Mar 312017
 

Kapal PKR-2 ditargetkan selesai pengerjaannya pada bulan Oktober tahun 2017. (Antara Foto/Irfan Anshori)


PT PAL Indonesia tidak akan mengalami gangguan dalam memproduksi sejumlah kapal perang setelah adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke perusahaan itu.

“Tidak ada yang berhenti. Semua tetap berproduksi seperti biasa. Klien tidak perlu khawatir,” kata Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono.

Bayu menjelaskan bahwa beberapa kapal perang yang kini sedang diproduksi di antaranya pesanan Kementerian Pertahanan RI, yakni Kapal Cepat Rudal 60 meter (KCR-60M) yang memasuki tahap kedua.

Bayu mengakui jika direktur utamanya, Firmansyah Arifin sebelumnya mendapat laporan jika adanya OTT di perusahaan itu, kemudian menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta, dan dibawa dari kantor di Surabaya ke Jakarta pada Jumat pagi.

“Memang Kamis (30/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Firmansyah didatangi petugas KPK di kantornya yang saat itu tengah memimpin rapat jajaran direksi Kementerian BUMN, dan diberitahu bahwa ada OTT di Jakarta,” ucapnya.

Kemudian, Firmansyah diajak ke dalam ruang kerjanya, dan membawa keluar tas kerja milik Dirut PT PAL tersebut dengan isinya telepon genggam, buku catatan, dan obat-obatan alergi.

Bayu mengatakan, saat itu Dirut PT PAL ditemani Sekretaris Perusahaan Elly Dwiratmanto, dan memasuki satu dari tiga mobil yang digunakan oleh petugas KPK dengan meninggalkan komplek PT PAL.

Sebelumnya, KPK memeriksa 17 orang terkait OTT jajaran petinggi PT PAL di Jakarta dan Surabaya.

“Pagi tadi telah datang tim dari Surabaya dan sejumlah orang yang diamankan di OTT kemarin. Total sekitar 17 orang yang terdiri dari unsur petinggi atau pegawai BUMN dan swasta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta.

OTT digelar terhadap manajemen PT PAL Indonesia (Persero) karena ada indikasi penerimaan hadiah atau janji terhadap penyelenggara negara. “Pemeriksaan dilanjutkan di KPK bersama sejumlah pihak yang diamankan di Jakarta,” ujar Febri.

KPK mempunya waktu 1 x 24 jam sebelum menetapkan status 17 orang yang diamankan tersebut.

Sumber: Antara

  37 Responses to “Produksi Kapal Perang PT PAL Tidak Terganggu OTT”

  1. test

  2. hmmm kira2 proyek apakah yg berhadiah bila beruntung tersebut?

    • Kick back penjualan kapal ke Filipina. Ini jd pembelajaraan bagi kita semua.

    • Proyek Pembangunan Fasilitas dan Pembelian Kasel Changbogo…

      #Sumber RCTI

      • Klo mau di runut, semua kontraktor di lapangan yang mengerjakan baik internal maupun eksternal pasti terlibat bung 😆 saya tau itu, contoh kecil aja, misalnya kontraktor membelikan teh botol atau minuman lain buat para karyawan PT. PAL yang mengawasi pekerjaan rekanan/kontraktor tersebut.

        Meski “sebotol/segelas/sebungkus minuman” ini sudah termasuk “gratifikasi”, belum lagi bila ada “makan siang”…

        Jelas, mereka/karyawan tidak minta, itu cuma inisiatif dari “kontraktor” dan mereka sudah pasti menyediakan anggaran untuk itu.

        Itu cuma contoh kecil 😀
        #pengalaman_pribadi

      • Sy sumber kompas tv bung. Wah mana yg bener nih…? Tapi satu hal yg terpenting dr kasus ini adalah Integritas hrs diutamakan, kalau Indonesia mau maju. Salam hormat bung.

      • Pasal 12B ayat (1) UU Tipikor bahwa tidak diatur mengenai batasan gratifikasi yang boleh diterima. Pasal 12B ayat (1) UU Tipikor hanya mengatur bahwa setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap jika berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

        nah itu UU nya,, tapi selentingan diskusi menyebut di bawah 1 jt tidak perlu dilaporkan,,,
        pada kenyataannya parcel hari rayapun tidak berani diterima (secara terbuka) pejabat di era sekarang..

  3. semoga tidak berefek terhadap kinerja PT PAL

  4. Jangan2 Scorpene… kan DCNS terkenal suka korup dan nyogok…

  5. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Itu namanya profesionalitas, harus bisa membedakan antara kinerja dan hal lainnya termasuk urusan pribadi/rumah tangga.

  6. Baguslah.. mesti jalan trus, bos cuma perlu buat tanda-tangan… toh yang bekerja dilapangan adalah anak buah

  7. Budaya rasa terima kasih dgn memberi tips sudah mendarah daging, gmn lg cara menghilangkannya?

  8. Itu proyek pengadaan kapal SSV philipines.. smoga jd pembelajaran utk para pemangku kebijakan.

  9. tidak komen

  10. Gosip yang beredar kapal selam korea.. mungkin unit ke 2.
    Setahu saya sih unit ke 2 ini mengalami beberapa upgrade dari versi standar. jadi, ada celah di sana. baik untuk penggelembungan dana atau ada pihak 3 dalam tender sebagai pemasok, datang menawarkan imbalan asalkan produknya di akusisi. ya walaupun produknya tidak sesuai klasifikasi yang di minta.

    Ini opini pribadi saja y. tentang yang sebenarnya belum tahu.

  11. los ora urus……..
    mending kok produksi rudal
    ini kapal unyu2,gak ada rudal,gak ada ciaws,gak ada sonar,gak
    ada torpedo,gak ada bbm………
    mau dutangkap
    mau digantung itu dirut
    mau dibom
    mau dicampakkan
    los ora sudi….

  12. Oooh itu terkait marketing fee kapal pesanan Filipina BRV Tarlac Class.

    Jadi ada orang yg memasarkan ke Filipina.

    Jadi PT PAL keluarkan dana marketing fee untuk orang itu.

    Salahnya, sebagian dari marketing fee itu kembali ke beberapa orang pejabat di PT PAL dan uang itu dikantongi mereka. Seharusnya uang itu dikembalikan ke perusahaan.

  13. jadi teringat betapa Indahnya hadiah perhiasan dari raja Salman untuk Ibu negara yg di gratifikasi ke KPK..

    kok gak mau seperti Ibu negara,, padahal sering diberi teladan.

  14. Ngomong apaan ente, dasar provokator. Kaga nyambung jaka sembung

  15. Dijamin maloner pasti tiarap bung, kasus 1MDB dibikin simpang siur hilir mudik kayak angin puting beliung di semenanjung….. dikondisikan biar beruknya ga banyak cingcong…….

  16. habis makan menyan ya bung,,ngemeng kajol gituuu…kembali ke laptop bung,temanya apa yg diomongin apa.

  17. Buset nih kapal sexeh bener ..

 Leave a Reply