Dec 122014
 
Jokowi berkeliling untuk melihat sejumlah replika kapal di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Istimewa/Dedin Putra/Setpres/detikFoto.

Jokowi berkeliling untuk melihat sejumlah replika kapal di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Istimewa/Dedin Putra/Setpres/detikFoto.

Busan, – Selain menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN- Korea, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan juga untuk mempererat kerja sama bilateral kedua negara. Salah satu kerjasama yang akan dijalin yaitu di bidang maritim.

“Negara lain juga ngantri yang mau kerjasama dengan kita, Rusia pengen, masuknya juga industri pertahanan, maritim. Malam tadi presiden Park (Park Geun-Hye) juga ingin kerjasama di industri maritim, China juga ingin,” kata Jokowi dalam dialog dengan WNI, di Universitas Kyusung, Busan, Korsel, Kamis (11/12/2014) malam.

Jokowi menegaskan, ke depan jika Indonesia membeli barang buatan luar negeri, tidak asal beli. Namun harus diketahui bagaimana membuatnya dan dari mana asal usulnya.

“Tadi saya masuk ke perusahaan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), begitu kita masuk, kita pesan kapal selam di situ tiga. Saya bicara kepada Presiden Park, tidak hanya kapal selam, tapi kapal lain, dan hal lain terkait industri pertahanan,” ujar Jokowi.

“Ini kesempatan kita, jangan hanya beli beli beli, uang kita lari ke negara lain, kita hanya pakai tidak produksi. Ini kesempatan bagi mahasiswa dan pekerja kita, sekarang kementerian perguruan tinggi dan riset sudah digabung. Nanti basic riset, inovation riset tempatnya ada, dikoneksikan dengan dunia bisnis dan swasta hingga nyambung, ini perlu waktu, saya juga jadi presiden baru 2 bulan,” lanjutnya. (Detik.com).

  112 Responses to “Presiden Pesan Tiga Kapal Selam Korea Selatan”

  1.  

    Atau krn kita2 udah kemakan doktrin pencitraan, sehingga yg sepele sesui kata kata beritanya langsung dibilang pencitraan, lagi pula untungnya apa ambil pencitraan dr yg beginian, org khalayaknya adlh tni yg jg tentu udah tau ttg kebenaranya. Dan yg paling di untungkan dlm hal ini adlh kritikus presiden kita,

  2.  

    Liat foto diatas jd inget foto Pak SBY waktu merhatiin model kilo

    •  

      Iyaa, ga keliatan mau tapi diem2 lgs beli lunas

    •  

      betul bung PKB, waktu beliau di Russia.. kangen sama beliau.. semoga Pak Jokowi bisa mempertahankan program pembangunan militer yang sudah dirintisnya dan saya doakan semoga Pak Presiden diberikan kekuatan untuk memimpin negeri ini semakin maju dan labih baik lagi yang berkeadilan dan bermartabat sesuai cita cita yang diamanatkan oleh para pendahulu kita melalui Pancasila dan UUD 45

  3.  

    INI BERITANYA ADALAH PRESIDEN JOKOWI KE GALANGAN KAPAL DAEWOO SHIPBUILDING, KORSEL UTK MELIHAT PERKEMBANGAN SEJAUH MANA 3 KAPAL SELAM YG DIPESAN INDONESIA TELAH DIKERJAKAN, TETAPI DITULIS SEOLAH2 PRESIDEN JOKOWI PESAN 3 KAPAL (LAGI)…ORANG BISA MENGARTIKAN BERARTI ADA 6 KASEL DONG?…3 YG SDH DIPESAN DITAMBAH 3 LAGI YG BARU DIPESAN PRESIDEN JOKOWI

    YA SUDAH NGGA USAH RIBUT……

  4.  

    Pak Presiden mumpung di Korea Selatan Ajak itu para Chaebol (Konglomerat korea) utk mau investasi di bidang Infrastruktur disini misal Pelabuhan, Galangan Kapal dsb Ajak Hyundai Group,Samsung Group,Daewoo group invest disini, bukti kecilnya kita bisa menjual kapal LPD ke negara lain setelah kita beli dan belajar tentang kapal LPD korea, ini bukti kalo kita sebenarnya mampu hanya butuh contohnya saja. jangan malah bawa pulang super junior kesini

  5.  

    Ane demen bnget komen ente…..akur

  6.  

    Waduh bung gue…jangan asal comot dong. Hrsnya jgkr meralat bukan malah ikut memberitakan. Hadehh……….

  7.  

    kriwik’an dadi grojogan, ra mutu komenne..

  8.  

    Ada sebuah pendapat dari seorang nara sumber, pengetahuan memang bagus dari banyak membaca, tetapi lebih bagus bila pandai menyaring dan menganalisi. Pandai masalah intelijen tidak hanya dari membaca di media saja karna kontra intelijen bisa memakai disinfomasi di media. Jadi dapat disimpulkan:
    1. Jgn membaca untuk kepuasan.
    2. Bacalah untuk sebuah tujuan.
    3. Jgn hanya melihat apa yg dikatakan dalam artikel/ pendapat umum/press release, ttp tanyakan pada diri kenapa hal tersebut dikatakan/kemukakan, apa maksud dari si pembuat artikel dan apa yg ingin dicapainya.

    •  

      4. Mengadakan cek dan recek secara langsung.
      5. Mengemukakan pertanyaan2 pada orang yg tepat. Yg paling berharga adalah pengalaman, karna pernah terlibat didalamnya.
      Saran… Mungkin sebaiknya admin menghadirkan atau minimal memberikan sedikit penjelasan maksud dan tujuan artikel ini dimuat atau minimal ada sumber yg dapt menjawab secara pas atas pertanyaan2 dari warga warjag. Terimakasih.

 Leave a Reply