Produksi Radar “LRDR” AS Akan Dimulai Tahun ini

18
Long Range Discrimination Radar (LRDR). © Lockheed Martin

Produksi Radar Diskriminasi Jarak Jauh (LRDR) Angkatan Udara AS yang akan dijadikan sebagai sistem kunci untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan rudal balistik masa depan akan dimulai akhir tahun ini, seperti dilansir dari China Topix.

LRDR akan dikerahkan ke Clear Air Force Station di Alaska pada tahun 2020.

Clear AFS adalah stasiun radar untuk mendeteksi rudal balistik antar benua dan rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam Rusia. Sistem radar LRDR tersebut juga menyediakan data pengawasan ruang angkasa ke Pusat Kendali Antariksa, Komando Angkatan Udara AS.

Angkatan Udara AS mengatakan bahwa sistem LRDR yang sedang dikembangkan Lockheed Martin baru-baru ini telah lolos tahap peninjauan rancangan awal. Ini berarti nila radar telah bergerak melalui tahap pengembangan dan siap untuk diproduksi.

LRDR akan menjadi tulang punggung pertahanan anti rudal balistik masa depan Amerika.

Menurut keterangan resmi di situs Lockheed Martin, LRDR adalah radar AESA jarak jauh berbasis Gallium Nitrida (GaN) solid yang akan memberi data presisi dalam ukuran metrik untuk memperbaiki diskriminasi pertahanan balistik dan mengganti sensor yang ada dalam Sistem Pertahanan Rudal Balistik (BMDS – Balistic Missile Defense System).

Sistem LRDR menggabungkan teknologi radar solid-state yang telah terbukti efektifitasnya dengan algoritma pertahanan rudal balistik canggih, semuanya didasarkan pada platform arsitektur terbuka yang mampu memenuhi pertumbuhan di masa depan.

Radar yang sangat besar dan kuat ini akan mendukung sistem pertahanan anti rudal balistik, terutama sistem Ground-based Midcourse Defense (GMD) untuk mempertahankan benua AS melawan ancaman rudal dari Korea Utara dan Iran.

Ini akan terhubung dalam sistem jaringan Komando, Kontrol, Manajemen Tempur, dan juga jaringan komunikasi Lockheed. Proyek radar AESA berbasis GaN dari Lockheed termasuk Perisai Ruang Udara yang akan dibangun di Atol Kwajalein diwilayah Pasifik, dan radar jarak jauh terbaru untuk Angkatan Darat AS.

LRDR akan mampu mengimbangi ancaman rudal balistik yang terus berkembang saat ini dan meningkatkan efektivitas rudal pencegat berbasis darat.

Program ini dibangun berdasarkan investasi jangka panjang pemerintah AS termasuk radar S-Band, radar berbasis darat, dan sistem integrasi, seperti yang terlihat pada teknologi buatan Lockheed Martin diantaranya Sistem Manajemen Tempur Aegis, Perisai Udara dan Sistem Aegis Darat.

17 KOMENTAR

  1. Apa jawaban Rusia..tentang LRDR ??
    Coba kita tebak..
    1. Haii..aa. . Kami akan buat system rudal balistik kecepatan super match…kalian mungkin saja bisa detect tapi kalian tidak mingkin bisa menahannya..
    2. Haii. Aa. Kalian bisa detect apapun yg melintas dilangit tapi apa kalian bisa detect apapun yg melintas dalam lautan, dalam tanah….
    3. Haii..aa..Kami akan buat senjata elektronik buat mengacaukan apapun yg berbau elektronik di negerimu wahai america ..
    4. Haii..aa . Satelitmu kami bisa rudal..dimana saja berada..kami sudah mempersiapkannya..
    5. Haii..aa. .Ini senjata paling akhir..wahai america…
    Komet, asteroid, batu batu antariksa akan kami orbitkan ke arah negaramu..

  2. Pada realitanya radar tidak ada yang berbasis satelit seperti yang banyak di ilustrasikan.

    Para engineer pasti sudah paham, Amerika tidak akan gentar dan banyak menanggapi jika ada negara lain yang berkoar2 dengan senjata yang berbasis satelit. Why?