Sep 152016
 

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan Armada Jaya XXXIV Tahun 2016 di Geladak Isyarat KRI Banjarmasin-592 yang sedang berada di Laut Jawa.

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan Armada Jaya XXXIV Tahun 2016 di atas KRI Banjarmasin-592. (defence.pk/anas_nurhafidz)

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan Armada Jaya XXXIV Tahun 2016 di atas KRI Banjarmasin-592. (defence.pk/anas_nurhafidz)


Dalam latihan 60 menit tersebut, dipertontonkan atraksi peluncuran roket anti kapal selam jenis RBU 6000 dari empat KRI, uji coba peluru kendali C-705 dan Torpedo ‘Surface and Underwater Torpedo’ (SUT).

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan Armada Jaya XXXIV Tahun 2016 di atas KRI Banjarmasin-592. (defence.pk/anas_nurhafidz)

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan Armada Jaya XXXIV Tahun 2016 di atas KRI Banjarmasin-592. (defence.pk/anas_nurhafidz)


Latihan ini melibatkan 39 kapal perang, delapan pesawat udara, dan 1.700-an pasukan pendarat beserta kendaraan tempurnya dan 7.500 personil Angkatan Laut.


Sekarang senjata strategis masih kita beli tapi kita harus pelajari dan kembangkan lebih lanjut di Indonesia. Kemandirian senjata harus mampu kita wujudkan.

Sumber: Instagram @jokowi dan Biro Pers Setpres

Berbagi

  64 Responses to “Presiden Jokowi Menyaksikan Latihan Armada Jaya XXXIV/2016”

  1.  

    Latihan yang GAGAL TOTAL

  2.  

    Rudal Nya telat meluncur…
    maklum barang China..
    :((

    •  

      Torpedo SUT nya juga nyelonong aja ngak kena sasaran

    •  

      tak usa berperasangka buruk pd yg mesan, sejatinya ambil hikmahnya. dari latihan ini kita bisa komplain dan menekan pihak china utk kelangsungan pemesanan alutsista ke mereka dan beralih ke saab!

      •  

        Iya Benar
        Beginilah kalau beli barang murahan, dan minta upeti kebanyakan
        C-705 hanya Indonesia yang beli
        Kita jadi kelinci percobaan

        •  

          Bersumsi melulu ga baik buat kesehatan

        •  

          Pak raden mohon banyak baca..sekarang baca artikel gratis gk usa bayar spt jaman koran kertas..

          search di google dgn keyword “dana century untuk modal kampanye” muncul tuh asumsi asumsi dari media media hahahahaha modal kampanye 2009 dan syukurnya menang.

          terus modal kampanye 2014 dari mana di cocoklogikan saja sama asumsinya tukang ngitung phd(maaf bung):
          Kelihatannya ada bau korupsi dalam pengadaan rudal C705 ini. Dan yang bertanggung jawab ya yg terlibat dalam pengadaannya. Siapa yang terlibat ? Yang tinjau, yang pesan, yang tanda tangan dan yang perintahkan untuk tanda tangan.
          Pembelian M113 bekas sebesar 2,7 milyar per unit. 2,7 milyar itu setaraf USD 200 ribu. Bayangkan USD 200 ribu per unit untuk M113 yang jauh lebih kecil daripada Leopard 2+ bekas yang dibeli Chile sebesar Euro 60 ribu (USD 66 ribu) per unit. Mengapa M113 harganya jauh lebih mahal daripada Leopard Chile ? Saya yakin makelar untungnya tidak banyak. Yang banyak itu adalah uang titipan fee untuk para pejabat yang dulu pesan.

          jangan dianggap serius yg diatas cuma asumsi saja, belum terbukti dan opini pribadi tdk bisa mewakili. jika ada kecocokkan mungkin hanya kebetulan saja..

          ————–berita1———
          Jakarta – Ternyata lontaran Anas Urbaningrum kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan aliran dana bailout Bank Century digunakan untuk dana kampanye Partai Demokrat (PD) di pemilu 2009 telah diungkapkan kepada timwas Century.

          Sebelumnya, Anas Urbaningrum mengaku telah menyampaikan data kepada penyidik KPK perihal dugaan kecurangan dalam dana kampanye pemilihan presiden (pilpres) tahun 2009. Di mana, kuat dugaan menggunakan bailout (dana talangan) ke Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

          Kejelasan diperoleh dari pernyataan salah satu pengacara Anas, Firman Wijaya, yang menyatakan pihaknya yakin bahwa aliran dana bailout Bank Century digunakan oleh capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kampanye pada tahun 2009.

          Firman juga menyatakan bahwa mencari dana kampanye tersebut merupakan tugas dari kliennya.

          Usai menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam di KPK, Anas Urbaningrum mengaku telah menyerahkan informasi dan data terkait dana kampanye pilpres tahun 2009 yang diduga menggunakan sumber yang disamarkan, ke KPK.

          “Data itu berisi hasil audit akuntan independen tentang penerimaan dan pengeluaran dana kampanye pilpres 2009. Dari data awal itu tampak bahwa dari daftar penyumbang, apakah itu perseorangan atau korporasi yang jumlah totalnya Rp 232 miliar. Itu ada sebagian data penyumbang perseorangan dan korporasi yang sesunguhnya tidak menyumbang atau hanya dipakai namanya saja,” ungkap Anas.

          “Karena daftar penyumbang itu sesungguhnya tidak menyumbang, berartikan ada sumber dana lain yang sesungguhnya. Itulah yang perlu diselidiki.”

          cinta buta gak baik buat pikiran

        •  

          jangan jangan hambalang jg???

          ah sudah lah tak baik lah berasumsi…

    •  

      Beli dari negara yang punya sengketa sama kita
      sama juga pesen sesuatu dari tetangga yang sirik sama kita … gak jamin dibuat dari apa ….
      mungkin bakso dicampur borak, kopi ditambah sianida atau roti yang dibuat dengan tangan habis boker

    •  

      Rudal aslinya aja udah KW super, ya wajar aja versi ekspornya KW3.. untung bukan replika yg dikirim..xixixxixi

      Gimana nasib Kaselnya thailand.. dapet kilo KW 3..hiks

  3.  

    ADUUUUH, GIMANA KALAU PERANG BENERAN……………………….BISA MATI TERTAWATUH MUSUH.
    HADEHHHH

  4.  

    Ajooooooooooooorrrrrr

  5.  

    YA INI… PLODUK MBAH BOWO KW 3 SANGAT KECEWA SEKALI.

  6.  

    berkat SBY semua alutsista bisa maju, kapal kapal perang baru dan rudal rudal ampuh. sehingga jokowi bisa melaksanakan latihan armada jaya, di sorot media international negara ini.

    terimakasih utk tot rudalnya c705, kedepan mungkin lebih baik.

  7.  

    beli aja dari beruk boncel

  8.  

    itulah nasib kalau pakai produk cina……kalau kereta api cina???????sama aja kayaknya hi hi

  9.  

    waduhhh… diganti aja dehh sm rudal yg bner2 rudal,ngeri kalau perang bneran..

  10.  

    Namanya juga latihan, yg dipakai rudal utk latihan bukan rudal utk perang

  11.  

    Hahahaha endooooon endoooon..macam mana korang nak perang ngan rudal yg tak meletup tu kakakaka..kapal perang korang tu banyak gaya jer..1 kapal perang Rss =100 kapal perang Kri korang…kakakakakaka,.

  12.  

    tidak boleh marah
    tidak usah kesel
    tidak perlu sedih

    memang hanya segitu kualitas rudal + CMS nya … entah sistem mana nya yg jelek … mending pake CMS Len buatan sendiri plus bikin rudal mandiri

    •  

      Setuju om untung dicoba sekarang..kalo gak malah berabe..semoga TOTnya berjalan cepat jadi kesiapan rudalnya orang kita sendiri yg ngecek..kalo kita bisa bikin sendiri berarti gak ada pihak pertama yg mencampuri…katakan mungkin kinerjanya kurang maksimal,tinggal kita modif,kalo belom mampu modif..tinggal sewa ilmuwan asing yg maksimal(pastinya yg beda negara dr pihak 1)..misal ukraina..dll…kelihatannya kedepannya kita bakal banyak butuh rudal utk sekelas ini..yg penting TOTnya berjalan dulu…bisa buat sendiri..bahaya kalo kita gak bisa buat sendiri utk rudal sekelas ini..ini kelas menengah..semoga pemerintah lekas merealisasikan TOTnya..jangan ada peristiwa ini untuk mengulurnya…yg seakan2 rakyat kecewa melihat produknya…yang penting ilmunya!!..maaf om BDG nebeng…semoga sehat selalu om…jayalah NKRIku!!!…

  13.  

    STTOOOPPP!! Ploduk-ploduk Cinak.. -_-

  14.  

    bukan salah rudalnys..si karimatany aja yg klewat sakti..belum ingin pensiun rupanya hehehe

  15.  

    kira kira gimana nasib nantinya yh angkatan laut thailand yg beli KS yuan class…bleb bleb bleb

  16.  

    Rudalnya bagus,teknologi bagus,,hanya operator snjatanya yg kurng wawasan,maklum lah tentara cuma dilatih otot tanpa dilatih otak,,begini jdinya..

  17.  

    mengecewakan sekali c705!! uppsss cari selingkuhan ah cocok tinggal pinang:

    Zircon
    P-700 Granit
    P-1000
    Fritz X
    Henschel Hs 293
    Kh-55
    Blohm & Voss BV 246
    Ohka
    XASM-3
    Hsiung Feng I
    Bat
    Harpoon
    AS.34 Kormoran
    Penguin
    AGM-65F Maverick
    Naval Strike Missile
    AGM-123 Skipper II
    SS.12/AS.12
    BGM-109B Tomahawk
    RB 04
    RB 08
    RBS-15
    Exocet
    Gabriel
    Otomat
    Martel
    Sea Eagle
    Sea Skua
    LRASM
    BrahMos-II
    KSShch (SS-N-1 SCRUBBER)
    P-15 Termit (SS-N-2 STYX)
    P-5 Pyatyorka (SS-N-3 SHADDOCK)
    Kh-22 (AS-4 Kitchen)
    P-70 Ametist (SS-N-7 STARBRIGHT)
    Moskit (SS-N-22 SUNBURN)
    P-120 Malakhit (SS-N-9 SIREN)
    P-500 Bazalt (SS-N-12 SANDBOX)
    P-800 Oniks (SS-N-26)
    3M-54 Klub (SS-N-27 SIZZLER)
    3M-54E1 Klub (SS-N-27 SIZZLER)
    3M-54E Klub (SS-N-27 SIZZLER)
    Kh-35 (AS-20 KAYAK)
    Kh-15 (AS-16 Kickback)
    P15 & Silkworm KN1
    Hae Sung-I (SSM-700K)
    SOM (missile)
    BrahMos
    Hsiung Feng III

    http://www.infokekininian.com/c705/gagal

  18.  

    smoga ahli” bangsa ini tdak khilangan akal untuk mengoprek…kgagalan awal dri ksuksesan,pasti…..dan yaaakinlaaaah

  19.  

    Wah untuk kali ini kita bisa jdi bahan tertawaan orang2 malaysia karena latihan penembakan rudal dan torpedo nya gagal…jadi ikut kecewa…

  20.  

    Saya kecewa…

  21.  

    made in china….ya begitu kayak hp ane made in china yang ngebleng…

  22.  

    made in china….ya begitu kayak hp ane made in china yang ngebleng…

  23.  

    Ploduk ploduk cina memang kw, sangat memalukan, …………. yang paling memalukan adalah para petinggi Indonesia, mau maunya beli produk memalukan begitu dengan harga mahal + TOT kadal, ………… semoga membuka mata hati & pikiran para petinggi kita bhw cina TIDAK BISA DIPERCAYA, tindaklanjuti dgn pembatalan pembelian dan TOT rudal C-705, ……… segera ganti dgn rudal gahar produk Rusia !!!

  24.  

    Kecewa sdh pasti….film nya tak segahar trailer nya, anti klimaks….
    Tp kecewa saja tak berarti….ayooo evaluasi evaluasi jgn hanya berdiam diri.
    Untung pak Jokowi sabar dan baik hati, seandainya si Jong Un itu petinggi tni langsung dikubur sampe mati….hihi..

  25.  

    Heeey…itu yang pake name #riau merdeka hati hati jangan mempropokasi…..BANNED kok nama sperti itu dibiarkan MIN. disini kami rakyat Riau tak perlu merdeka kami setia dgn NKRI. Riau skrg sudah maju, sejahtera tnpa bantuan PUSAT kami disini Mandiri. Yang harus merdeka itu SABAH karna itu bukan tanah nya malaysia, malaysia cuma numpang alias SEWA itu berhak milik Sulthan SULU…. you are undestand….!!!!

  26.  

    Membeli RUDAL tu harusnya dari RUSIA. Rusia tu ahli Rudal….

  27.  

    klo ane bilang dagelan ntar ada yg kemut2, lha wong kemarin2 dah pada gaplean diukraine, ngapain ngarep c705

  28.  

    wait and see saja lah, Tahun kemaren Rudal Exocet TNI-AL juga gagal kena sasaran tahun ini C-705,maunya sih hemat tapi kualitas berbanding dengan harganya coba kalo Harpoon ato Yakhont sudah ketahuan kualitasnya

  29.  

    Sebaiknya pembelian era sby di kudangkan ..sudah cukup memalukan
    Belum lagi pembelian sukhoi yg kemampuannya di bawah sukhoi malay viet dan india
    Dan sukhoi ina mungkin tak bisa gotong bramos kecuali dioprek lagi n duit lagi

  30.  

    Wah wah wah pemuja sb* pada labur, xixixixi….. Mana yang kmaren buat artikel bapak alutsista …….smoga informasi anas di tindaklanjuti betul” oleh kpk aamiinnn

  31.  

    klo yg f16 “banana” (gak tau klo kelirnya ganti) cancelnya gimana ya,,,,jls2 KW nya tp gak tau pernah dipke apa nggak,,,,edisinglantur,,dah ada yg nyiapin karet gelang,, siap2 ngibriiiit!!!

  32.  

    Barangnya dibeli oleh SBY dan Pak PurYu, diuji zamannya pak Jokowi…

  33.  

    Orang Tionghwa Indonesia sendiri ragu dengan produk China…..lah ini orang Jawa gak percaya…malah mau TOT lagi… (Pak Purnomo…pean nang ndi wae ??? Ojo ucul uculan maneh…

  34.  

    biar boroknya ketauan lah

  35.  

    waduh, dapat name “yudish” maaf
    Udah kubilang dr pada kerjasama bikin ifx mending blajar bikin rudal iya kan.? tanpa pesur pun jika kita punya rudal yang bagus au dan al musuh bs kita musnahkan dg lbh mudah ketimbang punya bisa bikin pespur tp rudal meleset

  36.  

    @Ubed, KW & wijaya

    Saya tidak suka dengan gaya komentar kalian yang tendensius, memojokkan salah satu pihak dan tanpa menggunakan itung-itungan yang jelas diatas kertas….yang lebih parah lagi tanpa menyertakan satupun lang-ling-lung untuk mendukung pendapat kalian.

    Asal tau saja, rudal C-705 adalah rudal yang hebat dan populasinya besar…itulah kenapa iran lebih memilih rudal ini daripada rudal sejenis buatan rusia. Rudal ini karakternya sangat sesuai dioperasikan pd lingkungan geografis litoral dan pada selat yang sempit….semua fakta ini menguatkan alasan pemilihan rudal ini dibanding memilih rudal-rudal sejenis buatan negara eropa yang sangat mahal dan rawan embargo!!!

    Hal yang sama berlaku juga dengan pemilihan rudal Grom.

    Jika kalian atau siapapun beranggapan bahwa uji tembak rudal C-705 kemarin adalah kegagalan…anda semua “salah besar!!!”

    Begitu juga jika mengatakan bahwa rudal C-705 adalah rudal KW-3, produk gagal, rudal murahan atau sumpah serapah sejenisnya….hanya omongan sampah “botjah internet yang gak tau apa-apa”.

    Ini yang perlu kalian camkan baik-baik….uji coba penembakkan rudal C-705 kemarin adalah contoh nyata keberhasilan pemilihan senjata strategis untuk negara kita yang selaras dg politik luar negri negara kita.

    Mungkin kalian tidak tau bahwa rudal yang kalian anggap gagal tersebut adalah varian khusus/customized yang disesuaikan dg kebutuhan kita, yaitu rudal C-705 varian khusus : “C-705 block Thousand friends, zero enemies”

    Saya menghimbau, segera hentikanlah polemik tentang uji tembak rudal ini dan hargailah orang/pihak yang telah memilihnya.

    Salam,

 Leave a Reply