Jun 032014
 
 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (photo: Kompas / Kristianto Purnomo

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (photo: Kompas / Kristianto Purnomo)

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan kemarahannya di hadapan 200 perwira tinggi TNI/Polri dalam pertemuan di Kementerian Pertahanan, Senin (2/6/2014). Presiden menyebut, ada jenderal aktif yang tidak netral menghadapi Pemilihan Presiden 2014. Presiden berkali-kali menggelengkan kepalanya.

“Dari informasi yang telah dikonfirmasikan, tentu bukan konfirmasi yang tidak ada nilainya, mengatakan, ada pihak-pihak yang menarik-narik sejumlah perwira tinggi untuk menarik yang didukungnya,” ucap Presiden.

Informasi tersebut, ungkap Presiden, bukanlah fitnah belaka lantaran dirinya sudah meminta agar informasi itu benar-benar dicek kebenarannya. Dari informasi itu, Presiden juga menyindir adanya jenderal aktif yang tidak lagi loyal kepada Presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Presiden pun sempat terdiam beberapa saat. Dia lalu melihat ke arah para perwira tinggi di depannya. SBY mengerakkan kepalanya dari kanan ke kiri, melihat mereka secara saksama.

“Bahkan ditambahkan, tidak perlu mendengar Presiden kalian. Kan itu Presiden ‘kapal karam’, lebih baik cari presiden baru yang bersinar. Dalam negeri yang kita cintai, kata-kata ajakan seperti itu hanyalah sebuah godaan,” lanjut Presiden.

Presiden pun mengingatkan prinsip seorang perwira di dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang telah diikrarkan. Dari sumpah itu, lanjut Presiden, diajarkan nilai dan etika yang harus dipegang kuat seorang prajurit.

“Kalau dilihat jernih, itu benih subordinasi. Karenanya, berhati-hatilah! Jangan tergoda! Tidak baik bagi para perwira yang diajak seperti itu, tidak baik bagi lembaga TNI Polri, dan tidak baik bagi negara,” ucapnya.

Tidak diketahui pasti siapa pihak-pihak yang dimaksud presiden. Namun, dalam pertemuan Partai Demokrat dengan Prabowo-Hatta di Hotel Sahid Jaya, Minggu (1/6/2014), Kastorius Sinaga sempat menyinggung hal yang sama dengan presiden.

Dia sempat bertanya kepada Prabowo soal adanya capres yang menarik dukungan dari jenderal aktif. Prabowo menjawabnya dengan memastikan bahwa dirinya tidak akan mencampurkan TNI dengan politik. (Kompas.com)

  120 Responses to “Presiden SBY Marah soal Netralitas Jenderal”

  1. pertamax

    • Kalau Prabowo menyangkal dengan tegas tidak akan mencampur TNI dengan politik, mungkinkah itu berasal dari capres sebelah?

      • mohon maaf,klo kelakuan spt itu semua pasti ngerti dah siapa dalangnya yg dimaksud bpk presiden SBY

        • Presiden jg harus menjelaskan posisi/integritas dgn lebih ‘tegas’ krn :
          1. Cawapres pasangan PS adalah besan beliau.(titik utama kecurigaan)
          2. Beliau selama ini belum berhubungan ‘baik’ dgn ibu ketum pengusung capres no 2…(rentan akan kecurigaan penggunaan kekuasaan Presiden utk memenangkan salah satu capres)..
          3. Pengalaman 2009 : mobilisasi baju ijo masih teringat..oleh partai pengusung no capres no 2, .utk kemenangan salah satu capres

          mungkin itu saja …

      • Bung@kobu ini jendral waktu pangkat kol..dia kumpulin anak buahnya intruksi jgn milih sby karena dpt iming2 dr bunda….katanya sih maaf klo salah denger di warkop sebelah…

    • tes……….

    • jika langsung tunjuk hidung tentu akan lebih gempar bung.
      cukup untuk masalah pemberian sanksi biarlah internal TNI yang menyelesaikan. bukankah di TNI itu sendiri ada dewan PATI.
      lebih baik begini, kan secara tidak langsung sudah ada clue ada pihak2 yang ingin memecah belah TNI,

  2. alhamdulillah dpt ke duax…slama skian tahun mantengin JKGR…

  3. Bung Newyoudont lg sibuk d Latgab yah…udh lama ngga mampir di mari.

  4. ckckckck. Pak SBY ngambek lagi. Ayo pak pecat saja jenderal yg tdk netral.

  5. Menurut kapuspen hanya para purnawirawan saja, yg terkait politik praktis.

    jd siapa yg benar nih??

  6. Peeecat.. peeecat… peeecat… peeecat… jendral yang gidak mematuhi sumpah prajuritnya.. kok ada…

    • Saat ini bukannya “Kok ada” lagi bung@Ucav
      menurut pengetahuan saya, para perwira tinggi tersebut (mewakili setiap satuannya) berasumsi “kita tidak bisa memilih, kita tidak bisa menentukan siapa yang memimpin, akankah pemimpin kedepan DEKAT dengan kita atau tidak, maka sebagai gantinya mereka melakukan lobi bagi capres yang siap melibatkan mereka untuk mendapatkan apa yang telah disepakati” Tidak ada makan siang gratis bung

      maaf cucu lancang 😀

  7. apakah sebagai pengalih perhatian karena sebagian besar warga demokrat merasa se visi dg platform Prabowo? karena semua orang akan mengaitkan ini dg capres tentara bukan capres sipil, bentuk kesimbangan dan berusaha menjaga kenetralan…? monggo dicermati

    • Sy rasa itu bukan arah pak SBY bung, kl bicara banyak kader demokrat yg sejalan dgn pak Prabowo karena memang koalisi merah putih lah yg aktif membuka komunikasi ke demokrat. Sementara Pak Jokowi dan koalisinya kan terlihat datar (mungkin arahan Ibu ya), lagi pula capres militer dan sipil tdk relevan toh di koalisi Jokowi pun berjajar purnawiran jendral pula. Jd menurut sy ini adalah siapa yg membisikan dan apa yg dibisikan… maaf pendapat orang awam, salam kenal bung tsmario

      • Menurut saya yang awam, apa yang ditulis dilink tersebut saya kurang setuju dengan pendapat Hendrik Sirait :

        “bahwa program kerja mereka hanya akan meneruskan apa yang sudah dilakukan rezim SBY. Ya, berartikan secara tidak langsung, Prabowo memposisikan dirinya sebagai bonekanya SBY,” jelas Hendrik”

        Meneruskan kebijakan tidak sama dengan boneka. Apakah setiap ganti pemimpin harus ganti kebijakan ? Menurut saya hal yang baik dari pemimpin pendahulu wajib diteruskan.

        Hendrik mengaku heran dengan perubahan sikap Prabowo terhadap SBY. Padahal sebelum pemilu, Prabowo seringkali melayangkan kritik terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
        “Bahkan pernyataan itu acap diucapkannya sebagi kritik kepada rezim SBY jauh sebelum tahun politik (pemilu) dimulai,” terangnya.

        Di sini dikatakan jauh sebelum tahun politik (pemilu) jadi pada waktu tersebut adalah pada waktu Gerindra sebagai oposisi, tugas opsisi adalah sebagai penyeimbang partai berkuasa.

        Catatan :
        Saat ini saya masih netral, belum menetukan presiden pilihan saya. Terkadang berdiri di luar lingkaran tanpa tendensi, lebih bisa melihat dengan jelas.

        Buat Om Diego : Untuk diskusi politik (baca: kampanye) sudah banyak lapak yang buka, bagaimana kalau lapak JKGR tetep jadi lapak Militer ?

        Maaf ini hanya pendapat orang awam.

      • saya bukan fans Pr*b*w* bung..tetapi yang disampaikan didoth memang benar…saat ini kita jangan menelan mentah2 apa2 saja yang disajikan media..hal diatas merupakan statement yang dilontarkan sebagai bagian dari kampanye bung, namanya juga politik pasti harus dicari cara untuk menjatuhkan lawan politik…kenapa ketika sebelum pemilu selalu melayangkan kritik kepada SBY??jawabnya karena Gerindra adalah partai oposisi, sudah suatu hal yang lumrah dalam dunia politik ketika oposisi selalu memberikan kritikan atau sanggahan terhadap detiap kebijakan pemerintah yang dirasa tidak sesuai..pendidikan politik bagi masyarakat Indonesia ini masih kurang untuk saat ini..kita lihat pemaparan visi misi masing2 capres kedepan seperti apa, dan tunggu tanggal mainnya —> Debat Capres…disini bakal kelihatan bagimana kekurangan dan kelebihan masing2 calon… 🙂 salam

        • @bung dk : kalo saya nggak salah dengar kemarin waktu pr*b*w* menyampaikan visi- misinya dihadapan kader d*m*kr*t lha kok malah ada kata2 beliau sbb : bila nanti sy diberi amanah memimpin bangsa ini, saya tidak akan menasionalisasikan perusahaan asing karena bangsa indonesia masih perlu asing.
          katanya beliau nasionalis sejati,tp kok statmen ky itu ya????, apa nggak malah akan jd blunder buat beliau.
          mohon pencerahanannya bung dk dan para sesepuh warjag.
          maaf tidak bermaksud kampanye

        • iya bung, saya sudah baca statement seperti itu..sama seperti kondisi saat ini..menurut kcamata awam saya untuk menasionalisasi perusahaan asing itu tidak semudah membalik telapak tangan..dana investasi besar yang digelontorkan asing juga dibutuhkan untuk di dalam negeri, ada beberapa artikel di JKGR terdahulu yang pernah membahas hal ini..ketika pemerintah main menasionalisasi perusahaan asing secara sepihak tanpa mengikuti aturan/rule maka pihak Indonesia akan dengan mudah dihadapkan ke pengadilan arbitrase internasional..sebelum asing menanamkan modalnya pasti ada kesepakatan2 atau perjanjian yang dibuat dengan pemerintah..menurut saya kita memang butuh investor dar luar negeri, tetapi seberapa besar hasil yang didapat negara ini secara maksimal itu yang harus ditingkatkan..
          kepemilikan saham sebesar 51% lokal dan 49% asing itu masih kurang kalau menurut saya, karena hasil yang didapat pihak dalam negeri pasti tidak maksimal.
          saya secara pribadi masih ingin melihat visi misi dari masing2 capres mengenai investasi asing ini..salah satu langkah pemerintah saat ini intuk memaksimalkan pendapatan dari pemodalan asing ya dengan UU mengenai smelter..mungkin ada dari warjager lain yang bisa menambahkan bung 🙂 salam

        • lha itu bung,memang untuk menasionalisaikan perusahaan asing untuk saat ini memang masih kecil kemungkinannya sebelum kita bisa mandiri sendiri.
          cuma takut aja bung saya sebagai orang awam,contoh fr**p*rt misal nanti diperpanjang sampai 2041 dengan alasan kita blum bisa mandiri,dan kemudian diperpanjang lagi entah sampai kapan dengan alasan yg sama,maka kita yg sebagai pemilik akan cuma kebagian limbah dan kerusakan alamnya saja bung.
          terima kasih pencerahannya bung dk, mungkin para warjager lainnya bisa menambahkan???
          SALAM NKRI

        • untuk dunia pertambangan selain UU no 4 ada juga UU terbaru UU no 7 2014 mengenai reklamasi yang sudah sedemikian ketat bung…semoga saja pihak2 yang membuat UU ini tidak hanya bisa membuat, tetapi harus bisa mengawal dan melakukan pengontrolan…semua dilakukan agar perusahaan2 asing itu tidak seolah2 di negeri kita..bayangkan ketika mereka cabut dari negeri ini, apa yang bisa kita dapatkan seandainya tidak dibuat aturan2 yang harusnya lebih menguntungkan kepentingan dalam negeri… salam 🙂

  8. 10 besarrrrr mantab

  9. ini nih yang sangat disayangkan, malah dari kubu Korps baju coklat sedang gencar-gencarnya untuk menggerakkan rakyat disekitar memilih Capres-Cawapres no urut genap. Alasannya ketum salah satu partai (Buk de) loyal dengan Korps tersebut

    • y itu dia repot wis,

    • kalo korps baju hejo saya kurang tau bung, kalo korps baju coklat insyaalloh saya tau detailnya bung 😀
      berarti kalo gitu ada perbedaan ya bung, dari kubu sebelah pro, sedangkan sebelahnya lagi kontra.
      setuju bung, kapan demokrasi di negara ini berkualitas kalo yang seharusnya mengamankan jalannya demokrasi malah ikut ambil bagian. mestinya demokrasi berjalan secara tertib dan penuh etika, dan demokrasi yang harus kita bangun haruslah menghadirkan ketenteraman dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bukan malah sebaliknya yang membawa keonaran, kegaduhan dan instabilitas sehingga negeri ini tidak bisa membangun dengan baik.
      semoga pemimpin kedepannya bisa lebih membenahi permasalahan ini.

      salam kenal bung@amhar dusu

    • Sepertinya tidak juga bung, buktinya disitu banyak juga pensiunan jendral berderet dibelakangnya.

      • Bung@Indonesia Banget : yang berderet dibelakang itu purnawiraman bung, yang sudah lepas tugas dari kemiliteran nya sehingga tidak ada lagi keterikatan. semoga analisa saya benar 😀 salam kenal bung

    • sdh ada bujuknisnya dilarang mengomentari ataupun memberikan dukungan dalam bentuk apapun sebagai aparat cm bisa mengamankan saja tdk mengamalkan hal hal politik praktis bung paling itu cuma opini sendiri dari oknum tersebut klo ramai di media itupun komen para petinggi saja gak ada untungnya klo bg bawahan yg penting tugas dpt dilaksanakan dg baik,bukan memvonis bung sejarah sdh terbukti klo yg bju hijau lebih menjiwai dalam mempertaruhkan jiwa dan ragma ini demi tegaknya NKRI.
      KLO TEORI BNYK MBULETNYA YG PENTING KNYTAAN DI LAPANGAN.
      MATUR NUWUN maaf komen tukang sapu maaf klo salah

    • analisa anda tepat bung, tapi disini saya hanya sedikit meluruskan, jika membahas “keuntungan” bagi atasan bawahan itu sudah tentu mendapatkan kepentingan yang sama. mungkin bung kawulo bisa berpersepsi seperti ini karena bung sendiri tidak terlibat dalam institusi tersebut. Tapi pada dasarnya praktek seperti ini nyata adanya. selamat bertugas kembali bung salam hangat

  10. Mungkin jendral yg mau pensiun

  11. Langsung peringatkan perwiranya jangan sampai seperti mesir & Thailand salam & Trim

    • benar mas.. klo itu smpe tjd ujung2nya yg susah kita2 ini, utk hdp sehari2 aja dah ruwet, klo pun itu benar semoga saja bukan dr perwira yg pegang snjata & pasukan,

  12. kayaknya bgtu, mgkn jg capres ny sndri pun ikut salah satu pendukung brrti y beginilah politik.
    penjaga negara, hukum, lembaga pemerintahan jg harus benar-benar netral, disejahterakan keluarganya. jika masih lapar y jemput rizki dg HALAL dan baik.jika neko-neko maka seharusnya sesama aparatur negara saling mengingatkan bahkan sampai memberikan konsekwensi yg adil. AMAN Dan Sejahtera negara ini.

  13. Jendral ” BANGJO ” Kadang Abang Kadang Ijo tergantung yang potensial ngasih jabatan…hehehhe
    Maaf untuk yang punya Nickname Bangjo…

  14. mosok nama sampean ada kata kuprit nya?????nickname it pada dasarnya adalah nama dari nama resmi. di jkgr cahyo cuman ad 1 Dan kalau pun ada emailnya beda atau perewangan sampean yg komen? he he he

  15. apakah Polri takut kalau Prabowo jadi Presiden??? mohon pencerahan dari warga warjag….

  16. Ini suatu perkembangan berbahaya di saat nkri ada dalam ancaman bahaya dari luar, tni&polri di ditarik tarik untuk ikut satu gol tertentu sehingga ada potensi melemahkan tni dan polri, maaf klw pandangansy salah, indonesia jaya

  17. kl bisa nanti presiden yg terpilih hrs lps dr partai yg mendkung biar bs nertral dn gx disetir ma partai

  18. Setuju bung cahyo, untuk militer, aparatur pemerintah, penegak hukum, Messina netral. Tak usah milih. Kan pelayan masyarakat. Artinya siapapun presidennya tak masalah. Siap bekerja demi kepentingan masyarakat.

  19. Westalah…..rukun damai aj
    toh sm2 anak bangsa g usah gontok gontok an.
    Salam satu jiwa NKRI HARGA MATI…

  20. Assalamu’alaikum..selamat pagi & salam Sejahtera..

    Hal seperti inilah yg mesti disikapi dengan benar. Ibarat Pepatah ” Karena Nila setitik Rusak susu sebelanga”. jangan karena segelintir oknum, rusak / jelek citra Institusinya.

    saya melihat perkembangan TNI didalam mereformasi Institusinya untuk kembali ke jalurnya dengan tidak terlibat didalam Politik sudah sangat Baik & ini harus terus di tingkatkan, jangan sampai hal2 seperti ini yang menjadi sandungan dan merusak semua yg telah dicapai selama ini.

    • betul bung de_ka . . presiden sebagai komandan tertinggi
      tni/polri harus bertindak tegas terhadap oknum seperti itu.
      kalau perlu pecat dgn tdk hormat, agar ada rasa jera dan
      contoh kpd yg lain.. jgn sampai demokrasi kita di cederai
      oleh segelintir oknum yang hanya mementingkan sendiri.
      dan citra tni/polri tetap tinggi di mata masyarakat. salam hangat bung. .

  21. 2014…..tahun Birahi Politik !
    siapa punya apa…pegang apa….dapat apa !
    siapa yg melacurkan diri…
    siapa yg menahan diri…
    semua akan kembali pada pelakunya…!

  22. Seperti yg sudah saya pernah utarakan diartikel sblmnya …negara besar ga mungkin mo perang head to head tapi cukup dg mengirim intelejen”nya yg menyusup dg propaganda nya..dg jalan penghancuran dari dlm..waspadalah..!!! NKRI HARGA MATI..!!!

  23. Sudah dimulai bibit perang asimetris

  24. kita tahu bahwa perwira/pejabat
    tni maupun polri pasti mempunyai anak buah. . kalo sudah begini pasti dia sdikit besarnya
    menyuruh ataupun di ikuti oleh bawahanya untk
    mendukung salah satu pihak. itu jelas sudah melanggar
    sapta marga dan janji prajurit. dan utk presiden di butuhkan ketegasan
    yang nyata agar citra tni/polri di mata masyrakat terjaga.
    jgn sampai kejadian yg dulu terulang kembali.

  25. sebaiknya ia mundur jika ingin berpolitik praktis

  26. “Sepertinya hanya sebuah ajakan semata. Tetapi sebenarnya mengajari perwira untuk menabrak Satya Marga dan sumpah prajurit,” tegas SBY

  27. ya bung @cahyo. . sudah banyak contohnya . mesir ,thailand,libya bahkan negara kita pun
    pernah merasakanya. . ini mungkin hal sepele karna yg menjadi oknum hanya beberapa orang saja
    tapi andai nanti oknum itu menjadi orang paling berpengaruh di militer kan jadi lain urusanya.
    saya sebagai warga sipil sangat memohon kepada bapak2x pejabat baik tni/polri menjunjung tinggi demokrasi kita
    dan memegang teguh janji prajurit,. .

  28. Kalau tidak mau mengundurkan diri, harus dipecat dengan tidak hormat karena sudah menyalahi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. dilihat dari sikapnya jelas Jendral-jendral yang model beginian tidak memiliki mental jiwa yang baik akan membahayakan Bangsa dan Negara jika kelak jadi pemimpin bangsa. Ada baiknya Nama jelas/Pangkat dan jabatannya disebutkan supaya Masyarakat tau untuk mengantisipasi kalau kelak dikemudian hari Jendral-jendral yang beginian menjaconkan diri untuk menjadi pemimpin. Jelas melanggar sumpah prajurit dan mengkhianati amanat.

  29. Masya Allah.. Kq. ada jenderal aktif yang masih punya watak seperti itu dengan bersikap tidak netral dan mengajak tidak loyal terhadap pimpinan tertinggi negara ( Presiden = simbol Negara ) dan menabrak Sapta Marga serta Sumpah Prajurit, hal ini membahayakan kesolidan dan profesionalitas TNI sebagai alat negara..
    semestinya dia mengemban amanah mengawal demokrasi bukan terlibat dalam urusan politiknya secara langsung.. koq lemah sekali mentalnya yang mudah tergoda dengan impian impian sesaat ( janji politik ) .. sebaiknya nama tersebut bisa disampaikan biar masyarakat mengetahuinya agar kelak mereka tidak dipilih menjadi pemimpin dikemudian hari…

    maaf.. ungkapan SR yang cinta TNI sebagai Pengawal, Pelindung sekaligus Benteng Terakhir Ibu Pertiwi..

  30. apa tidak mungkin jk tni/polri jg di berikan hak pilih?
    Dgn syarat tdk blh terlibat langsung maupun tdk langsung kpd partai manapun dan tdk blh terlibat langsung dlm kampanye capres,posisi institusinya tetap netral,cm setiap prajurit diberikan hak politik saja ..buat tps tersendiri khusus anggota tni/polri,mustahil kali ya?

    • Sebenarnya gak mustahil bung frans th 1955 tni sdh pernah ikut mencoblos cm yaitu td msh ada ktkutan klmpk tertentu dg kebangkitan tni seperti jaman orba sebenarnya tggl aturan mainnya sj diperjelas sy kira bisa skrg sdh sadar politik semua cm yg ditakutkan lsm lsm itu khan jiwa korsa tni yg bisa dimanfaatkan pihak tertentu apalagi klo calon dr lingkungan baju ijo.
      Maaf cm pndpt tukang sapu.
      Matur nuwun

    • Sptnya mustahil bung@frans..lha yg sdh jelas2 diwajibkan Netral saja scra diam2 terlibat kesalah 1 calon..apa lg jika diberi akses kan.?

      Dan saya jg melihat lbh bnyk resikonya jika TNI/POLRI diberi hak pilih. Contoh nyata yg sya liat, TNI/POLRI akan terkotak2, tidak solid, kemungkinan terjadi benturan antar institusi ataupun dlm 1 institusi sgt mgkn terjadi & ini sya rasa sangat berbahaya.

  31. ############### dihapus ###########

  32. ini bukan kampanye tapi ini hanya untuk menjawab warjager yang menafikan visi jokowi dengan pertahanan dan keamanan karena dia dari kalangan sipil..tapi masih dengan pertahanan dan keamanan

    ################################3

  33. wah gak nyangka ada oknum yang bermain main…
    paecat saja pak sbeye gak usah diberi ampun…

    #matur tampi asih#

  34. salam kenal para bung2 sekalian,
    saya rasa jangan ditarik ke ranah politik, netralitas alat negara harus tetap dijaga… bila perlu pns juga jngn ikut berpolitik…, ditataran pns daerah otonomi sudah mengkotak2 kan netralitas pns dalam pilkada , aplg kl tni dan polri ikut jg dpt hak pilih…, mau dibawa kemana…, gk sampe 5 tahun udh bubar negara ini…, kl soal dengan visi misi capres terkait dengan penguatan institusi tni saya rasa cuma pendekatannya yg berbeda.. namun tetap pengen ingin tni kuat… komen sederhana dari tukang ketik.

  35. jelas merk ngomong gitu,orang mrk kan udah dukung capres sblh

  36. Hmmm…wajar pak beye marah…jenderal2 ini mau jd ronin rupanya…kalo ronin wajar emang satria tak bertuan dan bela yg bayar alias tukang pukul…ini prajurit sapta marga loh…. 🙂

    Namanya sdh jelas…TENTARA NASIONAL INDONESIA….artinya ia milik seluruh bangsa bkn golongan apalagi individu…ia bukan tentara mangkunegaraan punya paku alam dan bkn tentara keraton punya sultan HB….

    Jadi kalo blon siap jd TNI jd anggota blackwater atau soldier of fortune lainnya ada deh trus maen deh ke irak atau afghan… kita tes mentalnya tentara atau bkn :mrgreen:

  37. Kira2 yang disebut SBY siapa ya?
    Bpk Moeldoko ya???
    maaf wong ndeso

  38. Kebetulan saya tahu hal seperti ini, dan tidak lagi kaget
    Gak usah jauh-jauh deh pilcapres, tp dari pilkada aja sudah bugil dan terang2an kalau Muspida setempat dirangkul itu dukung calon A dengan kedok rapat koordinasi dll yg gak tau kenapa tiap mendekati pilkada volume rakornya tiba-tiba jadi sering hehehe
    Itu biasa calon incumbent sih..
    Hal tsb yg saya temui selama saya mengabdi untuk negara ini di provinsi kal-sel, Kabupaten Barito Kuala

  39. “Saya tegaskan sekali lagi, bila anda baik KSAD,KSAU,KSAL,Panglima TNI , siapapun yang mau ikut dalam kancah politik dipersilakan. Tapi anda harus mundur dari jabatan anda. Minta persetujuan pada atasan anda. Saya akan menyetujuinya. Saya juga doakan semoga anda sukses berpolitik,” ujar SBY dihadapan jajaran menteri, kepala daerah dan pimpinan TNI/Polri, Selasa (3/6).

  40. pilpres thn ini adalah pilpres yg penuh dgn intrik,menegangkan,dan saya yakin byk negara terutama negara tetangga yg lg harap2 cemas menjelang pilpres indonesia,bakalan ada negara2 yg meriang krn khawatir salah satu capres yg “tdk mereka harapkan” justru menjadi RI1..
    Mdh2an apapun hasilnya bs diterima semua pihak dgn positif&berjiwa besar..yg kalah harus memberi hormat kpd yg menang,dan yg menang jgn lah menepuk dada dan ingkar janji..mari kita tunjukkan kepada dunia bagaimana cara indonesia berdemokrasi!

  41. sby seharusnya manggil mereka yang dicurigai ke istana untuk bicara jangan dilempar ke publik, seperti nya sby ngga berani untuk menindaknya sehingga melempar ke publik untuk mendapatkan dukungan..padahal sby juga pernah melakukannya, karena kapalnya mau karam banyak PATI yang sebentar lagi mau pensiun lirik-lirikan dengan salah satu capres apalagi ditambah dengan peran AM hendopryono yg deket dengan TNI masih sering berkunjung ke mabes, ditambah lagi dengan peran Luhut B panjaitan yang dibelakangnya banyak jenderal karena punya perusahaan bersama..
    sebenarnya yang disindir SBY itu ada 2 yaitu: Moeldoko yang sudah ketemu dengan JKW di mabes beberapa kali dan juga Budiman yang hadir sewaktu acara pengukuhan AM Hendropryono sebagai guru besar dan yang datang itu anggota Koalisi JKW apakah ini suatu kebetulan? kurang tahu….kabarnya para TNI itu lebih milih JKW karena JKW lebih lunak tidak hard seperti PS, dan ini akan memudahkan TNI untuk mewujudkan MEF,…ya boleh percaya atau tidak terserah ente, tapi gw dapat info dari orang dalam tim yang pensiunan jenderal…satu lagi SBY udah mulai di tinggalin kenapa, sebentar lagi mau karam kapalnya, dan kursi partainya juga terjun payung…

  42. djika ada djenderal jang tdk netral namanya djendral pethak

  43. Ya kok pada repot, makanya kalo bikin undang” itu kudu di taati, terutama kepada petinggi, jgn org kecil aja yg di suruh taat pada undang”

  44. ini yang paling dikhawatirkan…. friksi TNI merah ( nasionalis ) dan putih ( islam) dikhawatirkan terbuka lagi… TNI tetap harus netral selain untuk kebaikan bangsa juga untuk kebaikan TNI itu sendiri… soalnya di sosial media “perang” para simpatisan, siluman masing2 calon sudah mengarah pada “perang” hijau dan merah

  45. klo presidennya gus dur,kita pasti sdh dikasi tau inisialnya hahaha kawan2 pasti inget pernyataan gusdur bahwa “mayjen K” adalah dalang dibalik kerusuhan a***n..k****n z**n langsung berang,krn satu2nya mayjen angkatan darat yg namanya berawalan “K” cm pak k****n

    • bilang aja kivlan zein …frans…

    • untuk ambon masih simpang siur bung…tetapi dari diskusi di arsip lama kaskus, tokoh atau dalang utama tersebut masih ada sampai sekarang, bahkan sempat ingin mencalonkan jadi capres 🙂 oknum korps coklat pun masih ada sampai sekarang dan masih berdinas (bukan malah dikeluarkan dari dinas)…hadeuhhhh..

  46. ayo dong anggota ini yang cerdas jagan termakan isu2 murahan

 Leave a Reply