Produk Alutsista Rusia Akan Ramaikan Indo Defence 2016

60
12

Pengunjung mengamati replika kapal perang di salah satu stan dalam ajang "Indo Defence Expo 2014" di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/11).

Indo Defence 2016 akan digelar di Indonesia mulai 2 – 5 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejumlah negara akan memamerkan produk alutsista unggulannya masing-masing. Salah satu negara yang akan memamerkan alutsistanya adalah Rusia. Tidak tanggung-tanggung, 21 perusahaan produsen alutsista Rusia akan memamerkan produknya.

Layanan Federal Kerja Sama Teknik Militer Rusia (FSMTC) menjelaskan, beberapa produk alutsista Rusia yang akan dipamerkan adalah, persenjataan, tank, helikopter, dan berbagai macam model alutsista lainnya.

”Sebanyak 405 unit produksi militer dari 21 perusahaan Rusia akan dipamerkan, termasuk di antaranya dari Rosoboroneksport, Rostec, United Aircraft and Shipbuilding Corporations, selain itu ada juga model pesawat tempur multiperan Su-35, helikopter serang Ka-52, tank T-90S, kendaraan infanteri BMP-3M, kompleks rudal antipesawat Buk-M2E, kapal selam diesel Proyek 636, dan kapal patroli (fregat) Proyek 11356,” jelas FSMTC.

Acara ini juga dijadikan sebagai pintu masuk peluang Rusia untuk menjadi pemasok persenjataan ke Indonesia. Rencananya Indo Defence 2016 akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

sumber : RBTH

60 KOMENTAR

  1. Itu semua karena di lihat dari kaca mata dunia militer, peringkat Indonesia di urutan no #12 dunia dan Indonesia adalah negara pengimport alutista militer terbesar #8 Asia.
    Serta banyaknya perusahaan alutista militer di benua Eropa yang sedang devisit dan mengadu mencoba mengadu nasib di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara.
    Jadi jangan heran jika sebagian dari peserta Indo Defence 2016 menawarkan sekema ToT untuk alutista dagangannya.

    Semoga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik lagi.

  2. Itu semua karena di lihat dari kaca mata dunia militer, peringkat Indonesia di urutan no #12 dunia dan Indonesia adalah negara pengimport alutista militer terbesar #8 Asia.
    Serta banyaknya perusahaan alutista militer di benua Eropa yang sedang devisit dan mengadu mencoba mengadu nasib di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara.
    Jadi jangan heran jika sebagian dari peserta Indo Defence 2016 menawarkan sekema ToT untuk alutista dagangannya.
    Kalau alutista product Rusia…???

    Semoga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik lagi, jadi anggaran militer Indonesia 2018 tidak akan ada adu urat untuk mencukupi kebutuhan rencan program alutista militer Indonesia.

  3. Ini bisikan. Kata nya pak RR akan menandatangani kontrak pembelian sukoi su-35,s-300,dan kapal selam kilo secara ngumpet”..
    Dengan jumlah alusista yg di pesan tidak di sebut kan berapa unit yg di pesan TNI. Kata biar tetangga ga panas dingin hahaha..
    Ini bisikan loh ya ..
    Ngareeppppp bnyak mau nyaaa ..

    • Klo dilihat dr sisi Ekonomi anggaran menhan dr PDB,Kemungkinan besar faktor tsb bisa jd Alasannya bung@Doraedi..Tp klo di lihat dr sisi Hukum/Undang2 RI yg mewajibkan TOT untuk pembelian Alutista dr luar dan Sedangkan pihak RUSIA yg KATANYA tdk mau memberikan TOT..Itu artinya Walaupun kita punya dana/Uang Klo pihak Rusia tdk mau memberi TOT,tdk mungkin menhan membelinya karena melanggar UU.
      Kesimpulannya pembeli punya duit dan Produsen Harus mau memberi TOT baru deal.
      Terima kasih atas Analisanya bung@Doraedi..salam

  4. bung @preman yg bisa nandingin tetangga selatan kan hrs produknya rusky, papua mulai anget, pak RR jg dah ngancam, RI 1 jg dah kasih perintah ke men Esdm supaya proses kasus minyak di timles, timles jg dah minta perlindungan kekita,,,edisisotoy xixixixix

  5. Ane mikirnya Rusia bawa contoh produknya karena takut kesalip ditikungan terakhir gan. Kemarin Rusia masih yakin Indonesia mau beli minimal 16 unit Su35, mereka pede sama Rafale, Typhoon, Gripen karena TNI AU dah ngebet pengen yg ini. Tiba2, permintaannya berkurang jadi 12,10, 8 dan terakhir mau ditunda dulu. Makanya sekarang Rusia jadi allout ngeluarin semua yg ada.. Itungannya bukan karena ToT atw gak punya duit tapi ini lebih karena Indonesia kuatir kalo beli nih Su35, AS jadi meradang dan minta Korea buat batasin kerjasama KFC eh salah,. maksudnya KFX/IFXnya gan. Yang dibutuhin Indonesia itu radar AESA, mesin pespur sama guidance rudal. Makanya Indonesia kadi pucing pala berbie… mau beli Su35 atau FA 50 aja–>hub sama kerjasama IFX. Tapi konon kabarnya sih Rusia mau kasih ToT 35%, mungkin kalo itu belinya 16 kali ya. Kalo 35% dapetnya ToT mesinnya atw radar AESA+guidance rudal ya ambil aja gpp,.. Ntar tapi setelah 2026 abis IFX dah produksi massal biar ada selingan.

    • IFX/KFX…sekalipun putus hubungan dg korsel kayaknya berdasar clue2 yg telah lewat…tetap akan jalan terus, bahkan ada projeck mirrornya yaitu LFX2 buatan Lapan.
      sedangkan masalah guidance utk missile itu masalah lama (2-5 tahnu yg lalu) seharusnya sekarang masalah sudah terpecahnkan…bukankah project2 utl missile nasional pada 2 -3 tahun lalu macam sea cat “reverse engineering”. RKN200, RX450, RX550, upgrade strela yang jumlahnya mencapai ribuan utk keperluan KRI2 sudah lama ada (at least mock up dan test2)….karena menurut yg saya tahu guidance missile sudah ada yg cipta dari ilmuwan yogya, serta ada dari ilmuwan ukraina utk project missile RX550 (guidance nya).

      Sedangkan mesin pespur utk IFX kan masih ada issue dipenuhi dg hadirnya poabrik pembuatan mesin jet dari rusia. Kalau mesin jet dari bule barat kayaknya indonesia sudah gak terlalu berharap…baik mesin dari eropa maupun USA. Indonesia juga tak terlalu pusing dg di tutupnya akses pada source code utk teknologi kunci.
      Saya yakin IFX akan jauh lebih bagus dan lebih sempurna daripa KFX punya korsel bila nanti putus hubungan.

  6. saya berharap ” 405 unit produksi militer dari 21 perusahaan Rusia’ di tinggal di kemayoran utk gratifikasi xixixiixixixi kan lumayan

    SU-35 (akan di tanda tanganin kontrak pembeliannya di kemayoran pas pameran ini berlangsung) ini kabar dari tetangga saya yg kerja di ring 1 sbg tukang kebon..

    wajib dateng nih

  7. ebanyak 405 unit produksi militer dari 21 perusahaan Rusia akan dipamerkan, termasuk di antaranya dari Rosoboroneksport, Rostec, United Aircraft and Shipbuilding Corporations, selain itu ada juga model pesawat tempur multiperan Su-35, helikopter serang Ka-52, tank T-90S, kendaraan infanteri BMP-3M, kompleks rudal antipesawat Buk-M2E, kapal selam diesel Proyek 636, dan kapal patroli (fregat) Proyek 11356,” jelas FSMTC

    busyet deh…itu semua barang kan issue nya santer banget mau di beli indonesia sejak lama…

  8. bisa bisa su 35 batal dibeli indonesia. mengingat biaya operasionalnya mahal, berumur pendek, tidak mampu memberikan efek gentar, dan masalahnya lagi, rusia pelit tot. mudahan rolling kedua indonesia beli pesawat gripen ng plus tot sama paket pertahannya. aminn