Presiden Jokowi : Penggunaan Dana Haji Harus Hati-Hati

174
Presiden Joko Widodo dalam event Program Vokasi Industri, 29/7/2017 (Sekretariat Negara)

Jakarta – Presiden Joko Widodo berharap penggunaan dan pemanfaatan dana haji itu harus mengacu pada perundang-undangan yang ada.

“Yang penting jangan bertentangan dengan peranturan UU yang ada,” ujar Presiden sewaktu menghadiri Lebaran Betawi pada Minggu 30 Juli 2017  di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, seperti dilansir Antara.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa dana haji itu dana umat Muslim sehingga penggunaanya harus hati-hati.

“Ingat bahwa ini dana umat, bukan dana pemerintah. Hati-hati dalam penggunaan. Harus prundent, harus hati-hati,” Ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mempersilahkan dana haji dipakai untuk pembiayaan infrastruktur atau ditempatkan pada investasi syariah lainnya.

“Silahkan dipakai untuk infrastruktur. Saya hanya memberikan contoh. Silahkan digunakan untuk sukuk, silahkan ditaruh di Bank Syariah. Macam-macam banyak sekali. Silahkan ditaruh di bisnis-bisnis Syariah,” jelas Presiden Joko Widodo.

Presiden kembali mengingatkan bahwa penempatan dana haji yang merupakan dana umat Muslim ini harus dengan kehati-hatianan.

“Saya peringatkan lagi, perlu dikalkulasi, dihitung yang cermat, seluruhnya harus dihitung, semuanya harus mengikuti perundang-undangan yang ada,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan penempatan dana haji ini memberikan keuntungan, baik untuk umat Muslim, pemilik dana, untuk keumatan lainnya juga untuk negara.

Dalam pemberitaan, Presiden Jokowi berharap Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dapat mengelola keuangan dengan baik dan dana yang ada dapat diinvestasikan sehingga keuntungan yang diperoleh mampu untuk mensubsidi ongkos atau biaya haji di masa mendatang.

“Dana yang ada bisa dikelola, diinvestasikan di tempat yang memberikan keuntungan yang baik. Sehingga dari keuntungan itu nanti dapat digunakan untuk mensubsidi ongkos-ongkos, biaya-biaya, sehingga nanti lebih turun, turun, turun terus,” ujar Presiden Jokowi setelah selesai  melantik Badan Pengawas dan Badan Pelaksana BPKH padfa Rabu 26 Juli 2017 di Istana Negara.

Presiden Jokowi berharap pengelolaan dana haji ini bisa mencontoh negara lain, seperti Malaysia juga melakukan hal tersebut dalam mengelola tabungan haji.

“Saya kira badan ini bisa melihat bagaimana negara lain, karena kita paling gede, karena haji paling banyak, kalau pengelolaan dilakukan dengan baik, saya kira akan memberikan keuntungan yang baik kepada siapapun, terutama masyarakat yang akan pergi haji,” ujar Presiden Joko Widodo.

21 KOMENTAR

  1. ” Ingat bahwa ini dana umat, bukan dana pemerintah. Hati-hati dalam penggunaan. Harus prundent, harus hati-hati,” Ucap Presiden Jokowi.”

    Lhooo…kan yg mau gunakan dana haji itu pak jokowi sendiri katanya utk pembiayaan infrastruktur walaupun atas usulan pembantu2 bapak. Seharusnya yg berpesan seperti itu adalah MUI, atau NU atau Muhamadiyah untuk mengingatkan pemerintah.

    Kok sampe panik benar sih pak, sampe mau ngusik dana haji.? Apa kemampuan keuangan pemerintah maupun pinjaman penerintah sdh sampe dengan taraf mengkhawatirkan.? Kalo memang harus hutang kenapa jg harus bingung. Toh yg penting masih blom sampe 30% dr PDB. Monggoo.

  2. Buat yg blum tahu itu gambar mobil apa, itu gambar mobil Wintor buatan Astra (jelas perusahaan asing, sahamnya kebanyakan Tiongkok). Tujuan marketnya adalah warga desa, harganya murah sekitar 100 jutaan. Parahnya ini diproduksi 3000 unit per tahun, bisa menggerus proyek mobil desa yg dikembangkan universitas di Indonesia.

  3. Dana Haji ini pernah dipakai saat era sby th 2009 di investasi kan utk sukuk bank dll, diperkuat dan diatur lagi tatacara oleh UU no 35 tahun 2014 oleh DPR

    Knapa rame nya sekarang? Knapa saat terjadi di era sby kok pada diem? Xixixi