Oct 032018
 

Presiden Joko Widodo pun memerintahkan jajrannya untuk mendaftarkan kebutuhan-kebutuhan yang dapat dibantu oleh pemerintah luar.

Jakarta, Jakartagreater.com – Presiden Joko Widodo menerima sejumlah tawaran bantuan untuk penanganan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dari berbagai pemimpin negara, dirilis Antara pada Selasa 2-10-2018

“Saya juga menyampaikan, bahwa bantuan luar negeri kita terima, dan bantuan yang ada disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan,” kata Presiden Joko Widodo pada Selasa 2-10-2018 di Kantor Presiden Jakarta.

Rapat itu dihadiri Wapres, Yusuf Kalla, Menko Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menko bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian, Darmin Nasution, para menteri Kabinet Kerja hingga Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Muda TNI M. Syaugi.

“Saya minta nanti Pak Menko menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang ada karena telepon-telepon yang masuk kepada kami, meminta apa yang dibutuhkan. Kemarin, raja Salman menelepon langsung, Presiden Turki menelepon langsung dan Perdana Menteri Australia juga WhatsApp (WA) saya langsung, kemudian Kepala negara dan kepala pemerintahan lain lagi juga menghubungi saya langsung, artinya ingin membantu,” tambah Presiden.

Presiden pun memerintahkan jajrannya untuk mendaftarkan kebutuhan-kebutuhan yang dapat dibantu oleh pemerintah luar.

“Segera saja, kalau bisa hari ini disampaikan kepada mereka kebutuhan-kebutuhan yang kita butuhkan di lapangan, terutama tenda-tenda yang saya lihat sangat kurang, kita harap juga logistik, pada hari ini atau besok sudah melimpah di sana, dan tentu saja obat-obatan agar kita tidak kekurangan dan hal-hal lain yang dibutuhkan agar hari ini bisa kita putuskan agar kita sampaikan pada negara-negara yang ingin membantu,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan bahwa tawaran bantuan tersebut menunjukkan Indonesia mempunyai banyak teman. “Ini menunjukkan teman kita banyak, kawan-kawan kita dari negara lain banyak dan mereka menyampaikan apa yang dibutuhkan akan dikirim kemarin,” tambah Presiden.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter, mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat 28-9-2018 sore. Gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya korban tewas 844 jiwa. Sedangkan korban luka berat mencapai 632 orang, hilang 90 orang dan 48.025 jiwa warga yang mengungsi dan tersebar di 103 titik.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola sudah menerapkan masa tanggap darurat bencana di provinsi itu selama 14 hari berlaku sejak 28 September hingga 11 Oktober 2018. Daerah yang terdampak meliputi kota Palu, kabupaten Donggala, kabupaten Sigi dan kabupaten Parigi Moutong.

Dari korban meninggal tersebut, 821 orang berasal dari kota Palu (744 orang sudah teridentifikasi), 11 orang dari Donggala dan 12 orang dari Parigi Moutong. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), dari 7 gardu listrik induk, 5 di antaranya padam dan hanya 2 unit gardu di Pamona dan Posko yang dapat mensuplai listrik ke Tentena dan Poso.

PLN sudah membawa 8 genset untuk disebar di Palu dan Donggala sedangkan untuk kebutuhan BBM, Pertamina sudah menerbangkan 4.000 liter solar dengan pesawat pada Senin 1-10-2018. Kondisi saat ini, listrik PLN dan SPBU masih padam, terjadi kebocoran pipa dan air tumpah, masih terjadi gempa susulan, jalan rusak, pasar dan toko tutup dan muncul likuifaksi atau lumpur dari bawah tanah dan menghanyutkan bangunan.

Selain warga setempat, ada juga 114 orang warga negara asing yang diketahui berada di Palu dan Donggala saat bencana, sebagian dari mereka sudah dievakuasi namun ada juga yang kondisinya belum diketahui.

Saat ini para pengungsi membutuhkan banyak tenda, matras, selimut, makanan, dan kebutuhan pokok lain. Pemerintah juga mengizinkan warga korban gempa mengambil barang di minimarket dan pemerintah yang akan membayarnya. Sedangkan untuk akses transportasi, pelabuban Pantoloan dan Donggala sudah operasional.

Polri sudah mencegah penjarahan dengan mendatangkan 1.000 orang pasukan ditambah pasukan TNI sebanyak 1.300 orang yang ditangakan ke Palu. Sementara Kementerian Keuangan mencairkan dana RP560 miliar untuk gempa di wilayah Sulawesi Tengah tersebut.

 Leave a Reply