Nov 052018
 

Tank Medium Pindad. (credit: PT Pindad)

Jakarta, Jakartagreater.com – Presiden Joko Widodo akan meresmikan dan memberikan nama produk unggulan anak bangsa, yakni “Medium Tank” yang dibuat oleh PT Pindad saat pembukaan Pameran Industri Pertahanan atau “Indo Defence 2018 Expo & Forum” pada 7 November 2018, di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta.

“Presiden Jokowi rencananya akan meresmikan dan memberikan nama ‘Medium Tank’ buatan PT Pindad,” kata Dirut PT Napindo Media Ashatama, Arya Seta Wiriadipoera, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu, 4/11/2018, dirilis Antara.

Kegiatan yang digelar selama empat hari, yakni 7 November sampai dengan 10 November 2018 merupakan ke-8 kalinya diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama selaku organiser.

Pameran ini diikuti oleh lebih dari 867 peserta dari 59 negara termasuk Indonesia, dan juga akan menampilkan 30 paviliun perwakilan negara, menjadikan Indo Defence sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara dan masuk ke dalam kalendar event dunia.

“Hal menarik dan membedakan Indo Defence 2018 dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran ‘paviliun komoditas ekspor’ yang akan menampilkan produk-produk ekspor industri pertahanan karya anak bangsa,” kata Arya. Menurut dia, dalam perhelatan akbar Indo Defence 2018 Forum dan Expo tahun ini jumlah ofisial delegasi negara yang hadir jauh meningkat.

“Ada 10 menteri pertahanan dan setingkat serta sejumlah kepala staf angkatan maupun panglima dari sejumlah negara undangan yang hadir pada penyelenggaraan Indo Defence 2018 Expo dan Forum,” ujar Arya.

Ia menyebutkan, pameran industri pertahanan yang digelar dua tahun sekali ini, tidak hanya menjadi ajang promosi bisnis dan alih teknologi bagi industri pertahanan Indonesia dan dunia. Namun, penyelenggaraan Indo Defence 2018 Expo & Forum juga akan menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat Indonesia secara umum lantaran adanya forum pada kegiatan tersebut.

Tank Medium Pindad. (credit: PT Pindad)

Forum-forum tersebut, antara lain “Indo Defence Business Forum” dengan tema “Promoting National Defence Industry” serta “Indo Marine Internasional Forum” dengan tema ‘Ensuring Regional Stability Through Development of National Maritime Capability And Maritime Security Cooperation’ yang akan diselenggarakan pada 7 November 2018 di Hall C3.

Ada pula forum “Indo Defence Internasional Forum” dengan tema ‘Ensuring Regional Stability Through Cooperation on Counter Terrorism’ serta “Indo Aerospace Business Forum” dengan tema ‘Strategy to Maintain The Sustainability Of Civil Aviation In Indonesia By Fulfilling International Civil Aviation Safety and Safety Standards” pada 8 November 2018 di Hall F.

Lalu, “The Committee Of The Defence Industry Policy” dengan tema ‘Enhancing Synergy Among the Government, Defense Industry, and Users Towards the Self-Sufficiency of Fulfilling The Defense and Security Equipment’ pada 8 November 2018.

Penyelenggaraan Indo Defence 2018 ini, kata Arya, juga merupakan ajang pertemuan bagi para pemangku kepentingan antarnegara.

Hal tersebut didasari oleh kesediaan Presiden Joko Widodo untuk hadir dan membuka kegiatan Indo Defence 2018 Expo & Forum pada tanggal 7 November 2018.

“Itu menunjukkan perhatian dan dukungan yang dinantikan selalu oleh dunia industri pertahanan serta akan memotivasi profesionalisme anak bangsa, sehingga akan menambah semangat bagi semua yang terkait dalam mewujudkan Indonesia berdaulat,” kata Arya.

Di sela kegiatan Indo Defence, kata dia pula, juga ada ‘Live Demonstration Indo Defence’ yang merupakan salah satu kegiatan komprehensif dalam pameran yang memiliki tujuan untuk mempromosikan produk industri pertahanan nasional.

Promosi tersebut juga akan dilakukan dalam delapan rangkaian skenario berbeda yang diselenggarakan secara langsung pada area outdoor pameran kepada para tamu negara dan seluruh pengunjung. “Dengan tema ‘Developing Defence Science and Technology’, Live Demonstration ini akan dipersembahkan oleh Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD), Batalion Intai Tempur (Taipur) pada 7-10 November 2018 di area outdoor pukul 11.00 dan 15.00 WIB setiap harinya,” demikian Arya.

  27 Responses to “Presiden Jokowi Akan Beri Nama Tank Pindad”

  1.  

    Namanya kan harimau hitam, kenapa koq diganti ya? ??

    BTW saya setuju dengan akusisi medium tank ini daripada beli lebih banyak leopard 2, hambur-hamburkan uang dan main battle tank dengan berat 60 ton
    Tidak begitu cocok dengan medan alam indonesia. Sedangkan black tiger dengan berat sekitar 30 ton bisa bergerak gesit di medan indonesia. Selain itu black tiger bisa diangkut dengan mudah dan di redeploy ke tempat lain dengan praktis & cepat, beratnya yang relatif ringan juga memudahkan mentransportasinya, secara indonesia adalah negara kepulauan.

    •  

      Harimau lebih merdu di ucapkan dan diingat tak perlu lah British2an budayakan pake bhasa sendiri.

      sya mlah ngarep tank seperti ini dari tahun 90an, tank ini tupoksi utamanya bukan untuk head to head dgn MBT loh ya terutama dari barat dan terbarunya rusia melainkan penghancuran ifv,apc,ranpur musuh dan tembakan pendukung utk pergerakan infanteri mengacu pada pengalaman sewaktu perang pasifik dimana peluru HE tank m4 sherman sngat berguna menghancurkan bunker2 perlindungan jepang belum lagi tembakan pendukung tak langsung indirect firenya yg bisa dintegrasikan dgn Uav menjadikan tupoksinya dobel sebgai artileri swagerak

    •  

      terserah RI-1 mau ganti apa πŸ˜€ panglima mah bebas

  2.  

    beri nama TP-1….
    (tank pindad) kesatu….

    berhubung tipenya medium tank, berarti taktik yg digunakan adalah taktik perang medium tank.
    struktur organisasinya mungkin berbeda dgn MBT.

  3.  

    dikembangkan lagi biar lebih hebat tank harimaunya. kalau bisa di tambahin sentry gun yang sedang di kembangkan. dan meriamnya diganti meriam 105 mm yang bisa menembakan peluru universal, agar bisa menembakkan rudal manpands yang sedang di kembangkan

  4.  

    mungkin nama harimau lbh mudah penyebutan

  5.  

    Biarlah namanya tetep Tank Harimau Hitam….atau Tank Kobra

  6.  

    Apa ada harimau warna hitam? ,yg hitam kan phanter

  7.  

    Tgl dikembangkan terus, kedepan mesinnya harus jg buatan sendiri, Turkey aja bs kenapa RI masih ragu2 mengembangkan industri permesinan dan bs menjualnya agar bs terus maju inhannya.

 Leave a Reply