Jan 092016
 
Presiden Rusia, Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin

Jakarta — Presiden Joko Widodo diundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi / KTT ASEAN-Rusia yang diselenggarakan bulan Mei 2016. Undangan ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan dan Industri Rusia saat menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, (8/1/2016).

“Beliau (Menteri Perdagangan dan Industri Rusia) membawa surat dari Presiden Putin untuk Presiden Jokowi, mengundang untuk KTT ASEAN-Russia pada Mei mendatang,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menteri Luar Negeri menuturkan, Presiden Jokowi akan menjawab undangan Putin dengan menghadiri KTT ASEAN-Rusia. Selain itu, kesempatan tersebut akan digunakan juga sebagai kunjungan bilateral.

Terkait surat dari Presiden Putin, Retno mengungkapkan bahwa substansi surat itu adalah mengenai kerja sama ekonomi Rusia-Indonesia. Presiden Jokowi menyampaikan kepada Menteri Pedagangan dan Industri Rusia mengenai kerja sama ekonomi dan pariwisata kedua negara.

“Kita telah memperjuangkan non-tariff barrier untuk CPO dan juga produk perikanan. Kita ingin meningkatkan pariwisata karena wisatawan Rusia memiliki potensi yang sangat tinggi untuk masuk ke Indonesia,” ujar Retno Marsudi.

Kompas.com

  37 Responses to “Presiden Jokowi dan Vladimir Putin, Atur Pertemuan di Mei 2016”

  1. Sukhoi35

  2. apa ya yang dibahas kira-kira? alutsista kah? hmmm

  3. Kok gmbrnya cmn pak putin?? Gmbr p Jokowi mana nihh??

  4. selamat buat bung pkb anda mendapat pertamax sukhoi 35 semoga bertambah terus pertamax sukhoi 35 nya.. amin…..

  5. Oleh2nya kerangka kerjasama bilateral untuk kerjasama militer apa ayooo..prediksi sy tanda tangan 1 SKA SU 35 BM dan LOI untuk Kilo dan S 300..:)

  6. Kemungkinan membicarakan tentang peran Indonesia di dunia internasional menghapus Isis daesh dari peta dunia

    • Tidak di nyana Islam adalah agama terbesar di Rusia ,jauh meninggalkan kristen ….
      Semangat Rusia juga tinggi menghabisi Daesh kita tunggu kerjasama konkrit dalam bidang pertahanan . Daesh juga ancaman nyata bagi Indonesia.

  7. Ne kayanya jadi pltn di bangun

  8. Rusia tampil disaat yg tepat, ketika negara2 sudah muak dengan sepakterjang amerika yg cenderung rakus sda dan arogan.

    Indonesia sedikit terlambat menyambut langkah rusia. Tapi meskipun datang belakangan, sanggupkah rusia menolak keinginan kita???

    Jika cerita lama bersemi kembali, adakah yg akan patah hati?

    So let’s move on! (Karena tiap negara akan menemui takdirnya sendiri!)

  9. moqa aja bikin perjanjian alam qoib, melenyap kan malinqsial yg conqkak dari peta dunia .WASALAM

  10. Jika saya sbg presiden Jokowi, saya dgn malaysia akan menerapkan aturan pembelian CPO harus dgn mata uang Rupiah atau Ringgit….dgn bgt mata uang masing2 negara penghasil CPO akan kuat…

    Salam

    • Ide bagus juga ….saya malah usul SU35 ditukar sama CPO ,karet ,alumunium ,dll.Tinggalkan usd…

      • lupa ya?
        waktu pak habibie menukar pesawat dengan beras ketan thailand, indonesia langsung disikat amrik. apalagi di tukar cpo, karet, alumunium dll. disikat lagi tidak ya?… jadi kepo… hehe…

        • Indonesia kini beda dengan dulu Bung,
          Dulu pondasi ekonomi kita rapuh,utang LN besar besaran ,apalagi swasta berani utang komersil dengan bunga tinggi.

          Kita sudah cukup pengalaman menghadapi guncangan ekonomi . Buktinya kita masih bisa tumbuh diatas 4% disaat negara negara lain terseok seok. Harus PD bung .

    • sudah ada pembicaraan untuk penurunan tariff bea masuk produk indonesia terutama cpo dan logam dari indonesia ke rusia. semoga pembicaraannya berhasil

  11. surat…. sesuatu tersirat…..mantab

  12. Kesempatan emas,
    Jgn di lewatkan begitu aja.

  13. Berdoa untuk yang terbaik

  14. Ada LADA & semur jengkol di balik Es bonbon yg beratnya SE KILO nih…!! Hahaha..

  15. Dua Pemimpin yang memiliki Nasionalisme yang membara, dan sama-sama berkeinginan menempatkan negaranya dalam Peran yang lebih besar dalam tata hubungan Internasional yang Proporsional. Tentu yang dibahas adalah masalah perkuatan Ekonomi yang diback up militer yg kuat.

  16. Baik Putin maupun Jokowi telah belajar dari sejarah masa lalu negaranya, dimana Uni Soviet “diprovokasi” oleh AS dalam perlombaan Senjata, tetapi Ekonomi Soviet berdarah-darah karena anggaranya sbagian besar digelontorkan ke Pengadaan Senjata. Sementara Jokowi juga menyadari hal sama di terjadi di Era Soekarno, Militer Indonesia ditakuti, tetapi rakyatnya kelaparan, dan ketika Orde baru berupaya memperkuat ekonomi tanpa didukung Militer yang kuat, maka kedaulatan negara dilecehkan oleh Australia, Malaysia dan tetangga Usil lainnya. Ekonomi Kuat, Militer Kuat. Wajarlah Pak Jokowi menjanjikan Penambahan Anggaran untuk militer manakala ekonomi tumbuh sesuai rencana. Disinilah kita menemukan relevansi antara pembangunan ekonomi dan perkuatan militer dalam konteks membangun dan menjaga kedaulatan Bangsa. Jangan heran jika Militer dilibatkan dalam beberap program percepatan guna mengejar pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

  17. Mantaaab!!

  18. Simbiosis Mutualisme yg saling menguntungkan.. Rusia lg diembargo usa cs, RI lg butuh perkuatan otot dan tulang hulubalangnya! Pasangan yg klop! Dan kedua pemimpin adalah tipikel pemikir (visioner) dan sekaligus eksekutor program2 ! Semoga rakyat dikedua pihak jg ikut mendukungnya! Amen 🙂

  19. Mr.Jokowi pulang bawa oleh oleh …..

    Kita tunggu dan berdoa, selama ini alutista yg masih dikaji dan terus dikaji. Bisa terealisasi walaupun bentuknya barang ghoib. Kira2 soft loan 3 miliar $ pinjaman rusia habis untuk beli apa ya ? Belom lagi buget dana pertahanan kita sampai 2019 dan dana pembelian 10 KS kilo bekas russia yg tidak jd dan masih terus dikaji. Kira2 kita sudah ada gambaran yg dibeli, dan kita butuh bung phd untuk menghitungnya kembali.

  20. amur ama pltn

  21. akhirnya… di bulan mei 2016 pak rr bilang cuma 8 unit SU-35 😀

 Leave a Reply