Jul 032017
 

Presiden AS Donald Trump di Kentucky Air National Guard Base, Louisville, 20/3/2017 (U.S. Air National Guard)

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan bilateral yang akan digelar di sela KTT G20 2017 di Hamburg, Jerman.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 3/7/2017 setelah rapat menjelang kunjungan Presiden ke Turki dan Jerman yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Di sela sela pertemuan G20, Presiden juga akan melakukan beberapa pertemuan bilateral termasuk dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” ujar Retno, yang dilansir ANTARA.

Ia mengatakan, sejatinya banyak yang meminta untuk bilateral dengan Indonesia namun teknis pengaturan jadwal kerap kali sulit dilakukan.

Sampai saat ini di sela pertemuan G20 sudah ada enam negara yang terkonfirmasi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Indonesia.

“Jadi banyak sekali yang minta kita untuk presiden melakukan pertemuan bilateral. Kita semuanya sedang mengatur jadwalnya, tetapi sejauh ini yang confirm tercatat sudah enam,” katanya.

Pertemuan dengan Presiden Trump sendiri juga saat ini masih terus diupayakan untuk penentuan jadwalnya.

“Sebenarnya tujuh (negara) tapi yang satu masih belum klop waktunya karena itu dilakukan di sela-sela pertemuan G20, termasuk sekali lagi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” kata Retno.

Ia menambahkan, pertemuan antara Jokowi dengan Trump akan menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk duduk bersama.

Walaupun sebelumnya Presiden Jokowi sudah melakukan pembicaraan pertelepon dengan Presiden Trump.

“Tetapi kan pertemuan pertama dalam konteks bilateral baru pertama kali terjadi walaupun pada saat KTT Arab Islam-Amerika di Riyadh, Presiden sudah bertemu dengan Trump. Tapi baru sekali ini duduk. Tentunya baru sekali ini duduk secara bilateral, yang akan dibahas pasti urusan-urusan bilateral yang lebih luas dari sekadar hanya bicara mengenai counter terorisme,” katanya.

Selain dengan AS, Indonesia juga akan menggelar pertemuan bilateral di antaranya dengan Australia, Belanda, Norwegia, Vietnam, dan Spanyol.

“Dan kita juga masih menggarap dengan Korea Selatan,” katanya.

Pertemuan bilateral tersebut akan digelar di sela KTT G20 di Hamburg Jerman yakni pada 7-8 Juli 2017.

Bagikan:

  19 Responses to “Presiden Jokowi akan Bertemu Trump di Jerman”

  1.  

    Freeportt

  2.  

    Smoga j pulang bawa oleh2..amiiiin

  3.  

    G20, Emang RI masuk 20 Besar ekanomi kuat ??

  4.  

    bisik2 teangga ini terkait konflik di Filipina selatan. Semoga tidak terjebak politik AS. Kita lihat saja, apakah sepulang dari German ada perubahan kebijakam terkait Filipina selatan.

  5.  

    Moga2 gx ad pmbahasan mngenai freeport
    Tp klo bahas pnambahan investor ke indonesia
    Gw mh stuju2 aj

  6.  

    Semoga Indonesia bsa menunjukkan posisi strategisnya trhadap kemandirian ekonomi bangsa. Jgn di dikte oleh AS melulu

  7.  

    Ingat timor timur, jgn mau dijebak amerika dan Australia lagi….

  8.  

    Perpanjang freeport.

  9.  

    Bawa oleh²… chinook 10 biji + tambah apache 8 biji buat gempur isis merawi

  10.  

    Pasti soal freeport, isis udah di taruh di depan pintu. Kemaren obama ke sini juga pengen cari kelemahan negara ini, nyebar cia buat ngasih pasokan sama aktifin sel isis di negara ini. makanya indonesia gak usah kesengsem sama obama orang dia ke sini buat bikin kacau. mana mau amerika lepas tambang nuklir.

  11.  

    Rencana beli gripen bisa berubah jadi f35

  12.  

    laris manis presiden RI

 Leave a Reply