Jun 062018
 

Helikopter medis Angkatan Bersenjata Korea Selatan © Republic of Korea Armed Forces via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte, pada hari Minggu, 3 Juni 2018 mengatakan bahwa pemerintah Filipina sedang mempertimbangkan pembelian helikopter Bell dari Korea Selatan untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Bersenjata, seperti dilansir dari laman Kantor Berita Filipina.

“Saya pergi ke sini, saya mencoba, esok lusa untuk membeli helikopter. Kita bisa lihat di sini di Korea Selatan”, kata Duterte dalam pidatonya di hadapan sekitar 2.000 warga Filipina yang berkumpul di Grand Hilton Hotel di Seoul.

Duterte sedang dalam kunjungan tiga hari ke Seoul untuk memperkuat hubungan bilateral antara Filipina-Korea Selatan, terutama dalam hal perdagangan, investasi dan pertahanan keamanan.

Filipina seharusnya membeli 23 unit helikopter dari Kanada tetapi Presiden Duterte telah memerintahkan pembatalan kesepakatan senilai $ 234 juta pada bulan Februari yang lalu setelah pemerintah Kanada menetapkan persyaratan bahwa helikopter tersebut tak boleh digunakan untuk melaksanakan operasi tempur.

“Anda tahu, awalnya kita telah melakukannya. Kita memesan helikopter Bell dari Kanada. Mereka mengatakan akan mengirimkan helikopter Bell namun Anda tidak dapat menggunakannya terhadap warga Anda sendiri”, sebut Presiden Duterte.

Pemerintah Kanada mengatakan bahwa helikopter tersebut dapat digunakan hanya untuk “ambulans udara”, tetapi Presiden Duterte mengatakan bahwa Filipina harus melindungi warganya dari musuh negara.

“Warga saya bergabung dengan Tentara Rakyat Baru, komunis dan mereka berjuang melawan pemerintah dan membunuh tentara dan polisi serta warga sipil. Ini perang kotor dan orang-orang sekarat disana”, jelasnya.

Presiden Duterte mengatakan bahwa negaranya juga menghadapi masalah terorisme, yang dia prediksi, akan tetap ada dalam 10 hingga 15 tahun mendatang. Selain akan menumpas terorisme dan kriminalitas, ia bersumpah untuk melanjutkan perangnya terhadap narkoba dan kampanye melawan korupsi dan kolusi.

“Saya katakan hanya empat. Korupsi dan saya memberantasnya. Termasuk narkoba dan kriminalitas. Dan berbicara dengan musuh-musuh negara untuk mencari perdamaian”, katanya.

Duterte mengatakan bahwa pemerintahnya telah berbicara dengan Front Pembebasan Islam Moro dan Front Pembebasan Nasional Moro, serta dengan Tentara Rakyat Baru, terutama dengan pemimpin komunis Jose Maria Sison.

Sementara itu, Presiden mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah Korea Selatan karena telah memperlakukan dengan baik 66.000 warga Filipina yang tinggal dan bekerja di Korea Selatan.

“Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah Korea Selatan karena telah menampung begitu banyak warga Filipina di sini dan menjaga mereka tetap aman di sini”, kata Duterte.

Ditemani oleh anggota kabinetnya, Presiden Duterte disambut oleh hampir 2.000 warga Filipina yang membawa bendera dan bersorak-sorai yang meneriakkan namanya setelah Presiden diperkenalkan oleh Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano.

Presiden Duterte dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in di Blue House pada hari Senin.

Kedua pemimpin tersebut akan menyaksikan penandatanganan perjanjian utama tentang transportasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, perdagangan dan kerjasama ekonomi, dan perjanjian pinjaman pada proyek New Cebu International Container Port.

Bagikan:

  2 Responses to “Presiden Duterte Ingin Beli Helikopter dari Korea Selatan”

  1.  

    Dilema bagi penjual alutsista antara butuh dagangan laku agar dpt uang dgn moral agar tdk mengorbankan masyarakat sipil, dan pembeli yg merasa diintervensi kebijakan dlm negri mengenai penggunaan alutsista dimaksud!he3

  2.  

    Filipina jadi mintra strategis kedua korsel dikawasan asean setelah Indonesia.

 Leave a Reply