Jul 282017
 

Cikarang – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa penyederhanaan ambang batas presiden (presidential treshold) menjadi 20 persen dalam Undang-undang Pemilu penting untuk visi politik Indonesia ke depannya.

“Ini mempertanyakan ‘presidential treshold’ 20 persen, kenapa dulu tidak ramai? Penyederhanaan sangat penting sekali dalam rangka visi politik kita ke depan,” ujar Presiden Joko Widodo pada Jumat 28 Juli 2017 di Cikarang, Jabar.

Hal itu dijelaskan menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sewaktu bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis 27 Juli 2017  di Cikeas, Bogor Jabar.

“Karena kita tidak mau ditertawakan sejarah. Kekuasaan silahkan mau berkuasa 5,10, 50 tahun, tapi di ujungnya sejarah menilai. Gerindra tidak mau ikut hal yang melawan logika, ‘presidential threshold’ 20 persen itu lelucon politik yang menipu rakyat, saya tidak mau terlibat,” ujar Prabowo Subianto.

Sewaktu itu Prabowo  Subianto menekankan Gerindra tidak ikut bertanggung jawab atas UU Pemilu tersebut.

“Kita sudah mengalami 2 kali ‘presidential treshold’ 20 persen pada 2009 dan 2014, kenapa dulu tidak ramai?” jelas Presiden Joko Widodo.

Presiden mencontohkan bahwa bila “presidential treshold” adalah 0 persen seperti yang diinginkan partai-partai non-koalisi pemerintah, presiden akan sulit mendapatkan dukungan di Parlemen.

“Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, kalau (presidential treshold) 0 persen, kemudian satu partai mencalonkan diri kemudian menang. Coba bayangkan nanti di DPR (Parlemen). Kita dulu yang 38 persen saja kan waduh,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Presiden berharap agar rakyat mengerti tujuan pemerintah untuk menggolkan “presidential treshold” 20 persen itu.

“Ini proses politik yang rakyat harus mengetahui, jangan ditarik-tarik seolah-olah ‘presidential treshold’ 20 persen itu salah,” jelas Presiden Joko Widodo.

Apalagi UU Pemilu itu juga adalah produk dari DPR dan Pemerintah, bukan sepenuhnya Pemerintah.

“Sekali lagi ini produk demokrasi yang ada di DPR, ini produknya DPR, bukan Pemerintah. Di situ juga ada mekanisme proses demokrasi yang ada di DPR dan kemarin juga sudah diketok palu dan aklamasi, Nah itulah yang harus dilihat oleh rakyat,” ungkap Presiden Jokowi.

Bila ada yang tidak puas dengan UU Pemilu, Presiden Joko Widodo juga mempersilahkan untuk mengajukan uji materi ke MK.

“Jadi ya silahkan itu dinilai, kalau masih ada yang tidak setuju, kembali lagi bisa ke MK, inilah negara demokrasi dan negara hukum yang kita miliki. Dulu ingat, dulu meminta dan mengikuti (presidential treshold 20 persen), kok sekarang jadi berbeda?” tambah Presiden Joko Widodo.

Rapat paripurna DPR pada Jumat 21 Juli 2017 dini hari menyetujui Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu untuk disahkan menjadi Undang-undang secara aklamasi meski diwarnai aksi “walk out” Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat.

Dalam rapat tersebut sebanyak 322 orang anggota DPR menyetujui paket A yaitu “presidential threshold” sebanyak 20-25 persen, ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen, sistem Pemilu terbuka, Dapil  besaran kursi DPR adalah 3-10 dan metode konversi suara menggunakan sainte lague murni.

Partai pendukung pemerintah yaitu PDI-Perjuangan, Partai Golkar, PPP, PKB, Hanura dan Nasdem berhasil mengawal paket A yang merupakan opsi pemerintah.

Partai Gerindra sudah menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu tersebut, dilansir Antara.

Bagikan:

  46 Responses to “Presidential Treshold Jadi 20 % Penting untuk Indonesia”

  1.  

    nah ini baru nyambung dgn arrtikel sebelum nya

  2.  

    “Coba bayangkan, saya ingin berikan contoh, kalau (presidential treshold) 0 persen, kemudian satu partai mencalonkan diri kemudian menang.
    -sy jalan tengah aja 10%
    -karena di atur dalam pancasila semua warga ngara dapat keadilan dan hak sama
    -kalo gede maka presiden dipilih DPR dan Rakyat Pemilu lsg hanya formalitas

    •  

      Secara gamblang data menyebut Megawati kalah saat dipilih langsung oleh Rakyat 2004.
      2 Periode,
      Mungkin ini salah satu pertimbangan bagi partai penguasa alasan kenapa harus diperketat syarat menjadi pucuk pimpinan negara, istilahnya keinginan mereka berasal ‘Ningrat’..
      Monggo kalau mau dilanjutkan..
      Hueheheheheeeee

  3.  

    Yang jadi masalah itu bukan 20% nya saja tapi juga dasar penggunaan hasil pileg 2014, tp sistem pilpres dan pileg dulu dan sekarang itu berbeda, dulu ga serentak ada jeda beberapa bulan setelah pileg, lalu hasil PT 2014 y sudah digunakan tahun 2014 juga, ngapain di pelintir.. Itu ibarat nonton bioskop film sipedermen dipake tiket nonton badman juga… Mana bisa.. Aturan main baru y harus ada rog baru lah..

    •  

      Sah2 saja presidential theshold 20% – 25%, tujuannya agar lebih menyaring dan mendapatkan kandidat pemimpin yg betul2 berkualitas dan punya visi yg jelas…..sekali lg visi yg jelas dalam memimpin Indonesia kedepan dalam 5 tahun kepemimpinannya.

      Hanya saja yg dipermasalahkan itu PT 20-25% bagi partai atau koalisi yg mana.? Yg sekarang.? Padahal presiden yg skan dipilih adalah pada pemilu yg akan datang, tentulah oleh partai atau koalisi yg legitimate hasil pemilu yg akan datang. Partai dan koalisi yg ada sekarang tidak berhak, dan memang tidak ada diatur bahwa partai dan koalisi sekarang yg menentukan calon presiden yg akan datang.
      Jika oleh partai atau koalisi pada pemilu yg akan datang, bagaimana mungkin.? Lahirnyanya mereka aja bersamaan dng lahirnya presiden baru. Karena MK telah memutuskan bahwa pemilu yg akan datang dilaksanakan serentak antara pemilihan wakil rakyat dan pilpress.

      Konon kabarnya nun jauh disana, telah didirikan Republik Dagelan oleh para wakil rakyat yg berkoalusi dalam ketoprak humor. Salam NKRI.

  4.  

    Mulai keliatan egonya..

  5.  

    Ah itu karna mereka takut kalah aja di pilpres tahun depan

    Makanya mereka koar2 kayak bocah

  6.  

    Wowo gak bis A move ON,apalagi pk tua beye, tuh hambalang jadi bangunan tua, malu lah beye sam rakyat

    •  

      Kok malu? Alasannya apa kok si beye yg kena?

      •  

        Hasil dan Tujuan dari visi misi Pak Joko Widodo sdh hampir tercapai, apa salahnya 2 periode??. klo putra terbaik bangsa bisa membangun dan terbukti indonesia bisa maju di segala bidang, knp ga didukung?? sdh banyak yg beliau lakukan utk negara padahal baru 3 thn menjabat, saking banyaknya sampe2 ane ga bs ungkapkan satu persatu disini, krn ga penting, klo org sdh iri, dengki, benci dan negatif thingking sm Pak Jokowi , apapun yg dilakukan beliau sdh pasti salah, walaupun yg dilakukan betul…berilah beliau waktu utk 1 periode lg, jgn ganggu beliau, biarkan beliau bekerja dgn para menteri2 nya sesuai dgn tupoksi, SOP dan protap yg berlaku, kita sbg warga negara yg baik, harus selalu mendukung dan bersama mengawal apa2 yg sdh dibangun pemerintah yg skr…jgn saling hujat, jgn saling dendam dan saling menjatuhkan, utk apaaaa?? klo di dalam kita sudah bentrok dan pecah spt ini, apalagi di pergaulan dunia luar sana…apa kata dunia??. be calm, be nice, be supporter yg baik bagi pemerintah, bagi bangsa dan bagi indonesia kita tercinta….

        •  

          Devisa kita yg moncer per Mei 2017, cukup membiayai impor 8,6 bulan kedepan untuk membiayai Impor dan Bayar Hutang Negara. (Standar Internasional 3Bulan).

          Dengan tenggat waktu tsb saya yakin habis masa jabatan Pak Jokowi kita tak bakal Krisis.
          Yg menjadi poin permasalahn gmn selanjutnya? Secara menjaga cadangan Devisa tsb terkumpul bukan dalam waktu setahun, dengan grafik https://ibb.co/nuE6aQ
          Pemerintah mulai gencar berhutang sejak 2015, yg mna dengan pertumbuhan ekonomi dan pemasukann Negara tidak dibarengi Nominalnya dengan Nominal hutang.
          Bahkan kedepan APBN kita juga diperkirakan Defisit dan PSN Pemerintah soal Infrastruktur masih berjalan.

          Itu yg jd problema kedepan bukan sekrang..
          Salam

        •  

          Waduh salaah komeng

      •  

        Justru yg kaya begini bung yg ga bisa move on.. Xixixixixixixi..

  7.  

    Rakyat bosen wajah2 itu aj.capresnya. yg muda kasi kesempatan donk

  8.  

    jika batas 20% kan seperti pilpres yg lalu simpel gk banyak calon memunkinkan hanya 1 putaran, tentunya menghemat anggaran pemerintah, lumayankan dengan berhemat bisa buat nambah jumlah SUKOI, hheee…

  9.  

    20 persen dari Mana?? Sedangkan pilpres bareng dengan pilleg….???
    Apakah kita nyoblos di pilleg 3 tahun lalu diberitahu hasilnya untuk pilpres 2019 ???
    Yg bikin keputusan pilpres bareng pilleg mikirnya kurang panjang…..

  10.  

    Nyesel gua

  11.  

    Memperburuk situasi politik dalam negri, kebijakan memihak, memicu suhu politik memanas..

  12.  

    syng sekali calon baru sulit muncul ..

  13.  

    Ya, sdh ramai Rama ga usah nyoblos partai yg menusukkan tresh hold 20 persen… Niatnya tdk baik…. Biar rakyat yg menghukum…

  14.  

    sabar aja pak, masyarakat tau mana yg baik dan mana yg tidak baik. keep calm pak jokowi. salam 2 periode, Insya ALLAH.

  15.  

    Nanti PT 20% itu dasarnya darimana? Pileg? Kan Pilpres & pileg dilaksanakan bersamaan, mereka pikir dasarnya pileg sebelumnya kali yaitu 2014 ……

  16.  

    Mikirnya sederhana saja sama rejim yg sekarang…….apakah rakyat tambah enak hidupnya atau tambah susah ….gitu aja kok repot2……kalau tambah enak ya terusin pilih jokowi tapi kalau hidup rakyat tambah susah ngapain pilih jokowi lagi…sederhana khan….!!!

  17.  

    Cuma ngeles karena nafsu berkuasa. Udah banyak ahli politik bilang kan tidak relevan dengan pemilu yang dilaksanakan serentak, kenapa musti maksa pake hasil pemilu sebelumnya ? kalo yang pemilu 2014 lalu dapet suara katakanlah 38% sekarang pada jeblok kan jadi pepesan kosong. Mikirrrrr !!!!

  18.  

    Ada yang mau dukung aku jadi capres hahaha.
    Punya niat…
    Untuk korupsi
    Preman diperbanyak
    Harga beras 100 rb per 1 kg
    Bhan pokok makan naik 500 persen
    Itu janji aku hahhaa

    Dari pada janji manistp knyataanya ..NOL BESAR..
    MNDINGAN PILIH AKU

  19.  

    Tunggu aja hasil keputusan MK uji materil perpu hasil ketok palu partai berkuasa dan koalisinya di DPR.

  20.  

    Kalau rakyat banyak yang tidak sejahtera kenapa harus dipilih lagi??? Emang gak ada pemimpin yang lebih baik…

  21.  

    Listrik naik bahan pokok naik semuanya pada naik ya gitu deh

  22.  

    partai partai yg berkuasa pasti akan sekuat tenaga dan dgn cara apapun utk tetap berkuasa.itu aja logika sederhananya.jadi segala keputusan yg jadi mufakat sudah pasti tujuannya utk…..???

  23.  

    MR jokowi ok.sekarang jln jln bagus .dulu mana.

  24.  

    Dulu tidak ramai karena Pemilu belum di gabung dgn Pilpres. Lebih dahulu Pemilu baru Pilpres. Masa itu saja Tidak tahu Pak Presiden. Kura-kura dalam Perahu, Pura-pura Tidak tahu..

  25.  

    pokoke pakde jokowi 2periode cuuuuuuk

  26.  

    jonru ingin jadi presiden makanya ngebet banget ingin Presidential Treshold Jadi 0 % kwakkwakkwak

  27.  

    Itulah mekanisme politik yg terjadi. Saya rasa apa yg dikatakan Presiden Jokowi bkn semata2 utk membela kepentingan kendaraan politiknya yg kebetulan merupakan Partai besar, tapi juga objektif mengingat pengalaman masa lalu. Bahwa pemerintahan yg stabil itu sangat penting utk melanjutkan pembangunan di Indonesia. Bahwa tak bisa dipungkiri, Presiden yg muncul dgn dukungan sedikit, pasti akan mudah diganggu terus oleh oposisi di parlemen, dan sdh barang tentu energi dan waktu akan habis hanya utk bertarung politik saja, dan pembangunan dan rakyat yg akan jadi korbannya. Jangankan 20%, >30% saja masih gampang diganggu. Itu fakta, dan itu terjadi di Indonesia.

 Leave a Reply