Jan 132017
 

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 700/Wira Yudha Sakti (WYS) Kodam VII/Wirabuana, Makassar melaksanakan tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di perbatasan wilayah RI-Papua Nugini Sektor Utara dibawah pimpinan Letkol Inf Horas Sitinjak sebagai Komandan Satgas (Dansatgas), beberapa waktu lalu menemukan patok batas MM 5.1 di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (tni.mil.id)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginannya agar terjadi pemerataan pasukan TNI yang bertugas di berbagai titik terluar Indonesia. Menurut Presiden, perlu ada penataan gelar pasukan TNI untuk membangun postur pertahanan negara yang kuat sehingga dapat mengatasi semua ancaman terhadap kedaulatan negara.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang sinkronisasi gelar TNI dengan pembangunan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/1). Ratas ini dihadiri antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja lain.

“Sebagai negara kepulauan dan rentang geografis yang sangat luas, saya melihat saat ini penempatan gelar pasukan TNI di titik paling utara sebelah timur, di titik utara sebelah barat, di titik selatan bagian timur, di titik selatan bagian barat masih kurang,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan bahwa titik-titik tersebut bukan hanya wilayah terluar terdepan dari NKRI, tapi juga wilayah yang sangat potensial untuk tumbuh menjadi pusat-pusat penggerak ekonomi nasional.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, pemerintah fokus untuk mempercepat membangun pinggiran, membangun kawasan timur, kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia. Menurutnya, pembangunan dilakukan lebih merata sehingga mengatasi kesenjangan antara wilayah, terutama kawasan barat dan kawasan timur Indonesia.

“Saya yakin dengan pemerataan wilayah, maka wilayah-wilayah di daerah pinggiran seperti Kepulauan Natuna di bagian barat, Kepulauan Miangas di utara, Biak Merauke di timur, sampai Pulau Rote dan sekitarnya di bagian selatan akan tumbuh sentra-sentra ekonomi baru, sentra-sentra pertumbuhan ekonomi,” jelas Presiden.

Presiden pun meminta agar TNI lebih siap dalam menghadapi corak peperangan masa depan. “TNI harus lebih siap menghadapi corak peperangan masa depan di tengah kondisi geografis khas negara kita yaitu sebagai negara kepulauan dan rakyat di pinggiran merasakan ada negara sehingga merasa semakin bermartabat serta semakin bangga sebagai warga Indonesia,” tegas Presiden.

Sumber: Antara

 Posted by on Januari 13, 2017