Presiden Rusia Tertarik Project Kapal Induk Baru

Jakartagreater.com – Tahun baru dibuka dengan perhatian militer yang besar bagi pemimpin negara Rusia. Selama kunjungannya ke Sevastopol, di Krimea, Putin pertama kali menghadiri latihan angkatan laut utama yang mencakup kapal-kapal perang dari Armada Laut Hitam dan Armada Utara. Lebih dari 50 kapal perang ikut ambil bagian, di antaranya Marshal Ustinov dan Vice-Admiral Kulakov dari Armada Utara, lansir The BarentsObserver.

Dari anjungan Marshal Ustinov, Putin menyaksikan penembakkan rudal Kalibr dari kapal perang permukaan dan kapal selam, serta peluncuran rudal balistik Kinzhals dari pesawat MiG-31K. Juga penembakan rudal tipe Moskit dan Utyes selama latihan.

Pada hari yang sama, Putin melihat mock up kapal induk baru yang direncanakan dibangun untuk Angkatan Bersenjata Rusia. Menurut Kremlin, ekspedisi terutama difokuskan pada kapal induk baru.

Angkatan Laut Rusia selama beberapa tahun terakhir telah diperkuat secara signifikan dengan kemampuan baru. Namun Rusia hanya memiliki satu kapal induk Admiral Kuznetsov, dan kapal itu dalam kondisi yang semakin mengerikan. Pada Oktober 2018, kapal mengalami kerusakan di dek karena dermaga apung tenggelam ke dasar Teluk Kola. Dan pada bulan Desember 2019, api berkobar di atas kapal, merusak hingga 600 m2 bagian dalam kapal.

Kapal induk baru memang ada dalam daftar harapan Angkatan Laut Rusia. Tetapi biaya pembangunan dan konstruksi yang dibutuhkan mungkin melebihi kemampuan anggaran militer Rusia.

Kapal induk baru ini bernama Lamatin (Project 11430E) dan telah dirancang oleh Biro Desain Nevskoye di St.Petersburg. Panjangnya 350 meter dan memiliki bobot mati hingga 90.000 ton. Kapal induk ini dapat menampung hingga 60 pesawat dan memiliki 2800 awak, serta 800 personel penerbang udara.

Kapal induk itu dipajang tahun lalu di pameran militer St.Petersburg, lapor United Shipbuilding Corporation.

Rusia jga memiliki desain kapal induk lainnya yang disebut Shtorm (Project 23000) dan dirancang oleh Krylov State Center. Shtorm memiliki panjang 330 meter dan dapat mengangkut hingga 90 pesawat, tulis Topwar.

Diperkirakan butuh waktu hingga 12 tahun untuk mengembangkan dan membangun satu kapal induk baru.

Kunjungan presiden Putin ke Sevastopol diakhiri pertemuan dengan para pejabat tinggi Angkatan Laut Rusia

“Angkatan Laut selalu dan akan selalu menjadi komponen paling penting dalam pertahanan dan keamanan nasional, di abad ke-21 kita harus menjaga dan memperkuat status negara kita sebagai salah satu kekuatan angkatan laut terkemuka,” kata Putin menggarisbawahi pertemuan tersebut. Menjelang tahun 2020, lebih dari 70 persen dari semua persenjataan dan peralatan Angkatan Laut akan didasarkan pada teknologi modern baru, kata Presiden.

10 pemikiran pada “Presiden Rusia Tertarik Project Kapal Induk Baru”

    • Rusia tdk terlalu mengandalkan kapal induk, makanya tdk suka terburu-buru membuat kapal induk. Beda dg negara yg letaknya disebelah utara meksiko, sangat suka berombongan menyerang negara lain, maka kapal induk menjadi sarana favorit untuk mengusung berbagai alutsista militer sekaligus membawa pasukan untuk menyerang negara lain. Utamanya negara yg kekuatan laut dan udaranya lemah ….

      • Berarti ente belum pernah tau sejarah perang Pasifik yg notabene ngandelin Kapal Induk. Justru Kapal Induk dibuat untuk bisa digunakan melawan armada yg kuat khususnya di area lautan lepas. Sekarang perang antar armada kapal induk sudah gak ada lagi tapi bukan berarti kapal induk akhirnya jadi tidak penting. Secanggih apapun suatu senjata pasti ada penangkalnya, begitu juga dg rudal hipersonik yg sekarang jadi momok utama kapal induk.

Tinggalkan komentar