Jun 282012
 

Fusi Nuklir Menghasilkan Radioisotop


PT Batan-Teknologi, di bawah direktur utama yang baru Dr.Ir.Yudi utomo Imardjoko, tidak hanya bangkit dari kubur, namun bisa langsung berlari kencang ke puluhan negara Asia. Padahal tahun 2010, BatanTek sudah dicabut nyawanya.

Negara- negara nuklir, khususnya Amerika Serikat melarang pengayaan uranium tingkat tinggi. Mereka khawatir pengayaan uranium itu bisa disalahgunakan menjadi senjata nuklir. Sejak 2010 pula, PT BatanTek berhenti memproduksi radioisotop.

Tim BatanTek sudah berusaha mengubah proses pengayaan uranium menjadi tingkat rendah, tapi tidak mampu. Bahkan BatanTek sudah mendatangkan ahli dari AS untuk transfer teknologi proses pengayaan uranium tingkat rendah, tapi gagal juga.

Scan tubuh dengan SInar Gamma


Akibatnya, rumah-rumah sakit yang selama ini menggunakan radioisotop dari BatanTek, membeli dari sumber lain. Semua pelanggan marah dan memutuskan hubungan. BatanTek praktis mati.

Untunglah Dr Yudiutomo datang dan menjadi Dirut baru. Anak Maospati, Magetan, lulusan Fakultas Teknik Nuklir UGM ini, bukan sembarang orang. Dia meraih gelar doktor di bidang nuklir di Iowa State University USA.

Dr Yudiutomo mengajak ahli nuklir sealmamater di UGM, Dr.Ing Kusnanto, untuk menjadi direktur produksi. Dr Kusnanto meraih gelar doktor nuklir dari Aachen, Jerman. Karena PT BatanTek masih dalam keadaan sulit, sejak awal dua ahli nuklir ini, memilih menghemat. Mereka menyewa satu rumah untuk dihuni berdua. Keluarga ditinggal di Yogya.

Keduanya tidak henti-hentinya berpikir bagaimana agar BatanTek bisa melakukan pengayaan uranium tingkat rendah. Siang malam dua ahli ini terus berdiskusi. Keputusan untuk tinggal satu rumah membuat diskusi mereka berlanjut, setelah jam kantor sekalipun. Di rumah kontrakan itulah mereka bisa berdiskusi hingga dini hari.

Hasilnya luar biasa. Mereka menemukan cara baru mengayakan uranium tingkat rendah. “Bukan cara yang sudah dikenal di dunia sekarang ini, tapi cara baru yang untuk mudahnya saya beri saja nama “Formula YK”, ujar Dr Yudiutomo Kusnanto.

Formula YK ini menggunakan prinsip “electro plating”. Menggantikan cara lama sistem foil target. Prinsipnya, sebelum dimasukkan reaktor nuklir uranium itu di-plating dengan rumus tertenu. “Cara ini meski kelak diketahui oleh ahli lain pun sulit ditiru. Rumus angka-angkanya tidak akan diungkap”, tambah Dr Yudiutomo

Masalahnya, dari mana perusahaan dapat tambahan modal? Reaktor nuklirnya memang bisa menggunakan reaktor milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Serpong. Namun banyak peralatan PT BatanTek yang harus diperbaharui atau diperbaiki.

“Perlu berapa ?” tanya Menteri BUMN Dahlan Iskan saat rapat dengan dua ahli nuklir itu di Serpong- Tangerang, Banten. “Cukup besar Pak, Rp 85 miliar,” jawab Dr Yudiutomo. “Saya carikan!”, ujar Dahlan Iskan.

“Saya pun menghubungi Bank Rakyat Indonesia. Saya memang sangat kagum dan terharu melihat kejeniusan dua ahli ini. Saya bisa merasakan getaran semangatnya yang meluap. Dan saya juga melihat kilatan matanya yang menyiratkan keinginan untuk maju. Inilah ilmuwan yang memiliki kemampuan manajerial yang handal. Intelektual sekaligus entrepreneur!” Ucap Dahlan Iskan.

Dengan penemuan baru Formula YK ini, Indonesia berhasil menjadi satu-satunya negara di Asia yang mampu memproduksi radioisotop. Kini seluruh negara Asia datang ke BatanTek untuk membeli radioisotop. Radioisotop merupakan enerji yang dilepas oleh fisi dan fusi nuklir, melalui sebuah rekayasa.

Radioisotop bahan yang sangat penting untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Radioisotop bahan yang tidak bisa dipisahkan dengan kedokteran nuklir. Dengan radioisotop organ-organ di dalam badan bisa dilihat secara berwarna dan tiga dimensi. Hal ini berbeda dengan radiologi yang hanya bisa melihat hitam putih dan dua dimensi.

Kegunaan Radioisotop

Pemeriksaan melaui MRI, CT, Gamma Camera, serta operasi yang menggunakan pisau gamma, mutlak memerlukan radioisotop. Jepang pun tidak memproduksinya sehingga pasar radioisotop Indonesia sangat besar. Apalagi untuk China.

“Waktu saya mendampingi Presiden SBY makan siang dengan Presiden Hu Jintao di Beijing , saya pun promosi radioisotopnya BatanTek. Kebetulan saya berada di sebelah Menteri Perdagangan Tiongkok. Selama makan siang itu, saya terus minta agar China membeli radioisotop kita” tambah Dahlan Iskan .

Dengan kemampuan Dr Yudiutomo dan timnya menembus pasar Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan negara-negara Asia lainnya, masa depan PT Batan Teknologi amat cerah. Tahun ini omsetnya telah mencapai Rp 200 miliar. Tidak mustahil akan mencapai Rp 1 triliun dan kemudian Rp 3 triliun, beberapa tahun lagi.

Industri Nuklir BATAN


Amerika dan Australia, meski mampu membuat radioisotop, bukan pesaing Indonesia. Umur radioisotop hanya 60 jam. Setelah itu daya radiasinya habis. China, misalnya membutuhkan radioisotop 10 curie, maka mereka harus membeli 60 curie. Yang 50 curie akan hilang di jalan. Karena itu, pengirimannya harus dengan pesawat. Harus dihitung waktu pengiriman sejak dari Serpong ke bandara dan seterusnya.

Kementerian BUMN akan mendorong kedua ahli tersebut tidak berhenti di radioisotop. Pengetahuan mereka akan sangat berguna untuk pertanian dan pengeboran minyak. “Tapi biarlah BatanTek maju dulu. Jadi raja Asia dulu. Dua tahun lagi kita bicara nuklir untuk mengamankan pangan kita” ujar Dahlan Iskan sambil berlalu.(http://finance.detik.com – JKGR).

Bagikan Artikel :

  18 Responses to “Produsen Radioisotop di Asia, hanya Indonesia”

  1. salut pak dahlan.. atas kecerdasan + kepedulian = aksi beliau dalam mendukung dan memfasilitasi banyak komponen bangsa dalam upaya konkret membangunkan dan memajukan negara kita yang memprihatnkan ini ! semoga amal Bpk diterima Allah SWT, maju terus pak.. do’a kami dari rakyat peduli !

    note: Dr Yudiutomo dan Dr.Ing Kusnanto ..terima kasih sekali Bapak berdua masih bersedia setia berbakti pada NKRI ini, kita semua tidak buta ..tahu bahwa banyak pastinya dari kolega sekaliber Bpk, putra putri bangsa ini, yang akhirnya (terpaksa) berbakti pada pengembangan ilmu dan pengetahuan .. meskipun di lain ibu pertiwi …

  2. maju pak dahlan… dan Dr Yudiutomo dan Dr.Ing Kusnanto……. kami muak negara ini di kendalikan orang2 bodoh tapi sok pintar. kami mendukungmu pak… demi tanah ini dan anak-anak kita nanti…

  3. Klo soal ilmuan RI jagonya..universitas kita jempolan, jempol gajah malahan. Semoga ilmunya tidak di klaim sama tetangga. Tolong di kasih pengawalan dari kopasus atau tim elit biar gak diganggu sm negara lain

  4. Kembangin aja pak jadi bom nuklir. hehehe…

  5. lho bknnya kita dah pernah mau ngembangin reaktor nuklir cm dihalau ama orang2 dr greenpeace + anggota DPR yg sok2 peduli rakyat akibatnya batal pembangunan reaktor nuklir indonesia, coba klo itu reaktor jd dibangun mungkin bisa dikembangkan jd bom nuklir, negara tetangga utara yg rada nyolot dijamin untuk 100 tahun kedepan bakal mikir 1000x buat nyentuh RI.

  6. kita perlu sepluh mentri lagi yg spt pak dahlan iskan

  7. Mengapa Barat (US) selalu mendikte negara2 lain tdk boleh memproduksi isotop nuklir tingkat tinggi ataupun memproduksi senjata nuklir, sementara mereka dan sekutu-sekutunya tidak juga memusnahkan arsenal nuklir mereka… Dan mengapa pula kita (Indonesia) harus tunduk pula atas tekanan mereka.. :?!?!?!?..’ @#$%$

  8. pak Dr Yudiutomo pak Dr.Ing Kusnanto, pak Dahlan Iskan… Indonesia punya 20 orang aja seperti ini dg disiplin ilmu berbeda… 10 tahun Indonesia jd negara maju…

  9. Banyak oknum pejabat penakut karena dia dibimbing oleh mental jajahan, bukan sbg pejuang dlm pembangunan dan malahan kalau bisa menggadaikan bangsa. Kalau memang bukan mental jajahan, bantulah bagi yg menemukan temuan baru, mempunyai nilai jual yg tinggi dan kalau bisa temuannya hrs dipertanggung jawabkan dimuka umum serta bantu bg penemu yg sdh diakui apa yg dibutuhkan. Hanya merekalah yg memberikan inovasi baru, utk kejayaan bangsa dan kemakmuran bangsa.

  10. itulah mengapa negara2 barat dari dulu selalu kuatir dengan kita karena memang kita mampu menjadi negara maju dan potensi kita sangat besar. salah satu contoh pt DI yg dulu mau dimatikan oleh barat melalui IMF dan msh byk kasus lainya. MAJU TERUS INDONESIA

  11. Semoga apa yang telah di lakukan bisa mndapatkan hasil dan bermanfaat bagi kita semua. semoga kita para generasi penerus bisa melanjutkan perjuangan mereka.

  12. Pak dahlan iskan memang pas untuk indonesia ,mentri yang mendorong kreatifitas anak bangsa , dan mudah2an tak ada hambatan buat memajukan indonesia di dunia

  13. Dr Yudiutomo Kusnanto (Formula “YK”) hrs mendidik adik2 agar ilmunya dpt ditularkan, utk kepentingan bangsa hrs ditingkatkan lagi kemempuan nuklirnya dan akan dpt digunakan sbg manfaat manusia maupun keamanan negara. Salam NKRI……………

  14. Kalau para Ilmuwan kita diberi kesempatan untuk mengembangkannya tentu akan segera terwujud kemandirian bangsa. Tinggal kemauan pemerintah untuk memfasilitasinya

  15. hehe salut sama beliau2 ini, kami rakyat Indonesia yg berfikir akan bangga memiliki mereka ini…kenapa ASU gak mau berbagi ilmu, karena potensinya itu, baik dari segi ekonomis maupun potensi lainnya sehingga takut tersaingi bahkan jadi pecundang jika negara lainnya lebih maju…

    satu lagi niih…tentang dunia kesehatan…”Tiongkok dan Amerika menawar pil KB pria yang ditemukan peneliti Unair, bahkan Tiongkok sangat aktif, tapi kami (Unair) masih berharap pemerintah sendiri yang memproduksinya,” …

    padahal tim dari penemu sudah sudah menawarkan pil KB pria itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012. “Tapi, mungkin mendekati masa akhir pemerintah Presiden SBY, sehingga tawaran kami agar pemerintah memproduksi sendiri pil KB pria itu tidak direspons,” katanya dalam acara yang dihadiri anggota DPR Pramono Anung itu.

    https://id.berita.yahoo.com/dicuekin-era-sby-pil-kb-pria-buatan-unair-170300210.html

  16. Itulah yang saya maksud selamatkanlah para sarjana minimal S1 , karena merkalah ujung tombak tenaga kerja yang telah jadi………berilah kemudahan

  17. Kangen BUMN di bawah Dahlan Iskan…

 Leave a Reply