Mar 132014
 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono   –   KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

SURABAYA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat membuka sidang pertama Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Rabu (12/3/2014), mengatakan, setiap negara memerlukan pertahanan yang cukup, termasuk Indonesia.

“Saya tidak percaya dan saya kurang setuju jika ada yang mengatakan dunia masa kini tidak lagi diperlukan kekuatan pertahanan karena katanya dunia akan lebih damai, demokrasi akan hadir dimana-mana, setiap konflik dapat diselesaikan secara damai,” kata Presiden selaku Ketua KKIP di Ruang Majapahit, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, di Surabaya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Presiden, meskipun negeri ini tidak lagi menganut geo politik pasca-Perang Dunia II dan tidak lagi hidup dalam suasana perang dingin, tetapi sebagai negara yang berdaulat, Indonesia memerlukan kekuatan pertahanan yang tangguh.

Ia kemudian mengapresiasi sidang pertama KKIP yang bertujuan untuk merencanakan, mengembangkan kebijakan, dan kemudian mengimplementasi kebijakan itu untuk kepentingan industri pertahananan secara khusus dan untuk kepentingan pertahanan secara umum.

“Sebagaimana yang kita saksikan hari ini, kita melihat hasil modernisasi dan pembangunan kekuatan matra laut. Beberapa saat yang lalu kita juga menyaksikan hal yang sama di jajaran Angkatan Udara dan Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melihat langsung apa yg dilakukan oleh TNI AD,” kata SBY merujuk pada acara gelar alutsista dan demo kekuatan alutsista TNI AL.

Presiden mengatakan, krisis keuangan yang dialami Indonesia 15 tahun lalu telah menyebabkan lambatnya modernisasi kekuatan pertahanan.

“Karena krisis ekonomi yang dalam, kita tidak memiliki resources(sumber daya), sumber finansial untuk melakukan modernisasi dan pembangunan kekuatan,” katanya.

Justru di saat ekonomi global mengalami gejolak dan krisis, kata Presiden, ekonomi Indonesia tumbuh positif, bahkan tergolong tinggi di antara negara-negara G-20. Dengan demikian, bisa dilakukan modernisasi kekuatan dan peningkatan serta penambahan alutsista, baik untuk darat, laut, udara, dan sekaligus pembangunan kekuatan dan peningkatan profesionalitas jajaran kepolisian.

Sementara itu, dalam kurun waktu 2010-2013, KKIP telah merumuskan berbagai kebijakan nasional yang bersifat strategis di bidang industri pertahanan. KKIP juga telah menetapkan beberapa program nasional, menerbitkan cetak biru riset Alpalhankam serta merumuskan cetak biru produk Alpalhankam.

Menurut Kementerian Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, terkait strategi mewujudkan kemandirian pertahanan, telah disusun master plan pembangunan industri pertahanan tahun 2010-2029 yang mencakup dua target utama, yaitu alutsista dan industri pertahanan.

Target alutsista yang akan dicapai adalah alutsista yang memiliki mobilitas tinggi dan daya pukul. Sedangkan target industri pertahanan yang akan dicapai adalah terwujudnya kemampuan memenuhi permintaan pasar dalam negeri, kemampuan bersaing di pasar internasional serta kemampuan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Untuk pengembangan produk alutsista masa depan, KKIP telah mencanangkan program produk-produk masa depan baru yang meliputi pesawat tempur (IF-X), pesawat angkut, kapal selam, kapal perang atas air, roket, peluru kendali, pesawat terbang tanpa awak, radar, sistem manajemen pertempuran, alat komunikasi, amunisi kaliber besar, bom udara, torpedo, propelan, kendaraan tempur dan kendaraan taktis.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono menyaksikan demo kekuatan alutsista TNI AL yang berupa demo penyebaran ranjau dari pesawat udara Patroli Maritim Umar 623 TNI Angkatan Laut, demo penembakan Roket RBU dari Kapal Republik Indonesia (KRI) dengan nomor lambung 385 dan 381, demo peperangan antikapal selam oleh KRI dengan menggunakan helikopter antikapal selam, demo pembebasan pembajakan kapal oleh Komando Pasukan Katak dan Intai Amfibi dengan metode Visit Board Search and Seizure (VBSS), ‘sailing pass’ Kapal TNI Angkatan Laut dan ‘flying pass’ pesawat udara dan helikopter TNI Angkatan Laut.

Turut mendampingi Presiden Yudhoyono, antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf AD Jenderal TNI Budiman, Kepala Staf AL Laksamana TNI Marsetio dan Kepala Staf AU Marsekal TNI IB Putu Dunia, Gubernur Jawa Timur Soekarwo. – (KOMPAS.com)

Bagikan:

  91 Responses to “Presiden: Setiap Negara Perlu Pertahanan Cukup”

  1.  

    dan tentunya 2 unit kapal selam jauh dari cukup untuk menjaga perairan negara maritim terbesar di dunia. think again 🙂

    •  

      Dari perairan Gresik sini , gak keliatan lontong sekilonya, bung @nowy, Diego,Satrio, dkk! gak berani dekat, takut kecipratan rudal !

    •  

      Dan tentunya helikopter AKS terkendala anggaran. Karena menurut pemerintah senjatanya lebih mahal dari pada harga helinya. Kasihan teman2 TNI.

      Berita baiknya, Kilo second gak jadi diakusisi tapi diganti dengan kilo baru. selamat tidur nyenyak

      •  

        nice 🙂 thank bung Jalo buat bisikannya

        •  

          masuk mef 2 (2014-2019) sekalian boyong sukro, klo masuk mef 1 anggaran on top udah habis .

          •  

            jika tidak salah, pada tahun 2013 akhir dilaporkan masih tersisa dana MEF1 yg cukup besar. sy lupa angkanya, tapi 40-60%. Jika 40% saja dana MEF1 masih tersisa nilainya sekitar 5-6 milyar usd. alokasinya kemana bisa jadi tebak2an juga. persenjataan dari eropa seperti Starstreak menggunakan pembiayaan pinjaman perbankan, dan Russia masih tersisa kredit export (dan tambahan kredit?), sementara Su-35 1 squadron “hanya” di kisaran 1,3 – 2 milyar usd, Apache juga tidak menggunakan dana MEF1.

            saya belum dapat berita resmi yang kira2 menyerap anggaran sisa 5-6 milyar dollar. mengingat tahun ini adalah tahun terakhir MEF1 sya pikir banyak alutsista yg tidak diberitakan secara resmi dan hanya bisa diprediksi melalui clues para suhu 🙂

          •  

            Bung nowy,
            Asumsi dari berita2 sebelumnya saya rangkum sbb:
            Total dana on top alutsista yang dianggarkan pemerintah dari 2010 hingga 2014 sebesar 57 triliun rupiah. Dana itu sebagai tambahan untuk memenuhi kekuatan pokok minimal (minimum essential forces) untuk periode lima tahun itu sebesar 156 triliun rupiah.
            Dana itu terdiri atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2010-2014 sebesar 99 triliun rupiah dan dana on top sebesar 57 triliun rupiah.
            Jadi klo mef 1 terpakai 40% (klo nggak salah sekita 38%) mk terpakai sekitar 62 T dan sisa mef 2&3 tinggal 94 T
            Nah klo mef 2 dan 3 digabung kita masih punya 94 trilyun (sekitar 8-9 milyar dollars), silahkan di list sendiri dgn daftar2 yg beredar….

          •  

            🙂 62%

            itu dia bung @gatotkoco, banyak item yang pendanaannya tidak mengambil dana on top MEF. saya pikir alutsista yang dirahasiakan dari mainstream media kuantitas dan kualitasnya membuat SBY cukup percaya diri mengeluarkan statement diatas.

      •  

        sabar yah mas jalo news nya…?
        pasti…!! pokoknya sebelum 2020…
        ‘Jalesveva Jayamahe’

        •  

          iya neng angel …… bung jalo akan setia ko ma eneng,,,,

          @bung beye
          kalau bisa ralat “cukup” tapi lebih dari cukup…
          lah singaporn aja dah kelebihan alutista…
          austr malah project F….

          harusnya “nkri harus mempunyai pertahanan lebih dari cukup”

          cuma pendapat
          maaf cucu lancang

  2.  

    Bwahahahaha… Masih kena sindrom “bataltukukilo”
    Ikhlasin aja daaaah

  3.  

    gas lpg 3 kg terlambat masuk …abis maksi…

  4.  

    Ditunggu lontong kilonya pak sby..!! Klo bisa 100 lontong sekalian biar lebih maknyus…salam kenal all.

  5.  

    kilo ataupun ngga kilo yang penting CBG setronggg…!! 2 unit sudah cukup.

  6.  

    Tawaran Mirage 2000 juga sempat diberitakan batal. Sampai sekarang tidak ada beritanya sampai kemudian muncul di Lanud Wonosari bersama Sukhoi.

  7.  

    Yang penting rakyat aman

  8.  

    Tapi saya yakin ada rahasia dlm persenjataan INDONESIA..biarkan negara lain yg pada bingung nyari2 tau.yg terpenting negara ini harus siap jika memang harus perang..saya sbg warga negara siap untuk perang.demi NKRI. Lanjutkan pak SBY..!!!

  9.  

    Beliau sudah 2 kali, tidak bisa lanjutkan 😀

  10.  

    NATUNA DI KLAIM CHINA!!!?

    Katanya info kemarin2 natuna g ikut di klaim..
    Maksudnya apa nich china??

  11.  

    Menurut Presiden, meskipun negeri ini tidak lagi menganut geo politik pasca-Perang Dunia II dan tidak lagi hidup dalam suasana perang dingin, tetapi sebagai negara yang berdaulat, Indonesia memerlukan kekuatan pertahanan yang tangguh.

    Mskipun bukan lagi hidup dalambsuasana perang dingin…
    Tapi indonesia masih diselimuti oleh perang dingin dari genk FPDA, yg slalu syirik dg kemajuan nusantara..

  12.  

    Maaf bung2 warjag semua… Kilo yg second emang batal tapi yg baru masih dalam proses…

    Biar gak salah tafsir, nanti saya coba tulis…

  13.  

    Berita yang tak kalah hebatnya..dalam waktu dekat,pemerintah akan meresmikan 5 bandara utama 14 bandara kecil dan pelabuhan2 utama…bangkit ekonomi = tambah gahar militer indonesia..mantap..!!

    •  

      Yup bener bung, program ground breaking…

      Saya pernah ikut sewaktu peresmian pelabuhan kargo di Kariangau, Balikpapan. Ini program kemenkoperek.

      Semoga terealisasi, ekonomi kita mantab, pertahanan negara pun disegani.

      Salam bung elang

  14.  

    Saat ini helikopter anti kapal selam masih jadi perdebatan… Kalau dilihat apalagi pada acara simulasi kemarin penerbal kayaknya jagoin AS-565 panther dan AW 159 Lynx Wilayah kayaknya masuk kedalam kotak.

    Cuman masalahnya sekarang pemilihan peralatan dan persenjataannya ternyata harganya lebih mahal dari harga helikopter. (kalau mahal senjatanya pasti setrooong)

    Sampai skrg belum ada kata sepakat antara usernya dengan barahan kemenhan.

    Sewaktu ketemu dengan pejabat PT DI bapak ini ngomong: “Untuk Helikopter TNI AL kami baru dapat informasi dalam tahap pembicaraan kontrak pembelian,”

    Tapi menurut pejabat di TNI AL, kontrak sudah bulat sekarang lagi kata sepakat. TNI AL akan mengikuti sesuai skala prioritas, dan menyesuaikan dengan anggaran yg ada.

    Bapak ini mengatakan, kalau sudah tercapai kesepakatan untuk kontraknya waktunya tidak akan lama.

    Saat nanya kemarin simulasikan perang anti kapal selam untuk apa? Apakah ada tujuan biar cepat diproses heli AKS-nya?

    “silahkan disimpulkan sendiri,” sambil tersenyum.

  15.  

    Revisi Tapi menurut pejabat di TNI AL, kontrak sudah bulat sekarang lagi dicari kata sepakat.
    (maap ada yg kurang)

  16.  

    selalu di bikin remang2…

  17.  

    apa bener indonesia beli MBT merkava asal israel??

  18.  

    harus tepat memilih alutsista dengan memperhatikan tetangga. yg penting kita baikan sm produsen alat perang china, jerman, dll terutama rusia. jadi saat dibutuhkan bs segera dapat. jadi ada anggaran untuk kebutuhan mendesak untuk beli alat tempur. seperti jaman soekarno ketika perlu mengusir belanda dari papua kita dapat berbagai alat tempur.

  19.  

    ijin nyimak gan…

  20.  

    udahlah realistis aja, indonesia gak punya uang buat beli alutsista, uangnya udah dialokasikan ke dana bansos persiapan pemilu

  21.  

    Arti cukup yang relatif .
    Cukup membuat tetangga tidak ikut perlombaan senjata.
    Cukup membuat tetangga tidak macam-macam
    Tapi yang penting cukup membuat rakyat merasa aman karena mempunyai alutsista yang pantas di hadapkan pada ancaman yang ada di sekeliling .