Jan 092019
 

JakartaGreater.com – Pesawat tempur siluman J-20 China ternyata tidak memiliki senjata. Dan itu bisa menjadi masalah bagi Angkatan Udara Tiongkok, seperti dilansir dari laman National Interest.

Para pengamat dari pesawat tempur siluman bermesin ganda telah berspekulasi bahwa J-20 tidak dilengkapi senjata kanon. Foto-foto Chengdu J-20 sejak penerbangan pertama jenis ini pada Januari 2011 tidak mengungkapkan tonjolan atau lubang yang mungkin mengarah ke senjata internal. J-20 tidak pernah muncul di depan umum dengan membawa pod senapan eksternal.

Jurnalis penerbangan Andreas Rupprecht pun telah mengkonfirmasi ketidakhadiran senjata atau kanon pada majalah Combat Aircraft edisi Januari 2019.

Kisah yang sama merinci pemuatan senjata standar J-20. Pesawat perang sepanjang 67 kaki itu, dan skuadron pertama yang mulai beroperasi pada awal 2018, menampilkan tiga rongga senjata.

Pada pameran udara Zhuhai Airshow November 2018, sepasang jet tempur J-20 membuka sarang senjata (weapon bay) mereka di hadapan orang banyak. Setiap pesawat tempur J-20 membawa dua rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-10 masing-masing di samping weapon bay, ditambah empat rudal jarak jauh PL-15 di dalam weapon bay.

F-22 Raptor, jet tempur superioritas Angkatan Udara AS © USAF via Wikimedia Commons

Rudal udara-ke-udara PL-10 ini, kira-kira setara dengan rudal Sidewinder AS. Sedang PL-15 mirip dengan rudal udara-ke-udara canggih jarak menengah AS, yakni AMRAAM.

Tata letak ruang senjata J-20 tidaklah mengejutkan. Pesawat tempur F-22 milik Angkatan Udara AS juga memiliki tiga weapon bay di lokasi yang mirip dengan yang ada di jet tempur China. Akan tetapi weapon bay pesawat tempur AS tersebut lebih besar dan menampung delapan rudal.

Pesawat tempur siluman F-35 buatan AS, sebaliknya, memiliki sebuah weapon bay ditengah dan berukuran besar, akan tetapi hingga akhir 2018, itu hanya dapat digunakan membawa 2 rudal AMRAAM.

Namun, baik F-22 maupun F-35 sama-sama memiliki meriam sebagai cadangan untuk rudal mereka. F-22 memiliki tembak internal 20 milimeter. Sementara F-35 dengan kanon 35 mm yang bersifat internal pada F-35A dan F-35C. Sedang untuk varian F-35B, kanon ada pada pod yang bisa dilepas.

Pistol F-35 bukannya tanpa kontroversi. Banyak model F-35 awal tidak memiliki perangkat lunak untuk menggunakan pistol sama sekali. Dan senjata itu tidak akurat, menurut kantor penguji senjata kepala Departemen Pertahanan AS.

Fitur siluman jet tempur F-35 Lightning II akan hilang bila dilengkapi senjata eksternal © Military Watch

Tapi setidaknya F-35 punya senjata. F-35 Korps Marinir membawa pod kanon mereka pada misi serangan mendadak pertama dalam layanan AS, di Afghanistan pada bulan September 2018 yang lalu.

Militer AS belajar cara yang sulit untuk mempersenjatai pejuangnya dengan senjata. Ketika rudal udara-ke-udara menjadi umum pada tahun 1950-an dan 1960-an, perancang pesawat tempur AS menghilangkan “kanon” dari banyak tipe pesawat tempur dengan asumsi semua pertempuran udara akan berlangsung dari jarak jauh, menghasilkan senjata jarak pendek yang redundan.

Akan tetapi, selama Perang Vietnam, kru Angkatan Udara AS yang menerbangkan F-4 awal dan jenis pesawat tempur lainnya dengan cepat menyesali pilihan desain itu. Pertempuran dogmatis yang dekat dan kacau di wilayah udara yang ramai disukai oleh meriam tradisional.

“Itu adalah kesalahan terbesar pada F-4”, kata John Chesire, yang terbang di 197 misi tempur selama 2 tur di Vietnam, mengatakan kepada majalah Air & Space. “Peluru itu murah dan cenderung mengarah ke tempat yang Anda tuju. Saya membutuhkan kanon dan saya benar-benar berharap memilikinya”.

Militer AS akhirnya menambahkan kanon ke model utama F-4E, dan juga untuk semua tipe jet tempur AS berikutnya. “Keterbatasan aerodinamis yang melekat pada penggunaan rudal di jarak minimum membuat sistem senjata kanon sangat penting untuk arena pertempuran masa depan”, kata Mayor Angkatan Udara AS Stuart Nichols menjelaskan dalam makalah tahun 1998 di Air Command and Staff College.

“Kanon adalah sistem senjata sederhana yang perlu digunakan dan dipelihara”, tambah Nichols. “Itu tidak dapat didegradasi oleh serangan elektronika musuh atau umpan suar yang semuanya membantu menurunkan kinerja rudal. Manfaat lain yang signifikan dari penggunaan kanon adalah bahwa itu tidak bergantung pada sistem radar pesawat. Rudal harus bekerja sesuai dengan radar pesawat. Yang sangat rentan terhadap manuver dan langkah-langkah penanggulangan yang berasal dari pesawat musuh”.

Saat ini sebagian besar jet tempur di dunia memiliki kanon. J-20 adalah pengecualian. Dan Angkatan Udara Tiongkok akhirnya mungkin dapat belajar apa yang “dipelajari” Angkatan Udara AS dua generasi yang lalu di Vietnam. Menghilangkan kanon itu berisiko.

jakartagreater.com

  6 Responses to “Problem: J-20 Tiongkok Tidak Memiliki Kanon?”

  1.  

    Kanon tidak diperlukan karena stealth geto loh itu lah kira2 yg di pikirkan cina x yah xixixi… Walah ternyata asu ngeri juga sm nih pespur sekarang asu bikin j 20 sendiri…

    https://theaviationist.com/2018/12/09/usaf-confirms-the-chinese-j-20-spotted-in-georgia-is-a-mock-up-used-for-training-by-the-u-s-marine-corps/

    Mungkin ini satu2nya pespur si panda yg di waspadai asu sampai repot2 bikin replicanya…

  2.  

    Mungkin pespur j20 tdk dirancang tempur dekat tapi dirancang tempur jauh
    😆

  3.  

    kehkehkeh