Oct 142016
 

Ignatius Jonan (tengah) dan Archandra Tahar (kanan). (NET)

Ignatius Jonan (tengah) dan Archandra Tahar (kanan). (NET)


Setelah dirangkap jabatan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Joko Widodo akhirnya melantik menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) definitif pada hari Jumat (14/10) ini.

Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjadi Menteri ESDM. Sementara Menteri ESDM sebelumnya, Arcandra Tahar, ditunjuk sebagai wakil menteri ESDM.

Pelantikan Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar dilaksanakan di Istana Negara pada hari Jumat (14/10) siang ini.

Sumber: beritasatu.com

Bagikan:

  61 Responses to “Presiden Joko Widodo Lantik Menteri dan Wakil Menteri ESDM”

  1.  

    Kerja kerjaa

  2.  

    mantap

  3.  

    presiden jokowi & kapolri, OTT di kemenhub

  4.  

    Pilihan cerdas pak jokowi

  5.  

    Siapapun Bongkar Pasang Mentri , saya rasa tidak ada masalah siapapun mentrinya

    asal, tetap melanjutkan cita-cita keinginan rakyat agar, di tahun 2019…………………

    Indonesia tidak akan memperpanjang Kontrak karya tambang Emas Lagi Di bumi Irian Jaya…..

    Ya, Biarlah menjadi kekayaan sendiri bagi rakyat irian jaya putra daerah sendiri , dan bukan di kelola Asing , terlebih buat AS

  6.  

    Cerdas pilihan Pak Jokowi

  7.  

    Suka sama orang2 ini, gak terlalu good looking tp cukup stubborn + punya banyak ide cemerlang. Selamat bekerja bapak2, kalau ada orang2 big mouth yg resek jangan sungkan utk membabatnya 😀
    .
    .
    Sengaja pake bahasa gado2, seperti bahasa keseharian bapak2 ini. Yaa….siapa tau besok kayak mereka.

  8.  

    Sepengetahuan saya, sejak reformasi pengankatan&pemilihan pejabat pemerintah jd agak membingungkan. Dulunya jd menteri kemudian hari jadi gubernur. Yg dulunya jd menteri kemudian hari jd walikota. Memang tdk ada yg salah disitu. Hanya saja yg tadinya level kewenangannya mencakup seluruh Nasional menjadi turun ke level propinsi bahkan ke level kabupaten/kota.

    Yg lebih janggal adalah dulunya menteri sekarang jd wakil menteri, di departemen yg sama lg. Apa tdk memikirkan sisi psikologis yg bersangkutan. Dan ini baru terjadi di pemerintahan ini.

    Apa keunggulan ignatius jonan sang tragedi brexit, ketimbang pak Archadra ya.? Pak Archandra jelas2 sdh menguasai departemen ESDM bahkan issue nya beliau telah berhasil melakukan penghematan di dept ESDM.
    Ohh..dunia….oh Dunia..

    •  

      @bank Ruskye
      Hehehe.. jadi inget tebak-tebakan anda ya bung? Beliau nggak diangkat jadi menteri.
      Itu itung-itungan politik saja bung. Di satu sisi Presiden butuhkan keahlian pak Archandra, tapi jika diangkat jadi mentri lagi maka gaduhlah dunia persilatan. Alhasil (kayaknya ini pertama kali saya pakai kata ini) didapuklah beliau jadi wakil mentri. Skill beliau tetap termanfaatkan dan kegaduhan pun bisa dihindari. Keputusan bagus bung.

      •  

        Saya sepakat dng tebakan bung, demi mencegah kegaduhan politik. Tp knp mesti jonan.? Sementara jonan sendiri selalu sering tdk sejalan dng rekannya sesama menteri. Terlebih dng kelambanan beliau antisipasi mudik sehingga timbul istilah brexit, salah satu alasan beliau dicopot.
        Kita bisa membaca raut wajah pak Archandra yg tersirat agak dingin waktu pelantikan walaupun bibir tersenyum. Biar bayaimanapun wakil adalah tetap wakil bung, tdk ada kekuatan jika sang menterinya sendiri keberatan atau tdk setuju dng ide dan pendapat sang wakil.
        Kita harapkan saja baik pak jonan maupun pak Archandra bisa berkolaborasi bersama demi kebijakan energi nasional dan menyangkut SDA lainnya yg lebih baik ya bung @patih.

    •  

      Semua pemangku jabatatan di Indonesia ini pastilah terikat kontrak dengan sumpah jabatan dan politik.
      Terkadang jika tidak dapat mengikuti jalur kebijakan politik yang telah ditetapkan, maka dengan sendirinya pemangku jabatan tersebut akan tersudutkan dengan cara di lengserkan atau mengundurkan diri.
      Contoh : Kang Diky Candra
      Lalu mengenai persoalan jabatan, menurut saya pribadi jika individunya ikhlas untuk mengabdi menjalankan amanah negara, siapapun orangnya saya rasa akan siap untuk di ambil sumpah jabatan.

    •  

      kalau pendapat saya sih bung (jangan protes, ini menurut saya loh yaa xixixix), RI1 justru menggabungkan 2 orang yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing, dan kolaborasi ini yang sangat dibutuhkan di kementerian ESDM saat ini. Pak Jonan ini punya skill di bidang manajerial, sedangkan Pak Archandra ini tau betul seluk beluk di bidang energi. Pak Archandra tau mana yang perlu dibenahi dan itu menjadi input bagi Pak Jonan untuk selanjutnya dibuat formulasi beliau untuk benah-benah. Lalu pertanyaanya kenapa ndak di balik saja, Pak Jonan jadi wamen dan Pak Archandra jadi menteri?? Ya kalau dari sisi kualitas kolaborasi ini ndak bedanya saat Pak Jonan jadi menteri dan Pak Archandra jadi wamen, yang beda adalah “kegaduhan dapat diredam” sementara kualitas tidak dikorbankan.
      RI1 memang bagus strateginya saya kira…

      •  

        @Guru Langit : Yang saya tangkap dari komentar anda mungkin seperti ini bukan bung?

        Mereka berdua di tunjuk RI1 untuk bertendem melaksanakan amanah negara dengan tidak mempersoallkan sumpah jabatan yang mereka ucapkan.
        Dan terkadang kita selalu melihat segalla susuatunya hanya dari segi politiknya saja hingga terjadi kegaduhan di kalangan bawah hingga atas.

        Mohon koreksinya ya bung…
        Saya takut salah menafsirkan komentar anda…

        Catatan kecil di sini yang saya garis bawahi adalah, kenapa para komentator yang bersebrangan mempersoalkan kebijakan dari RI1 jika yang bersangkutan tidak ada yang keberatan dengan jabatan dan tugasnya masing-masing.
        Lalu bukankah Menkumham sudah mengeluarkan SK mengenai status kewarganegaraan AT sebelum dilantik menjadi wakil Mentri ESDM?

        Mohon pencerahannya…

        •  

          Di politik itu tidak ada benar-salah bung WK, yang ada adalah like and dislike, sesuai kepentingannya saat itu…he…he….

        •  

          betul bung, kita seringkali terpaku hanya dari satu perspektif dalam hal ini adalah perspektif politik. Saya lebih memilih untuk melihat penunjukan ini dari perspektif lain. Penunjukkan Pak Archandra menjadi menteri ESDM sebelumnya sesungguhnya sudah bagus, hanya saja konstitusi kita tidak membolehkan seorang yang memiliki dwi kewarganegaraan mengisi jabatan penting (politik) di Indonesia. Sepertinya, RI1 tidak mau melewatkan begitu saja kapasitas dan kapabilitas pak Archandra. Dan gayung pun bersambut, Pak Archandra membuang jauh-jauh gengsi dan tetap memilih untuk mengabdi dan berkontribusi bagi negeri ini. Disisi lain, RI1 juga melihat kapasitas pak Jonan (seperti yang kita lihat bagaimana beliau menata PT KAI hingga menjadi spt sekarang) untuk melakukan hal serupa di KemenESDM.
          Akhirnya sebagai rakyat jelata saya hanya bisa mendukung dan berdoa, semoga kolaborasi mereka berdua ini membawa kemaslahatan bagi Indonesia tercinta ini. Salam

    •  

      Daripada nganggur bro, wkwkwk

    •  

      Lebih kepada double control aja sepertinya bung.. selain menutupi kegaduhan yg sebelumnya.. pak jonan punya trek record yg bagus selama menjabat.. terutama dlm hal pembangunan bandara.. kinerja lumayan cepet, walaupun sebenarnya bukan bidangnya jabatan yg dipegang sekarang.. untuk menutupi kekurangannya ditandemin sama pak archandra..

      Walaupun selama 20 hari pak archandra telah membuat keputusan dlm penghematan di bidang ESDM, tp masih ada kebijakan kontroversial kaya semacem perpanjangan freeport.. mungkin hal2 begini yg pengen dihindari.. biar kagak ada yg namanya kecolongan..

      2 otak memang lebih baik dibanding 1 otak, tp hal kayak begini kagak berlaku disaat kedua otak itu berbeda dlm hal visi misi.. ya mudah2an kedua otak brillian ini bisa bener2 1 visi misi kagak berbenturan sama kepentingan si pembisik.. kita liat aja adu kuat mental kedua orng ini trhadap si pembisik.. mudah2an ada perubahan besar kearah yg lebih baik di bidang ESDM dgn adanya 2 orang ini..

  9.  

    sebenernya Pak AT yg lebih pantes jd mentrinya dan jonan yg wakilnya. karena spesialisasi perminyakan yg pegang si AT. mungkin krn tidak mau ada polemik di masyarakat maka pak AT di posisikan di wakil.

    dari sini bisa dilihat salah satu ketulusan pak AT selain sudah come back jd WNI dia jg tidak mempersoalkan (gengsi) menjadi wakil. coba kalo orang parpol yg diposisi itu gak becus aja tp ambisinya besar selalu ingin jd orang nomer 1 entah di lingkaran gubenur, DPR, kementerian dll. cuma modal mangap sama punya masa aja.

    •  

      setuju dengan anda bang, karena kalau dari sisi kualitas kolaborasi ini ndak bedanya saat beliau-beliau ini diposisikan menteri atau wamen. yang beda adalah “kegaduhan dapat diredam” sementara kualitas tidak dikorbankan. semoga strategi RI1 ini membawa kebaikan bagi Kementerian ESDM khususnya dan Indonesia umumnya… aminn

  10.  

    Kombinasi yang unik.
    Pak Jonan terkenal karena ketegasannya dan Pak Archandra dengan keahliannya.
    Semoga lancar dalam mengemban amanah negara.

  11.  

    keren….tetap ada AT nya…ini yang ditunggu tunggu….bye bye epot….see you….

  12.  

    di turunkannya jabatan archadra dari mentri ke wakil mentri hanya karena masalah politik tapi ,walau hanya sebagai wakil pasti suaranya lebih di dengan presiden dari pada Jonan.

  13.  

    Itu gqk madalah ruskye ….udah biasa bah kan sebelum indonesia di luar negri pun udah lama pergeseran kayak gini…masalah innos jonan jadi mtri esdm dia juga bisa aku rasa….apalagi di bantu sa
    ma acandra …

  14.  

    Sederhananya WAKIL MENTERI adalah jabatan yg tidak ada dalam konstitusi kita jadi tidak bisa digugat WNI nya kalau menteri kan ada dalam UUD 1945 jadi harus WNI.

    Keputusan menarik dan cerdik untuk meloloskan AT dan mengakomodasi kepentingan yg lain. Tapi dengan adanya AT yg teknis dalam bekerja maka kita perlu tau gebrakan selanjutnya…

  15.  

    mukidi dah tokir xixixixix

  16.  

    mantap pak jokowi, manfaat kan kejeniusan anak bangsa untuk memajukan negara ini…kalau ada yg menyangsikan masalah nasionalisme pak archandra, suruh tanya aja ke anak bangsa yg punya ktp/kk/sim ASLI INDONESIA TAPI BISA NYA CUMA MINTA SAHAM KE FREEPORT, UDAH GITU GA DI HUKUM LAGI….

  17.  

    terlalu muluk gak berani ambil resiko,
    pakek setrategi blantik_calo_dll…
    jika dia keturunan asli RI dan masih punya kerabat di RI kenapa masih mengangga dia sebagai org asing…

  18.  

    nice Timing, di saat semua media tertuju pada demo besar laskar2 tiba2 breaking news Ada pengangkatan Menteri dan Wamen ESDM semoga seperti acara pengangkatanya yg adem tanpa polemik, kedepan kinerja duet ini semoga tidak ada polemik lagi masak 2 tahun kabinetnya isi nya hanya polemik saja kapan jargon kerja,kerja,kerjanya

  19.  

    mendingan jonan balik lagi KRL kami butuh anda pak…. setelah anda pergi menjadi mentri comuter line malah bukan tambah baik malah tambah molor iya…

  20.  

    mw buat kk/ktp di jkgr
    lapor dmn y
    mbak carin atau bung rusky
    wkwkwk

  21.  

    selamat bertugas

  22.  

    Untuk perkara kewarganegaraan AT sudah mendapatkan SK dari MENKUMHAM mengenai setatus kewarganegaraannya, dan mengenai masa terbit SK tersebut saya berfikir mungkin di sebabkan oleh urgentsi kenegaraan.
    Contoh : Pihak yang terkait dapat saja mengeluarkan SP3 tanpa ada batasan waktu cepat atau lambat.
    Dan jika AT dalam proses kewarganegaraannya itu adalah polemik politik belaka.
    Hal tersebut dikarenakan AT lahir di Indonesia.
    Jadi hanya perbedaan sudut pandang kita menafsirkannya.
    Btw Pak Jonan di berhentikan dengan hormat dan bukan du berhentikan tudak hormat atau artian negativenya adalah di pecat.
    Lalu beliau pernah mengepalai PT KAI dan menjadi mentri perhubungan.
    Jika ada kombinasi expert dengan management mungkin saya rasa kombinasi unik ini dapat kita tunggu hasilnya.

 Leave a Reply