Jul 312016
 

Presiden Filipina Rodrigo Duterte murka, setelah gerilyawan komunis menembak mati seorang milisi pemerintah. Duterte langsung mengambil tindakan tegas mencabut gencatan senjata, yang sebelumnya diberlakukan.

Dia langsung memerintahkan militer Filipina untuk mengeluarkan kekuatan penuh dan memberlakukan status siaga tinggi. “terus melakukan fungsi normal dan untuk menetralkan semua ancaman terhadap keamanan nasional, melindungi warga, menegakkan undang-undang dan memelihara perdamaian di tanah air,” tegasnya, Minggu (31/7/2016).

Sebelumnya, Duterte telah memberlakukan gencatan senjata dengan kelompok komunis pada, Senin (25/7/2016), sebagai upaya memperbaiki hubungan dengan kelompok komunis Maoist.

Namun, kelompok komunis dianggap telah menciderai gencatan senjata, karena telah menembak mati seorang tentara dan melukai empat orang lainnya.

Bagikan:
 Posted by on Juli 31, 2016