Presiden Joko Widodo Tiba di Istanbul Turki

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Attaturk Istanbul Turki, Selasa sekitar pukul 21.54 Waktu Setempat atau Rabu 13 Desember 2017 dini hari pukul 01.54 WIB. (presidenri.go.id)

Istanbul, Jakartagreater.com – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Attaturk Istanbul Turki, Selasa sekitar pukul 21.54 waktu setempat atau Rabu 13 Desember 2017 dini hari pukul 01.54 WIB.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan di Bandara Internasional Attaturk disambut antara lain oleh Duta Besar RI untuk Turki Wardana. Tampak mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo antara lain Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Staf Khusus Presiden Johan Budi SP.

Setelah istirahat sejenak di bandara, Presiden Jokowi dan rombongan menuju tempat menginap di salah satu hotel di Kota Istanbul. Menlu Retno Marsudi menyambut kedatangan Presiden Jokowi di tempat menginap.

Sebelumnya Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Istanbul Turki menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa 12 Desember 2017 pukul 11.05 WIB. Di Istanbul, Presiden Jokowi akan menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengenai Palestina pada Rabu 13 Desember 2017.

“Ini adalah kesempatan pertama bagi negara-negara OKI untuk secara bersama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel,” ucap Presiden Joko Widodo, dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta. Dalam KTT Luar Biasa tersebut Presiden akan menyampaikan penolakan rakyat Indonesia atas pengakuan sepihak Amerika Serikat.

“Meminta negara-negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina serta menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan baik secara bersama maupun secara individu untuk membela Palestina,” ujar Kepala Negara Joko Widodo. (Antara).