Sep 302018
 

Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi terdampak gempa di Palu, 30/9/2018. (credit: Sekretariat Kabinet)

Jakarta,  Jakartagreater.com  –  Presiden Joko Widodo setibanya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu siang, langsung meninjau ke berbagai lokasi serta para korban yang dilanda gempa, sedangkan dari Posko Khusus Penanggulangan Bencana diperoleh data sementara korban meninggal dunia bertambah menjadi 668 jiwa, dirilis Antara pada Minggu 30-9-2018.

Data BNPB Terbaru hingga 30 September 2018, pukul 13.00 WIB jumlah korban meninggal dunia mencapai 832 orang.


Kepala LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah Rolex Malaha ketika dihubungi via telepon melaporkan bahwa Kepala Negara beserta rombongan antara lain meninjau Rumah Sakit Provinsi Undata, tempat perawatan dan pengobatan ratusan korban gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter pada Jumat, 28-9-2018 lalu yang diikuti dengan serentetan gempa susulan dengan guncangan skala kecil.

Sementara itu dari papan pengumuman yang ada di Posko Khusus Penanggulangan Bencana yang berada di halaman kediaman dinas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, menyebutkan dari 668 korban meninggal dunia yakni :

  1. Sebanyak 193 jenazah ditangani di Rumah Sakit Undata.
  2. Sejumlah 351 jenazah di RS Bhayangkara.
  3. Sebanyak 50 jenazah di Masjid Raya.
  4. Sejumlah 41 jenazah di Perumnas Balaroa.
  5. Sebanyak 20 jenazah di Pantoloan Induk.
  6. Sejumlah 11 jenazah di RS Wirabuana.
  7. dua jenazah di Kayu Malue Pajeko.

Sementara jumlah pengungsi sebanyak 31.230 orang adalah :

  1. Korban luka-luka sebanyak 632 orang.
  2. Korban hilang 29 orang.
  3. Korban tertimbun 140 orang.
  4. Rumah rusak sebanyak 65.713 unit.

Data sementara tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena para petugas dari instansi terkait masih terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para korban dan data tersebut baru dari Kota Palu, belum dari Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Muotong yang juga dilanda gempa di Sulawesi Tengah.

Dari pengumuman itu juga menyebutkan bahwa sejumlah bangunan dan infrastruktur rusak bahkan ambruk, seperti Jembatan kuning, Bandara Mutiara, Hotel Roa Roa, Mall Tatura, Hotel De Syah, berbagai ruas jalan di 12 titik lokasi, RS Anatapura, Anjungan Talise, dan kantor TVRI Sebagaimana cuitan di akun media sosial twitter.

Presiden Joko Widodo ingin memastikan penanganan atas dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah betul-betul menjangkau korban bencana itu. “Saya ingin melihat sendiri dan memastikan penanganan atas dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah betul-betul menjangkau saudara-saudara kita,” kata Kepala Negara.

Sebelumnya dari laporan Rolex, para warga terdampak gempa sangat membutuhkan pasokan makanan, bahan bakar, tenaga medis dan obat-obatan, air bersih, genset, dapur umum, kantong mayat, tenda, dan alas tidur serta selimut.

Banyak warga berdatangan ke Posko Satgas Khusus Penanggulangan Bencana yang berada di halaman kediaman dinas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, meminta bantuan barang-barang yang sangat dibutuhkan tersebut. Bahkan sebagian dari mereka ada yang tidak bisa menahan emosinya agar segera mendapatkan bantuan.

Minggu siang ini, cuaca di Kota Palu sangat terik dan para pengungsi masih banyak yang berteduh di bawah-bawah pohon. Mereka sangat membutuhkan tenda untuk menjadi tempat tinggal sementara mereka setelah rumah-rumah mereka rusak parah bahkan telah ambruk terkena gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang berpusat di di Kab. Donggala, puluhan kilometer dari Kota Palu, ibu kota Sulteng.

Sebagian warga juga sejak pagi tadi ada yang mengambil bahan-bahan makanan dari berbagai toko serba ada seperti Indomart, Alfamart, dan sejenisnya. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempersilakan warga terdampak gempa untuk mengambil bahan-bahan makanan yang dibutuhkan dari toko serba ada tersebut dan pemerintah akan menggantinya.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu malam 29-9-2018 menjelaskan bahwa Presiden memutuskan meninjau langsung ke Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu untuk mengetahui kondisi saat ini.

“Presiden akan memberikan arahan terkait prioritas yang harus dilakukan, serta keputusan yang diperlukan terkait dengan dampak bencana di lapangan. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban dan juga pengiriman bantuan,” kata Pratikno.

Selain itu, sulitnya melakukan koordinasi dalam menangani dampak gempa dan tsunami akibat terputusnya jalur komunikasi menjadi faktor lain yang membuat Kepala Negara bersegera meninjau langsung ke daerah terdampak gempa dan tsunami.

Dalam kunjungan ke Kota Palu, Provinsi Sulteng ini, Presiden dan rombongan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU melalui Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Surakarta. Rombongan Presiden lepas landas pada pukul 10.07 WIB. Panglima TNI menjelaskan penggunaan Boeing 737-400 TNI AU dalam kunjungan kali ini dikarenakan kondisi landasan pacu Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

“Landasan pacu yang bisa digunakan hanya sepanjang 2.000 meter dari 2.400 meter landasan pacu yang ada dan kemarin saya bersama rombongan menggunakan jenis pesawat Boeing 737-400,” kata Panglima TNI.

Dalam penerbangan ke Palu ini Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

  One Response to “Presiden Joko Widodo Tinjau Lokasi Gempa Palu”

  1.  

    Turut berduka buat saudara2 kita di palu,donggala dan sekitarnya,semoga keadaan bisa pulih kembali

 Leave a Reply