di komputer yang terkoneksi ke internet.

  3.  

    Jakarta’s warships to target refugees
    PETER ALFORD AND TELLY NATHALIA THE AUSTRALIAN JANUARY 29, 2014 12:00AM
    Print
    Save for later
    THE Indonesian navy has added three small warships to its southern patrols, with Jakarta declaring they are there to intercept people-smuggling boats, not to deter Australian incursions.

    “The increased security measures in (the) southern part of the country is in order to anticipate increased illegal migrant activities,” said Agus Barnas, spokesman for Senior Security Minister Djoko Suyanto.

    As tempers calm following Australia’s admission of “inadvertent” territorial-waters incursions and a subsequent apology, the Indonesians have reversed a

    plan to send a second frigate, the heaviest and best-armed ships in their fleet, to join the southern patrols.

    Instead, three aged Parchim-class “mini-corvettes” have been dispatched.

    The navy stepped up patrolling of the waters south of Java last week, in a move announced as part of Jakarta’s response to Immigration Minister Scott Morrison’s admission that border-protection vessels had breached the 12 nautical miles territorial-waters limit several times.

    Tony Abbott yesterday likened the incidents to “Test cricketers occasionally drop(ping) catches” — mistakes, he said, the navy and Customs would not repeat.

    “Now, as Scott Morrison and (Operation Sovereign Borders commander) General (Angus) Campbell announced regretfully a week or so back, unfortunately on a number of occasions inadvertently we did enter Indonesia’s territorial waters,” the Prime Minister said.

    “We deeply regret that, we fully apologise for it and I think the Indonesians have accepted our apology.”

    The Indonesian government has demanded “formal clarification” of the breaches; Canberra has given no undertaking to provide an explanation.

    Immediately following the Australian admission on January 17, the Co-ordinating Ministry for Politics, Legal and Security Affairs announced the strengthening of naval patrols in the area.

    Mr Agus then cited both Indonesia’s “right to protect its sovereignty and territorial integrity” and its commitment to addressing illegal immigrant movements.

    During the following days, sections of the domestic media and some politicians and commentators claimed the Indonesian military was responding proactively to the risk of further Australian incursions.

    Mr Agus said yesterday the increased naval activity in southern waters was not directed at the Australians but at people-smugglers.

    Whether a second frigate or additional mini-corvettes were used to bolster border security in southern waters was a matter for the navy’s fleet commanders, he said.

    Air force spokesman Hadi Tjahjanto has also denied reports that the service’s Sukhoi fighter squadron and radar installations were placed on alert against Australian territorial incursions.

    Air Marshal Hadi said last Friday the air force had not received any orders to intensify operations.

    The Australian understands three German-built mini-corvettes, each displacing about 800 tonnes compared with the 2200 tonnes of the navy’s six frigates, have been sent to join the southern patrols.

    Southern waters patrols are shared between the navy’s Western and Eastern fleets, based in Jakarta and Surabaya.

    The patrols now involve a frigate, four mini-corvettes, and four fast patrol boats.

    Mr Morrison at the weekend welcomed Indonesia’s navy deployment as “a very strong deterrence to people-

    http://www.theaustralian.com.au/national-affairs/policy/jakartas-warships-to-target-refugees/story-fn9hm1gu-1226812487368#

  4.  

    menurut pandangan oot ane.kita netral aja selama belum menyerempet “ladang kita di utara’.tp kita juga sambil membangun kekuatan utk mengimbangi ancaman 2 negara+bonekanya yg haus energi.biar bagaimanapun cadangan ladang di utara menggiurkan.matra laut.udara serta jangkaun mata kita harus diprioritaskan.OZ mungkin saja pemantik yg selama ini kita masih berpegang teguh dengan sikap kita yang non blok.ini yg bikin mereka risau & gereget.

  5.  

    Mbah sangat ingin menyaksikan di masa depan, saat dimana ratusan kapal perang kita dalam berbagai jenis khususnya PKR dan Real Freegate dalam sebuat formasi tempur beriringan melindungi kapal transport dan LPD bergerak menuju Utara. Bersama pula ratusan Kapal perang australia turut serta beserta kapal transport dan LPD nya membentuk formasi pelapis di belakangnya. Sungguh armada yang mengerikan untuk menghadapi pertempuran penghabisan menghadapi China di Laut China selatan.

    Di angkasa Ratusan, bukan puluhan lagi Flanker kita SU 27 dan 30 juga SU 35 berputar-putar melindungi konvoi kapal-kapal perang kita.
    Dari kejauhan nampak pula beberapa Aircraft Carrier USA dari armada ke 7 bergerak beriringan, nampak F 35 take off dari USA Aircraft Carrier, ratusan Kapal freegate dan puluhan Kapal Destroyer juga nampak melindungi beberapa kapal induk itu.
    Tujuannya jelas, yaitu memukul kekuatan PLA di utara sekaligus membebaskan filiphina dan vietnam dai kepungan darat yang dilakukan PLA.

    •  

      Indonesia tdk akan menyerang china juga australia. Yang ada australia datang ke indonesia (mungkin kalimantan) dan china juga datang ke Indonesia. Keduanya bertemu dan berperang di wilayah nkri. Saat itu kita akan mengusir keduanya keluar dari wilayah nkri.

    •  

      Kenapa harus jadi paranoid begitu? Yang jelas, kalau China sudah menguasai LCS, maka Indonesia sedang diapit oleh dua kekuatan besar dunia. Di utara ada China, di selatan ada US yang berbulu domba Australia. Dua peluang, dua tantangan. Kita akan menjadi akses dan aktor utama dalam pola hubungan timbal balik yang akan melonjak lebih besar. China adalah user terbesar sumber mineral dunia, dan Australia menjadi salah satu supplier utama. Dengan kondisi dan posisi ini, Indonesia akan diuntungkan secara ekonomi. Keuntungan ekonomi yang diraih bisa dialokasikan untuk mengakuisisi asset militer Indonesia agar gap yang ada saat ini menjadi bias. Konsistensi Indonesia dalam menjaga prinsip bebas aktifnya, akan menjadi barometer stabilitas di kawasan ini. Itulah sebabnya mengapa saya katakan bahwa kitalah sesungguhnya aktor utama dalam menjaga stabilitas di kawasan asia oceania ini. Keutuhan wilayah NKRI akan selalu mendapatkan attensi dari kedua kubu kekuatan. Semakin utuh, semakin kukuhlah bumper pertahanan mereka. Begitupun sebaliknya, setiap pengikisan wilayah NKRI oleh salah satu kubu kekuatan, akan mengundang reaksi maut, baik dari Indonesia sendiri yang kian kuat, maupun dari kubu lainnya yang berseberangan. Prinsip bebas aktif dan penguasaan seluruh wilayah darat, laut serta udara Indonesia secara total dan paripurna, akan menjadi kunci emas kejayaan NKRI. Amien…

    •  

      Si mbah ini mulai menghayal. Ratusan flanker kita. Jauh banget tuh. Jumlah yang ada aja cuma 16, itu pun ngeteng. Dan ada yang lupa mbah tambahin dalam hayalannya. Ratusan IFX meraung-raung membelah angkasa Nusantara, diselingi kilatan RHan TNI yang membelah cakrawala, bersahutan dengan HQ9 PLA. Api berkobar dimana2, asap mengepul menyeliputi bumi pertiwi yang porak poranda. TNI seperti kehilangan jati diri, para pemuda bersembunyi di balik bukit2 sepi, sementara sang perawan lunglai tiada bersari, matahari seakan terbit dalam durasi seratus hari sekali. Semua meratapi nasib yang tak berarti. Nun jauh di bumi selatan, lelaki renta menyeret langkahnya yang lelah dalam kelana hayal yang tak bernoktah. Di setiap tegukan kopi di tangannya, pena mengalir mengukir ejaan namanya; mbah bowo. Lelaki itu terbujur kaku, matanya redup tanda tak sanggup. Tidak ada lagi tatapan tajam bak elang, bahkan ratusan lalat hijau mengerubunginya. Mereka datang memenuhi undangan angin selatan yang beraroma bangkai. Bukan pesta pora hari merdeka, tapi sang penakluk Asia telah tiada.

      •  

        pada mabok menghayal gara2 si mbah….:))

      •  

        Bukan menghayal tapi memang realita kok dek, sampai 2020 nanti flanker kita bisa sampai berjumlah 200 an. Apa susahnya seh ? India saja bisa kok 200 an. Kalau IFX itu baru dunia Khayal, 2020 belum siap prototipenya terbang.

        •  

          si mbah sepertinya pro ausiw
          sebagian besar di sini pro china
          sebagian kecil mewaspadai china dan ausie cs termasuk amric
          KALAU GW KHAWATIR DENGAN INDIA…gito loh mbah ..
          karena itu pangkalan di andaman 200km dr RI..sudah jadi PERMANEN..
          kapal induk ,ks nuklir , dan rarusan pesawat tempur sdh di sana….!

          hallloooooo bangun dong indonesia …..jangan terfokus ke ausie cs dan china

          JANGAN LENGAH…..!!!! bukan begitu mbah…?
          he he he
          santai aja mbah

          •  

            oke lah @ saya setuju dengan komentar anda. India juga harus diwaspadai, dan india sekarang kenapa moderenisasi besar-besaran pada militernya ? ya karena ulah china sendiri yang sangat agresif. Pangkalan India di andaman adalah untuk membendung China. Mbah juga ngak suka dengan sikap pongah australia, TAPI setidaknya mereka mau MINTA MAAF dan baik-baikin negara kita yang sedang ngambek gara-gara disadap. Beda dengan China, Nelayannya curi ikan di Natuna, Giliran ditangkap patroli DKP eh malah kapal patroli DKP yang mau di ancam mau di tembak dan ditenggelamkan bila tidak melepaskan nelayan nya. Mbah sakit hati banget dengan insiden itu, apalagi kan itu di wilayah Natuna.

          •  

            @ mbah bowo

            sabar mbah..jangan bunuh diri…itu fakta….
            baik2 kin boleh sih….kita lihat saja deh…nanti bukan su 35 yang dateng
            tapi f15 atau f 16 block 50/52…karena dikasih hibah lagi…
            makanya mbah…kita jangan selalu MENEPUK DADA…alias sok jago…
            yang penting siapin sdm anak bangsa termasuk embah bowo..
            sekali lagi jangan lengah dengan INDIA….

            he he he
            santai aja mbah..

  6.  

    Baik Australia maupun Cina harus sama2 kita waspadai. Jika Australia lebih kepada sifat pongah sebagai orang Eropa yang tinggal bertetangga (yang dibuang) dengan Asia, justru konflik Cina dengan tetangga2nya selalu masalah teritorial.

    Contohnya perang India-Cina di wilayah Himalaya maupun negara bagian Assam. Perang Vietnam-Cina di perbatasan darat dan Kepulauan Paracel. Insiden Filipina-Cina pada James Shoal. Kita pun pernah merasakan insiden dengan Cina saat kapal mereka mengarahkan senjata kepada kapal patroli kita yang menangkap ilegal fishing oleh nelayan Cina.

  7.  

    @ nyang katanya da mbah ngowoh
    enete umurnya da berapa sech… ane klo di suruh belain negara kagak pake lama, ada golok bin bedok ane bawa, pisau dapur ane bawa, kentongan hansipun ane bawa, kagak peduli ane mati, … meski ane mati sampe 10 kali juga ane bakal belain negara ini… ane kagak mao anak n cucu ane terjajah n terdzolimi…
    ane mungkin gk bakal nikmati hasil perjuangannya… tapi kelak anak cucu ane yg bakal nikmati hasilnya n kerhormatan bangsa ini… klo ente wo… da tue juga msh aja egois… jd begundal… lo kira mati bakal bawa tuch harte lo…
    lo bilang apa kagak takut sama pelor… ane lebih takut klo muka ane malu di hadapan anak cucu ane yg gk bs kasih kebanggaan… da gini aja alamat ente dimana ane suek2 cangkem mu…
    wes tuek kok gk iso gae guguan lan turutan sing enom… asu tenan…

  8.  

    Orang Indonesia tak akan takut kepada siapapun anak* dan pemuda-pemudinya sudah di ajarin sejarah dari jaman Ken Arok VS Tunggul Ametung,Penjajahan Portugis,Belanda,Jepang ataupun Perang dengan Inggris dan gugurnya komandanya si mallaby sampai perang saudara,perang antar sekolah,antar kampung sampai perang ke partai* yg mempunyai lambang masing* sampai aparatpun baik Polisi maupun TNI ikut*tan perang sesama anggotanya, Hal ini berarti jiwa anak*dan pemuda-pemudinya indonesia mempunyai watak militan dan warrior kepada siapapun yg akan memusuhi NKRI..(Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh) Semboyan Sapu Lidi…

  9.  

    Mohon jangan berandai andailah. Yang pasti cina tidak akan mampu menguasai Indonesia…apalgi australia tidak akan berani masuk kedaratan indonesia…sekarang ataupun nanti..

  10.  

    Australia jelas melanggar konvensi hukum laut internasional karena oleh sebuah sebab non navigasi seenaknya saja mengacak-acak teritori perairan Indonesia untuk mengembalikan manusia perahu yang datang dari wilayah Indonesia. Belum lagi menyiksa beberapa pengungsi yang sudah tersiram gelombang laut dan terombang-ambing. Jelas-jelas melanggar HAM.

    TNI AL sudah mengirimkan sejumlah KRI ke wilayah depan Darwin dan melakukan patroli lebih ketat. Satu fregat telah disiagakan di Kupang. Lantamal Kupang yang sudah diresmikan beberapa tahun yang lalu selayaknya tersedia minimal 3 Korvet dan 1 Fregat. Hanya kapal-kapal yang berjenis kelamin seperti ini yang pantas mengawal laut dalam di selatan Indonesia. Indonesia memiliki puluhan kapal perang striking force mulai dari Ahmad Yani Class, Diponegoro Class, Parchim Class, Fatahillah Class.

    Seandainya Tony Abbott Nopember 2013 lalu bisa menurunkan tensi arogansinya dalam etika pergaulan dengan negara kultur timur seperti Indonesia dan minta maaf, rangkaian cerita kalangkabutnya dia menghadapi pengungsi perahu tidak sampai mempermalukan dirinya di mata Internasional. Untuk urusan sadap menyadap dia gengsi untuk minta maaf padahal jelas nyata. Tetapi ketika dia terjebak dalam permainan manuver yang sok pamer kekuatan militer lalu seenaknya melanggar wilayah negara lain, muncul ketakutan pada bayangan sendiri lalu minta maaf tanpa syarat kepada Indonesia.
    Coba kalau dulu minta maaf…..
    Di satu sisi Australia sangat mahal untuk meminta maaf demi gengsi bertetangga tetapi ketika dunia internasional mulai menuding dan mencela perilaku aparat militernya, buru-buru minta maaf. Ironinya lagi pada tanggal yang sama 17 Januari 2014 Australia juga membatalkan keikutsertaannya dalam latihan angkatan laut gabungan dengan 17 negara lain yang disebut Naval Exercise Komodo dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Latihan 18 negara itu mengambil area di perairan Natuna dan Laut Cina Selatan yang akan berlangsung Maret sd April tahun ini.

    Pelajaran dari semua keangkuhan dan gaya ambigu Australia ini adalah dengan memperkuat terus menerus angkatan laut dan udara RI. Kita bersetuju dengan adanya penambahan kapal selam Kilo dan pengadaan jet tempur Sukhoi SU35. Untuk laut selatan memang diperlukan kehadiran KRI berkualifikasi korvet dan fregat untuk mengimbangi arogansi militer negeri bule itu. Diluar pengadaan kapal PKR 10514 yang sedang dibuat di Belanda dan menunggu kehadiran 3 kapal perang “Bung Tomo Class” yang masih didandani di Inggris, kita masih perlu tambahan kapal fregat. Untuk menjaga laut dalam dan gaya bertetangga negeri selatan atau jiran yang suka mengklaim kita perlu sedikitnya tambahan 6-8 fregat selain yang disebut diatas.

    Kita memang harus berhitung cermat dengan Australia. Kita tetap menjaga hubungan diplomatik yang saling menghargai. Namun kalau tetangga tetap bergaya arogan, suka mendikte kita pun perlu tunjukkan nilai kita di depan dia. Nilai itu adalah tetap menjaga sapa dan santun tapi juga acuh. Ketika keacuhan itu baru berlangsung 3 bulan, ternyata kawan di sebelah selatan itu kalangkabut juga sebab teman pintu asianya tutup pintu dan hanya membuka jendela.

    Yang jadi sasaran amuknya ya si pengungsi tadi, lalu masuk halaman rumah orang lain untuk memancing kemarahan. Tapi yang punya halaman tak terpancing karena ini bagian dari ritme kecerdasan diplomatik. Akhirnya dunia yang mencibirnya, PBB mengancamnya, mukanya tertampar, sakitnya tak seberapa tapi malunya ini. Itulah harga sebuah kata maaf yang tak terucap di awal kisah dan membawa negerinya menjadi terisolasi bersama pengungsi.

    •  

      wah, wujudnya belum keluar Su35 sudah bicara :mrgreen:

      Iya bung, Australia memang salah dan karenanya minta maaf. yang namanya permintaan maaf ya harus diterima dengan bail, tapi bukan berarti tidak boleh bereaksi mempersiapkan diri untuk menghadapi pelanggaran wilayah lainnya.

      posisi Indonesia benar. Australia juga negara ikut menandatangani perjanjian pengungsi PBB. mereka wajib menerima pengungsi yang datang, memeriksa mereka dan kemudian memutuskan mana yang pengungsi beneran dan layak ditampung dan mana yang hanya ingin pindah negara dengan alasan ekonomi. sementara yang mereka lakukan adalah mengusir semua kapal pengungsi yang datang tanpa melakukan pemeriksaan apapun

      sedangkan Indonesia tidak termasuk negara yang ikut menanda tangani perjanjian tersebut. mereka wajib menerima pengungsi, kita tidak. dan untuk memperburuk keadaan pemerintah Abbot melakukan penolakan perjanjian (yang mereka tandatangani dgn PBB) dengan cara melanggar kedaulatan wilayah Indonesia

      Jika perang terjadi akibat urusan ini, kita punya dasar hukum dan moral yang lebih kuat daripada Australia

  11.  

    Betul kalau mau ber-andai2 pilihlah skenario yg masuk akal.
    Contohnya seperti pernah saya posting, posisi geopolitik NKRI adalah mau tidak mau, suka tidak suka, akan termasuk medan perang apabila terjadi konflik terbuka antara China vs Amrik + sekutunya (Ossie). Kondisi dan situasi diperparah lagi dengan munculnya pemerintahan Abbot dengan kebijakan imigrasinya, disamping potensi laten konflik di LCS.
    Skenario 1: “Business as usual”, gesekan di LCS dan Laut Timor. Ini akan menjadi potensi ancaman laten berkepanjangan dan akan diwarisi oleh pemerintah baru Indonesia hasil Pemilu. Pemerintah lama (SBY) tampaknya bersikap menahan diri meredam masalah dan akan menyerahkan masalahnya kepada pemerintah baru. Singkatnya posisi kita di LCS adalah memposisikan diri sebagai pihak netral sebagai inisiator mendamaikan yang bertikai. Tetapi perangai China akan tetap konsisten, tidak akan mundur bahkan akan lebih keras lagi karena taruhannya sangat besar bagi mereka. Sedangkan di Laut Timor sebaliknya, memberikan peringatan keras kepada Ossie. Disini potensi mungkin akan mereda, karena Amrik dan juga Ossie membutuhkan Indonesia (lihat scenario 2).
    Skenario 2: Terjadi konflik terbuka antara China vs Amrik + sekutunya (FPDA terutama Ossie). Sudah diposting oleh @nowyoudont sumber dari think tank reaksioner Ossie Kokoda Group, tugas utama Ossie sebagai sekutu Amrik adalah mencabut/ rip off sebelah tangan China. Celakanya caranya adalah dengan mengontrol wilayah Indonesia Selat Lombok, Sunda dan Malaka, sebagai choking points jalur perdagangan China, dengan atau tanpa persetujuan kita. Spesifiknya adalah menggunakan kapal selam secara senyap, dan dibantu pendudukan pesisir selat semacam ‘coast watchers’ oleh SAS Ossie (pengalaman mereka di PD II di kepulauan Solomon menghadapi Jepang), serta kalau perlu AU mereka akan menetralisir TNI AU. Seiring dengan itu, basing Ossie di p. Christmas terutama di p. Cocos akan ditingkatkan. Catatan : basing mereka di Australia Barat seperti RAAF Darwin, Tyndall dan lainnya sudah ditingkatkan: parallel taxiway sebagai runway dan hardenend aircraft shelter.
    Nah warjaggers silahkan menanggapi. Doktrin kita adalah Doktrin Pertahanan Semesta bukan Penyerangan Semesta. Bukan pula jargon zero enemies one thousand friends yang terlalu naïf. Kita bangsa damai tapi siap pula berperang bila diserang/ diusik. Sudah lama kita lemah secara militer sehingga dirongrong dan diembargo dari kiri-kanan atas-bawah. Untuk memperbaikinya, dilaksanakanlah program MEF. Tapi MEF perlu waktu beberapa tahun. Dan bukan hanya pengadaan MEF, yang lebih penting adalah pengelolaannya/ manajemennya, pelatihan, logistik (BBM, amunisi ) dan lain sebagainya.

    •  

      beberapa saat setelah penyadapan pihak Aus terbongkar, menlu baru Australia berkunjung ke Washington. kemudian ada peristiwa pelanggaran wilayah kedaulatan RI oleh RAN.

      kita jangan menghilangkan kemungkinan bahwa tindakan pemerintahan Abbot (walau mendapat tentangan di dalam negeri) adalah berdasarkan restu US. mungkin semacam uji reaksi, testing the water and then act accordingly

      Indonesia harus terus melanjutkan modernisasi militer, baik alutsista maupun doktrin. namun juga secara bersamaan terus meningkatkan hubungan politik dengan berbagai pihak. Singapura sadar, walau kekuatan mereka saat ini masih superior di kawasan namun pada akhirnya (karena keterbatasan geografis dan potensi) kita akan segera mengejar dan kemudian melebihi. untuk mengatasi hal tersebut singapura tidak bisa mengandalkan pada kekuatan militer dan ekonomi mereka yang besar namun juga saat ini sudah mulai beralih pada bentuk pengamanan lain yaitu melirik negara2 besar di luar Asean sebagai backing mereka, yang paling jelas adalah US dan kemudian mungkin juga India

      Untuk sementara, pengiriman kapal perang ke selatan mungkin diperlukan. tapi dalam skala luas bagaimana mungkin Indonesia bisa melakukan perang frontal terhadap Australia jika kebutuhan pangan dasar seperti gandum. daging sapi dan garam saja kita masih mengandalkan negara tersebut? 🙂

      •  

        * Jika Nkri gebuk oz skrg2 *

        dijamin apache f-16 ga pernah nongol datang, alasanya bisa ditangguhkan lebih jauh menguap begitu z, gap waktu pembayaran dimuka dgn waktu pengiriman adalah trick tersendiri, Amerika pernah melakukan tipuan kotor begini,
        tidak salah juga ya banyak yg menentang HIBAHIYAH ini…

        •  

          ya.
          F16, Apache, Javelin, Chinook semua on the line, beresiko hangus jika terjadi eskalasi dengan sekutu terdekat mereka di kawasan Asia tenggara ini.

          ada banyak alasan mengapa Indonesia harus dekat dengan sumber2 alutsista non US. namun demikian saya mengerti alasan mengapa hibah F16 diterima. nilai politisnya juga sangat besar, sebesar resikonya :mrgreen:

          •  

            @ nowyoudont

            kenapa yah indonesia selalu beli alutsista yang beresiko…?

            KEPENTINGAN= AGAMA=MILITER= PERANG adalah kehidupan dunia antar negara saat ini

            posting anda diatas membicarakan “KEPENTINGAN”

            he he he
            santai aja bro

          •  

            Indonesia harus menjaga netralismenya, jika full 100% dilengkapi alutsista timur maka dengan sendirinya Indonesia akan dipandang menempatkan sedang mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan blok barat.

            hibah dari US seperti juga pembelian MBT Leopard mempunyai nilai politik besar. itu artinya Indonesia bukan lagi negara pariah namun kekuatan yang diakuai dan layak dirangkul, membuka pintu bagi sumber2 alutsista blko barat lainnya

    •  

      Tambahan :
      Skenario 3 : Skenario 1 dan 2 tidak terjadi. Tidak ada konflik terbuka di LCS dan tidak ada perang China vs Amrik. Sekitar 3 tahun lalu GDP kita telah melampaui Ossie. Prediksi Pricewaterhouse Coopers Indonesia pada 2030 akan mempunyai ekonomi terbesar ke 10 dunia dan GDP-nya akan 2 kali GDP Ossie. Pada 2050 akan menjadi ke 7 dunia GDP-nya akan 3 kali GDP Ossie. Insya Allah pemerintah2 baru kita ke depan akan bekerja baik sehingga memenuhi prediksi tersebut. Seiring dengan itu, tanggung jawab Indonesia sebagai de facto pemimpin kawasan Asean + Pasifik Selatan memerlukan juga sarana dan prasarana militer yang kuat.

      •  

        Pertumbukan antara China dan US pasti terjadi, bentuknya tidak akan selalu berupa perang konvensional dengan kekuatan militer. dan apapun bentuknya (pearang politik atau ekonomi) Indonesia pasti ikut terseret.

        Bisa jadi dalam waktu dekat skenario 1, tapi akhirnya ya tetap skenario 2 🙂 China sangat ambisius dan dalam saat bersamaan kekaisaran US mulai melempem. bisa dilihat dari predikasi anggaran pertahanan dua negara tersebut dalam 5 tahun ke depan, China terus akan meningkat sementara US sudah dipastikan akan terus diturunkan

        dari anggaran US yang nyaris $700 milyar berbanding Indonesia yang $7.5 milyar bisa dilihat scala gap kemampuan 😀 tapi 5-7 tahun dari sekarang anggaran China dan US akan setara di kisaran $400 milar. dan Indonesia akan punya anggaran pertahanan yang mendekati Australia di kisaran $15-25milyar

        Artinya, ketika kemampuan pertahanan Indonesia meningkat dan mendekati kemampuan Australia, di saat bersamaan centeng Australia (US) juga megalami penurunan kemampuan serta menghadai ancaman yang membesar dari China.

        Singkatnya, Indonesia akan semakin penting bagi negara2 macam US,China apalagi Australia.

        Abbot tidak bisa lebih oot lagi dengan membangun sentimen negatif di kalangan masyarakat Indonesia secara luas terhada Australia. Yang harus kita jaga adalah kestabilan politik dan ekonomi, daripada menyerang secara militer, target politik dan ekonomi ini yang duluan akan mereka garap untuk menghambat kemajuan Indonesia

      •  

        Penempatan pasukan (marinir) AS d Darwin Australia adalah sejatinya untuk antisipasi Indonesia ketika Indonesia giat melakukan modernisasi (pembelian besar2an) Alutsista, dan ini menimbulkan kecemasan bagi negara2 tetangga yg eksesnya terjadi perlombaan pembelian Alutsista dikawasan ini. Antisipasi manuver dan kebangkitan China adalah sebuah dalih saja, karena jika benar yg d khawatirkan adalah China, penempatan pasukan AS tdk sharusnya d Darwin, ttpi lebih strategis d Filipina. penempatan pasukan AS d darwin adalah manivestasi paranoid Australia terhadap indonesia. pembelian / modernisasi Alutsista kita dg produk2 rusia (non NATO) adalah langkah tepat. Sebagai diplomasi yg memiliki bargaining / nilai tawar thd negara2 barat (NATO).

        •  

          untuk kepentingan regional sekutunya, mungkin. tapi untuk skala yang lebih besar tetap China yang dipandang.

          konsep Air-Sea Battle(ASB) adalah solusi US untuk menghadapi strategi AL China (PLAN) yakni Anti-Access Area Denial (A2/AD) ASB membutuhkan rangkaian titik yang mengikutsertakan negara2 sekutunya di kawasan untuk melawan target 9 dash line dan 2nd island chain PLA di Pasific. untuk Asia tenggara ukuran dan posisi geografis Indonesia jelas menghambat strategi ASB US ini, itu sebabnya loncat ke Australia dari Singapura dan Pilipina. namun dari saran lembaga thinktank dephan US sendiri memberi catatan penting bagi pemerintah AS untuk berusaha menarik Indonesia demi kepentingan strategi yang aka diterapkan melawan China, termasuk di dalamnya merubah kebijakan non blok RI dan target akhirnya pemanfaatan wilayah laut, darat dan udara RI untuk digunakan dalam grand strategy tersebut.

          hibah dan tawaran alutsista canggih adalah indikasi jelas, sementara hibah radar dan tawaran ToT rudal dari China adalah kontra strategi dari pihak China. Jika main cantik, Indonesia bisa sangat diuntungkan

          •  

            Saya sepakat dng bung nowyoudont

            Saat ini China menghadapi 6 negara dalam sengketa wilayah perbatasannya yaitu Jepang, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei Philipina. Saat ini china sangat membutuhkan akses ekonomi melalui Selat Malaka, padahal utk masuk ke Selat malaka ini China harus melalui Vietnam, Mlaysia dan Indonesia. Mungkinkah China akan membuka konflik dengan Indonesia dengan mengclaim ZEE Natuna sebagai wilayahnya? Saya pikir tdk mungkin china akan membuka konflik dengan Indonesia. China butuh akses ke selat malaka, china butuh teman. Terbukti china mau menjual arsenalnya, hibah radar dan tawaran Tot ke Indonesia. China belum pernah klaim kedaulatan Indonesia. Bandingkan dengan Malay yg mengambil Sipadan dan Ligitan, dan Ausie yg pro pelepasan Timtim dari Indonesia.

    •  

      @ bang antonov

      hanya satu kata..” indonesia berlindunglah dibalik pakistan”..!
      kita tau pakistan csnya amric dan juga china..

      KEPENTINGAN= AGAMA= MILITER = PERANG ..inilah warna dunia saat ini

      •  

        Maaf beda pendapat.
        Saat ini Pakistan bukan tolok ukur bagi kita. Negara yg kontradiktif, Negara Islam pertama yg mampu membuat bom nuklir, dengan angkatan perang yg kuat berpengalaman perang sampai beberapa kali, tetapi sekarang kondisi politik dan ekonominya amburadul karena agama juga. Semua bantuan pasti ada pamrihnya termasuk bantuan AS dan China terhadap Pakistan.
        Indonesia sejak berdirinya adalah Negara sekuler, dan sekarang menjadi Negara demokrasi ke 3 terbesar di dunia. Sebaliknya Pakistan bisa mengambil beberapa contoh dari kita.
        KEPENTINGAN=KEKUATAN EKONOMI + MILITER ? PERANG

        •  

          @ bang antonov

          masalah ekonomi sesungguhnya mudah diatasi dengan CUKUP MENJUAL 1 BUAH RUDAL NUKLIRNYA SAJA..
          berhubung america tak setuju MALAH pakistan minta kompensasi kepada amerika berupa paket bantuan…,untuk membendung nuklir dan ambisi china
          sedang pakistan di bantu china..karena untuk membendung india…

          #Semua bantuan pasti ada pamrihnya termasuk bantuan AS dan China terhadap Pakistan.#

          inilah yang di maksud “KEPENTINGAN.”.USA DAN CHINA TERHADAP PAKISTAN..

          KEPENTINGAN= AGAMA= MILITER = PERANG ..inilah warna dunia saat ini
          pasti…!!!!! anda sudah jawab sendiri..:))

          santai aja bang…:))

          http://web.inilah.com/read/detail/2052180/arab-saudi-ingin-beli-senjata-nuklir-dari-pakistan#.Uu3w0Pl_t7s

          •  

            sebetulnya saya tulis
            KEPENTINGAN=KEKUATAN EKONOMI + MILITER ‘simbol tidak sama’ PERANG.
            jadinya
            KEPENTINGAN=KEKUATAN EKONOMI + MILITER ? PERANG
            artinya jadi lain gara2 tdk pakai HTML tag

          •  

            @bang antonov

            oke lah kalau begitu…:)).
            he he he

            santai aja bang

      •  

        Bung oke, anda ini masih ngeyel juga soal agama.gak ada agama itu dalam hubungan internasional.yg namanya agama skrg dah berubah jadi duit! Pakistan yg katanya islam aja kerjasama dgn cina yg buat senjata pake tangan yg semalem abis ngocek daging babi.jangan bawa2 agama dalam berinteraksi bung oke.salahudin al ayubi aja bisa berunding dgn guy laroche masalah yerusalem dan gak jadi perang.

        •  

          @ bang wehrmacht

          ia..ia..ia.. anda pintar

          KEPENTINGAN= AGAMA= MILITER = PERANG ..inilah warna dunia saat ini

          #.salahudin al ayubi aja bisa berunding dgn guy laroche masalah yerusalem dan gak jadi perang.#

          ini salah satu point KEPENTINGAN

          HE HE HE

          santai aja bang

        •  

          ya woles bro jangan emosi

          emosi bikin cepet tua dan jantungan bin see truk he he

          woles bro !!!

  12.  

    senang hati saya membaca ada banyak argumen, ada banyak pendapat,intinya adalah rasa cinta tanah air NKRI. ada banyak kemungkinan yang tidak dapat di prediksi dengan mudah bila hari ini kita melihat A mungkin besok berubah B atau bahkan bisa sampai Z semua negara mempunyai kepentingan baik secara langsung atau tidak, hari ini kawan besok lawan atau sebaliknya. ada pepatah kalau ingin damai bersiaplah untuk berperang. sebagai warga negara yang cinta tanah air mari kita jadikan NKRI negara yang bermatabat yang disegani oleh kawan bahkan lawan di mulai dari diri kita masing-masing. Oke Bro…..

  13.  

    Sepakat dgn komentar bung”NKRINewbie”bila ingin damai bersiaplah untuk perang,,,tidak ada yang akan mengancam dan coba -coba untuk menggangu siapapun lebih kuat.
    Kita harus jeli dan pintar2 ber”mitra strategis ” dengan negara lain, selain tetap terus memperbaiki dan mengembangkan” sistem” dari dalam negeri sendiri,sehingga kita benar2 mampu mandiri/berdikari.
    Dan ada sebuah istilah ” Negara musuh dari musuh kita adalah teman”,…

  14.  

    Mbah ngak suka bila kita dekat dengan china, mbah ingin negara kita TEGAS menghajar Kapal Perang China kalau mereka berani mengancam Kapal patroli kita di Kepulauan Natuna. Tidak logis dan sangat memalukan bila kita di hina china di halaman negara kita sendiri dan kita tidak berani membalas. Mbah ngerti mungkin semua yang pro negara china yaitu karena takut dengan kekuatan PLA, makanya mbah dari awal sudah ngomong kalau sebaiknya kita koalisi dengan Australia, USA dan Jepang untuk membendung china.
    Mbah Bangga dengan keponakan mbah yang sudah jadi angkatan. Hebat mbah bangga bila dia pulang ke rumah. Mbah sangat bangga dan sering berbincang-bincang tentang masalah perang.

    •  

      @ mbah bowo

      jangan mbah….ke semua saja mbah…ke semua negara2 pemegang hak veto + india…
      indonesia ber koalisi…..sesuai prisip indonesia NON BLOCK yang di anut.
      TETAPI…nadi dan jantungnya indonesia ber koalisi ke PAKISTAN…!!
      kalau mereka macam2 biar nanti PAKISTAN rudal itu semua negaranya…..biar rata tuh negara ….
      dan SEMUA HANCUR…..!!! tinggal NKRI…….yang jadi negara super power…walaupun dengan udara penuh radiasi……he he he
      santai aja mbah..

    •  

      sayapun sama dengan statemen mbah saya menolak indonesia bersekutu dengan china karena china terkenal dengan keficikannya,fakta sekarang baru jadi negara mju saja sangat rakus wilayah teritorial orang di klaim tnpa dasar hukum yg jelas apalagi nanti klw negaranya lebih maju dari amerika makin tambah gila saya yakin nanti suatu saat BLOK NATUNA juga di klaim ! para investor china di indonesia ( perushaan2 industri china ) paling parah manajemennya mereka paling membangkang dari aturan2 ( ketetapan ) dari pemerintah kita banyak kaum buruh kita sengsara di bawah kepemimpinannya di bandingkan perusahaan industri yg di miliki blok2 nato ,,,,itu fakta di lapangan dan sayapun menolak RI bersekutu dengan blok2 NATO karena kita tau hasil dari SDA indonesia yg besar di dunia mereka keruk habis2 tanpa ada kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya n gak ada win2 solution sampai sekarang,,,,,, yg pasti pemerintah harus mandiri setahap demi setahap nasionalisasi perusahaan2 asing dengan kemandirian bangsa akan terlihat jati diri dan wibawa bangsa rakyat akan lebih makmur
      =======================================================================
      mari bangsaku belajar mandiri baik alutsista maupun bidang ekonomi
      insaallah kemakmuran dan kesejahteraan di depan mata aamiiin

    •  

      Tolong tulisan anda dijaga mbah bowo, tidak ada disini yang pro China apalagi takut dengan China. Sebalik nya dengan mengusulkan berkoalisi dengan USA dan Australia, anda telah mengusulkan Indonesia untuk beraliansi dan secara tidak langsung mendeklarasikan diri anda sebagai antek USA. Keinginan anda ini bertentangan dengan politik luar negeri Indonesia.

      Kalau anda malu dengan apa yg dilakukan China, kenapa anda tidak malu dengan apa yg di lakukan Australia? Anda kira USA tidak pernah melanggar wilayah kedaulatan Indonesia?? Dimana rasa malu anda dengan keberadaan Freeport??

  15.  

    Melanjutkan — Oke skenario sudah dibuat, langkah selanjutnya apa?

    Yaitu buat postur pertahanan untuk masing2 skenario. Menurut pakar, postur pertahanan (defence posture) merupakan “wujud kemampuan dan kekuatan serta gelar pertahanan yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan strategi dalam mencapai sasaran dan tujuan pertahanan.” Artinya postur pertahanan memiliki tiga aspek utama, yakni kemampuan (capability), kekuatan (force) dan gelar (deployment). Kemampuan adalah kekuatan atau sumber daya yang memberi kemampuan sebuah negara untuk menjalankan tindakan militer tertentu. Sementara, secara luas, kekuatan dapat didefinisikan sebagai elemen-elemen tempur dari keseluruhan struktur pertahanan (the fighting elements of all defence structure). Dan, gelar adalah tata sebar dari kekuatan. Ketiga aspek tersebut, melalui suatu sinergi, ditujukan untuk mendukung strategi dalam mencapai tujuan pertahanan negara.

    Contoh untuk skenario 1 menghadapi LCS, mungkin postur pertahanan kita adalah proteksi ZEE Indonesia. Menghadapi siapa? Yang sudah kejadian adalah masalah dengan China, Coast Guard mereka mengawal dan membantu fishing fleet mereka. Jadi postur pertahanan kita sekurang-kurangnya adalah proteksi ZEE terhadap Coast Guard China, dan bukan dengan armada Laut Selatan China!!!

    Demikian selanjutnya silahkan diteruskan memakai jalan pikiran di atas.

  16.  

    Tidak ada kawan abadi.. yg ada adlh kepentingan abadi.. Negara china tdk dpt dipercaya. RI hrs ekstra hati2 dgn negara seribu topeng.. kelak dimasa dpn kita akan melihat wajah asli mrk. Materi dan Keserakahan adalah ibu dan bapak mrk.. Ambisi mrk menguasai LCS tidaklah lbh bsr dibandingkan ambisi mrk yg ingin menguasai dunia. Dan sejauh ini mrk sdh menguasai daerah disetiap negara2. cuma China yg sanggup mendirikan negeri2 disetiap negara2 besar. Bahkan di negara US sekalipun ada negeri china town yg hmpr 100% penduduknya adalah mrk. Sebenarnya China dan US sama seperti pepatah harimau dan buaya. Keduanya tdk dpt dipercaya. sprt kata kiasan ‘ Tuntutlah ilmu ke negeri China ‘ maksudnya belajarlah (ikuti/meniru) ttg kepintaran mrk kpd materi dan benda2 (kreasi). tp jangan mencontoh Keserakahannya. Sedikit banyak saran mbah bowo ada benarnya ttg china, dan ada jg salahnya krn percaya US, dan yg paling benar adalah Indonesia hrs mampu berdikari di atas kaki sendiri tanpa harus mengemis minta dukungan sana-sini. knp Indo sulit maju? krn generasi2 muda kita skrg sdh terlampau dimanja ajaran kapitalis yg pnh gula2 manis dan tdk berani susah dan merasakan pahit.. pdhl pahit biasanya obat dan rasa manis terus menerus akan mendatangkan malas dan ujungnya penyakit. Indonesia hrs belajar membuat bkn taunya membeli, kalau mau ingin maju dan tdk tergantung kpd phk lain.

 Leave a Reply