Presiden SBY dan DPR: This is More than Enough, Australia !

283
Kapal Penjaga Laut Australia mencegat 164 pencari suaka dan 6 kru kapal di wilayah pulau Christmas (photo: The Daily Telegraph)
Kapal Penjaga Laut Australia mencegat 164 pencari suaka dan 6 kru kapal di wilayah pulau Christmas (photo: The Daily Telegraph)

Sikap Australia yang acapkali meremehkan Indonesia, mulai menimbulkan rasa enek, jengah dan marah, yang bercampur. Cara pandang Australia, seakan menunjukkan, Indonesia adalah negara non-faktor. Mereka memburu manusia perahu hingga memasuki wilayah perairan Indonesia dan mengubek-ubeknya di sana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan negara-negara tetangga untuk tidak memasuki wilayah kedaulatan RI. Menurut Presiden, kedaulatan NKRI bukan perkara main-main, sehingga tidak bisa dilanggar seenaknya. Pernyataan itu disampaikan saat menerima peserta rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan sidang anggota dewan kelautan Indonesia di Istana Negara, Kamis (30/1/2014).

“Ada aspek kedaulatan kelautan kita yang bisa dilanggar setiap saat oleh negara-negara lain. Kita pastikan dulu bahwa wilayah lautan kita ini aman. Aman dari ancaman lawan yang mengganggu kedaulatan dan teritori kita,” kata Presiden SBY.

Ia menyadari wilayah Indonesia yang tiga per empat adalah laut harus dipastikan keamanannya sampai zona ekonomi ekslusif. Indonesia, lanjutnya, harus bisa mempertahankan tanah air demi kedaulatan.

Presiden SBY menegaskan, ancaman terhadap keamanan Indonesia, terutama di lautan, semakin bervariasi. Bukan hanya negara lain yang memasuki teritori Indonesia, tetapi kejahatan lainnya seperti perompakan, pencurian ikan, hingga pencurian kayu yang diselundupkan lewat laut.

“Faktor keamanan menjadi sangat penting,” katanya.

Kapal Angkatan Laut Australia sempat melanggar wilayah Indonesia. Negara Kanguru tersebut berupaya mengembalikan pencari suaka yang sudah masuk ke wilayah negaranya ke Indonesia. Pemerintah pun sempat bereaksi keras atas peristiwa tersebut.

Reaksi DPR RI
DPR RI mendesak Australia segera mengubah kebijakan terkait penanganan imigran pencari suaka. Australia jangan melempar tanggung jawab ke Indonesia.

Desakan itu disuarakan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, di Jakarta, terkait tindakan Angkatan Laut Australia menggiring perahu para imigran agar masuk ke wilayah Indonesia. Tindakan itu melanggar kedaulatan wilayah Indonesia. Kalau diteruskan bisa berujung konflik.

“Kami ingatkan kepada Australia, jangan memprovokasi Indonesia dengan menggiring para imigran ke wilayah kita. Kalau Australia memang ingin menciptakan konflik, kami DPR tidak akan tinggal diam. Kami akan minta Panglima TNI untuk bersikap tegas,” katanya.

Beberapa kali melanggar wilayah perairan Indonesia, Australia menyatakan meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan Wakil Duta Besar Australia David Engel kepada Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemenlu Dewi Savitri Wahab, Jumat (17/1). Permohonan maaf juga disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Grigs kepada TNI AL.

Pelanggaran wilayah oleh Angkatan Laut Australia terjadi ketika mereka mendorong kapal kayu pencari suaka asal Afrika dan Timur Tengah yang menuju Australia pada 19 Desember 2013 dan 6 Januari 2014. Media setempat, Fairfax Media menulis bahwa tiga kapal Australia melanggar batas 12 mil laut atau sekitar 22 km sebanyak lima kali sejak 13 Desember tahun lalu. (Republika.com / Jurnal Parlemen)

220 KOMENTAR

    • kalao tanpa intervensi megara lain menang bang.dr matra laut udah di deal .kuantitas kita menang dikapal combatan.enggak seampang itu juga bang ozt bertekuk lutut
      KALAu one BY ONE INDONESIA OZT emang menang indonesia.tapi si OSt punya ayah dan ibu (USA DAN UK) saya yakin mereka ikut cmpur tangan.

      nah kalau unclee bear dan uncle mao ikut bantu persenjataaan dll.bisa” ww3,bang.

  1. Sebelum meremehkan Australia, cobalah kita untuk “meremehkan” kekuatan tempur negara tercinta dahulu

    Untuk saat ini dengan metoda “defense”, saya rasa Indonesia akan mampu bertahan seperti saat Vietnam mampu mengusir US pada perang Vietnam

    Tetapi jika Indonesia hendak menginvansi, saya rasa kemampuan TNI masih jauh dari itu

    Tetapi yang perlu digaris bawahi, dengan alutista Australia yang sudah ada saat ini, jika benar terjadi perang akan banyak menimbulkan korban jiwa dari pihak Indonesia meskipun jika pada akhirnya Indonesia tetap mampu bertahan.

    Jepang dengan kekuatan militernya didukung alutista yang mumpuni mampu menguasai Asia ketika WW II, demikian juga Nazi jerman vs Eropa atau Israel vs Arabs yang semuanya jika diukur dari perbandingan populasi maupun cadangan ekonomi.

    Indonesia harus mempercepat MEF, perang tidak akan menunggu MEF Indonesia pada fase “complete”, bisa saja ketika kita masih menunggu kiriman Kilo, SU 35 maupun S-300 (amin) perang sudah terjadi.

    Jika itu terjadi, maka perbanyaklah berdoa semoga Australia tidak didukung oleh US ataupun negara2 commonwealth…

    • menindak tegas bukan berarti kita menginvasi bang…plg perang otot.dingin dll .kl untuk invasi kita emang belum mumpuni belom lagi anteknyq usa.uk.singo.dllpasti nimbrung.dan kalao mereka udah nimbrung.ruskie n china perlu ditarikpula untuk keseimbangan kekuatan skaligus menjajal autsista mereka supaya bs batle propen.dan plv tkut kalo.takut bbm hbis dlu..apalagi dgn anggaran yg minim.paling jg pembekuan slruh krjasama bahkan kalao perlu tak boleh lewat di halaman rumah kita.

      dari matra laut kita menang telak.(seperti ulasan bubg gue kemaren)

      untuk matra udara kita kalah kuantitas.tapi tidak kalah dalam kualitas mhususnya sukhoi.sekali lagi man the be hand (skill dan kemampuan pilot NKRI) bisa diandalkan contoh kecil di pitch black.

      untuk darat kita seri menang di kualitas dan kuantitas prajurit tp kita kalah di armored.dll..

      aus akan ttp d bantu usa n kroconya.karena mereka serumpun memiliki perjanjian.(kalo gk salah)
      alqngkah baiknya bila tdk trjadi pergesekan lagi.rakyat aus jg bnyak yg menolak abott.
      kalau rakyat indonesia rata” berjiwa militan jd gak perlu diragukan.terkecuali yg duduk di anggota hewan saya tdk tau.
      (analisa awam saya sbgai fansboy sj bang)

      • Bung @Patech, beri analisa perbandingan antara RI Vs Aussie jk terjadi duel laut, ttg radar ( yang di land, VS, & Plane ), Ttg Rudal anti kapal & anti Sub. Jangan lupakan dukungan terhadap Aussie dr negara yg terikat traktat pertahanan dgn Aussie, apakah bs kita mengatakan AL kita bs “SUPERIOR”..??

        • @Bung Patech
          Bisa dijelaskan bung dimana letak kekuatan matra laut kita jika dibandingkan dengan kekuatan laut Australia, biar saya dan orang awam lainnya tidak “meremehkan” negara sendiri… hehe… 🙂

          Saya benar2 tidak paham detail sejauh mana power pemukul dari TNI AL

          Hanya saja sepengetahuan saya Australia sudah memiliki 6 KS Collin Class dan juga Destroyer Anzac Class serta pendukung lainnya yang lebih “baru” dibanding milik TNI AL

          Indonesia (yang ada di lapangan) baru ada 2 KS jerman tahun 80′ an dan Kapal2 kelas light frigate, Corvette dalam jumlah banyak serta KCR sejumlah 3 biji yang belum terpasang C-705

          Untuk kekuatan udara kita memiliki 1 skuadron campuran SU 27 & SU 30 melawan super hornet Australia

          Dan bila memang berperang, saya yakin Australia akan dibantu oleh sekutu…

          Dan yang saya khawatirkan, perang sebetulnya tidak diinginkan oleh Australia, melainkan oleh US untuk agenda yang lain… (teori konspirasi)

          Danobat yang mampu mencegah perang menurut saya hanya dukungan Rusia dan 20 baterai S-300 😀

          • Setuju.
            Belum lagi hobart class air defence class destroyer dan canberra class LHD yg merupakan koleksi terbaru AL Australia.
            Jgn hanya membandingkan kuantitas vs kuantitas. Tapi coba juga analisas kualitas vs kualitas alutsista (misal radar vs radar, ecm vs ecm, senjata vs senjata, soft kill defense abilities, long range hard kill defense abilites, strike abikity, dll)
            Idealnya AL kita perlu mendatangkan alutsista macam admiral gorshkov class frigate atau FREMM. Selain dari full frigate seperti ini, untuk KRI lainnya kita juga harus set spec minimum setidaknya selevel PKR 10514. Kapal selam gunakan kilo atau amur agar efek deterrence nya semakin gahar.
            Untuk AU semoga kita nanti pnya SU30 atau pakfa untuk pemukul. Dan minimal sekelas ifx atau gripen untuk patroli.
            rudal SAM bila perlu jangan S300 tapi versi terbarunya yaitu S350.
            Semoga….

  2. Kenapa harus berperang dengan australia ?ngak ada alasan yang logis. Kebijakan perdana mentrinya tidak mencerminkan rakyatnya yang masih sayang ama indonesia, lihat saja turis asing di bali 75% dari australia. Mohon opini kita jangan tergiring lagi akan ada perang melawan australia. Yang bener adalah perang lawan PLA. Mohon jangan tersinggung, fakta sudah membuktikan PLA adalah musuh sesungguhnya seluruh asia tenggara di masa depan. Australia sayang indonesia begitupula sebaliknya, mohon ingat juga kebaikan australia, jangan ingat keburukannya terus. Kasian pak ponakan saya yang jadi TNI AL bila harus melawan Australia, karena ngak ada alasan yang logis (Austalia tidak berambisi teritoterial indonesia). Mbah mendukung bila di masa depan asia tenggara + australia bahu membahu melawan china di mandala Pasific. Mbah berdoa agar masih hidup di tahun 2020 dimana mbah pengen lihat flanker dan juga arsenal angkatan laut kita berbaris menuju utara membela saudara-saudara kita negara serumpun asean. Mbah akan sangat terharu :'(

  3. DPR minta panglima TNI bertindak “tegas”..?? Tegas yg seperti apa..?? Kalo terlampau tegas hingga sampai terjadi perang terbuka apa peralatan tempur TNI terutama AL sudah memadai..?? ( Flagshig ga punya, radar maritime ga punya, lontongpun cm berapa yg operasional, heli ASW..?? ), dgn kemampuan kapal2 TNI AL saat ini, baik secara kemampuan radar, persenjataan/armament & mesin2 kapal yg tergolong “TUA”, jg menyangkut equipment pendukung dlm operasi/perang yg tidak memadai akan menjadikan kapal2 perang TNI AL “Sitting Duck” bagi rudal2 anti kapal yg di miliki Aussie. Belum lagi untuk di udara, radarpun masih bolong2, pembom ga punya, AEW & C ga ada, tangker udara minim, rudal hannud hanya mengandalkan y jarak pendek & manpads.

    “KALO DPR INGIN TNI TEGAS: No. 1. NAIKKAN ANGGARAN PERTAHANAN & FOKUSKAN PADA ALUTSISTA STRATEGIS YG URGEN.
    No. 2. HUKUM MATI & MISKINKAN PELAKU KORUPSI”

  4. Mengapa pula harus membendung China, kita tidak pwrnah bergesekan dengan China di konflik laut Cina Selatan. Justru Cina kita jadikan partner untuk ToT guide misile melalui pembelian C-705, untuk mendukung roket2 yang dikembangkan LAPAN.

    Kita harus mempertahankan poliik bebas akrif, dengan tidak ikut2an membendung Cina,itu akan menggiring kita ke blok AS dan sekutunya. Secara geografis kita lebih dekat Cina dan Rusia drpd ke Amrik dan sekutu Baratnya..

    • Bahkan dengan Australia sekalipun bung, kita akan lebih dekat dengan China. Kalau dulu kita selalu membayangkan bahwa China itu sebuah negeri yang jauh. Bahkan ada pepatah, belajarlah walau sampai ke negeri China. Tapi ketika mereka sibuk di LCS, itu berarti jarak mereka hanya sejengkal saja lagi dari kita. Wilayah mereka ada di luar pagar pekarangan Natuna. Begitu dekat dan begitu nyata…!

    • @ bang Thiwid Widyarto

      Ancaman Cina Di Laut Natuna
      ———————————————————————————————————————-
      Di balik iming-iming alih teknologi rudal C-705 dari Cina kepada Indonesia yang nantinya akan digunakan oleh kekuatan laut Indonesia, nampaknya Beijing ingin meminta imbal balik yang lebih. Tidak tanggung-tanggung, imbal baliknya adalah soal penegasan Cina terhadap nine dot line. Lihat saja aksi harassment kapal pemerintah Cina di Laut Natuna dan ZEE Indonesia terhadap kapal pemerintah Indonesia.
      Cina memang selalu menghindar ketika didesak oleh Indonesia oleh pertanyaan tentang nine dot line yang memotong ZEE Indonesia. Beijing juga selalu melancarkan protes keras kepada Jakarta ketika kapal perang Indonesia bertindak keras terhadap kapal nelayan Cina di Laut Natuna dan ZEE Indonesia. Sikap Cina yang menghindar ketika didesak soal nine dot line menunjukkan bahwa Cina belum siap untuk berterus terang dengan Indonesia tentang klaimnya tersebut pada tingkat diplomatik. Akan tetapi pada tingkat lapangan, Cina secara konsisten terus menegaskan klaim nine dot line, termasuk di wilayah kedaulatan dan wilayah hak berdaulat Indonesia.
      Pertanyaannya adalah apakah Indonesia akan menempatkan Cina sebagai ancaman, khususnya dalam kebijakan pertahanan?

      santai aja bang ..:))

  5. Peran DPR di Senayan juga mungkin perlu lebih ditingkatkan. Selain memberikan dukungan ke dalam, gak ada salahnya juga memberikan tekanan keluar, dalam hal ini kepada parlemen Australia. Jadi nanti si Abbot akan mendapat tekanan ekstra, baik dari rakyatnya maupun dari parlemennya. Kondisi ini bisa mengubah opini publik di sana, sehingga lambat laun akan menggiring pada lahirnya perubahan persepsi dan apresiasi publik terhadap kinerja si Abbot. Ujung ujungnya, diharapkan angin perubahan segera berhembus, syukur kalau bisa bikin si Abbot dilengserkan. Karena dari fakta yang ada, sekalipun mungkin saat ini bangsa Indonesia sedang membenci Australia, tapi kebencian itu sendiri lebih terfokus pada sosok sang PM saja. Akan lebih efektif dan efisien, apabila kita mampu mengubah keaadan tanpa harus meletuskan senapan. Sekedar berjaga sih syah syah saja, itu hak dan kewajiban kita. Peran kedua parlemen masih bisa ditingkatkan. Untuk memberikan tekanan psikologis yang lebih simultan, kita bisa pulangkan dubes mereka di Jakarta, dengan pertimbangan tidak mampu memberikan andil yang signifikan terhadap permasalahan yang di hadapi, kalau gak mempan juga, tutup sekalian embassynya dan panggil pulang semua diplomat Indonesia di Australia. Dengan tekanan semakin masif yang diterima Abbot, rakyat Australia akan turut menjerit dan bereaksi, sehingga diharapkan proses pemakjulan bisa segera terjadi. Saya yakin parlemen Australia akan lebih memilih inisiatif rekonsiliasi daripada invasi dengan Indonesia. Kalau benar dikemudian hari terjadi perang, apa kita akan cuma ngandelin senjata yang ada? Tentu tidak, bukan? Ingat, selain cadangan sumber daya alam masih melimpah dan sewaktu waktu jika memang kepeper bisa dioboigasikan, kita juga masih punya cadangan devisa di kantung BI, dan jumlahnya tahu gak? Jauh lebih besar dari apa yang dimiliki oleh Australia Federal Reserves. Jadi nyantai aja. Kita jangan sampai terpancing oleh ulah si Abbot. Cukup lihatin taring2 yang ada, biar dia dan dunia tahu bahwa kita diam bukan karena takut, dan menunduk bukan berarti takluk. Maju jaya TNI, segenap INDONESIA ada bersamamu..!

    • Komen anda real,logis dan sesuai fakta bung,salut deh.kita memang jgn trlalu over tapi jgn trlalu pesimistis akan kemapuan negara kita jika trjdi perang dgn OZ,,karakter abbot saya yakini bukan cerminan mayoritas rakyat australi.
      Jaya terus TNI dan MAJULAH BANGSA INDONESIA..

    • luas wilayah laut 6juta km persegi, dikawal cuma pake 300 kapal. daripada presiden sama dpr cuma mampu mengancam pake mulut, ya g ada guna juga. lebih baik diam saja tapi kerja cepat soal perkuatan TNI, gunakan segala potensi yang ada, untuk perkuatan TNI secara masif. itu lebih berdaya gentar, mumpung hampir semua negara mw kerjasama militer dengan indonesia. 2 tahun anggaran subsidi BBm. jika kurang habiskan setengah cadangan devisa. hasilnya selama 40 tahun kedepan, selain mampu mengejar ketertinggalan militer, kontrol wilayah laut kita jaga 1×24 jam, kerugian dari penyelundupan, pencurian hasil laut, impor yang ilegal, senilai ratusan milyar dollar pertahun akan mampu di cegah, sekaligus diplomasi dalam berbagai bidang akan mampu kita menangkan.

      • Banyaknya negara yang menawarkan kerjasama militer justru disaat Indonesia tidak lagi dikuasai oleh rezim militer, dan konsep pembangunannya juga bukan lagi military oriented. Kalau Indonesia harus menghabiskan separuh dari cadangan devisanya hanya untuk membangun sektor militer, justru negara2 produsen senjata canggih akan curiga dan gak akan lagi nawarin produknya pada Indonesia. Dalam penjualan senjata berlaku term and condition, tidak hanya cukup dengan prinsip ada uang, ada barang. Kredibelitas suatu negara menjadi pertimbangan utama. Jepang aja yang kaya raya dan menjadi sekutu US, gak bisa sesuka hati mereka untuk mengakuisisi asset2 militer yang diinginkannya. Kita punya pengalaman dan trauma embargo. Pemerintah sekarang dengan langkah MEFnya, justru saya anggap itu adalah langkah cerdas, bukan cuma cerdik. Dana MEF, adalah dana yang bisa dipublish. Tapi dana talangan dan dana darurat, cuma presiden, menko ekonomi, menkeu, bapenas, bpk dan dpr saja yang tahu kemana disalurkannya. Mungkin diam adalah emas, tapi bukankah kita seringkali dibuat geram ketika presiden kita diam. Kita seringkali cepat memvonis presiden lamban, tidak sensitif atau bahkan terlalu pro asing. Sekarang mari kita bayangkan jika setengah cadangan devisa yang ada kita belanjakan untuk senjata. Pertama negara produsen akan ragu untuk memberikannya. Kedua, dana sebesar itu akan terserap oleh negara asing karena industri militer kita belum mumpuni. Ketiga, inflasi akan melonjak dan roda perekonomian akan lumpuh, rakyat akan anarkis, terjadi krisis multi dimensi seperti tahun 1998, akhirnya musuh kita bukan cuma datang dari luar, tapi juga malah datang dari dalam. Patriotisme tidak harus diidentikan dengan militerisme, dan senjata bukanlah jawaban yang bisa kita gunakan untuk menyelesaikan semua permasalahan. Kita semua gusar dan gundah dengan sikap Australia, tapi jangan sampai membuat kita jadi paranoid. Jumlah kapal yang cuma 300 memang masih minim. Tapi saya yakin dengan semangat yang dimiliki oleh bung One, kita dan segenap bangsa Indonesia. Tidak akan pernah ada sejengkal tanah pun yang lepas dari pangkuan ibu pertiwi, dan kita tidak akan pernah rela membiarkan TNI merana seorang diri, menjadi korban mortir bangsa penjajah. Salut dengan semangat nasionalisme dan patriotisme bung One dan bung bung lainnya disini. Maju jaya NKRI…

  6. Bila terjadi pergesekan si ost dan indonesia jika Australia berani macam2, apakah mereka berani angkat senjata melawan Ibu Pertiwi? Mari kita lihat perbandingan apa yang kita punya, sebelumnya perlu diketahui bahwa ranking kekuatan militer se- Asia Pasifik INDONESIA (7) AUSTRALIA (11) se-dunia INDONESIA (15) AUSTRALIA (23).

    LUAS DARATAN
    ID: 1.904.596 km2
    AU: 7.741.220 km2

    JUMLAH PENDUDUK
    ID: 242.325.638
    AU: 22.620.600

    PERSONEL AKTIF
    ID: 500.000 an
    AU: 47.135

    PERSONEL CADANGAN
    ID: 400.000
    AU: 29.396

    ALUTSISTA ANGKATAN DARAT TANK
    ID: 400 +leo blm dtg
    AU:59
    KENDARAAN TEMPUR
    ID: 509
    AU: 1.526

    ANGKATAN UDARA PESAWAT TEMPUR
    ID: 444
    AU: 377

    HELI
    ID: 187
    AU: 106

    ANGKATAN LAUT KAPAL SELAM
    ID: 2 (yg sembunyi???)
    AU: 6 collins clas

    6 AMFIBI
    ID: 26
    AU:

    8 PRODUKSI MINYAK
    iD: 982.900 bbl/day
    AU: 482,500 bbl/day

    semua itu bisa berubah ketika ada knebijakan pemerintah untuk tmbhan anggaran bila tjd perang sungguhan.dan masih ada alutsista sembunyi yg dimiliki indonesia.ini hanya sbtas analisa awam saya.maaf kalao ngawur dan oot…sekali lg jiwa militan warga indonesia yg diacungi jempol.dan beum hadirnya apache.black hawk.bell.superpuma,cn295,cn235MPA.leopard .marder.howitzer.astros.javelin.canbogo.tukino.dll….

    • Anggaran baru berubah bila terjadi perang sungguhan udah telat kali bung patech, kan pengadaan perlu proses…. keburu negara hancur, lebih baik dari sekarang anggarannya APBN nya gedein lagi, jgn kaya sekarang cuma 0,7% GDP … lipat gandakan 4 x nya, + dana kusus program MEF 2,..baru tuh ada efek deterennya, 5 tahun kedepan baru bener bener gahar… cmiw
      BTW itu data dari Global fire yah… mesti di revisi tuh …pesawat tempur 444 ???

      • lebih baik terlambat drpd tidak bung alfan.ktika blanda beralih k papua.begitu cepatnya indonesia membeli alutsista log timur meski sekedar second.kasel wiskey.utamanya yg bmin gempar dan tupolev.sehinga membuat merindin belanda dan henvkang dr papua.ingat A-4skyhawk.ktika pergi ke israil.untuk membeli f5,…slagi USmasih pnya kpentingan untuk tmbang di mamuju.maka alutsista.serta si ausi tdk akn d respon.ingat israel ma gempur iran.tp tanpa US .ISRAIL pun kandas.takjadi menyerang.

        maaf analisa awam saya

  7. Knpa hrs ikut2an membendung china. Sepanjang sejarah kita, blm prnh china macem2 sm Indonesia. Justru Founding Father kita sdh jls2 memilih china utk di jadikn shbt. Dan jgn lupa Timtim lepas krn siapa? Yg jd biang kerok papua siapa? Soekarno lengser campur tangan siapa? Dibelakang GAM ada siapa? PRRI, Permesta?

    • Karena kepentingan kita bersinggungan dengan Cina di laut cina selatan. Dan tindak tanduk mereka di laut cina selatan sangat tidak bersahabat.
      Jika di masa lalu kita pernah mengalami imperialisme Jepang bukan tidak mungkin di masa datang kita akan berhadapan dengan imperialisme Cina. Setelah era Perang Dunia II, Cina adalah negara yang paling banyak terlibat sengket (perang) dengan tetangganya (Vietnam dan India).

  8. 3 Kapal Angkatan Laut Indonesia memasuki wilayah perairan Autralia dekat Darwin,

    “Tony Abbott: Well, let me make this crystal clear, Lee, crystal clear. Australia will not tolerate any unauthorized incursions into Australian territory. I’ve written a letter to President Yudhoyono, making that crystal clear. We have put the entire Australian fleet on standby and many ships on duty in the Middle-East have been recalled to defend the homeland.”

    Betapa takutnya Australia dengan Indonesia

    http://www.independentaustralia.net/life/life-display/breaking-news-indonesian-navy-invades-australian-territorial-waters,6089

  9. Pokoknya mbah tidak setuju bila indonesia berperang dengan australia. Sekarang mbah lebih tegas lagi berkomentar ! anda semua yang di forum ini harus tau china telah membangun beberapa Kapal induk dan akan jadi sebelum tahun 2020, ini artinya tidak lama lagi china akan tegas menyatakan claimnya di Laut China Selatan. Kenapa kita harus melawan PLA di Laut China selatan ? Karena sudah waktunya kita menunjukkan kalau kita pantas disebut Kakak tertua di ASEAN. TNI dan juga RAN harus bahu membahu menumpuk pertahanan di Utara, JIka PLA dikeroyok rame-rame ASEAN+Australia+Jepang+Korea Selatan secara bersamaan maka pasti china akan kebingungan Fokus di Front yang mana dulu yang akan diladenin, nah di saat PLA kebingungan itulah saatnya USA menghantam PLA dengan pukulan terakhir yang mematikan. setelah China kalah, maka negaranya harus di bagi-bagi dan dijadikan demokrasi. Ingat Nenek moyang kita selalu mengatakan dan mengajarkan Musuh yang paling menakutkan selalu datangnya dari Utara.

  10. Selama ini , Pandangan politik luar negeri Indonesia yang diterjemahkan dengan ungkapan “million friends and zero enemy”…………..
    Nah pandangan itu ada pada saat skrg harus mulai dirubah, Sudah saatnya Seharusnya Indonesia perlu memilah mana kawan mana lawan, bukan semua dianggap kawan, dan tidak ada negara yang tidak memiliki musuh………. (minimal musuh dlm selimut kaliiiiii he he he he….)

    Kita positive thinking aja soal kebijaksanaan pemerintah yg disuarakan Presiden soal peringatan negara-negara tetangga untuk tidak memasuki wilayah kedaulatan RI. Krn hal tsb juga disuarakan oleh DPR RI yg diwakili oleh komisi 1, jadi sudah klop………

    Nah, untuk menjaga kedaulatan lebih baik secepatnya th 2014 mulai kontrak pengadaan rudal pertahanan udara sekelas S-300 dgn payung udara sekelas Pantsir-S1, mempercepat pengadaan SU-35 , pengadaan satelit milter, mempercepat pengadaan KS rusia, dan perbanyak baterei K-300 Bastion-P yang berisi yakhont versi darat. Dgn harapan tahun 2015 sudah mulai berdatangan karena agen rusia ( Rosoboronexport) punya stok banyak tinggal beli pilih yang baru atau bekas……

  11. @Mba bowo_ mbah,saya yang masih balita dan dangkal informasi saja kurang sreg dengan si mbah.. ingat mbah siapa yang melengserkan soeharto? Ingat itu timor timor siapa dalang dibalik lepasnya timor timor.. OPM di papua menurut teman do kostrad saya yang kemarin memburu opm di papua(sekarang dia libur pulang ke kendari) dia mengatakan senjata2 dari OPM itu slundupan dari australia dan inggris mbah.. Adakah masyarakat australi yang ikut membantu melawan penjajah untuk kemerdekaan kita mbah?? Yang ada orang tionghua surabaya mbah yang ikut mnyumbang darah untuk kemerdekaan mbah. Itu kapal perang kita yang baru namanya john lie mbah,,john lie itu pahlawan keturunan cina mbah.. G ada kapal perang kita namanya tony mbah. Terlebih tony abot. Maaf mbah kalo putune jenengan niki bandel nglawan orang tua yang seharusnya duduk dikursi goyang .

  12. Pakem ”zerro enemy, millions friends” itu bagus sebenernya….sama dgn idiom bebas ”aktive”
    jargon seperti itu lentur sepert karet tergantung yg mendefinisikannya….namanya musuh/kompetitor secara natural pun pasti ada, bisa jadi Amerika yg mempraktekan jargon diatas…
    Cegah tangkal dgn detergent alutsista yg sangar…itu sudah masuk kategori ”zerro enemy”.

    Sekedar predict :
    jika perang oz-nkri, peluang besar di nkri, oz pasti menghindari perang darat dgn Tni AD, jadi perang akan lebih di focuskan di laut dan udara, oz akan mati2an mencegah marinir kita mendapat pijakan di darwin yg akan diikuti raider dan kostrad, isue 1000 MBT justru melahirkan wacana kesana…nyebrang.
    Tapi perang tanpa feed ekonomi…buat apa..??
    Dan jika ekonomi lah yg jadi tujuan, tanpa perang pisik pun NKRI dipastikan menang,
    yg diperlukan nkri cuma aman dan stabil serta clean gov.
    Kepanikan abbott akan imigran, adalah jumlah populasi whitemen yg suatu saat tersalip dari pendatang baru.
    Dgn tidak melakukan kerja sama apapun dgn oz, apalagi membuat promo suaka di timur tengah dan afrika, indonesia sudah ambil bagian dlm program Asianisasi oz,
    oz terjebak dlm dilematis,

    ”Tanpa perang pisik pun kita sudah menang…”
    santai z….

    • Analisa brillian mas Donnie….
      @Mbah Bowo ane kagak setuju 1000% karena :
      – Australia can’t be trusted, sejarah telah membuktikan.
      – Antar negara asean masih banyak konflik, terutama perbatasan, dan kecondongan yang macam-macam ada yang pro barat dan timur

    • Australia harus menyadari bahwa militer Indonesia tidak seperti lima tahun lalu. Berhitung tentang kekuatan militer khususnya angkatan laut, sebenarnya Indonesia mampu mengerahkan 50 kapal perang ke perairan NTT dalam waktu singkat. Ini sudah biasa dilakukan dalam setiap latihan Armada Jaya atau Latgab TNI. Padahal jumlah itu hampir sama dengan kekuatan angkatan laut Australia yang memiliki 54 kapal perang. Indonesia sendiri saat ini memiliki 160 kapal perang dan akan terus bertambah.
      Satuan Radar Buraen Kupang, mata dan telinga NKRI
      Gerakan kapal perang Indonesia ke NTT kita sambut positif karena ini langkah awal untuk menyatakan sikap menjunjung harkat. Kita tidak ingin berselisih dan mengajak tarung dengan negara manapun termasuk Australia. Namun pelecehan teritori perairan seperti yang diakui oleh Australia dan kemudian minta maaf tentu harus dijawab pula dengan langkah dan cara militer. Kekuatan militer Indonesia dalam bulan dan tahun-tahun mendatang akan mendapat sejumlah alutsista sangar, misalnya kapal selam Kilo, jet tempur Sukhoi SU35, rudal SAM strategis dan lain-lain. Dengan kekuatan menuju kesetaraan ini Australia seharusnya berhitung cermat karena kekuatan yang tak bakalan ditandingi Australia seumur hidup adalah jumlah penduduk Indonesia yang sepuluh kali lipat dan punya karakter militan nasionalis.

      Kita ingin sampaikan pesan pada Tony Abbott: “Kultur timur itu Bott, atau kultur Asia sesungguhnya lebih menghargai nilai-nilai kesantunan dan etika dalam bertetangga. Memang beda sama kultur sampeyan yang anglo saxon itu. Lebih sering mendikte, merasa paling jagoan, merasa paling pintar dan tahu segalanya. Kalau sampeyan tinggal di Eropa gak papa. Tapi sampeyan ada di lokasi adat istiadat di mana kesantunan dan tatakrama lebih dikedepankan. Lihat saja rumah di ranah ASEAN, rumah-rumah di dalamnya selalu mengedepankan musyawarah dan kearifan meski ada konflik diantara sesama rumah. Nek sampeyan bisa memahami itu, kita yakin semua persoalan pertetanggaan kita dapat diselesaikan dengan musyawarah”.

      “Tapi kalau tetap keras kepala ya rasain sendiri. Kata peribahasa menepuk air didulang tepercik muka sendiri. Anda sudah dipermalukan dunia dan PBB karena menelantarkan dan menyiksa manusia perahu. Di dalam negeri pun sami mawon, anda dicerca di parlemen dan rakyat sendiri. Ada peribahasa Pak Abbott, Air beriak tanda tak dalam, kayak sampeyan itu yang selalu umbar pernyataan petintang petinting. Air tenang menghanyutkan, itulah gaya kami untuk tak umbar kalimat kumat. Bukankah laut selatan itu dalam Bott, mungkin saja di kedalaman itu si Kilo siluman sudah bermain mata dengan ratu pantai selatan. Bukankah air tenang itu menghanyutkan”.

  13. Jika sudah waktunya ”Asia untuk Asia” apa boleh buat…10 ICBM nuklir mesti diakuisi, entah dibawa ke NKRI atau minta tolong sekalin z tembakin ke AS, yg sampe yg dibayar… 😀

    ga ada alasan jeeper sama AS sekalipun.

    Yg rumit itu memang Belanda ireng, bangsa sendiri yg jiwanya tergadai sama asing.

    • Kalau ICBM nuklir saya sangat mendukung untuk di akuisisi, tapi jangan hanya10, 100 sekalian. Dan selain belanda ireng, masalah lainnya ada diperjanjian PBB yg Indonesia ikut tandatangani mengenai pelarangan WMD.

      Masalah yang lebih berbahaya adalah, kalau kita punya nuklir, apa kita siap untuk di bredelin secara proxy kaya Pakistan?

  14. cek sound…

    wawancara TV ABC tentang ” NKRI

    Pukul 04.00 WIB atau jam 05.00
    waktu TEXAS USA , ada suatu yg
    istimewa dalam acara TALK SHOW
    di TV ABC 13 TEXAS.
    Acara tsb bekerjasama dgn
    Universitas Dallas TEXAS.
    Krn dlm wawancara tsb
    dihadirkan narasumber yg cukup
    kompeten.
    Tp yg menarik acara tsb justru
    menyangkut militer Indonesia.
    TALK SHOW di TV ABC 13 TEXAS
    menghadirkan para jenderal
    purnawirawan USA n BRITISH…tp
    ada seorang mahasiswa
    Universitas Dallas bertanya ttg
    penempatan MARINIR USA di
    AUSTRALIA.
    Maka jwbn dri Jenderal tsb cukup
    mencengangkan buat pemirsa
    semua…
    TALK SHOW di TV ABC 13 TEXAS
    dihadiri
    Jenderal (purn) Mike Jackson
    (pemimpin pasukan Inggris saat
    menyerbu Irak)
    Jenderal (purn) Tommy Franks
    (pemimpin DELTA FORCES saat
    OPERASI BADAI GURUN)
    Jenderal (purn) Peter Pace
    (mantan JENDERAL US MARINE
    dan KEPALA STAF GABUNGAN
    US)
    Mahasiswa dari Univ Dallas
    bertanya : apa penempatan US
    MARINE berindikasi akan
    serangan USA ke Indonesia suatu
    saat nanti?
    Jend. Peter Pace : ” saat ini ada 3
    besar kekuatan MARINIR dunia n
    Indonesia berada pada posisi ke
    3.
    Penempatan US MARINE hny utk
    STABILITAS kawasan di ASIA
    TENGGARA”
    Jgn bermimpi USA berencana
    menyerang Indonesia meski USA
    pimpinan NATO. Tdk pernah
    terpikir oleh pemimpin USA utk
    menyerang Indonesia.
    Presenter TV ABC 13 TEXAS,
    HANNAH menambahkan
    pertanyaan
    USA pernah terlibat konflik di
    kawasan ASIA TIMUR JAUH…knp
    Indonesia begitu diperhitungkan?
    Jend.Tommy Franks ” Kita pernah
    punya pengalaman pahit di
    VIETNAM dan KOREA, dan semua
    pemimpin USA sadar siapa dibalik
    ke 2 negara ASIA yg pernah
    terlibat konflik dgn kita.
    Indonesia adalah guru bg
    VIETNAM dan KOREA UTARA saat
    berperang melawan USA.”
    Jend. Peter Pace ” kita sering
    berlatih dgn Indonesia…kit a
    sadar
    bgm kemampuan pasukuan
    khusus Indonesia, pasukan kita
    sering kewalahan dlm setiap
    latihan perang dgn Indonesia”
    Jend. Tommy Franks ” saat
    operasi pembebasan sandera di
    pesawat yg dibajak di Bangkok
    Thailand, DELTA FORCE
    memantau operasi tsb, tp yg tdk
    dimiliki oleh pasukan negara lain
    dlm pendidikan pasukan KHUSUS
    adalah , Anda akan terkejut bila
    mendapati satu mata pelajaran
    yang takkan didapat di
    pendidikan elite militer manapun,
    yakni pendidikan menaklukkan
    makhluk halus.
    Jend.Mike Jackson ” DOKTRIN
    militer Indonesia sdh dipakai di
    bebrapa negara ASIA bahkan
    AFRIKA krn Indonesia memang
    diminta melatih bbrp negara ASIA
    dn AFRIKA.
    Meski Indonesia kekurangan
    senjata tdk mungkin mudah
    menaklukkan Indonesia krn jk
    perang terjadi bkn hny militernya
    yg maju perang tp rakyatnya jg
    pasti turut membantu utk
    menghabisi lawan.
    SAS sdh pernah merasakan saat
    berhadapan dgn aliansi tentara
    Indonesia dan rakyat indonesia.
    Jd
    jgn pernah anggap ringan dgn
    Indonesia ungkap Jenderal Mike
    Jackson
    Seorang mahasiswi jg bertanya
    ttg
    kekuatan ASIA dimata MILITER
    INTERNASIONAL.. .apa jwb mrk?
    Lg2 Indonesia jd sorotan.
    Jend. Mike Jackson ” Indonesia
    dlm waktu dekat akan jd sebuah
    negara yg militernya sgt besar
    dan sulit tertandingi”
    Jend. Peter Pace ” Indonesia
    memiliki semuanya n kalo itu
    diopersionalkan mk Indonesia
    akan melampaui India dan Cina
    dlm perkembangan militer”
    Jend. Tommy Franks ” sebagai org
    yg pernah memimpin pasukan
    khusus , saya tau byk rahasia
    tekhnik militer yg tdk
    ditunjukkan dlm latihan perang
    bersma.
    Kalo saat ini byk negara terutama
    yg tergabung dlm NATO
    mengadakan hub dagang militer
    dgn Indonesia , itu sebuah
    kebijakan yg tepat, krn kalo tdk
    akan sgt membahayakan posisi
    NATO di ASIA, krn Indonesia
    memiliki konsep NON BLOK.
    Kedepan saya harapkan tdk ada
    sansi atau embargo yg dijatuhkan
    kpd Indonesia, krn itu dpt
    menimbulkan kerawanan
    dikawasan ASIA terutama LAUT
    CINA SELATAN
    Utk urusan LCS, Indonesia adalah
    kunci kita. Kalo USA tdk berhati
    hati memgang kunci tsb mk
    dampak besar akan dirasakan
    oleh sekutu kita dikawasn itu”
    Dlm akhir acara Jend.Tommy
    Franks mengungkapkan ” ada 1
    pasukan khusus Indonesia yg
    jarang mengadakan latihan
    bersama yaitu AU. Pasukan
    khusus AU Indonesia adalah satu
    satunya pasukan dengan
    kualifikasi Korps Pasukan Khas
    TNI-AU di Asia dan terlengkap di
    dunia.”
    Meski USA juga memiliki pasukan
    serupa dalam beberapa satuan tp
    kelengkapannya tdk mamapu
    mengalahkan pasukan khusus AU
    Indonesia” ujar Jend.Tommy
    Franks
    sumber: TV ABC 13 TEXAS

      • anda masih meragukan kemampuan angkatan laut kita kenapa?????
        artinya anda belum paham betul kekuatan angkatan laut kita.

        saya cuma mau ngasi info : pernakah kita Tau pasukan siluman angkatan laut kita?
        yaitu kopaskas? kita tdk perna tau berapa jumlah mereka dan berada dimana saja mereka di tempatkan. bahkan sesama anggota pun mereka tdk tau jumlah sesunggunya ada berapa
        kekuatan batalion. tdk pernah disebutkan.sebab mereka dirahasiakan. ingat kasus pulau
        yang ingin dikuasai malaysia yaitu AMBALAT . saat itu ada kapal patroli malaysia yg sengaja drop anchor di pulau itu untuk merusak konsentarsi AL. kemuan hanya dengan
        satu prajurit yang berenang kekapal itu dan mengusir kapal itu dan langsung berbicara dengan pemimpin kapal AL Malaysia . dan saat itu juga kapal AL Malaysia angkat jangkar dan berjalan kembali . ini membuktikan bahwa kekuatan prajurit kita sangat handal.
        Catatan 1prajurit kopaska berbanding 4 dengan prajurit biasa Al
        jadi kesimpulan saya kita tidak perlu takut , jangan risau biarkan pemimpin kita yg mengambil tindakan yang di anggap perlu . kita tidak perlu kuatir jika harus berperang
        kemampuan strategi perang kita sangat sangat hebat salam Jalas veva jaya mahe

        • Maaf Maksud saya pasukan denjaka yaitu satuan anti teror yang dididik di di
          cilandak atas instruksi pangliama TNI
          Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.

    • Diluar tulisan diatas benar atau hoax
      Tetapi sebagian yang diulas ada benarnya
      Misalkan tentang Kopaskhas,,,Pasukan elite kita yang satu ini adalah pasukan yang jarang ikut LATMA dengan negara lain..keberadaan dan kemampuan Paskhas memang misterius bagi asing .
      Sehingga mereka pingin tau gimana aslinya kehebatan Kopaskhas,
      Pada Tahun 1993 Kopaskhas ikut dalam kompetisi Air Lift Rodeo di arkansas USA (hanya sekali ikut) tetapi membikin HEBOH dan takjub disana,,(kalau penasaran nanti ane ceritain lengkap)

      Sedangkan untuk anggapan Pasukan Khusus kita diajari pendidikan menaklukkan
      makhluk halus.sebenarnya atas pengalaman saat latihan bersama pernah delegasi amerika yang dibuat kesurupan dan kemudian disadarkan ,oleh passus kita.mereka yang kesurupan dan teman teman nya yang melihat merasa ngeri dan kapok.

      Sedangkan Indonesia dianggap sebagai guru bagi vietnam dan korea,Karena mereka berguru ilmu gerilya dari Indonesia.
      Sampai sekarang Kopassus masih dianggap guru besar bagi Passus Kamboja
      Kamboja minta dikirimi 5,000 baret merah untuk Passusnya
      Mereka ingin sama dengan gurunya memakai baret merah tetapi tentu saja lambangnya berbeda Bahkan Panglima AB Kamboja meminta ijin ke KSAD agar pasukan elit mrk diperbolehkan memakai seragam Loreng merah darah Kopassus. Namun, hal ini ditolak sama KSAD.
      dan mereka sekarang memakai doreng malvinas seperti milik TNI
      Padahal saat pendidikan 80 orang passus kamboja kabur ke hutan di batujajar karena tidak tahan mengikuti pendidikan di Dikpassus Batujajar
      hehehehe

    • Alasan Kenapa Amerika Takut berperang dengan Indonesia
      ===================================================================
      Sebenarnya abis Irak, Indonesia mau jadi sasaran berikutnya.

      Tapi Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di sana.

      Begitu memasuki perairan daratan Indonesia, mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan “Uang Damai”, coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.

      Kemudian mereka mendirikan Base camp militer , bisa di tebak di sekitar base camp pasti akan di kelilingi tukang Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp.10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.

      Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank -tank lapis baja yang di parkir dekat base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,- (maklum tarif orang bule),berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan
      & tank harus parkir selama sebulan.

      Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para
      Pak Ogah yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Pak Ogah.

      Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen,
      pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus di keluarkan.

      Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya busettt, gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.

      Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan penduduk setempat dari “Flying helicopter” alias wc terapung di atas sungai.

      Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di
      dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.

      Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena
      tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.

      Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu. Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada para pemilik tanah. Di samping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk meng-Amplopi pejabat-pejabat ini.

      Para komandan pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.

      Membayangkan ini semua akhinya Bush dan Rumsfield memutuskan untuk mundur.

      http://indonesiaindonesia.com/f/19467-amerika-takut-perang-indonesia/

      santai aja bang….:))

      • Wkwkwkwkwk……
        Saya sampai sakit perut ini gara-gara baca tulisan Bang. Oke lah

        Smoga dapt mengambil pelajaran dari tulisan Bang Oke lah (ini hanya di warjag, dunia maya tidak perlu ketakutan)

        Kalau sekedar menganalisa atau menebak-nebak itu sah-sah saja, yang penting kita tetap bisa saling tukar pendapat.

        Tentu para pengambil keputusan(TNI, MENHAN dan PRESIDEN) sudah punya rencana matang yang tidak kita ketahui
        😀

  15. Tidak usah muluk-muluk bayangin Indonesia mau intervensi Ausie, yang penting kita kuat untuk menjaga halaman depan dan belakang kita agar tidak ada yang mau main-main masuk teritori kita itu sudah cukup dengan kondisi AL dan AU kita, kita contoh saja Cina dimasa lalu tidak pernah klaim daerah disekitarnya termasuk LCS, karena mereka tahu diri dengan kekuatan militer mereka wang waktu itu belum mampu untuk menghadapi seluruh asia tenggara + US, sekarang mereka sudah mengklain seluruh LCS dan termasuk Zona pertahanan udaranya, itu dilakukan karena mereka merasa sudah cukup kuat dari segi militer power, menyikapi hubungan bertetangga tidak perlu ber api-api tanpa akal sehat, mungkin kalau MEF sudah I , II dan bahkan III selesai mungkin kita baru bisa main-main dengan tetangga sekitar kita, seperti patroli pesawat tempur dengan posisi sangat dekat dengan garis batas negara, sehingga negara lainsampai mengirimkan pesawat tempurnya dan setelah itu pilot kita cuma mengucapkan say hallo ke pilot negara lain, atau memunculkan kapal selam kilo (kalau jadi beli) di selat malaka saat jam-jam sibuk, well itu bisa menjadi semacam guyonal tapi juga bisa menunjukkan kekuatan militer negara tercinta ini, salam senjata

  16. mungkin mereka meremehkan+arogan sm kita karena kita terima sumbangan dana dari oz.tapi itu dana untuk penanggulangan teror & manusia perahu.itupun untuk kepentingan mereka sendiri bukan untuk kepentingan INDONESIA jd mereka nggak berhak seenaknya merendahkan kita.
    bahkan saya pernah baca artikel+coment di laman michael smith yg mengaitkan pembelian alutsista kita ada andil mereka.mereka berfikir..mereka membiayai negara lain (indonesia) untuk menginvasi negaranya sendiri..hahaha berlebihan sekali oz.
    .

  17. Ini pendapat saya pribadi jenengan semua jangan emosi, apalagi saya sudah tua dan lebih senior dari jenengan semua. Memang mbah tidak menghendaki perang dengan siapapun, tapi negera kita tidak bisa netral selamanya, selalu ada pilihan di masa depan. Ingat nanti tahun 2020 genderang perang akan ditabuh?! kalau mbah masih diberikan kehidupan maka mbah akan sangat bersyukur karena bisa melihat ratusan Flanker kita meraung-raung di Udara, ratusan Kapal-kapal perang kita beriringan ke Utara dalam berbagai formasi. Kapal Transport dan kapal LPD akan penuh sesak dengan marinir beriringan bergerak menuju utara, Mobilisasi masal akan terjadi. Yang sekarang jenengan semua hujat (Australia) akan bahu membahu dengan Indonesia dan Malaysia menahan gerak tentara PLA yang menuju Ke selatan. Laut China Selatan dan Laut Jepang menjadi kuburan bagi kapal-kapal perang, kapal selam dan juga pesawat dari kedua belah pihak. Sungguh sangat bersyukur bila mbah masih diberikan hidup saat itu.

    • Kalau Australia mendukung M’sia sih saya percaya, karena mereka berkoalisi. Kalau kita tiba tiba ikutan perang di LCS, apa urgensinya? Gak ada sejengkal tanah pun yang kita perebutkan dalam konflik LCS. Kalau berjaga jaga di sekitar laut Natuna sih udah pasti dong, dan gak usah nunggu tahun 2020, sekarang juga sedang berlangsung. Asean lebih bersifat blok ekonomi, bukan sebuah blok pertahanan. Tidak ada kewajiban atau aturan yang mengikat jika ada salah satu anggotanya diserang maka anggota lainnya harus ikut membalas serangan. Membantu dalam proses perundingan sebagai mediator atau fasilitator masih mungkin, sedangkan bantuan militer hanya akan terjadi jika PBB meminta kita. Itu pun fungsinya jelas berbeda, bukan untuk perang..! Karena mbah lebih sepuh, tolong sebarkan virus perdamaian di jiwa kami yang lebih muda. Kami tak ingin menjadi manusia Indonesia yang ketika muda tak berguna, dan sesudah tua tinggal binasa. Kami ingin mengisi kemerdekaan dengan segala hal yang bermanfaat untuk manusia dan dunia. Kami ingin para pahlawan bangsa kita tersenyum bangga melihat merah putih berkibar selamanya. Kami yang terbaring antara Krawang dan Bekasi, tetapi bukan untuk tidur, sayang…

    • Aku kok ora percoyo nek sampeyan wong tuo… Jendral2 Tni sing wes sepuh ae gak apal jenis kapal sampeyan guru sejarah kok apal jenis kapal karo alutsista. macak tuo sampeyan.. bahasa indonesia wae yo podo wong enom e… tolong dijawab kenapa kita mesti musuhin China masalah LCS? diwilayah LCS cm kita yg ngga terlalu diganggu sekarang ini dulu iya.. Bela ASEAN sebagai sodara tua? emang kita dianggap sodara tua, kebanyakan ASEAN punya master2 sendiri2.. n dlu jama ribut natuna TIDAK ADA SATUPUN negara ASEAN yg mau bantu kita. China memang ancaman jika melihat gelagat n kekuatan militernya KEDEPAN. Australia lapo mbok belani.. dari masalah Timor2 sampe OPM, China masuk wilayah orang masih ada sengketa wilayah, kaya Malaysaia ama Indonesia dulu, ada alasan. Australia masuk wilayah negara orang tanpa ada sengketa pake kapal perang alasan pencari suaka yang mestinya urusan dia n kalo mau komplain masalah pencari suaka ada UNHCR di PBB. paham ora..

    • NEFO apaan?semua negara asean dah kecanduan jd proxy semua.spore-malon-brunei keset inggris,filipin-thai sendal jepit AS,vietnam manut rusia,kamboja-laos mainan china.kita gak butuh kumpulan ayam sayur itu.kata bung karno cuma bebek yg berenang dalam kelompok sedangkan garuda terbang sendiri.kita bisa menghadapi negara manapun sendiri apalagi cm tukang ternak kangguru

    • @ bang wehrmacht

      jadi setujuuu dong apa yang gw bilang dari dulu..

      ancaman indonesia negara 2 yang punya HAK VETO dan tambah satu lagi INDIA
      karena india bikin permanen pangkalan di andaman,.. cuman 200 km dari indonesia bro….DIDEPAN PINTU MASUK SELAT MALAKA….GAWATTTTTT
      kapal induk dan ks nuklirnya nongkrong disitu..! sambil nunggu komando..

      he he he
      santai aja bang

      • Agitasi yg mana bung danu?sapa yg agitasi?Saya maksudnya? Jujur walau bung oke agak nyleneh tp gak semua omongannya ngawur.kita hrs prepare dgn segala kemungkinan.selalu ada plan B sbg rencana cadangan.saya yakin cina,rusia dan barat gak ngasih mkn siang gratis.bedanya yg satu bisa di bayar besok besok yg satunya lg hrs kontan skrg juga.mereka itu yg ular.ingat bung,lawan debat adl.kawan berfikir

  18. MEMENANGKAN PERANG TANPA BERPERANG

    Kalau sebuah negara, sudah sampai berperang maka itu adalh kesalahan strategi yg paling fatal.
    Sebuah tindakan dan keputusan yang tidak dapat diduga hasilnya.
    pepatanh mengatakan “yang menang jadi arang yang kalah jadi abu” , bagai mana kalau seadainya yang menang jadi bangkrut. lalu musnah dan punah juga.
    Hal ini hampir terjadi pada amerika dan sekutu, yang asik berperang lawan Irak, Afganistan. sekarang mereka terancam bankrut, sedangkan musuh sebenarnya, terus membangun dan menjadi besar. dan menjadi ancaman nyata bagi mereka kedepan.

    Sejarah membuktikan perang selalu dimulai oleh, pemimpin yang arogan, ceroboh dan bodoh.

    Dalam kasus ini, (Australia) memiliki pemimpin yang bahaya, ceroboh dan cendrung bodoh. Indonesia harus sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini.
    Mudah-mudahan sekutu utama mereka US sudah mengingatkan pemimpin Ausie ini.

    Dalam kaitan insiden manusia perahu ini, secara tak langsung indonesia telah memenangkan satu peperangan dimana pihak Ausie telah mengatakan maaf tanpa syarat.

    Reaksi pemerintah dan DPR boleh-boleh saja bersikap tegas. Namun harus tetap dalam batas koridor.
    Karena kita khawatir Pihak Australi, terpancing untuk kembali melakukan tindakan ceroboh dan lebih bodoh lagi, sehingga kita tak punya pilihan, tak punya jalan mundur selain meningkatkan konflik dalam skala yang lebih besar.

    Akibatnya pasti merugikan kedua belah pihak.

    Yang harus dilakukan adalah.:

    1. Jika Australia meningkatkan kekuatan dilokasi konflik. Maka Indonesia juga harus menambah
    kekuatan di wilayah itu. agar selalu tapak dominan.
    2. Jika ada indikasi Australia lebih meningkatkan lagi kekuatan dengan mengandalkan sekutu, dan
    meinta bantuan pada sekunya, Dan sekutunya ada indikasi akan membantu dan akan bermain-
    bermain dengan konflik ini.
    3. Maka yang harus dilakukan oleh indonesia adalah, mulai menegosiasikan untuk menambah
    kekuatan diwilayah perbatasan selatan dengan menyewa atau pinjam atau beli dengan cepat
    alutsista dalam jumlah besar dgn negara sahabat, terutama Rusia dan China.
    4. Bersamaan itu juga minta dukungan politik, senjata, ekonomi. bila perlu adakan persiapan untuk
    membuat perjanjian militer. perang bersama melawan musuh bersama.
    5. Dengan Asumsi Jika harus berperang Indonesia lawan Auatralia maka dunia harus bersiap untuk
    perang Dunia ketiga.
    6. Pada saat bersamaan Indonesia harus mengumumkan bahwa rakyat harus bersiap siap wajib militer
    dalam skala besar dan tak terbatas.
    7. Pada saat yang bersamaan itu juga kita, Meminta atau melaporkan pada PBB bahwa Ausie
    memprovokasi kita untuk berperang,

    Dengan langkah ini kita berharap bahwa musuh akan berpikir ulang dan tidak lagi melakan tindakan ceroboh dan bodoh.

    Mengapa hal drastis ini harus dilakuan, karena kalau hal serupa terus terjadi, yang saya kwatirkan akan terjadi pertempuran-pertempuran kecil, yang myebabkan kita kehilangan wilayah-wilayah kita.

    Maka inilah yang saya sebut memenagkan peperangan tanpa berperang.

    Satu hal lagi saya ingatkan, kita tidak boleh terlena dengan tanggapan simpati dari sebagian rakyat Australia yng menentang Pemerintahnya. Karena selalu saja begitu kapanpun dan dimanapun, namun pada akhirnya Pemerintahnyalah yg menentukan dan memutuskan. Suara-suara kontra mudah saja dielimir dan diredam oleh pemerintah berkuasa.

    Thanks.

    • Kalo motivasi AS berperang itu melulu BISNIS, perburuan SDA, Kontrol semua hal yg berujung kepada ekonomi, memperbesar industri dalam negeri nya, atau menyembuhkan mesin ekonomi domestiknya yg korslet..
      They are really Alien in the fact..!!!

      Melawannya hanya dgn kebalikannya, Face for All…AS akan bangkrut sendiri….dgn membiayai emperium militernya yg megah. Dan massive…akan meyedot APBN nya sendiri.

      Aman dimana2 dan merubah alat tukar ke emas, adalah pukulan bagi Aliens. Cekidot.

    • Saya sependapat dengan ide memenangkan perang tanpa peperangan sebagaimana yang bung Inul uraikan di atas. Dengan Australia sebenarnya kita hampir tidak punya wilayah konflik, karena Timor Gap sudah bukan lagi menjadi urusan kita. Namun yang menjadi kekhawatiran kita sekarang adalah masih lemahnya system pengawasan perbatasan laut kita. Sektor inilah mungkin yang harus menjadi prioritas pembangunan ke depannya. Agar kejadian angkatan laut Australia yang mengusir pencari suaka hingga memasuki wilayah kita tidak terulang lagi. Kita jangan sampai terprovokasi oleh sikap kepala batu Tonny Abbot. Moment ini harus kita manfaatkan sebagai refleksi diri untuk mengetahui kelemahan mana saja yang memerlukan aksi dalam kadar segera. Kisruhnya hubungan INA-AUS saat ini dikhawatirkan akan menghilangkan fokus kita pada stabilitas di selat Melaka, karang unarang dan LCS, yang bisa dimanfaatkan pihak pihak tak bertanggung jawab untuk menangguk keuntungan di air keruh. Kewaspadaan semua pihak sangat diperlukan dalam kadar yang maksimal.

  19. dulu si bowo ini gak ada hujan gak ada angin melakukan agitasi agar RI tidak beli Kilo, waktu itu gak jelas motivasinya karena sikon hubungan internasional RI lagi rada2 adem (sebelum insiden penyadapan dan ADIZ LCT, -alasannya mending perhatikan kesejahteraan guru).

    sekarang ketika hubungan dengan Oz meruncing ujug2 nongol lagi sambil bela Oz, gak salah lagi, benang merahnya sangat gamblang.

    dia AGEN OZ, banyak kok bule yang fasih bahasa Indonesia, seperti Sydney Jones….

    • Kalau pendapat saya, dia orang Malaysia yang lama di Indonesia, atau orang Indonesia yang udah jadi warga negara Malaysia. Hal ini saya identifikasi dari cara penulisan pada comment2nya. Coba baca comment dia pada point 15. Sesudah itu pada comment berikutnya dia menulis; Ingat dek jasa australia saat tsunami 2004. Juga ingat dek kebaikan australia pada rakyat Indonesia. Dalam kalimat itu ada kata sambung ‘dek’ yang biasa digunakan dalam penulisan bahasa Melayu di Malaysia. Tapi saya tidak tahu jika kemungkinan ada juga daerah lain di Indonesia yang lazim menggunakan kata sambung tersebut. Yang jelas kata ‘dek’ dalam kalimat tersebut tidak menggambarkan singkatan dari kata ‘adek’ yang similar dengan kata ‘adik’.

    • Tapi ada benarnya bung danu si bowo ini.kawan hari ini bisa jadi lawan esok hari (china-rusia?) Dan musuh hari ini mungkin kita butuhkan sebagai kawan esok hari.ingat soviet yg jd sekutu AS-Inggris saat PD ll malah jadi musuh dan jepang-jerman yg mereka hantam habis2an malah jd sekutu mereka menghadapi soviet.tidak ada kawan abadi melainkan kepentingan.china memang tdk ada kepentingan debgan indo saat ini tp saat mereka mau maju ke aussie tidak ada jln lain selain melanggar netralitas indo.bukankah indo sbg negara netral tdk membiarkan armada lain yg bertujuan menyerang melewati wilayahnya?saat itu dilanggar maka tdk ada pilihan lain indo selain berpihak.tinggal lihat siapa duluan yg melanggar netralitas kita:aussie-AS yg mau ke utara atau china yg mau ke selatan.

        • Haha….gak ada urusannya sama agama,militer dan perang bung oke.semua hal ada harganya dan semuanya bisa dibeli,itulah kepentingan.AS kecil kemungkinan mau bantu asean lawan cina karena sebenarnya ekonomi AS saat ini berputar dengan uang cina yg di tanam di wallstreet.persis saat pengusaha2 AS memodali pengusaha jerman yg memutar uang itu untuk industri dasar dan kimia sbg bahan baku industri militer yg digunakan hitler mencaplok eropa.padahal mereka tau berdagang dgn musuh itu kriminal.apalagi cm agama yg bisa ditukar dgn 2 bungkus supermi…santai aja bung

          • @bang wehrmacht

            ada bang…pasti…..tapi semua terserah anda sih…..

            KEPENTINGAN sama dengan AGAMA sama dengan MILITER sama dengan PERANG itulah hubungan antar negara dari jaman kuda gigit besi

            itu anda sendiri bilang kepentingan AS……gimana sih loe
            .he he he

            santai aja bang

          • Neng okelah….kalo berimajinasi jangan sambil tiduran. Akibatnya, hal yg gak nyambung dipaksa utk dikait2 kan… 🙁

          • @ ibu rusky

            selamat pagi ibu rusky..
            sepertinya otak ibu deh yang ngak nyambung.
            belajar masak yang benar yah bu rusky.

          • iya neng okelah…. saya lg makan otak2 nih….ueeenakkk tenan…neng okelah mau..??…Tp jangan ahhh…soalnya kata pembuatnya, nih otak2 dibuat dari otak Neng Oke lah yg sudah kadaluarsa… 🙂

          • Neng oke lah
            udah ahh becandanya.
            sekarang lebih baik Neng oke lah tanya ke Bung Satrio atau bung Diego, kira2 real fregat pengganti fregat lawasnya TNI dari mana.? Jerman atau ruskie atau keduanya.? Kapan datangnya sekalian persenjataannya.? entar kasi tau saya ya Neng… 🙂

          • @ bu rusky

            waduh…..bu rusky suruh saya tanya…..!
            maafff anda sendiri lah yang nanya….
            emangnya loe ibu gw..
            bungkus….he he he
            santai aja bu
            peace

          • @ bang wehrmacht

            TANYA TUH SAMA RUSKY.. KATANYA

            #membantu tentara bosnia melawan tentara serbia. Hanya karena Bosnia banyak warga muslimnya#

            —————————————————————————————————-

            bank rusky
            —————————————————-
            Mbah bowo…sampeyan iki kok ngeyelan tenan yaa…
            Yang anda lupa adalah sifat rakyat Indonesia yg militan. Mari kita kilas balik tentang perang Bosnia era 90an.? Solidaritas rakyat Indonesia bangkit dng mendaftar sebagai sukarelawan untuk berperang membantu tentara bosnia melawan tentara serbia. Hanya karena Bosnia banyak warga muslimnya. Kesimpulannya, untuk negara lain saja solidaritas rakyat indonesia sudah ditunjukan sebegitu militannya, apalagi solidaritas terhadap TNI yg nyata2 saudaranya sendiri, yg mana ada kakaknya, bapaknya, atau adiknya yg merupakan anggota TNI. Dan yg lebih nyata adalah demi membela negara.
            Pertanyaannya, apabila berhadapan dengan rakyat indonesia, punya nyalikah PLA utk melakukan perang kota.? Masih ingat bagaimana kerugian yg dialami amerika saat akan menaklukan somalia.? Dan anda tentu tidak lupa dng peristiwa 10 November kan.? Jadi sebelum gesekan dengan OZ bertambah panas, pastikan diri anda sudah berada di OZ. Karena kalo tidak, nasib anda akan jauh lebih buruk dari copet pasar yg ketangkap oleh masa. Diadili oleh rakyat Indonesia yg militan.
            Kalo siap mau berangkat ke OZ, jng lupa beli tiket pesawatnya sama saya saja. Saya kasih tarif diskon utk pelarian seperti anda…
            ——————————————————————————————————
            JADI ADA HUBUNGANYAKAN…?

            kepentingan= agama= militer= perang

            he he he
            santai aja bang

      • Bung wehrmacht

        Iraq, Afghanistan dan Pakistan adalah wajah2 terkoyak akibat keberpihakan/alliansi kenegara2 barat.

        Kita tidak perlu negara2 barat untuk berhadapan dengan China, diplomacy kita cukup kuat, kita punya Pakistan, kita punya India, kita punya Rusia, kita punya ASEAN, ´kita punya selat malaka, kita punya muslim Hui didalam China. Ini semua kartu bisa dimainkan secara bersama2 untuk menghadapi China tanpa berperang.

        Tapi apa yang kita punya jika kita diancam oleh kedigdayaan barat? Tidak ada, karna kita akan sibuk ngurusin perang sipil yg didalangin oleh agen2 barat di dalam negeri ini. Kecuali dimasa2 kritis kita punya pemimpin yg kembali membawa negara ini kedalam demokrasi terpimpin atau sejenis nya dan membersihkan negara ini dari pengkhinanat2 bangsa.

        • @ bang anak deli

          ancaman indonesia sesungguhnya adalah SEMUA NEGARA PEMEGANG HAK VETO + INDIA

          kenapa sy masukkan india karena ,,india membuka pangkalan di andaman,.yang jaraknya hanya lebih kurang 200 km dari indonesia ….dan ambisi india mengusai samudra bagian selatan.

          • Maksud gw kepentingan itu sama dengan duit bung oke,gak ada jaman sekarang org ribut soal agama Karena agama skrg cuma kedok buat ngeruk duit.gak ada persamaanya dengan militer karena kadang militernya kecil tp org males urusan sama dia karena pengaruhnya yg besar seperti swiss dan swedia.gak ada urusannya jg sama perang karena perang bisa berhenti kalo harganya cocok.kepentingan sama dengan duit,ngerti loe?

          • @ bang wehrmacht

            ia …ia…ia….

            nah itu sama juga dengan kepentingan…!!
            ia gw ngerti deh….tapi jangan marah yah bang…:)).
            he he he
            santai aja bang

      • bung wehrmacht,

        saya bisa pahami peringatan si bowo tentang China, khususnya jika dia melakukan itu secara khusus (ltidak dikaitkan dengan Oz).

        tapi karena dia membabi buta bela Oz sambil melibatkan China secara berlebihan (bahkan kalap; ….Pokoknya mbah tidak setuju bila indonesia berperang dengan australia. Sekarang mbah lebih tegas lagi berkomentar !…. -siape ente mbah?), apalagi dulu juga anti Kilo, udah jelas belangnya…

        tidak berarti saya pendukung perang dengan Oz lho 🙂

        bung Anak Deli,

        tidak harus mengalami masa2 kritis atau kembali kedalam demokrasi terpimpin untuk membersihkan negara ini dari pengkhinanat2 bangsa atau agen2 barat yg mendalangi perang sipil, dalam alam demokrasi murnipun bisa dilakukan, yang penting para pemimpin
        cerdas, peka/sensitif dan jeli mengendus aksi2 subversif tsb…

        Acungan 2 jempol untuk Kapolri yang sukses meredam aksi2 buruh yang sangat tidak proporsional dan sangat overdosis (pada masa Kapolri sebelumnya samasekali tidak dikontrol) dan sangat mungkin ditunggangi.
        Kita tunggu overhaul dan format ulang segera atas sikap instansi terkait (Kemlu, komisi I DPR dll.) dalam kaitannya dengan MSG…

      • saya setuju pendapatnya, ini yang saya takutkan bahwa China akan ke selatan menggebuk australia dan pasti akan melanggar batas indonesia. Ingat ya adek-adek sekalian bahwa China itu dengan kekuatannya sekarang dan apalagi tahun 2020 yang sudah dilengkapi dengan beberapa Aircraft Carrier bisa dengan mudah menggebuk seluruh Angkatan Udara dan Angkatan Laut seluruh negara asean dengan tuntas paling lama satu minggu.

        • Lagi, Kebohongan Cina
          ==================================================
          All hands,
          Cina sejak lebih dari 10 tahun silam menyatakan bahwa kebangkitan Cina adalah peaceful rise. Pernyataan itu ditujukan untuk mencoba meredam kekhawatiran negara-negara di kawasan Asia Pasifik terhadap kebangkitan Cina yang dipandang berpotensi merusak stabilitas kawasan. Bahkan bagi negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, kebangkitan Cina diprediksi akan diikuti dengan upaya untuk mengubah status quo di kawasan Asia Pasifik.
          Sudah banyak preseden bahwa peaceful rise adalah kebohongan Cina belaka di depan negara-negara kawasan. Sikap asertif Cina di Laut Cina Selatan adalah salah satu contoh betapa peaceful rise merupakan kebohongan semata. Kini kebohongan itu semakin diperkuat dengan penerapan ADIZ di Laut Cina Timur, dengan alasan sejarah bahwa Laut Cina Timur adalah wilayah Cina dari era Celestial Court zaman dahulu.
          Sangat jelas bahwa penerapan ADIZ di Laut Cina Timur adalah tindakan Cina yang menyingkap maksud Beijing sebenarnya di kawasan Asia Pasifik. Peaceful rise adalah slogan kebohongan belaka yang sangat sulit dipercaya oleh negara-negara kawasan Asia Pasifik. Kebohongan akan peacefull rise akan kembali terbukti ketika Beijing menerapkan ADIZ di Laut Cina Selatan beberapa waktu ke depan.
          Pertanyaannya, masihkah para diplomat Indonesia percaya dengan kebohongan Cina tentang peaceful rise?

    • Menurut penerawangan Mbah Suket…
      Mbah bowo ini trauma akibat kasus bom bali yg lalu. Spt kita ketahui peristiwa itu banyak menelan korban turis asing dari Oz. Pada saat itu mbah bowo in punya usaha kefe remang2 yg menyediakan hiburan wanita2 muda buat turis asing sementara profesi sebagai guru dia abaikan. Kafenya sendiri dibekingin oleh keponakannya yg katanya TNI yg takut perang itu. Begitu peristiwa bom bali terjadi, kafenya sepi, pemasukan tdk ada, lalu kembali menekuni profesi guru.
      Sekarang usaha kafe remang2 nya sudah kembali beroperasi dan dikunjungi warga OZ, pemasukan makin banyak, profesi guru diabaikan lg.
      Oleh sebab itu,jika sentimen anti OZ menguat atau terjadi perang dng OZ, dia takut bakal miskin dan melarat lg, karena tdk ada kunjungan dari warga OZ.
      Jd point utama alasan yg tersembunyi dari seluruh koment mbah bowo itu murni ” Alasan Ekonomi ” .. 🙂

        • Nama anda wehrmatcht yaitu sebutan tentara jerman angkatan darat di zaman nazi dulu yang dikenal gagah berani. Tapi saya yakin bila perang pasific jilid 2 terjadi dan China sudah masuk wilayah indonesia sebagai batu pijakan untuk meremukkan perlawanan terakhir sekutu di selatan yaitu australia, maka saya yakin anda tidak akan berani melawan tentara-tentara Angkatan darat PLA yang konon “Tak terkalahkan”. Anda baru tersadar saat melihat PLA di depan rumah anda.

          • Hehe anda salah lg.wehrmacht itu angkatan bersenjata nazi seperti TNI yg membawahi heer (AD),kriegsmarine (AL) dan LUftwaffe (AU).mengenai sy gak berani anda gak kenal sy jd anda gak berhak menilai sy.militansi hanya bisa dinilai kalau anda sdh terjebak dalam baku tembak dan hujan peluru artileri yg memencarkan serpihan logam merah panas membara.kalau bicara nasionalisme jangankan tentara,banci pun akan maju kalau dia patriot.justru kalau sering nilai negatif duluan biasanya itu gambaran dirinya sendiri

      • Berani ngak anda mengangkat senjata membantu TNI bila terjadi perang pasific jilid kedua sekitar tahun 2020 an ? Dimana saat itu PLA sudah masuk ke Indonesia tanpa menghiraukan lagi kedaulatan NKRI dengan tujuan menghantam Australia ? Nyali anda akan seketika ciut dan hidup anda sangat terasa berarti dikala perlawanan RI terhadap China berakhir dengan kesia-sian, dan saya yakin akan berubah prinsip dan memilih jadi rakyat biasa saat anda melihat kenyataan jatuhnya jutaan korban jiwa dari perlawanan yang sia-sia. Saat itulah kita baru menyesal kenapa tidak memperkuat alutsista 10 tahun yang lalu ( 2010 -2020 )

        • Mbah bowo…sampeyan iki kok ngeyelan tenan yaa…
          Yang anda lupa adalah sifat rakyat Indonesia yg militan. Mari kita kilas balik tentang perang Bosnia era 90an.? Solidaritas rakyat Indonesia bangkit dng mendaftar sebagai sukarelawan untuk berperang membantu tentara bosnia melawan tentara serbia. Hanya karena Bosnia banyak warga muslimnya. Kesimpulannya, untuk negara lain saja solidaritas rakyat indonesia sudah ditunjukan sebegitu militannya, apalagi solidaritas terhadap TNI yg nyata2 saudaranya sendiri, yg mana ada kakaknya, bapaknya, atau adiknya yg merupakan anggota TNI. Dan yg lebih nyata adalah demi membela negara.
          Pertanyaannya, apabila berhadapan dengan rakyat indonesia, punya nyalikah PLA utk melakukan perang kota.? Masih ingat bagaimana kerugian yg dialami amerika saat akan menaklukan somalia.? Dan anda tentu tidak lupa dng peristiwa 10 November kan.? Jadi sebelum gesekan dengan OZ bertambah panas, pastikan diri anda sudah berada di OZ. Karena kalo tidak, nasib anda akan jauh lebih buruk dari copet pasar yg ketangkap oleh masa. Diadili oleh rakyat Indonesia yg militan.
          Kalo siap mau berangkat ke OZ, jng lupa beli tiket pesawatnya sama saya saja. Saya kasih tarif diskon utk pelarian seperti anda… 🙂 🙂

          • @ BU RUSKY

            TUH KAN ENTE BAWA2 AGAMA……

            # Hanya karena Bosnia banyak warga muslimnya#

            SDH GW BILANG..
            KEPENTINGAN = AGAMA=MILITER=PERANG

            anda ngeyel..dan songong
            he he he
            santai aja bu

          • Bung oke gk ada perang agama.di bosnia bahkan di sarajevo gak cm org muslim kristen ortodoks jg jd korban.peluru serbia gak pilih agama pokoknya penduduk sarajevo sikat.kebetulan penddk indo dan bosnia sama2 mayoritas muslim.bung rusky cm emosi aja pada intinya dia ngasih tau org indonesia itu gak ada takutnya dan peduli.ya gak bung?

  20. Apakah ada kemungkinan pemerintahan mendatang memasukan Australia sebagai ancaman atau potensial ancaman kedalam defence white paper nya?

    Saya berharap pemerintah dan TNI punya wacana untuk itu. Kan mantap jadi akan lebih mesra ke ruskie ^_^

    • Secara tersurat, kita memang gak pernah menyebut suatu negara sebagai ancaman. Tapi kita telah menjabarkan bahwa sumber ancaman ataupun potensi ancaman akan lahir dan berawal dari sepanjang garis perbatasan dan wilayah tumpang tindih yang masih sering dipersengketakan. Dari sini sesungguhnya kita bisa melihat siapa sumber ancaman utama dan siapa sumber ancaman turunannya yang potensial.

  21. aww.sory mw tny n kluar dri tema:seberapa canggih radar pantau untuk laut kita Dan Katanya kita pny radar sampe2 pesawat yg nyala mesinnya ud kdteksi.ap g bs d terapkan d laut?
    radar buatan dlm negeri kn ud teruji d KS milk spanyol, ap g skalian slain dpasang d KS CBG jg d installkn k KRI yg jmlhnya lbh dri 160an?
    maaf yg Tanya org awam.

  22. Buat shbt2 pencinta NKRI: Mbah Bowo tuh udah sepuh. Hrs dihormati, jgn disanggah dgn keras, tp cukup dibiarin aja. Namanya jg udah tua, biarin aja ntar juga ngilang alias MODAR (mati sengsara) sendiri.
    Silahkan dilanjutkan komentar2 yg JAUH LBH BERMUTU….

    • Perang adalah upaya terakhir.
      Sebelum ngajak perang, beresin dulu dong logistik untuk perang (beda dengan logistik “as usual”).
      Kebutuhan BBM.
      Kebutuhan rudal, amunisi.
      Dan kebutuhan alutsista.
      Masak baru satu kali bertempur, terus nggak bisa menuntaskan gara2 yg di atas sdh habis.
      Sadarlah bahwa kita baru pada tahap MEF, yg intinya adalah meningkatkan pertahanan, supaya pihak luar tidak meremehkan kita. Seiring dengan peningkatan MEF, dan juga pembinaan logistik dll, politik luar negeri juga harus berani tegas dan lugas.

    • kenapa anda tidak bereaksi ketika Patroli kelautan kita yang pernah diancam mau ditembak Angkatan laut china di Natuna gara-gara patroli DKP menangkap nelayan ilegal china yang jelas-jelas menangkap ikan di laut kita, ini penghinaan terhadap kedaulatan wilayah kita tapi kenapa kita diam saja ? kenapa anda tidak bereaksi ? Jangan keras dengan australia bila tidak berani melakukan hal yang sama pada China di Natuna. Jangan memilih musuh yang seimbang kalau pengen dikatakan hebat.

      • @ bang mbah bowo

        patroli indonesia bukan ngak berani….mbah
        masalahnya komunikasinya kapal patroli indonesia di JIMER …. jadi ingak bisa lapor ke atasan…oke mbah…
        jadi bukan ngak berani nembak..
        tar kalo nembak nanti di pecat dan di hukum komandan…!
        jadi paham dong mbah…
        he he he
        santai aja mbah

        • Apalagi kalau sudah di jamming gitu harusnya TNI kalau memang berani ya harusnya secepatnya langsung samperin ke LCS sekalian di kejar dan dicari kapal perang china yang berani mengancam kapal patroli indonesia di Lautnya sendiri. Belum pernah ada dalam sejarah kapal perang asing mengancam kapal patroli negara lain di wilayah negera tersebut.

      • Bkn takut tp politik mbah (situ org jawa bkn sih kalo jawa pasti ngerti maksud sy).diam kita itu di tuker tot rudal sama cina.buktinya mou yg td nya alot lsg lancar.kalau masih butuh ya sabarlah.sama aussie kita gak ada kepentingan.kalau cuma soal herky bekas sih ngedelik aja sm brunei pasti di kasih.lha wong brunei itu protektoratnya kita.balikin aja herky mereka trs send our marines ke darwin hahaha

        • ToT Rudal 705 dari china ngak penting dan belum teruji, kalaupun dikasi ToT itu tidak sebanding dengan penghinaan yang dilakukan china di Natuna. Kiblat militer itu idealnya ke Russia kalau memang Indonesia mau serius membangun kekuatan militer yang disegani, bukan ke china. Mbah setuju bila segera diakusisi beberapa baterai S 300, Flanker Shukoi Su-35, kapal Real Freegate, Rudal Yaknot diperbanyak, Rudal Brahmoss digelar dalam jumlah banyak untuk dipasang di Shukoi Su-35, Kalau dari USA adalah F 16 dibanyakin, sekalian kalau bisa destroyer yang tidak terpakai bisa kita nego juga. Kenapa Mbah tidak setuju kalau kita beli kapal selam kilo adalah efeknya tidak signifikan bila terjadi real fight. Kapal selam Kilo akan rentan bila diburu heli anti kapal selam.

      • Secara pribadi sdh kasi komen di GM, yg intinya adalah bahwa tidak bisa mengharap PNS sebagai crew kapal kita berani mati/ perang karena bukan itu tupoksinya.
        Sikap kita tergantung pemerintah, TNI siap melaksanakannya, sesuai dengan UU TNI.
        Kalau pemerintah masih bersikap lemah/ akomodatif terhadap Cina karena satu dan lain hal, ya kritiklah pemerintah.
        Seperti sekarang ini dengan Ossie.
        Catatan : sekarang kalau mau posting komen di GM susah harus daftar, tetapi kalau daftar dipersulit. Semoga JKGR tetap terbuka untuk semua komen kritik pedas maupun pujian.

  23. mf, melenceng dari judul Bung Diego,
    tebak2an bwt warjager.. kira2 kpn sang naga akan declare ADIZ LCS?
    a. sebelum 2020
    b. setelah 2020
    c. dlm waktu 2-3 tahun kedepan

    Beijing preparing new air defense zone in South China Sea

    Previous ArticleFrugality drive in China felt in steep drops of products, services

    January 31, 2014

    By NANAE KURASHIGE/ Correspondent

    BEIJING–China is laying out plans to define another new air defense identification zone, but this time in the South China Sea, sources said, which could further escalate tensions in the region.

    The disclosure is sure to provoke Vietnam, the Philippines, Malaysia, Brunei and Taiwan, all of whom claim sovereignty over parts or all of the disputed territory, which includes hundreds of islands, cays, shoals and reefs.

    The move comes on the heels of China’s announcement in November of its new ADIZ in the East China Sea, which drew angry reactions from Japan, the United States and South Korea.

    The area is also believed to have more exploitable natural resources than the East China Sea.

    “Gaining the upper hand in the air is a requisite for gaining the upper hand in the sea,” said one military analyst. “An ADIZ is of vital importance for making maritime advances.”

    Chinese government sources told The Asahi Shimbun that working-level air force officials have already worked out a draft plan for the prospective ADIZ, which they say, at the very least, will include the airspace over the Paracel Islands, which China calls Xisha and are under its control. The air zone could also go on to cover the entire South China Sea.

    The sources said the Air Force Command College, a cadre development and research institution in Beijing that helped draft the East China Sea ADIZ, is also playing a central role in hammering out the plans for the South China Sea ADIZ, a draft of which was submitted to high-level military officials in May 2013.

    Two key criteria that were used in the South China Sea ADIZ draft plan were deciding which boundaries Beijing would set up as its territorial sea baselines, the lines along its coast from which it measures its territorial waters outward, and the effective monitoring range of Chinese military aircraft and radar, the sources added.

    China expanded its territorial sea baseline to include the Paracel Islands in May 1996.

    “China will have an easy time explaining its rationale to the international community if the ADIZ ends at the Xisha Islands,” said one senior official in a government-affiliated research institution.

    China’s sovereignty claims are defined by what it calls the “nine-dotted line” map, the U-shaped demarcation line that outlines the territory it claims as its own, which is basically the bulk of the South China Sea.

    Many Chinese government officials argue that the South China Sea ADIZ should extend as far as the nine-dotted line to ensure the consistency of Beijing’s claims, sources said.

    The announcement of a new ADIZ will require notifying the international community of its latitudinal and longitudinal coordinates. Some say it is impractical for China to extend the ADIZ to the nine-dotted line because it still remains hazy over its actual latitudinal and longitudinal coordinates. China has also yet to announce territorial sea baselines that include the Macclesfield Bank and the Spratly Islands, which are known as the Zhongsha and Nansha islands, respectively, in Chinese.

    The move to create the South China Sea ADIZ is driven by Beijing’s urge to establish a greater military presence–both naval and air–in waters off its coastline and expand its maritime interests to counter the United States. China believes it is entitled to such rights as a major power, according to a diplomatic source in Beijing.

    “More than 20 countries, among them the United States and Japan, have defined their ADIZs,” the Chinese Ministry of National Defense said.

    Beijing has been moving to solidify what it calls its “sovereign rights” over the South China Sea, which have depths convenient for submarine navigation, and make it a fait accompli. It has already installed a nuclear submarine base in the area and is building a radar site on Woody Island in the Paracels, known as Yongxing Island in Chinese.

    The difficulty Beijing is facing is that the waters inside the nine-dotted line have yet to be officially recognized internationally as China’s exclusive economic zone; nor is there rationale based on international law for Beijing’s claims.

    Some also speculate that another problem facing China is the South China Sea is too distant from the Chinese mainland to be covered by its radar sites there. They say Beijing may not be able to effectively monitor the area unless it routinely flies aircraft equipped with broad-range radar systems or builds more radar sites on remote islands effectively under its control.

    Chinese President Xi Jinping met with his Vietnamese counterpart, Truong Tan Sang, last June to agree to set up a hotline between the naval forces of both countries to help prevent their territorial dispute from escalating into open conflict.

    For now, Beijing appears to be mulling when will be the best time to announce its new South China Sea ADIZ.

    “So many different elements have to be taken into consideration, because the mechanism is so complicated,” a National Defense Ministry representative told The Asahi Shimbun.

    http://ajw.asahi.com/article/asia/china/AJ201401310211

    • Jawaban saya; c. Dalam 2 – 3 tahun lagi. China akan menerapkan ADIZ di atas wilayah LCS. Tujuannya jelas, selain untuk melindungi teritorial yang diklaim sebagai miliknya, juga untuk memberikan efek mandul pada kekuatan US beserta sekutunya. China akan terus secara masif mempertahankan wilayah tersebut sebagai bagian dari kekuasaannya, minimal secara de facto. Penguasaan ini akan sangat berharga dan bisa menjadi turf ass bagi China dalam menghadapi tuntutan negara lainnya di Mahkamah Internasional. Langkah China ini juga sangat jelas bertujuan untuk menghindari konflik perang, walaupun disaat yang sama, kebijakannya berisiko memercikan api peperangan. China berinisiatif untuk menjadi yang terdepan dalam menangani sengketa ini. Dia sangat sadar, sebelum US masuk secara terbuka, lebih baik dia duluan yang berkuasa. Membiarkan LCS lepas akan bermakna pembiaran atas belenggu US beserta sekutunya terhadap wilayah China. Ini akan berbahaya bagi China. Dampaknya, ruang gerak China akan sangat sempit, dan negara sebesar China akan menjelma tak ubahnya seperti seekor ikan arwana di dalam aquarium yang sempit. Sekalipun perang menjadi sesuatu yang dihindari, tetapi China telah memperhitungkan bahwa perang di saat US belum sepenuhnya bertapak beserta sekutunya di wilayah asia pasific, costnya akan lebih murah ketimbang harus berperang di saat US memulai inisiatif perang. Jika China sampai kehilangan kesempatan menguasai LCS, maka hilanglah pula hampir seluruh sumber keadidayaan yang dimiliki. China hanya akan menjadi singa gemuk yang ompong. Di darat ia dibatasi oleh Rusia dan India. Sedangkan di laut, jika gagal menguasai LCS, maka akan dibelenggu kekuasaan US melalui mata rantai Taiwan, Jepang dan LCS OWNER.

      • Mbah setuju, siapkan proposal perdamaian untuk China atau menerima takdir penghancuran total bila melawan armada china. Atau pilih cara patriotisme yang hebat yaitu demolisi besar2an, bersekutu dengan australia dan Amerika serikat. Cegat dan Hadang Armada China di utara Natuna saat mereka berniat memasuki laut kita untuk menuju ke selatan menghajar Australia.

  24. Mbah tidak mempengaruhi anda sekalian di forum ini, mbah minta maaf bila komentar mbah menyakiti adek-adek semua. Tapi Sudah jelas siapa musuh negara kita di masa depan yaitu China, dan itu sudah dijelaskan beberapa komentar warga warjag diatas tentang dalam waktu dekat ini China akan mendeklarasikan ANDIZ di LCS, dan kemungkinan besar akan memotong ZEE di Natuna. Australia memang salah, mbah juga ngak senang dengan sikap arogansi australia tapi kenapa mbah bela ? kerena setidaknya australia mau meminta maaf dan berusaha mendekati saudaranaya yaitu indonesia yang lagi ngambek. Niat baik australia harus kita apresiasi. Bandingkan dengan Patroli kelautan kita yang pernah diancam mau ditembak Angkatan laut china di Natuna gara-gara patroli DKP menangkap nelayan ilegal china yang jelas-jelas menangkap ikan di laut kita, ini penghinaan terhadap kedaulatan wilayah kita tapi kenapa kita diam saja ? kenapa tidak bereaksi ? Takut ya ? Ya pasti takutlah kan PLA kekuatannya mengerikan, dan siapa yang berani bersuara lantang menghadapi China ? Vietnam saja sudah diam dan Filiphina sudah pasrah. Kita tidak usah keras pada australia apabila tidak berani melakukan hal yang sama pada China yang jelas menghina kedaulatan Indonesia terang terangan.

    • Ancaman Cina Di Laut Natuna
      ======================================================================
      Di balik iming-iming alih teknologi rudal C-705 dari Cina kepada Indonesia yang nantinya akan digunakan oleh kekuatan laut Indonesia, nampaknya Beijing ingin meminta imbal balik yang lebih. Tidak tanggung-tanggung, imbal baliknya adalah soal penegasan Cina terhadap nine dot line. Lihat saja aksi harassment kapal pemerintah Cina di Laut Natuna dan ZEE Indonesia terhadap kapal pemerintah Indonesia.
      Cina memang selalu menghindar ketika didesak oleh Indonesia oleh pertanyaan tentang nine dot line yang memotong ZEE Indonesia. Beijing juga selalu melancarkan protes keras kepada Jakarta ketika kapal perang Indonesia bertindak keras terhadap kapal nelayan Cina di Laut Natuna dan ZEE Indonesia. Sikap Cina yang menghindar ketika didesak soal nine dot line menunjukkan bahwa Cina belum siap untuk berterus terang dengan Indonesia tentang klaimnya tersebut pada tingkat diplomatik. Akan tetapi pada tingkat lapangan, Cina secara konsisten terus menegaskan klaim nine dot line, termasuk di wilayah kedaulatan dan wilayah hak berdaulat Indonesia.
      Pertanyaannya adalah apakah Indonesia akan menempatkan Cina sebagai ancaman, khususnya dalam kebijakan pertahanan?

    • Mbah,cina emang nakutin kalo soal kuantitas militer.tp perang bkn soal kuantitas tp soal kualitas.emang mbah pikir kalo buat alutsista atau geser pasukan pake apa?pake bahan baku dan energi mbah.ci a gak self suporting tp impor srmua.dsrimaba itu semua?dari asia…kalo musuh A maka kita B.kalau musuh unggul satu hal kita unggul hal lain dan jadikan itu advantage kita.untuk sementara cina membiarkan kita karena kira akan jadi bemper mereka atas serangan selatan.stelah itu selesai bisa dibayangkan tindakan cina pada kita.begitu juga selatan (aussie-AS) tetap butuh kita dalam meredam niat cina.cina jg berhitung kalau dia serang negara lcs sekutu AS dia akan kehilangan potensi keuangannya di AS yg otomatis akan di bekukan AS.padahal itu modal untuk membangun militer yg kuat karena pasar asia sdh jenuh.minimal dlm jangka waktu 10 thn (umur obligasi AS yg di beli cina) cina akan menahan diri.jadi kita hrs bisa memanfaatkan keadaan sama2 butuh ini.minta alutsista atau Tot sebanyaknya supaya siap dlm waktu 10 tahun selanjtnya biar tuhan yg memutuskan.ingat,waspada pada utara dan selatan,jgn lengah!

      • Setuju saya pendapat anda @ wehrmarcht : Indonesia akan menerima nasib mengerikan dari China setelah china membereskan seluruh Laut China selatan. Mbah ngak sanggup membayangkan nasib cucu-cucu mbah yang harus menyaksikan penghancuran besar-besaran, tentara-tentara PLA berbaris melewati Halaman Rumah Kita.

        • Makanya mbah kalo gak sanggup mbah minta green card aja sama USA atau ikut perahu minta suaka sama aussie.saya sm bung2 yg lain akan tetap berdiri menunggu musuh di perbatasan.kuat atau lemah kami akan tetap melawan.pilihannya cuma satu,mereka yg melewati bangkai kami atau kami melewati bangkai mereka.tp moga2 kami gak melewati bangkai mbah atau ponakan mbah yg desersi itu ya

          • Mbah bukan kabur, tapi bila invasi itu terjadi mbah pilih mengungsi sebentar ke Australia, kalau sudah perang selesai dan terserah yang menang siapa dan keadaan sudah aman mbah akan pulang lagi ke indonesia, Mbah realistis dan tidak membabi-buta.

        • Kenapa harus jadi paranoid begitu? Yang jelas, kalau China sudah menguasai LCS, maka Indonesia sedang diapit oleh dua kekuatan besar dunia. Di utara ada China, di selatan ada US yang berbulu domba Australia. Dua peluang, dua tantangan. Kita akan menjadi akses dan aktor utama dalam pola hubungan timbal balik yang akan melonjak lebih besar. China adalah user terbesar sumber mineral dunia, dan Australia menjadi salah satu supplier utama. Dengan kondisi dan posisi ini, Indonesia akan diuntungkan secara ekonomi. Keuntungan ekonomi yang diraih bisa dialokasikan untuk mengakuisisi asset militer Indonesia agar gap yang ada saat ini menjadi bias. Konsistensi Indonesia dalam menjaga prinsip bebas aktifnya, akan menjadi barometer stabilitas di kawasan ini. Itulah sebabnya mengapa saya katakan bahwa kitalah sesungguhnya aktor utama dalam menjaga stabilitas di kawasan asia oceania ini. Keutuhan wilayah NKRI akan selalu mendapatkan attensi dari kedua kubu kekuatan. Semakin utuh, semakin kukuhlah bumper pertahanan mereka. Begitupun sebaliknya, setiap pengikisan wilayah NKRI oleh salah satu kubu kekuatan, akan mengundang reaksi maut, baik dari Indonesia sendiri yang kian kuat, maupun dari kubu lainnya yang berseberangan. Prinsip bebas aktif dan penguasaan seluruh wilayah darat, laut serta udara Indonesia secara total dan paripurna, akan menjadi kunci emas kejayaan NKRI. Amien…

    • perang itu ngga simple, pasukan Koalisi USA + NATO n negara2 lainnya, memiliki fasilitas land base masi butuh waktu bertahun2 buat Irak tamat. sekarang anda nalar, China dengan Pasukan Koalisi besar n kuat mana? Pasukan koalisi bnyk negara lawan 1 negara, China 1 negara lawan banyak negara, dilaut seperti yg anda bilang perang.. gimana China mo bisa perang laut kl di block ama SK Jepang n Taiwan aksesnya ke LCS, resupply akan sangat sangat sangat berat. mesti tamatin SK Jepang n Taiwan dulu baru bisa leluasa di LCS, bisa China tamatin SK Jepang yg pasti ada US di disitu? coba liat peta, sekarang ini biar China keliatan wah tp udh ke kunci duluan ama US. Anda takut China bikin kapal induk, lha US baru nelorin kapal induk nuklir segede gaban Gerald Ford biar lagi bangkrut gitu. China memang wah tapi masih jauh sekali kl mau bikin open war ama banyak negara, jadi ngga usah hiperbola gitu paniknya ama China. kl Australia jd ancaman Indonesia itu udh dari dulu, walaupun ngga sebesar China, jauh malah.. tp cukup bikin gatel2 badan. liat nilai ekspor impor kita ama si Australia kecil, padahal deket, tanya knapa? saya ngga anti US China Russia Australia Malaysia UK.. saya cuma anti sama yg bikin masalah sm Indonesia.

  25. Maaf bung satrio sy posting duluan..:-D
    Paskhas…..pada Air Rodeo 1992 di Arkansas, asu, menghebohkan dunia. Dalam beberapa skenario taktis, seperti penerjunan CCT (combat controller team = dalpur) dan infiltrasi senyap meraih skor nyaris sempurna, dan terbaik diantara pasukan elite lainnya. Dalam suatu atraksi yang mengundang decak kagum, seorang bintara Paskhas, mampu melakukan “ranging” alias pengukuran jarak perimeter dropping zone (DZ) hanya dengan modal…….kaki (!), dan yang luar biasa, akurasinya hanya selisih 2 m dengan hasil pengukuran dari tim CCT USAF yang waktu itu sudah menggunakan theodolit dan laser range finder (hasil range finding dari tim usaf ini dinyatakan yang paling akurat, diikuti oleh hasil tim paskhas). Satu lagi, dalam skenario inflitrasi senyap, tim kecil Paskhas mampu mengecoh sniper dari tim CCT usaf, bolak-balik diintai, ilang,…dibidik, ilang…dan tak terduga 3 orang anggota tim paskhas berhasil mencapai objektif sasaran dengan waktu terbaik! Dan saat kontingen paskhas mendapat kalungan medali emas, semua peserta dan penonton melakukan standing ovation dan tepuk tangan tidak berhenti selama hampir 3 menit!!

    Tidak ada kata lain kecuali…..BANGGA!!!

    • Dari tulisan anda, sepertinya salah satu anggota Paskhas… 🙂
      Maksudnya terbaik diantara pasukan elit lainnya.? sesama TNI atau pasukan elit negara lain.?
      Memang terkadang cara konvensional lebih bisa diharapkan dalam kondisi tertentu ketimbang dengan teknologi. Disaat teknologi sudah tidak bisa diharapkan (rusak) maka back to nature menjadi solusi yg efektif….. salam hormat buat Paskhas kita bung. 🙂

    • Terimakasih bung Punk atas postingannya
      maaf saya kelamaan

      Yang bener ikut nya di Air Mobile Rodeo pada thn 1993.cmiiw
      Sebenarnya saat tahun 1993 struktur organisasi Kopaskhas kurang begitu mendukung karena pada thn saat itu Kopaskhas bukan Kotama
      Seiring dengan terjadinya perubahan organisasi di tubuh TNI Angkatan Udara. Mako Kopasgat berubah sebutan menjadi Markas Pusat Pasukan Khas, Batalyon Pasgat berubah menjadi Skadron Paskhas. Sedangkan Kopasgat yang tadinya sebagai Kotama Ops berubah menjadi Badan Pelaksana Pusat. Hal ini sesuai dengan Keputusan Pangab Nomor : Kepp / 10 / II 1984 tanggal 3 Maret 1984 (saat reorganisasi ABRI)
      Tentang POP TNI AU yang berbentuk direktorat sebagai kelanjutan dari dibentuknya Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau I dan II). Sedangkan kekuatan personil yang mengawaki satuan mengalami pengurangan dari berjumlah tujuh ratusan personil menjadi hampir setengah dari kekuatan pada saat bentuk Batalyon.
      Pada periode ini, terjadi suatu perubahan Korps dijajaran Paskhas, yang sebelumnya memiliki sebutan Korps PAS berubah menjadi Korps PSK (Pasukan). Pelaksanaan pembinaan dan latihan satuan dengan statusnya sebagai Skadron Balahanpus, Skadron 464 Paskhas “Nanggala” diarahkan pada kemampuan bidang-bidang operasi matra udara seperti Dallan, Dalpur, SAR Tempur dan Jump Master.

      Nah kemampuan ini yang ikut ditampilkan pada Air Mobile Rodeo pada thn 1993 diarkansas USA ,Sebelumnya nama kompetisi itu Air Lift Rodeo kompetisi dua tahunan di USA

      Tambahan CCT itu kalau disini satuan Pengendali Tempur (DALPUR)
      (Dalam beberapa skenario latihan taktis, seperti penerjunan CCT (combat controller team atau Pengendalian Tempur/dalpur)
      Sedangkan “ranging” alias pengukuran jarak perimeter dropping zone (DZ) hanya dengan modal kaki maksutnya kontingen kita metode rangingnya tanpa alat canggih, hanya memakai perkiraan dengan kakinya dan akurasinya hanya selisih 2 m dengan hasil pengukuran dari tim CCT USAF yang waktu itu sudah menggunakan theodolit dan laser range finder
      Saat penilaian hasil memakai alat range finding dari tim usaf ini dinyatakan yang paling akurat, diikuti oleh hasil tim Paskhas yang tidak pakai alat tersebut ..hebat yaa dalam keterbatasan mampu mencapai nomer 2

      Dan Alhamdulillah kekuatan Kopaskhas semakin berkembang dan baik struktur organisasinya sesuai Surat Keputusan Pangab Nomor : Skep / 09 / VII / 1997 tanggal 17 Juli 1997, Markas Pusat Pasukan Khas TNI AU selaku Badan Pelaksana Pusat Pasukan Khas berubah menjadi Kotama Pembinaan TNI AU yang bertugas membina kekuatan dan kemampuan Paskhas dalam pertahanan Alutsista, Pangakalan, Instalasi TNI AU, Pengendalian Pangkalan Udara Depan, Pengendalian tempur, Pengendalian Udara Depan, SAR Tempur, serta operasi-operasi lain sesuai kebijakan Pangab.
      Atas dasar tugas dan tanggung jawab tersebut, kemudian pada tahun 1999 dalam rangka pemekaran di tubuh TNI AU, maka berdasar keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor : Kep / 05 / III / 1999 tanggal 16 Maret nama Puspaskhas berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpakhas).

      Dan kabar terakhir pada tahun 2013 telah diadakan pengembangan detasmen pertahanan udara (Denhanud) nah ini menurut analisa saya satuan yang calonnya akan mengawaki sistim pertahanan udara SAM jarak menengah (semoga)
      Jadi bila S300/S400 atau klonengannya datang yang mengawaki adalah dari Kopaskhas,
      Cmiiw

  26. Maaf melenceng. Hehehe…! Kalau terjadi perang di LCS, bagaimana kalau pemerintah buka bisnis di Natuna? Kita bisa buka depo Pertamina, bengkel kapal, pesawat, tank, dan kendaraan militer, rental landasan pacu pespur, pelabuhan kapal tempur, pelabuhan cargo, pergudangan, rumah sakit, jasa kurir dan jangan lupa cool storage, untuk menampung para korban perang yang akan dipulangkan. Kedengarannya ngeri. Tapi dengan menjadikan Natuna sebagai Public Facilities, maka semua negara yang terlibat akan menjaga netralitas dan keamanan Natuna, sehingga tidak turut dijadikan object sengketa. Dengan status sebagai netral zone, Natuna akan mendapatkan publikasi global, dan bilamana perang usai, predikat neutral zone ini akan melekat pada Natuna yang bisa diekploitasi untuk keperluan commercial brand. Kita bisa menjadikannya sebagai pelabuhan laut dalam yang terbesar dan teraman di dunia. Maaf commentnya sedikit alay. Sekedar intermezo, biar gak tegang. Hehehe…

  27. Balik ke artikel :

    “Ada aspek kedaulatan kelautan kita yang BISA DILANGGAR SETIAP SAAT oleh negara-negara lain. Kita PASTIKAN dulu bahwa wilayah lautan kita ini AMAN. Aman dari ancaman lawan yang mengganggu kedaulatan dan teritori kita,” kata Presiden SBY.
    Ia menyadari wilayah Indonesia yang tiga per empat adalah laut HARUS DIPASTIKAN keamanannya sampai zona ekonomi ekslusif. Indonesia, lanjutnya, harus bisa MEMPERTAHANKAN tanah air demi kedaulatan.

    Sudah tersedia teknologi (tidak banyak pilihan) yang dapat menjawab point2/highlights pesan presiden di atas;

    1/KEDAULATAN KITA BISA DILANGGAR SETIAP SAAT -> Solusi: pemantauan SETIAP SAAT, 24/7. Patroli adalah sampling, pemantauan SESAAT, bukan solusi tepat. Apalagi Oz memiliki kemampuan memetakan posisi setiap unit alutsista TNI di wilayah RI SETIAP SAAT, termasuk take-offnya Su dari Makassar, dengan Jindalee.
    Mereka tahu saat2 ketika tidak ada unit patroli TNI jika ingin melanggar. Gara2 Jindalee, unit patroli kita tak lagi memiliki unsur surprise / memergoki karena pergerakannya telah terpantau sejak meninggalkan pangkalan, sehingga tidak efektif.

    2/PASTIKAN AMAN -> Cara memastikan = pemantauan SETIAP SAAT -24/7, patroli adalah pemantauan SESAAT, dan kurang/tidak efektif dibawah tatapan Jindalee.

    3/HARUS DIPASTIKAN KEAMANAN hingga ZEE -> Telah tersedia teknologi pemantauan yang dapat menjangkau hingga ZEE.

    4/MEMPERTAHANKAN tanah air -> Langkah pertama pertahanan = situational awareness terhadap segala hal yang berlangsung diseputar wilayah RI hingga ZEE.

    Jawaban untuk 1, 2, 3 dan 4 adalah radar pantai. Bisa Isra, walau jangkauannya baru 64 km, belum mencapai batas luar ZEE. Ada produk lain di pasaran (seperti TNI AU menggunakan radar Eropa untuk memagari wilayah udara RI) yang berjangkauan 200 mil, tapi mahal. Antara yang 200 mil laut dan ompong samasekali ada Isra, setidaknya pada jarak 64 km dari pantai kita sudah tahu kehadiran Oz dan bisa bilang ‘that’s far enough, mate!’.
    Bisa juga dengan pantauan satelit geostasioner, tapi ini masih jauh karena idealnya bikin sendiri agar bebas bug.

    Jangkauan Jindalee;
    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/JORS.svg/500px-JORS.svg.png

    Moyang si Abbott mengajarkan wisdom “actions speak louder than words”, jadi berurusan dengan Abbott tidak cukup hanya dengan kata2, harus dengan tindakan.
    Tindakan murmer berurusan dengan Abbott’s navy adalah memagari halaman belakang dengan radar pantai buatan sendiri, irit BBM, irit jam terbang.

    “Kalau Australia memang ingin menciptakan konflik, kami DPR tidak akan tinggal diam. Kami akan minta Panglima TNI untuk bersikap tegas,” kata ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

    Tolong Komisi I memikirkan juga pengembangan perangkat dan teknologi yang akan mendukung Panglima TNI bersikap tegas…

    • Selain jindale, masih ada :
      – radar hibah AS di sepanjang pantai barat sulawesi yang infonya disharing ke OSY
      – perangkat komunikasi yang menara bandara yang telah disadap,
      – software kontrol pengendali bandara yang juga telah tersadap….
      hmmm pelan-pelan dipotong lah kemampuan “mata-telinga” AS-OSY di segala matra alutsista kita.

      Tugas Lembaga Sandi Negara ini untuk membongkar “Trojan2” sadapan2 luar negeri…
      Road Map Pembebasan Diri dari mata-telinga Asing:
      – identifikasi dan inventarisir alat-alat, sarana dan prasarana yang diduga kuat berpotensi untuk disadap, bisa berupa radar, alat2 komunikasi, komputer2 hibah dan lain2.
      – mempelajari metode penyadapan tersebut, siapa tahu bisa kita terapkan di alutsista kita 🙂
      – menghentikan total proses2 penyadapan tsb.
      – bersandiwara di alat2 yang tersadap untuk mengecoh mereka…
      – kantor2 pemerintahan sipil dan militer untuk tidak menggunakan indosat ataupun yang telah dimiliki SIngtel sebagai “internet service provider” mereka, karena pihak Singtel telah menyadap seluruh aktivitas internet browsing yang dilakukan dengan cara mewajibkan rute paket data dari setiap aktivitas internet untuk melewati “singtel”.

      Bukti: pake traceroute, disitu akan kelihatan rute aktivitas internet kita dipaksa untuk melewati singtel.com

      Contoh:
      Masuk ke situs:
      1. http://www.whatismyip.com
      2. catat IP komputer yang muncul.
      3. Klik Traceroute: Masukkan IP yang kita catat tadi di sini. ENter.

      Akan kelihatan disitu bahwa seluruh paket data internet kita dipaksa untuk lewat singtel.
      (Bagi yang ISP nya indosat ataupun ISP2 yang berafiliasi ke indosat)
      Saran:
      Jangan mengirim email, menyimpan dokumen2 rahasia negara di komputer yang terkoneksi ke internet.

  28. Jakarta’s warships to target refugees
    PETER ALFORD AND TELLY NATHALIA THE AUSTRALIAN JANUARY 29, 2014 12:00AM
    Print
    Save for later
    THE Indonesian navy has added three small warships to its southern patrols, with Jakarta declaring they are there to intercept people-smuggling boats, not to deter Australian incursions.

    “The increased security measures in (the) southern part of the country is in order to anticipate increased illegal migrant activities,” said Agus Barnas, spokesman for Senior Security Minister Djoko Suyanto.

    As tempers calm following Australia’s admission of “inadvertent” territorial-waters incursions and a subsequent apology, the Indonesians have reversed a

    plan to send a second frigate, the heaviest and best-armed ships in their fleet, to join the southern patrols.

    Instead, three aged Parchim-class “mini-corvettes” have been dispatched.

    The navy stepped up patrolling of the waters south of Java last week, in a move announced as part of Jakarta’s response to Immigration Minister Scott Morrison’s admission that border-protection vessels had breached the 12 nautical miles territorial-waters limit several times.

    Tony Abbott yesterday likened the incidents to “Test cricketers occasionally drop(ping) catches” — mistakes, he said, the navy and Customs would not repeat.

    “Now, as Scott Morrison and (Operation Sovereign Borders commander) General (Angus) Campbell announced regretfully a week or so back, unfortunately on a number of occasions inadvertently we did enter Indonesia’s territorial waters,” the Prime Minister said.

    “We deeply regret that, we fully apologise for it and I think the Indonesians have accepted our apology.”

    The Indonesian government has demanded “formal clarification” of the breaches; Canberra has given no undertaking to provide an explanation.

    Immediately following the Australian admission on January 17, the Co-ordinating Ministry for Politics, Legal and Security Affairs announced the strengthening of naval patrols in the area.

    Mr Agus then cited both Indonesia’s “right to protect its sovereignty and territorial integrity” and its commitment to addressing illegal immigrant movements.

    During the following days, sections of the domestic media and some politicians and commentators claimed the Indonesian military was responding proactively to the risk of further Australian incursions.

    Mr Agus said yesterday the increased naval activity in southern waters was not directed at the Australians but at people-smugglers.

    Whether a second frigate or additional mini-corvettes were used to bolster border security in southern waters was a matter for the navy’s fleet commanders, he said.

    Air force spokesman Hadi Tjahjanto has also denied reports that the service’s Sukhoi fighter squadron and radar installations were placed on alert against Australian territorial incursions.

    Air Marshal Hadi said last Friday the air force had not received any orders to intensify operations.

    The Australian understands three German-built mini-corvettes, each displacing about 800 tonnes compared with the 2200 tonnes of the navy’s six frigates, have been sent to join the southern patrols.

    Southern waters patrols are shared between the navy’s Western and Eastern fleets, based in Jakarta and Surabaya.

    The patrols now involve a frigate, four mini-corvettes, and four fast patrol boats.

    Mr Morrison at the weekend welcomed Indonesia’s navy deployment as “a very strong deterrence to people-

    http://www.theaustralian.com.au/national-affairs/policy/jakartas-warships-to-target-refugees/story-fn9hm1gu-1226812487368#

  29. menurut pandangan oot ane.kita netral aja selama belum menyerempet “ladang kita di utara’.tp kita juga sambil membangun kekuatan utk mengimbangi ancaman 2 negara+bonekanya yg haus energi.biar bagaimanapun cadangan ladang di utara menggiurkan.matra laut.udara serta jangkaun mata kita harus diprioritaskan.OZ mungkin saja pemantik yg selama ini kita masih berpegang teguh dengan sikap kita yang non blok.ini yg bikin mereka risau & gereget.

  30. Mbah sangat ingin menyaksikan di masa depan, saat dimana ratusan kapal perang kita dalam berbagai jenis khususnya PKR dan Real Freegate dalam sebuat formasi tempur beriringan melindungi kapal transport dan LPD bergerak menuju Utara. Bersama pula ratusan Kapal perang australia turut serta beserta kapal transport dan LPD nya membentuk formasi pelapis di belakangnya. Sungguh armada yang mengerikan untuk menghadapi pertempuran penghabisan menghadapi China di Laut China selatan.

    Di angkasa Ratusan, bukan puluhan lagi Flanker kita SU 27 dan 30 juga SU 35 berputar-putar melindungi konvoi kapal-kapal perang kita.
    Dari kejauhan nampak pula beberapa Aircraft Carrier USA dari armada ke 7 bergerak beriringan, nampak F 35 take off dari USA Aircraft Carrier, ratusan Kapal freegate dan puluhan Kapal Destroyer juga nampak melindungi beberapa kapal induk itu.
    Tujuannya jelas, yaitu memukul kekuatan PLA di utara sekaligus membebaskan filiphina dan vietnam dai kepungan darat yang dilakukan PLA.

    • Indonesia tdk akan menyerang china juga australia. Yang ada australia datang ke indonesia (mungkin kalimantan) dan china juga datang ke Indonesia. Keduanya bertemu dan berperang di wilayah nkri. Saat itu kita akan mengusir keduanya keluar dari wilayah nkri.

    • Kenapa harus jadi paranoid begitu? Yang jelas, kalau China sudah menguasai LCS, maka Indonesia sedang diapit oleh dua kekuatan besar dunia. Di utara ada China, di selatan ada US yang berbulu domba Australia. Dua peluang, dua tantangan. Kita akan menjadi akses dan aktor utama dalam pola hubungan timbal balik yang akan melonjak lebih besar. China adalah user terbesar sumber mineral dunia, dan Australia menjadi salah satu supplier utama. Dengan kondisi dan posisi ini, Indonesia akan diuntungkan secara ekonomi. Keuntungan ekonomi yang diraih bisa dialokasikan untuk mengakuisisi asset militer Indonesia agar gap yang ada saat ini menjadi bias. Konsistensi Indonesia dalam menjaga prinsip bebas aktifnya, akan menjadi barometer stabilitas di kawasan ini. Itulah sebabnya mengapa saya katakan bahwa kitalah sesungguhnya aktor utama dalam menjaga stabilitas di kawasan asia oceania ini. Keutuhan wilayah NKRI akan selalu mendapatkan attensi dari kedua kubu kekuatan. Semakin utuh, semakin kukuhlah bumper pertahanan mereka. Begitupun sebaliknya, setiap pengikisan wilayah NKRI oleh salah satu kubu kekuatan, akan mengundang reaksi maut, baik dari Indonesia sendiri yang kian kuat, maupun dari kubu lainnya yang berseberangan. Prinsip bebas aktif dan penguasaan seluruh wilayah darat, laut serta udara Indonesia secara total dan paripurna, akan menjadi kunci emas kejayaan NKRI. Amien…

    • Si mbah ini mulai menghayal. Ratusan flanker kita. Jauh banget tuh. Jumlah yang ada aja cuma 16, itu pun ngeteng. Dan ada yang lupa mbah tambahin dalam hayalannya. Ratusan IFX meraung-raung membelah angkasa Nusantara, diselingi kilatan RHan TNI yang membelah cakrawala, bersahutan dengan HQ9 PLA. Api berkobar dimana2, asap mengepul menyeliputi bumi pertiwi yang porak poranda. TNI seperti kehilangan jati diri, para pemuda bersembunyi di balik bukit2 sepi, sementara sang perawan lunglai tiada bersari, matahari seakan terbit dalam durasi seratus hari sekali. Semua meratapi nasib yang tak berarti. Nun jauh di bumi selatan, lelaki renta menyeret langkahnya yang lelah dalam kelana hayal yang tak bernoktah. Di setiap tegukan kopi di tangannya, pena mengalir mengukir ejaan namanya; mbah bowo. Lelaki itu terbujur kaku, matanya redup tanda tak sanggup. Tidak ada lagi tatapan tajam bak elang, bahkan ratusan lalat hijau mengerubunginya. Mereka datang memenuhi undangan angin selatan yang beraroma bangkai. Bukan pesta pora hari merdeka, tapi sang penakluk Asia telah tiada.

        • si mbah sepertinya pro ausiw
          sebagian besar di sini pro china
          sebagian kecil mewaspadai china dan ausie cs termasuk amric
          KALAU GW KHAWATIR DENGAN INDIA…gito loh mbah ..
          karena itu pangkalan di andaman 200km dr RI..sudah jadi PERMANEN..
          kapal induk ,ks nuklir , dan rarusan pesawat tempur sdh di sana….!

          hallloooooo bangun dong indonesia …..jangan terfokus ke ausie cs dan china

          JANGAN LENGAH…..!!!! bukan begitu mbah…?
          he he he
          santai aja mbah

          • oke lah @ saya setuju dengan komentar anda. India juga harus diwaspadai, dan india sekarang kenapa moderenisasi besar-besaran pada militernya ? ya karena ulah china sendiri yang sangat agresif. Pangkalan India di andaman adalah untuk membendung China. Mbah juga ngak suka dengan sikap pongah australia, TAPI setidaknya mereka mau MINTA MAAF dan baik-baikin negara kita yang sedang ngambek gara-gara disadap. Beda dengan China, Nelayannya curi ikan di Natuna, Giliran ditangkap patroli DKP eh malah kapal patroli DKP yang mau di ancam mau di tembak dan ditenggelamkan bila tidak melepaskan nelayan nya. Mbah sakit hati banget dengan insiden itu, apalagi kan itu di wilayah Natuna.

          • @ mbah bowo

            sabar mbah..jangan bunuh diri…itu fakta….
            baik2 kin boleh sih….kita lihat saja deh…nanti bukan su 35 yang dateng
            tapi f15 atau f 16 block 50/52…karena dikasih hibah lagi…
            makanya mbah…kita jangan selalu MENEPUK DADA…alias sok jago…
            yang penting siapin sdm anak bangsa termasuk embah bowo..
            sekali lagi jangan lengah dengan INDIA….

            he he he
            santai aja mbah..