Pro Kontra Keinginan Vietnam Beli Jet Tempur Su-57 Rusia

Jet tempur siluman generasi kelima Su-57 Rusia © Moscow Times

JakartaGreater.com – Pejabat pertahanan Rusia membantah bahwa Vietnam ingin membeli antara 12-24 jet tempur siluman Su-57 termasuk kemampuan ekspornya, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet pada hari Kamis.

Media melaporkan bahwa Vietnam ingin membeli Su-57 Rusia

Baru-baru ini sejumlah media dunia melaporkan bahwa Vietnam menunjukkan minat pada pesawat tempur multiperan terbaru Rusia, Sukhoi Su-57.

Namun, pejabat eksportir senjata Rusia, Rosoboronexport mengatakan masih terlalu dini untuk membicarakan masalah ekspor jet tempur Su-57 Rusia sehingga tidak mungkin bagi Vietnam untuk membeli Su-57 dalam waktu dekat.

Minggu ini, publikasi analisis militer dari Military Watch memiliki artikel berjudul “Stealth Fighters Over Hanoi; What the Su-57 Can Do For Vietnam“.

Artikel itu mengatakan bahwa, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Angkatan Udara Vietnam telah menunjukkan minat besar untuk membeli 1-2 skadron tempur siluman Su-57 Rusia dengan jumlah 12-24 unit.

Pesawat radar peringatan dini jarak jauh Beriev A-50U Rusia © Russian MoD

Menerapkannya berarti bahwa Vietnam akan memiliki kemampuan baru untuk melakukan pertempuran udara. Ini sejalan dengan prioritas Angkatan Udara Vietnam untuk memiliki pasukan elit kecil, termasuk pejuang kelas atas Rusia.

Penulis artikel itu menyarankan bahwa jika Angkatan Udara Vietnam membeli pesawat jenis ini, Vietnam tidak hanya akan menjadi negara Asia Tenggara pertama yang akan memiliki jet tempur generasi kelima tetapi juga akan membantu menyapu hingga taraf tertentu level antara Angkatan udara Vietnam dan keunggulan China saat ini.

Beijing dimulai pada tahun 2017 dan memiliki pejuang siluman generasi ke-5 elite, Chengdu J-20. Beijing juga berencana pada awal 2020-an untuk mengoperasikan versi pesawat yang dimodernisasi dari J-20B, dengan kemampuan tempur yang bahkan lebih tinggi.

Karena Vietnam tak memiliki sistem kendali udara dan peringatan dini seperti AWACS, atau A-50 pesawat peringatan dini andalan Rusia, peralatan modern bertujuan untuk mendeteksi dan menargetkan Su-57 akan menciptakan kemampuan untuk mencari, mendeteksi, serta melacak target dari jarak jauh yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Jet tempur siluman F-35 mendarat di kapal induk USS George Washington (CVN 73) © US Navy via Wikimedia Commons

Selain itu, kemampuan Su-57 untuk terbang pada ketinggian akan menjadikannya pesawat yang sangat baik untuk berpatroli di Laut China Selatan, yang kehadiran militer China telah meningkat secara signifikan di perairan ini, tambah Military Watch.

Menurut penulis artikel tersebut, selain China yang telah bergantung pada pejuang siluman generasi kelima, Singapura sendiri telah menyatakan minat untuk memiliki pesawat tempur paling canggih di dunia dan mempertimbangkan kemungkinan penggantian F-16 yang sudah ketinggalan zaman dengan F-35 Lightning II buatan AS.

Rusia: Su-57 tidak diekspor dalam waktu dekat

Setelah Military Watch menerbitkan sebuah artikel, beberapa media Rusia pun menerbitkan ulang artikel dari jurnal ini dan juga menganalisis situasi di sekitar para jet tempur paling modern di dunia.

Menurut komentar tersebut, alasan mengapa Vietnam peduli dengan pesawat tempur Rusia yang paling modern dapat dijelaskan.

Purwarupa jet tempur generasi kelima Sukhoi T-50 PAK FA alias Su-57 dalam MAKS Air Show 2013. © Pawel Maryanov via Wikimedia Commons

Sumber-sumber publik telah berulang kali melaporkan bahwa Su-57 tidak hanya sebuah jet tempur, tetapi juga kombinasi multi peran, ultra-mobile, hampir tak terlihat dari jangkauan infra-merah dan radar. Ia dapat terbang dengan kecepatan supersonik, tanpa menggerakkan mesin ke mode pembakaran internal (afterburn).

Pesawat ini, tidak hanya memiliki kemampuan menjamin “keunggulan” atau “superioritas” udara, tetapi juga menyerang target di laut dan di daratan dengan senjata presisi tinggi dan senjata konvensional, serta melakukan kegiatan pengintaian.

Selain itu, ketika melakukan misi pengintaian, jet tempur canggih Rusia tidak perlu terbang ke daerah yang terkena sistem pertahanan udara musuh, bahkan jika musuh mampu untuk mendeteksi pesawat, itu tidak bisa tembak.

Tinggalkan komentar