JakartaGreater.com - Forum Militer
Aug 102017
 

Presiden Joko Widodo saat melantik Pamong Praja Muda di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jabar, 8/8/2017. (Sekretariat Negara)

Solo – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan sebagai negara demokrasi tidak satupun institusi di Indonesia ini yang memiliki kekuasaan mutlak.

“Sebagai negara demokrasi, konstitusilah yang menjaga agar tidak ada satupun kelompok yang memaksakan kehendaknya, apalagi sebagai diktator,” ujar Presiden Jokowi¬† pada pembukaan acara Simposium Internasional dengan tema Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Ideologi dan Demokrasi Dalam Masyarakat Majemuk pada Rabu 9 Agustus 2017 di Auditorium UNS.

Menurut Presiden Jokowi, dalam negara konstitusi tidak ada warga negara kelas satu atau kelas dua, yang ada adalah Warga Negara Indonesia.

“Pengalaman itu makin meneguhkan keyakinan saya bahwa konstitusi sebagai pelindung kemajemukan dan keragaman. Baik keragaman berpendapat yang merupakan ciri negara demokrasi, maupun keragaman etnis, budaya, dan agama,” ujar Presiden Jokowi

Presiden Jokowi mengatakan konstitusilah yang menjaga agar tidak ada satupun kelompok yang dapat memaksakan kehendaknya tanpa menghormati hak-hak warga negara yang lain.

“Selain itu sebagai negara demokrasi, Indonesia menjadikan konstitusi sebagai rujukan utama dalam membangun praktik demokrasi yang sehat,” ujar Presiden Joko Widodo.

Selain menjadi rujukan bahwa tidak ada satupun institusi yang mempunyai kekuasaan mutlak, dikatakan beliau, konstitusi memastikan perimbangan kekuasaan antar lembaga negara agar bisa saling kontrol dan mengawasi.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan tantangan dalam berkonstitusi tidak mudah seiring dengan situasi dunia yang berubah dengan cepat. Menurut beliau, banyak hal baru muncul seperti radikalisme, terorisme, globalisasi, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata dan kejahatan cyber.

“Generasi juga berganti, sekarang kita banyak bertemu dengan anak muda yang menjadi generasi milenial atau generasi Y yang mempunyai cara berpikir berbeda dengan generasi sebelumnya,” ujar Presiden Jokowi.

Beliau mengatakan tantangan ke depan adalah bagaimana membuat nilai dan semangat konstitusi dapat dipahami secara baik oleh generasi muda.

“Dalam hal ini peran MK di setiap negara jadi penting. Mahkamah konstitusilah yang menginterpretasikan konstitusi sehingga dapat terus menjadi pegangan dan muara inspirasi bangsa dan negara dalam menjawab tantangan-tantangan baru,” ujar Presiden Jokowi.

Oleh sebab itu, pihak Kepresidenan menyambut baik dilaksanakannya kegiatan simposium internasional MK tersebut di Kota Solo.

“Melalui kegiatan ini diharapkan setiap negara dapat saling belajar dari pengalaman negara lain dan hasilnya dapat menyuarakan kualitas MK masing-masing negara serta menguatkan praktik demokrasi bersama,” ujar Presiden Joko Widodo. Dirilis Antara 9 Agustus 2017.

Bagikan:

  6 Responses to “Presiden : Tak Satupun Institusi Punya Kekuasaan Mutlak”

  1.  

    Itu Mbok Wiskileas dan Mpok Cintya lagi apa yah ? heheheee….
    kalau ada institusi mempunyai kekuasaan mutlak pastilah dia bukan institusi tapi lembaga. dan lembaga yang mempunyai kekuasan mutlak yaitu pemerintah, struktur pemerintah itu terdiri atas MPR -DPR-MA-PRESIDENT, GUBERNUR, BUPATI, WALIKOTA dan SU.35 / Su.57 serta KILO Class serta S400 dan S.500 Iya toh ? Muheheeheee

  2.  

    Ya asal jng konstitusi itu dicederai dgn intervensi utk kepentingan politik aja.. Xixixixixixixi

    •  

      Waahhh…klo sdh nyinggung spt ini bikin ane panas dingin mau komen. Ane monitor aja deh.
      Kalo urusan konstitusi jd ingat yg skrng jabatannya banyak banget, tempo hari sempat meradang waktu diwawancarai salah satu TV swasta….xixixi
      Kabur dulu ahhh.

    •  

      KPK sedang di obok obok oleh para pembela tikus politik.

      kog ga ada yang berani bilang KALAU ADA YANG BERANI MENGOBOK2 KPK SAYA AKAN MEMBELA DI PALING DEPAN.

  3.  

    No koment, karena sensitif bagi yg Pro dan Kontra!

  4.  

    siap,..mementau komener….xixixi

 Leave a Reply