Apr 242014
 

“Tanah air adalah tanah air kepulauan, tanah air yang terdiri dari beribu-ribu pulau yang dipisahkan satu dari yang lain oleh samudera-samudera dan lautan-lautan. Tanah air kita ini adalah ditakdirkan oleh Allah SWT terletak antara dua bernua dan dua samudera. Maka bangsa yang hidup di atas tanah air yang demikian itu hanyalah bisa menjadi satu bangsa yang kuat jikalau ia jaya bukan saja di lapangan komunikasi darat, tetapi juga di lapangan komunikasi laut dan di dalam abad 20 ini, dan seterusnya di lapangan komunikasi udara,”

Berikut adalah bagian dari pidato Presiden pertama kita, Soekarno atau biasa disebut Bung Karno yang berjudul “Meng-Garudalah di Angkasa” pada perayaan hari jadi Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI – sekarang TNI AU) pada 9 April 1951. Dari pidato beliau, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) RI mengirimkan puluhan pemuda-pemudi bangsa kita ke Eropa untuk mempelajari ilmu teknik penerbangan dan perkapalan.

Pengiriman pelajar ini terbagi menjadi tiga gelombang, yaitu :

  1. Gelombang pertama ke Belanda (1951-1954)
  2. Gelombang kedua ke Jerman Barat (1954-1958)
  3. Gelombang ketiga ke Cekoslowakia dan Uni Soviet (1958-1962)

Pada tahun 1952, seorang remaja berusia 18 tahun bernama Oetarjo Diran mengirimkan surat kepada Depdikbud menyampaikan ketertarikannya belajar ilmu Aerodinamika di Belanda. Beliau pun mengikuti berbagai seleksi, sambil menunggu Diran kuliah di ITB jurusan Teknik Mesin selama kurang lebih enam bulan.

Tak berapa lama, Dikti Depdikbud RI mengumumkan bahwa Diran dinyatakan lulus dan dapat diberangkatkan ke Belanda. Selama 5 tahun belajar di Departemen Teknik Penerbangan, Tchnische Hoogeschule Delft, Belanda, beliau berhasil mendapatkan gelar ingenieur (ir). Tahun 1960, beliau melanjutkan studi S2 di Aerospace Enginering, Purdu University, Amerika Serikat. Setelah mendapatkan gelar Master of Science in Aerospace Engineering (MSAE) beliau kembali kembali ke tanah air untuk mengajar putra-putri bangsa.

Pria yang biasa di panggil Pak Diran ini lahir pada 20 Februari 1934 di Ciamis. Setelah kembali dari Amerika Serikat, beliau mendirikan Teknik Penerbangan pada tahun 1962 bersama Ken L. Laheru. Pada 1968, beliau berangkat ke Jerman Barat dan bekerja sebagai Kepala Theoretical Aerodynamics Group di Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB) hingga tahun 1972. Kemudian beliau belajar lagi pada tahun 1973 di Institute dor Theoretical Physics, Italia.

Dr. Ken L. Laheru

Beliau pernah menjadi Wakil Direktur teknologi di IPTN (sekarang PT. DI) sekitar tahun 1978 dan 1984. Pada 1980, Pak Diran menjadi Chief Engineer untuk program perancangan dan pengembangan pesawat CN-235 di IPTN. Beliau pernah menjadi ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Departemen Perhungan RI pada 1996. Belaiu pernah terlibat aktif dalam tugas-tugas di TNI AU, LAPAN, Depdikbud RI, Sesko AU, BPPT, ICAS, dan DSKU.

Sebenarnya masih banyak lagi pengelaman beliau, tapi karena takutnya kepanjangan ok kita langsung aja. Pada tahun 1962, Presiden Soekarno secara resmi mengeluarkan Surat Keputusan 9SK) pendirian sub-jurasan Teknik Penerbangan di bawah Teknik Mesin, di samping juga pendirian Teknik Konstruksi dan Teknik Industri. Pak Diran adalah pemimpin pertama Sub-Jurusan Teknik Penerbangan dari 1962-1968.

Roket Kartika -Hasil pengembangan ITB dan ABRI

Dari berbagai ilmu yang didapat di luar negeri dan segudang pengalaman, Pak Diran dengan tulus mengharumkan nama bangsa kita di dunia internasional salah satunya seperti cerita dibawah. Lalu dari ilmu-ilmu yang diberikan Alhamdulillah banyak sejumlah nama anak bangsa yg berprestasi seperti Prof. Dr. Ir. Sulaeman Kamil (salah satu engineer CN-235, dll) , Prof. Ir. Said Djauharsjah Jenie, Sc. D. (Kepala Pusat Uji Terbang untuk Program N-250, dll), Ir. Sulistyo Atmadi, MSME (Peneliti Utama LFX, dll), Dr. Yogi Ahmad Erlangga  (cerita beliau dibawah), dll.

Beliau juga banyak membantu mahasiswanya agar bisa mengenyam kuliah lebih lanjut di luar negeri agar bangsa kita bisa mengejar ketinggalan. Beliau adalah sosok sederhana yang sedikit bicara tapi banyak berkarya. Ada yg menyebut belaiu sebagai “Provocative Educator”, semua dilakukan beliau agar anak didiknya berhasil dan sukses.

Pak Diran wafat pada 18 September 2013 di Rumah Sakit di Jakarta dan beliau dimakamkan di TPU di wilayah Bekasi. Selamat Jalan pak Diran, Semoga Ilmu yang diajarkan akan terus menjadi Amal Jariah yang mengalir terus hingga Akhir jaman. Menurut saya, seharusnya beliau dimakamkan di taman makam pahlawan, karena banyak sekali jasa beliau untuk tanah air kita ini. 🙁

Ini salah satu pengalaman yang ditulis oleh beliau…

The Winner Takes All
Ada beberapa anekdot pembelajaran dalam pengembangan CN-235. Ketika saya akan ikut Construcciones Aeronáuticas SA, kini bernama EADS-CASA), saya membaca dua buku di antara sekian banyak informasi yang saya kumpulkan. Buku pertama adalah tentang Don Quixote (judul aslinya: The Ingenious Gentleman Don Quixote of La Mancha) karangan penulis Spanyol Miquel de Cervantes. Buku kedua adalah tentang seni bernegosiasi, yaitu Tell the Truth but Not the Whole (pengarangnya lupa).

Yang paling saya ingat adalah sifat ’quixotic’ dari Don Quixote. Menschbild (profil) ini yang selalu menyertai saya dalam negosiasi-negosiasi teknis dan non teknis dengan teman-teman dari CASA, seperti Jose Lupis Ruis (Chief Program Engineer CN-235) dan Juan Portez (Chief Design Engineer CN-235). Sifat ’quixotic’ ini juga menyertai saya dalam menghadapi penyalur-penyalur komponen dari Perancis, Inggris dan Amerika Serikat, yang budaya dan falsafahnya lebih saya mengerti pada waktu itu. Orang Perancis yang pakar teknologi dan pandai jualan; manusia Inggris yang kaku tapi adil (stiff-upper-lift but fair); dan orang Amerika yang berani ambil keputusan berdasar perhitungan risiko (calculated risk decisions) namun tetap bersahabat (folksy).

Mengapa saya tulis kalimat-kalimat di atas ini? Saya terpengaruh sikap Field Marshal Bernard Law Montgomery of Alamein (1887-1976), panglima The Desert Rats (British Army), dalam menghadapi Jenderal Rommel dari korps Afrika dalam pertempuran-pertempuran di Afrika Utara. Montgomery menempelkan foto-foto, peta-peta, anekdot, risalah-risalah strategi dan taktik pribadi Rommel, termasuk kehidupan keluarganya. Montgomery berkata, “Saya harus dapat menempatkan saya dalam karakter dan perilaku lawan, agar dapat mengerti kelemahan dan kekuatan-kekuatannya”. Dalam menentukan strategi pertempuran saya berfikir sebagai Rommel (strategi dan taktik pertempuran), sekaligus sebagai Montgomery (perlawanan).

Kembali ke Getafe, Spanyol, di mana negosiasi bertele-tele tentang pembagian tugas dan tanggungjawab kerja dalam satu kolaborasi teknik yang rumit tanpa pengalaman di pihak Indonesia. Dengan berbagai persyaratan, tuntutan kepentingan nasional Indonesia dan Spanyol sering bertentangan. Seperti pertempuran, mungkin. Mundur atau bertahan; strategis atau mundur taktis untuk maju dan menyerang. Cari, temukan dan manfaatkan kelemahan dan kekuatan lawan. Banyak kesalahan dan kekhilafan yang mungkin telah kita lakukan. Kesepakatan dan kontrak-kontrak kerja banyak yang bolong, sehingga dapat dilewati dengan mudah dalam kolaborasi kemitraan antara CASA dan IPTN.

CN-235

Perlu dicatat bahwa dalam diskusi optimalisasi perancangan dan formula yang dipilih hampir tidak ada pertikaian antara Lopez Ruis, Jose Portez dengan saya. Perumusan dan persyaratan spesifikasi teknis/desain optimum selalu sama. Salah satu anekdot yang menarik adalah selama negosiasi antara tim IPTN dengan tim dari sistem propulsi, Garret, General Electric dan Pratt & Whitney. Ketika itu kita meminta lebih dari yang mereka tawarkan: dua set cadangan untuk sistem yang akan dipilih, garansi dua kali dari yang diusulkan, training untuk sekian banyak engineers and mechanics, dan permintaan lainnya.

Dua bulan berselang, ketua tim perunding dari perusahaan yang memenangkan kontrak jual-beli yang konsesi-konsesinya sangat berisiko akhirnya menulis surat kepada saya setelah kontak antara Airtech dan perusahaannya ditandatangani. Dia menulis: Sorry, Diran, I am not with the company anymore. They fired me because of all those concessions I’ve made to satisfy you bull-headed people. But, I don’t hate you. I enjoyed the skirmishes, the fights to get the most for our interests and yours, the great dinners after the tiring sessions during the day, and the evenings in Madrid. You won, I lost…“

Omong-omong, ketika bernegosiasi, kita ditempatkan di satu lantai di Hotel Melia Madrid, dengan masing-masing kompetitor di lantai-lantai yang lain, terpisah. Setelah memilih sistem propulsi yang paling baik untuk pesawat CN-235, masing-masing tim (baik yang kalah maupun yang menang) mengundang makan malam perpisahan di pelbagai restoran Michelin bintang lima.

Ketika saya tanyakan mengapa tim kita diundang makan dan dipestakan (oleh anda yang kalah). Mereka menyatakan, “…This is business, Sir. You will make other designs and you will need us in the future to power your aircraft. And, we are going to do our best to win next time…”. Ini adalah semangat yang di atas permukaan air. Namun, tentunya pertimbangan-pertimbangan di bawah permukaan air inilah yang perlu kita kuasai: ekonomi, to sustain or not sustain, by any means…So, understand what we want, convince the counter team, through our better knowledge of what we want, and their weaknesses and strengths.

Satu catatan kecil: saya tidak yakin bahwa program-program pengembangan design, manufacturing and production of commercial and/or military aircraft akan dirasakan sebagai kompetitor yang akan dapat menjatuhkan perusahaan atau industri nasional. Dus, percayalah bahwa banyak intrik dan perang gerilya yang akan dihadapi setiap proyek, baik KFX, maupun N-250, N-219 dan lainnya, yang direncanakan PTDI dan Indonesia. Contoh, ketika program CN-235 ingin membeli long-lead times items, seperti pelat aluiminium, dan bahan struktural lainnya, industri aluminium di Amerika Serikat dan peralatan elektronik Eropa mengatakan bahwa mereka tidak punya kapasitas karena barang sudah diborong oleh kompetitor lain. Kita akhirnya harus membelinya dari partner sendiri, yaitu CASA.

Menarik, bukan? Permainan olahraga lah, winner takes all! Karenanya, sebaiknya diskusi KFX tidak dilakukan dalam forum terbuka. Dibatasi hanya untuk mereka yang memerlukan informasi dalam rangka program, atau yang akan diminta bantuan. In (economic) war and politics, everything is allowed… dan bila industri lawan mengetahui kelemahan kelemahan kita, mungkin akan berdampak negatif terhadap keamanan program.

Salah satu Dedikasi beliau untuk bangsa…
Untuk dedikasinya untuk negara tercinta ini jangan ditanya. KNKT mencuat dan harum di mata Internasional adalah dasar kecintaan beliau terhadap negara sangat luar biasa. Pernah pesawat Garuda jatud disekitar pegunungan Medan, Sumatera Utara. Meski usia beliau sudah lanjut usia, beliau naik turun gunung tanpa mengenal rasa lelah.

Saat itu beliau seperti ahli nujum, beliau bisa memperkirakan secara akurat posisi jatuhnya pesawat dengan daya nalarnya yang luar biasa. Alhasil, hasil investigasi kecelakaan pesawat garuda itu diakui dunia sebagai salah satu hasil investigasi kecelakaan pesawat paling lengkap di dunia. Yang perlu diketahui, aksi heroik yg dilakukan Pak Diran itu TIDAK DIGAJI NEGARA. Untuk biayanya, Pak Diran mencari sendiri sumber dananya termasuk dengan “mengamen”….

Sangat ironis kan, tetapi itulah kenyataan yang terjadi.

Dr. Yogi Ahmad Erlangga, anak bangsa yang menggerkan Dunia Minyak

Pak Habibie, salah satu anak bangsa yang menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak dan berhasil menggegerkan dunia Internasional, yang perlu teman-teman tahu juga ada satu anak bangsa lain. Beliau bernama Yogi Ahmad Erlangga, Sarjana Teknik Aeronautika (penerbangan) ITB, yang kemudian mengambil riset bidang matematika. Dari hasil karyanya itu bisa diaplikasikan ke dunia minyak.

Riset PhD yang dia buat itu adalah memecahkan persoalan matematika gelombang yang digunakan oleh perusahaan minyak Shell untuk mencari cadangan minyak. Alhasil, riset beliau menghebohkan dunia minyak, karena metode beliau berhasil memproses data-data seismik seratus kali lebih cepat dari metode yang sekarang bisa digunakan.

Setelah hasilnya dipublikasikan beliau dikejar negara-negara luar (baca :minus dalam negeri) dan di kontrak Schlumberger, dan Shell juga menggunakan beliau untuk mengembangkan perusahaannya. Media2 Belanda mengejar2 beliau, tapi dia lari dan pulang ke tanah air.

Sekarang belaiu mendapat post-doc di Jerman untuk meneliti bagaimana meredam bising dari mesin jet. Nah lihat gimana dunia Internasional merespon penelitian beliau, yang disesalkan Pak Yogi sampai sekarang adalah, kenapa hingga kini Pertamina justru tidak mengontraknya. Inilah potret bangsa kita, Kita Ini Bangsa Pintar tapi kurang Cerdik..

(Sumber : 50 Tahun (1962-2012) Aeronautika & Astronautika ITB dan JKGR)

Terima kasih saya kepada Ikatan  Alumni Penerbangan (IAP) ITB atas bukunya yang sangat membuat kita semakin cinta dengan tanah air kita. Doa dan salam saya panjatkan kepada para alumni-alumni ITB yg telah mengharumkan nama bangsa kita dan juga untuk calon-calon masa depan bangsa. Semoga selalu diberi kesehatan yang baik dan sukses selalu, amienn…

Dan juga mari kita berdoa untuk para ahli kita Pak Diran, Pak Ken Laheru, Pak Said, dan almarhum alumni lain yang telah banyak mengajarkan ilmu kepada segenap anak bangsa. Semoga Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka, amieenn…..

  105 Responses to “Prof. Oetarjo Diran, Tokoh Dirgantara Tanah Air”

  1. Bung Diego, Bung Nowy, Bung Satrio, Bung Danu, Bang Ed dan bung2 lain mohon koreksi kalau saya salah…

    • Bung Lare Sarkem, untuk tokoh dari Tionghoa yg berjasa untuk negeri kita tercinta ini menyusul ya… Nanti soal Dr. Ken L. Laheru yg berjasa untuk ilmuwan2 kita. 😀

      • Bung Jalo, sekalian dibuatkan artikelnya Prof. Josaphat ‘Josh’ Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D. penemu radar satelit 3 Dimensi.

        • Boleh bung, tapi kalau radar satelite saya belum tahu ya, nanti saya cari2 dulu. Yang saya tahu Radar SAR yg bekerjasama dengan institusi dalam negeri.

      • Om jalo, diangkat jg artikel tentang jim geovedi

      • siap..
        slalu nyimak dipojokan..

      • Assalamualaikum wr.wb
        Artikel yang bagus bung Jalo 😀
        kasian juga kalau bung jalo doang yang bikin artikel dari requesan, bisa-bisa jarinya bisa keriting 😀
        sekali-sekali yang request-request artikel coba membuat artikel nanti bisa di kirim di sini, kalau ada kekurangan nantinya bisa di tambahi 😀
        dan saya cuma bisa mengkritik wahahahaha 😛 tapi mengkritik untuk membangun koq hehehehe 😀

        cmiiw 😀
        kalau salah ya maaf 😀
        maaf oot 😀

        • Terima kasih bung WN, maaf baru bales…
          Hehehehehe, iya ya, teman2 punya unek2 bikin aja nanti ditambahin atau dikoreksi ama rame2 kan lebih bagus 😀

    • terima kasih atas artikel nya bung Jalo…di satu sisi secara pribadi bangga terhadap para ilmuwan/anak bangsa yang memiliki prestasi dan menorehkan kebanggaan terhadap bangsa, di satu sisi bersedih pula karena kebanyakan dari mereka lebih dihargai dan dihormati di negara lain bukan di tanah tumpah darah mereka sendiri…semoga ini menjadi teguran bagi kita yang belum berbuat apa2 bagi negeri kita ini bung…salam

    • Baca tulisan di atas saya jadi teringat waktu kecil. Untuk menggugah semangat belajar saya, ayah sering cerita tentang kehebatan putra-putri Indonesia. Salah satunya beliau pernah cerita tentang seseorang yang dikirim ke Jerman untuk sekolah kedokteran. Ayah saya cerita dengan bangganya, orang keturunan Tionghoa yang akhirnya menjadi dokter ahli penyambungan tulang dan saraf. Satu-satunya di dunia orang yang bisa menyambung tulang sekaligus saraf-sarafnya sehingga bisa pulih dengan sempurna (mungkin kalau sekarang sudah banyak) sehingga oleh pemerintah di kontrak (menjadi dokter, peneliti dan pengajar) tidak boleh pulang ke tanah air sampai usia pensiun.
      Sayang saya lupa nama orang yang dimaksud. Sudah tidak bisa bertanya lagi ke ayah saya, meski saya ketuk nisannya juga tidak menjawab.

  2. Kedua

    • Maaf bung Jalo, Komen dulu baru baca Artikelnya 😀

    • Artikel yang bagus, buat Inspirasi anak-anak bangsa

      Kelemahan pemimpin-pemimpin kita yang rata-rata Korup, Lebih senang dengan Produk Luar-Negeri (Impor) dari pada Produk dalam negeri.

      Di PERTAMINA (dulu) lebih percaya Ilmuwan luar negeri daripada Ilmuwan dalam negeri
      Juga TELKOM, dan BUMN lainnya

      yang mengerikan adalah DPR, Kursi saja dari JERMAN, seharga 80 juta………

      Sangat disayangkan apabila Kita-Kita juga ikut seperti itu ????

      • Assalamualaikum wr.wb
        mungkin untuk budaya, desalah sebagai pertahanan terakhir,
        karena biasanya masih memegang teguh adat istiadat yang kental sekali dengan alam Indonesia, walau ada beberapa yang bersifat negatif.
        jika desa juga terpengaruh budaya kota metropolitan industrialis dengan budaya utama konsumtif, ya tinggal menunggu waktu aja.
        beberapa negara berkembang maju masih memegang teguh budayanya.
        seperti korea jepang serta vietnam.
        cmiiw

        kalau salah ya maaf 😀
        maaf oot 😀

        • injih bung Satrio,. semakin tergerus nilai2 budaya indonesia yang kaya ini,. padahal pihak luar pun sampai ngiler2,. tidak jauh kasus dengan tetangga yang main klaim budaya, seni dll,. itu dikarenakan pihak pemerintah lengah,. dan jangan salahkan masyarakat,. dikarenakan masyarakat juga ingin budaya leluhur tetap terjaga,. dan mengajarkan budaya yang mereka bisa, kepada mereka yang tertarik,. khususnya yang belum banyak diketahui dan terdaftar seperti di Unesco,.

          karena jika tidak hal serupa akan terulang kembali,.

          harus ditemukan titik temu antara ketertarikan masyarakat agar mau dalam menjaga dan meneruskan tradisi, budaya dan aset bangsa yang lain,.

          ma af, hanya anak desa berpendapat,.

        • Semoga Tahun 2019 dengan diberlakukannya uji materi MK yang merubah UU pemilu menjadikan Pemerintah setelah tahun 2019 lebih bermutu

          Dengan UU yang sekarang ini dan sistim presidentil yang terobok obok sisitim parlemneter
          Maka Presiden akan memikirkan juga keselamatan masabaktinya bila tidak kuat koalisinya dan merangkul pengaruh DPR yang kadang nyinyir menyikapi suatu keputusan pemerintah dan kadang cuek dengan kepentingan nasional

          Maaf ngawur

        • Assalamualaikum wr.wb.
          mungkin Bali sebagai contoh yang bagus untuk pengembangan daerah tanpa merusak budaya bahkan menjadikan budaya sebagai aset daya tarik Bali 😀
          Namun sayang juga Bali sekarang sudah agak beda alamnya sudah mulai banyak tercemar sampah, dan warganya mulai perlahan-lahan mengikuti budaya luar, seperti sek bebas ataupun balapan liar.
          Mungkin suatu saat ada yang merumuskan Konsep Budaya Modern Nusantara, dimana budaya merupakan partner serta jati diri dari sebuah bangsa tanpa mengesampingkan kemajuan teknologi. jadi saat kita berada di luar negeri, orang luar pasti tahu duluan kalau kita bangsa Indonesia tanpa menyebut nama bangsa, dan tentunya kebanggaan yang mendalam sebagai bangsa Indonesia.

          kalau salah ya maaf 😀
          maaf oot 😀

      • Om Melektech… jangan percaya dulu korsi2 itu dari jerman. itu cuman buatan C**a kw 2.
        Kalo kagak caya, banting aja korsinya ke lantai… ehehehehe.. 🙂

      • Bagaimana dengan Alutsista ?

        Indonesia dulu punya Truk Militer yang Lebih dari 90% mempunyai kandungan Lokal, termasuk Lisensi Mesin dari Steyr, namanya PERKASA, dimana dia sekarang ?

        Saya harap para Fanboys di sini selalu mengedepankan Made-in Indonesia, atau setidaknya mendukung penuh ToT

  3. g two no brp, yg teruslah warjager bikin semangat seperti INI.hebat

  4. Sekawaan

  5. artikel yang mencerahkan…

  6. Salam semuanya para sesepu & para warjager sebenarnya banyak porsinil2 indonesia yg pintar2 karena kita kaya sda klau pendidikan kita benar kita akan mencetak ahli2 itu cuman sayan dunia pendidikan kita masi carut marut belum masala korupsi dll la wong skola agama aja mahal gmn gak + pusing para orang tua jngan pesimis tetep semangat itulah pertamina gak ngontrak orang yg pinter2 itu salam thanks

    • Assalamualaikum wr.wb
      belum lagi para orang tua yang terpedaya dengan sekolah berembel-embel internasional
      dengar-dengar bayarnya 20 juta tuh satu bulan, tapi masuk ke dalam kantong kedutaan.
      kualitasnya saya rasa sama dengan sekolah milik pemerintah, namun cuma beda fasilitas yang ditawarkan, belum lagi beda pengembangan bahasa inggris sejak dini. jika yang di tonjolkan bahasa inggris saja dengan mengurangi porsi bahasa Indonesia bisa-bisa hilang jati diri kita, tiongkok aja bahasanya sampai mendunia, gara-gara ekpansinya ke dunia.

      Intinya harus di temukan porsi yang tepat untuk metode pembelajaran, dengan di tambah fasilitas yang mendukung, seperti ruang komputer, laboratorium mesin biologi kimia dan lain sebagainya, dengan di tunjang sinergi antar lembaga antara pihak pengguna penemuan seperti perusahaan, pemerintah, swasta dengan pihak produksi yaitu perguruan tinggi ataupun sekolah-sekolah serta jaminan hak paten dari lembaga hukum.

      cmiiw
      kalau salah ya maaf 😀

  7. Prof Oetarjo Diran.. Sosok sederhana yang sedikit bicara banyak berkarya…
    makin langka saja populasi sosok seperti beliau di republik ini..

  8. perlu dicari semua orang pintar Indonesia untuk mengembangkan industri alutsista

  9. respect .. semoga menjadi inspirasi bagi pemuda pemudi indonesia untuk membangun bagsa besar ini

  10. sepuluh besar….! ikut nyimak dan ikut bangga, karna banyak org hebat di negeri ini.

  11. artikel yang sangat bagus bung jalo,mudah-mudahan negeri ini mempunyai pengganti seperti Prof.Oetarjo Diran

  12. Semoga Pemerintah kita cepat sadar atas potensi ilmuwan2 kita, manfaatkan semaksimal mungkin, berikan penghargaan selayaknya agar mereka betah n berkontribusi positif thd kejayaan NKRI.. Jayalah Negaraku

  13. semoga ada generasi kita punya sifat SHAKTI-BUDDHI-BHAKTI

  14. artikel yg sangat bagus Bung Jalo..jika saya di angkat menjadi menteri Pendidikan, saya akan masukan materi ini agar generasi muda yang akan datang pada tau kalo kita itu punya banyak sekali manusia” jenius di bidangnya masing” dan itu patut di contoh.

    selama ini yg di ajarkan di sekolah (sd-smu) cuma sosok pahlawan yang berjuang di medan pertempuran tapi pahlawan yang berjuang dibidang ilmu pendidikan dan pengetahuan tidak di beritahukan atau minim informasi.. inilah yg menjadi akar kenapa kita kekurangan stok pakar di berbagai bidang.. taunya hanya di suruh rajin belajar biar pas dewasa bisa dapat pekerjaan,bisa punya rumah dan mobil..tapi gak di tanamkan bahwa kelak jika sudah dewasa bisa menjadi orang” pintar buat negara…jujur saya akui setelah baca artikel Bung Jalo ini, saya baru tau selain Pak Habibie ternyata masih banyak lagi nama” yg juga mempunyai otak jenius..

    berikutnya, saya tunggu lagi artikel” yang membahas seseorang yang berguna bagi bangsa indonesia.. maaf kalo salah komen..maklum saya hanya tukang service keliling..hehehhe..salam..

  15. Mencerahkan ….kompor gas buat bung Jalo.

  16. Pada tahun 80an malah yang terkenal adalah Pak Tino Sidin 😀
    Dengan jargonnya yang terkenal “Gambar yang BAGUS”
    atau mungkin karena teman dekat menteri Pdan K saat itu yaa,,pak DJ
    hehehe
    sori OOT

  17. bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya……lalu dimana letak kebeasaran kita kalau negara tidak menghargai para pahlawan,bukan hanya mereka yang gugur dimedan perang tapi mereka juga yang mengharumkan nama bangsa didunia internasional…….hormat saya buat almarhum pak DIRAN dan semua yang berjuang demi kemajuan bangsa semoga amal perbuatanya diterima disisi ALLAH SWT…amin…

  18. Nice Artikel Bung Jalo 😀

  19. artikel yang bagus,mengugah rasa nasionalisme saya, dari ulasan diatas dapat di tarik sebuah hipotesis bahwa kesuksesan suatu bangsa di mulai dari sebuah mimpi,yang berujung sebuah cita cita untuk memajukan bangsa. para tokoh diatas adalah orang orang hebat yang mempunya mimpi untuk memajukan dunia dirgantara bangsa indonesia agar sejajar dengan negara lain,agar dipandang dan tidak di remehkan oleh negara tetangga
    ,
    maka tidak salah jika di sebut “bahwa sebuah cita cita mulia ,dimulai dari mimpi anak kecil di siang bolong”
    dari mimpi di siang bolong itu lah wright bersaudara menemukan pesawat terbang pertama di dunia,dari mimpi ajaib nya juga sang profesor roket jerman Van braun berhasil menemukan roket yang dapat terbang ke bulan,sehingga menjadi cikal bakal ilmu aerodinamika dan roket modern hingga saat ini.
    mungkin jika tidak ada tokoh tokoh seperti di atas,maka belum tentu indonesia mampu membuat N250 oleh PT.DI dan munculnya LAPAN,sebagai lembaga penerbangan dan antariksa nasional.

    adios

  20. Wow, keren banget bung Jalo..! Sangat inspiratif dan sangat mendorong saya pribadi untuk selalu menjadi lebih baik. Hehehe..! Thanks untuk sharingnya bung Jalo..! Salam hangat dari saya..

    • Siap bung Yayan, setelah membuat ini saya jadi mau mengenalkan inovasi2 bangsa kita ke sekolah2. Alhamdulilah ada beberapa sekolah yg mau menampung saya berbicara ke murid2nya.

      Ini semua gara baca soal visi misi pak Diran, apalagi baca saat Pak Diran mencari pesawat garuda tanpa digaji negara.. Semangatnya itu luar biasa, meski gak sepintar beliau, saya cuman ingin mengikuti jejak beliau dengan sukarela… Doain ya 😀

      • @ Yayan
        mantap mas yayan.
        see you in london..

      • Bung Yayan semoga bisa terlaksana rencana anda.
        Omong-omong kemarin saya baru dari Kedah, ke UUM. Ada kesempatan bicara-bicara dengan vice chancellor dan stafnya, banyak hal yang saya tangkap mengapa Malaysia, tentu dengan segala kekurangannya, sekarang mempunyai taraf hidup yang jauh lebih tinggi dari Indonesia. Meski taraf hidup bukanlah satu-satunya hal bagi suatu bangsa, tetapi bagaimana proses mencapainya adalah sesuatu yang amat bernilai jika kita mau melihatnya secara positif.
        Yang menarik juga bagi saya adalah, ada semacam tata nilai di sana bahwa menghormati para pemimpin adalah bagian dari cara hidup mereka. Beberapa person terpelajar yang saya jumpai, dalam arti strata pendidikan, bicara tentang semacam rasa tidak setuju terhadap kehidupan demokrasinya. Tetapi tetap tampak dengan sesungguhnya, bahwa mereka menghormati para pemimpinnya.
        Saya sempat berpusing (heheh) di Kuala Lumpur, ini yang kedua, diantar seorang teman, melihat beberapa tempat ramai dan penting. Ada hanyak hal yang saya rekam di benak saya, dan akhirnya salah satu simpulan saya dari sejenak di Kedah dan Kuala Lumpur dengan perjalanan darat dan terbang, makan cendol pulut, juga bercanda dengan teman di sana adalah, betapa visi pemimpin atas bangsanya amat berpengaruh pada “nasib” bangsa di masa depan. Bagaimana misalnya Dr Mahatir membangun kampus seluas 500 hektar di tempat jauh, lengkap dengan highway dan segala kelengkapan infrastruktur dan fasilitas, untuk membuktikan pada masyarakatnya bahwa keputusannya yang banyak ditentang itu adalah betul, meskipun perlu waktu untuk disadari.
        Saya usul untuk Bung Yayan .. hehe .. jika ada waktu untuk menuliskan apa-apa yang menurut Bung Yayan adalah kunci-kunci yang membuat Malaysia bisa seperti sekarang, termasuk juga yang membuat adanya kekurangan-kekurangan mereka. Amat berharga jika bisa dibagi di sini. Seandainya menggunakan artikel jalur kuliner pun tak masalah.
        Salam.

      • Semoga terwujud Bung Jalo.

      • Sy sering bikin anekdot Belanda 350 th mengambil rempah2 di bumi nusantara tp ada yg lupa mereka ambil yaitu resep masakannya. Kalo kits msk ke warung padang ato warteg, masya Alloh menurutku jauh lebih sedep dibanding prasmanan hotel bintang 5. Makanan murah itu bs dinikmati hampir oleh semua kalangan. Kalo mbandingin bumbu makanan kt dg negara manapun (yg umum2 misalnya bistik udang vs hamburger) sering sy merasa sbg makhluk yg paling beruntung krn hidup di tanah yg diberkati.

        • Juga dengan mie Instant nya ..bung Open mind 😀
          Kalau pernah beli dan mencoba mie Instan produk korea misalnya maka warjager yang biasa memakan mie instant produk dalam negeri akan bersyukur karena kelezatannya sangat lezat,
          Mie Instan produk korea serasa hambar sedikit bumbu dan hanya ada aroma ginseng gitu, itu karena rempah rempah disana tergolong mahal.
          Beda dengan disini yang melimpah dan murah sehingga mie instan kita super lezat,,

          bung jalo mungkin bisa membagi pengalamannya bagaimana tentara sonotan yang menyukai mie instant kita ,saat membantu korban bencana filipina walaupun gratis pasti mereka bilang lezat 😀

          Oh yaa Masakan padang di sumatera dan jakarta serasa lebih lezat dibanding di surabaya
          kenapa ternyata lombok jawatimur kurang lezat untuk dipakai masakan padang tidak seperti lombok keriting sumatera,mungkin karena tekstur tanahnya kale ya
          Imho

        • lomboknya jawa timur itu lebih ke pedes daripada sensasi rasanya bung satrio 😀 (alah),.

        • Bnr om@Satrio & Openmind..Citarasa masakan Indonesia adalah yg terbaik di dunia. Sya jd inget wkt ke Afrika tempo hri, msti ngumpetin mie instan sm bumbu pecel yg sya bwa dr sini, krn tmn2 expat dr Prancis, Malaysia & Kanada nodong pd mnta trs sm sya ( bkn nya pelit. Mslh nya, sya cm bwa dkit krn SOP di penerbangan nya spt itu ). Ada mie instans buatan malaysia & thailand klo sya gk slh yg beredar dsna, cm rasanya gk seenak dr Indonesia.. Khas rempah2nya itu yg bkin beda.
          1 lg.. Sya bwa rokok mild dr sini 3 slop ludes hnya dlm itungan minggu.
          Tmn expat yg dr Prancis blg kesaya, km sgt beruntung pnya Negara yg kaya sda nya.

      • Assalamualaikum wr.wb
        saya cuma pingin nyampaiin uneg-uneg,
        pingin juga pergi keluar negeri melihat hal positif dan negatif dari negeri tujuan 😀 untuk di bandingkan ke dalam negeri 😀
        gimana para bung-bung ini bisa sampai kesana 😀
        saya paling-paling cuma bisa keliling di dalam kota, paling banter cuma keliling provinsi doang wahahahaha 😀
        adapun keinginan lainnya ingin ortu pergi haji dan umroh wahahaha doaiin ya 😀
        jadi curhat hehehe 😀
        ya semoga selamat dan sehat selalu serta dapat memberi manfaat untuk bangsa ini 😀
        Ingat lo setiap uang kita yang di keluarkan untuk keluar negeri membawa harapan rakyat Indonesia :p

        kalau salah ya maaf 😀
        maaf oot 😀

      • Salam kenal Bung Openmind dan Bung Yayan,
        Mungkin sekedar tambahan saja, tembakau Indonesia juga salah satu yang paling khas bahkan dicari2 oleh para turis mancanegara.
        Banyak turis-turis dari China, Malaysia, Korea, Jepang, Thailland, Taiwan dan beberapa negara Eropa yang selalu menanyakan dan membeli rokok-rokok lokal kita ketika mereka hendak pulang dari bandara-bandara kita.

      • bung Yayan,

        semoga dari kreasi anda akan tercipta menu kontemporer indonesia yang akan menyaingi rendang sebagai number one dish of ‘World’s 50 Most Delicious Foods’,
        http://en.wikipedia.org/wiki/Rendang

      • Terima kasih bung Yayan, bung ghi dan warjager lainnya mari kita berjuang bersama-sama…
        Insyallah dalam waktu dekat saya akan membuat artikel2 khusus tentang inovasi dan pengenalan teknologi di beberapa media dan mengadakan kerjasama dengan beberapa sekolah agar tujuan artikel itu bisa didengar calon2 penerus bangsa kita. Meski harus melalui program Ekstrakurikuler… yg penting semangat, terima kasih buat para patriot kita yg sudah mengajarkan kita arti semangat melalui perjuangan mereka.. 😀

  21. Artikel yang bagus bung jalo
    Banyak tokoh2 hebat di indonesia baik dulu maupun sekrg hanya apresiasi dan perhatian dari pemerintah aja yang kurang, rasanya pengen teriakin kuat2 di kuping mereka agar mereka cepet sadar bahwa kita harus sudah melek kehidupan diluar indonesia itu seperti apa. Tapi masih belum terlambat jika kita masih ingin memperbaikinya tinggal merawat dan menjaga tunas2 baru yang tumbuh agar tidak rusak dan mengarahkannya ke arah yang benar harus nya seh tidak sulit . Jadi sering saya baca kata2 seperti KALAU MAU bangsa indonesia bisa, Nah kata2 KALAU MAU ini yang harus dirubah jadi HARUS MAU..mungkin dengan adanya warjagnya bang diego ini bisa kita suarakan hal2 yang berguna buat bangsa dan semoga warjag ini halamannya tetap bersih dari orang2 berpikiran kerdil

    maaf OOt atau saya yang gak ngerti nulis tapi karna kecintaan saya terhadap NKRI terkadang pengen berbuat sesuatu . ini karena saya tau kurang lebih perbedaan orang Pintar di Indonesia dengan orang pintar diluar Indonesia

    Salam hangat dari anak kecil buat semua penghuni warjag

  22. Utaryo Diran, kami biasa nya memanggil Oom Totoy. Orangnya tegas, teguh dalam pendirian, dan kalo udah ngomong pelajaran, cenderung ‘galak’. :D. In memoriam Utaryo ‘oom Totoy’ Diran. Thanks sudah menulis artikel ini.

  23. Terimakasih. Artikel yang bagus.

  24. harus dirubah sistem korporatnya
    semua ada batu di atas udang
    ckckck

  25. pidato jemdral soedirman ^^

  26. ak ra popo

  27. Bung Jalo terima kasih artikelnya. Tapi bicara begini, kalau artikel-artikel semacam ini bisa dibukukan, rasanya akan sangat bagus. Nanti saya akan beli Bung .. hehe. Salam

  28. Bagaimana kalau kita kampanyekan agar syarat menjadi Anggota Dewan Legislatif harus kursus dan lulus dari LEMHANAS. agar wawasan kebangsaan mereka kembali berkilat. Soalnya, sistem pemilu sekrang betul2 menghancurkan kaderisasi negarawan

    • Boleh jg ide nya Bung.. Sya jg pngen Wajib Militer segera dilaksanakan.. Sayang sekali liat energi pemuda jaman skrg ini tdk tersalur dgn Baik & Benar yg akhir nya menjurus ke hal2 yg negatif.

  29. terharu saya bung jalo membacanya , salam kenal & jayalah nkri dan salam tuk smua warjager dsini

  30. Krisis Ukraina, Sadarkan Indonesia Pentingnya Kesadaran dan Wawasan Geopolitik

    Senin 7 April 2014, Global Future Institute (GFI) meluncurkan edisi kelima jurnal berkalanya, The Global Review Quarterly dengan mengangkat tema: Gagalnya Revolusi Warna di Ukraina. Yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbatas yang diikuti oleh beberapa elemen strategis baik dari jajaran birokrasi pemerintahan, perguruan tinggi, organisasi massa, kamar dagang dan industri (KADIN), maupun dari kalangan mahasiswa.

    Dalam kata pengantar diskusi, Direktur Eksekutif GFI Hendrajit menggarisbawahi dua hal penting. Pertama, Indonesia sebagai bagian integral dari berbagai elemen strategis bangsa, mutlak perlu menyimak dan mengkaji berbagai faktor dan dinamika politik yang berkembang, seperti kondisi di Ukraina.

    Kedua, dengan menarik hikmah dan pelajaran dari kasus Ukraina, khususnya dengan tumbangnya Presiden Viktor Yanukovich sebagai akibat dari konspirasi antara AS-Uni Eropa dan partai-partai oposisi di Ukraina, maka betapa pentingnya bagi suatu negara untuk memahami dan mengenali nilai strategis wilayah geopolitiknya. Sebab jika tidak, lanjut Hendrajit, maka sejatinya kita sedang membuka pintu yang seluasnya kepada berbagai kepentingan asing, untuk membangun dan menanamkan lingkup pengaruhnya di bumi nusantara.

    Pandangan Hendrajit dengan serta merta diperkuat oleh Dr Santos Winarso Dwiyogo, Kepala Divisi Hubungan Bilateral Hubungan Internasional Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI, yang diundang secara khusus oleh GFI sebagai pembicara. Menurut Dr Santos, sebagai bukti betapa pentingnya sebuah negara memahami nilai strategis wilayah geopolitiknya, hal itu telah dibuktikan secara nyata oleh Rusia, dalam mengantisipasi campur tangan AS dan Uni Eropa dalam penggulingan Presiden Yanukovich.

    “Kalau dulu teori-teori geopolitik yang bertumpu pada McKinder, Alfred Mahan dan Nickolas Spike dimanfaatkan oleh Amerika dan Inggris untuk mengepung Rusia dan melemahkan Jerman yang ketika itu merupakan musuh dari AS dan Inggris, maka sekarang justru sebaliknya. Rusia lah yang justru memanfaatkan teori-teori geopolitik para pakar tersebut untuk memperkuat kepentingan strategis negara beruang merah tersebut.”

    Dengan kata lain Dr Santos hendak menegaskan bahwa teori-teori geopolitik Mckinder dan Mahan yang menekankan betapa pentingnya menguasai Heartland (Timur Tengah dan Asia Tengah) agar bisa menguasai dunia, sekarang Rusia telah menerapkan teori geopolitik tersebut untuk membendung pengaruh AS dan Uni Eropa di kedua kawasan tersebut.

    Kita lihat bagaimana Rusia dan Cina, sejak 2001 lalu, membuat persekutuan strategis Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang pada hakekatnya ditujukan untuk membendung pengaruh AS di kawasan Asia Tengah.

    Nampaknya, pentingnya membangun kesadaran dan wawasan geopolitik, isu utama yang mencuat dalam forum diskusi tersebut. Entjeng Shobirin, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bahkan memandang kasus Ukraina ini agar menjadi bahan pelajaran berharga bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

    “Menurut saya dengan mengkaji dan mendalami kasus Ukraina, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat Indonesia sudah saatnya menyadari betapa pentingnya memperjelas orientasi kebijakan politik luar negeri RI yang bebas dan aktif, sehingga kejelasan politik luar negeri yang bertumpu pada kesadaran dan wawasan geopolitik kita, pada perkembangannya akan memperjelas peta permasalahan yang dihadapi oleh kita sebagai bangsa baik kini maupun kelak,” begitu ungkap Shobirin.

    Senada dengan GFI, Entjeng Shobirin secara khusus menaruh keprihatinan besar terhadap lemahnya kewaspadaan nasional dari beberapa institusi kenegaraan kita. Maka terkait dengan tema bahasan yang digelar oleh GFI, Shobirin menyarankan agar dalam kajian-kajian GFI mendatang, untuk mengangkat sebuah tema yang cukup strategis: SKENARIO DISINTEGRASI NASIONAL.

    Sementara, Dr Wirawan, anggota Komite Rusia di Kamar Dagang dan Industri (KADIN), menggarisbawahi tiga hal penting.

    Pertama, bersepakat dengan pandangan pada forum diskusi bahwa kemampuan Rusia dalam menghadapi dan menyikapi perkembangan di Ukraina pasca kejatuhan Yanukovich dengan menggerakkan pasukannya ke Crimea, telah mempertunjukkan kepada dunia internasional betapa Rusia sangat memahami dan mengenali kekuatan wilayah geopolitiknya maupun tujuan-tujuan tersembunyi dari negara-negara rivalnya seperti AS dan Uni Eropa, untuk menguasai dan membangun lingkup pengaruhnya di Ukraina.

    Keputusan Presiden Vladimir Putin untuk menguasai Crimea yang wilayahnya berada dalam kedaulatan Ukraina, membuktikan kemampuan Rusia membaca dan mengenali nilai strategis wilayah geopolitik Crimea terkait kepentingan strategis Rusia dalam melawan skenario pengepungan AS dan Uni Eropa melalui Ukraina. Itulah sebabnya Skenario Revolusi Warna yang coba dimainkan dengan mendukung partai-partai oposisi menggulingkan Yanukovich, pada akhirnya justru jadi titik balik bagi Amerika di Ukraina. Semula sepertinya akan menang, ternyata akhirnya akan menuai kekalahan.

    Kedua, Wirawan mendesak pemerintah Indonesia agar menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia. Karena menurut Wirawan, berdasarkan berbagai informasi yang dia serap ketika berkomunikasi dengan berbagai elemen strategis Rusia, saat ini Rusia memandang Indonesia sebagai negara sahabat. Bahkan setingkat lebih tinggi dari sekadar sahabat. Jadi menurut Wirawan, yang saat ini juga aktif sebagai salah satu pengurus Persatuan Putra-Putri Purnawirawan Angkatan Udara (P3AU), inilah momentum bagi Indonesia dan Rusia untuk menjalin hubungan yang semakin erat di semua bidang.

    Aspek ketiga yang digulirkan oleh Wirawan adalah soal Papua. Belajar dari kasus Ukraina, pemerintah Indonesia sebaiknya memperhatikan betula soal Papua. Karena gerakan untuk meng-internasionalisasi Papua di forum-forum internasional, semakin gencar dilakukan.

    Pentingnya Indonesia mewaspadai perkembangan di Papua, juga didukung oleh Entjeng Shobirin. Karena menurut Entjeng, Gerakan Papua Raya yang semakin gencar dikumandangkan oleh elemen-elemen OPM (Organisasi Papua Merdeka), pada perkembangannya bisa menginspirasi Gerakan Separatis Dayak di Kalimantan Barat.

    Informasi lapangan yang disampaikan Entjeng Shobirin nampaknya seiring dengan gagasan yang dia lontarkan sebelumnya agar GFI mengangkat tema SKENARIO DISINTEGRASI NASIONAL dalam kajian-kajian khususnya ke depan, baik melalui jurnal berkala maupun di situs the global review.

    Karena itu Shobirin menyarankan agar melalui GFI, pemerintah Indonesia perlu didesak agar memperjelas arah dan orientasi kebijakan luar negerinya karena dengan begitu kepentingan nasional RI bisa terpetakan dengan jelas, sehingga kepentingan nasional menjadi kongkrit di mata masyarakat.

    Usmar Ismail, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dr Mustopo Beragama, merasa perlu mengingatkan forum diskusi bahwa perkembangan yang terjadi di Ukraina sangat menggelisahkan bagi kita di Indonesia. Karena itu Usmar mengingatkan agar Rekomendasi Rand Corporation yang pernah diajukan kepada mantan Presiden Bill Clinton pada 1998 agar Indonesia dibagi jadi 7 bagian, harus tetap menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan nasional (stakeholders) politik dan keamanan nasional Indonesia, untuk memperkuat kewaspadaaan nasional Indonesia.

    Seruan Entjeng Shobirin dibenarkan oleh Kepala Sub-Direktorat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kementerian Dalam Negeri Bachtiar, yang merasa perlu menegaskan bahwa masih banyak aparat-aparat birokrasi pemerintahan yang menaruh perhatian besar dalam pengembangan kesadaran dan wawasan geopolitik. Dan Kementerian Dalam Negeri khususnya KESBANGPOL, terbuka untuk ikut serta dalam program penguatan kesadaran geopolitik tersebut. Dan dalam hal ini, mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dirintis oleh teman-teman yang tergabung dalam GFI.

    Menanggapi Entjeng, Wirawan dan Bachtiar, Dr Santos mengajukan beberapa usulan menarik terkait Gerakan Sadar Geopolitik. Antara lain dengan:

    Membuat Geopolitik Media untuk menginformasikan apa dan bagaimana Indonesia.
    Reorientasi Kebijakan Pertahanan/Keamanan yang bertumpu pada Takdir Geopolitik Kita yang berbasis Maritim/Kelautan.
    Perlunya Penguataan Indoensian Overseas (Sebagai komunitas intelijen Indonesia di luar negeri).
    Menaruh perhatian khusus pada Laut Cina Selatan sebagai Titik Pusat Konflik Global.
    Reorientasi Kebijakan Pangan dan Energi.
    Penguatan Fungsi Birokrasi.
    Penguatan Pendidikan Tinggi dan Studi Sejarah Indonesia
    Penguatan Otonomi atas dasar Pemberdayaan Lokal.
    Penyelesaian Papua secara tuntas dan Mendasaar.
    Penguatan Kurikulum Pendidikan.
    Peningkatan Kapasitas Industri Strategis.

    Para Peserta Forum Diskusi Terbatas GFI:

    Dr Santos Winarso Dwiyogo. Kantor Wakil Presiden RI.
    Bachtiar, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri.
    Entjeng Shobirin, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
    Wirawan, Komite Rusia Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
    Usmar Ismail, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dr Mustopo Bergama
    Benny Iqbal, Peneliti Senior Forum Dialog Nusantara.
    Igor Dirgantara, Staf Pengajar Fakultas Ilmu Politik dan Hubungan Internasional Universitas Jayabaya.
    Prima MA, Direktur Eksekutif Center for Energy dan Strategic Research Indonesia (CESRI).
    Rahmad, Yayasan ABI.
    Teguh Esha, Novelis dan Pegiat Seni-Budaya.
    Mohamad Kusairi, Pemimpin Redaksi Majalah Energi Indopetro.
    Santoso, Mahasiswa Universitas Bung Karno.
    Ridwan, Mahasiswa Universitas Mustopo
    Teuku Wildan, Universitas Mustopo.
    Mega Prativi, Mahasiswi Universitas Mustopo.
    Hafdal Syahputra, Mahasiswa Universitas Mustopo.
    Malinda D, Mahasiswi Universitas Indonesia dan Pengurus Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS).
    Claudia RA, Mahasiswi Universitas Indonesia dan ISAFIS.
    Dewi Larasati, Universitas Indonesia dan ISAFIS.
    Hernizar Rahman, Mahasiswa Universitas Indonesia dan ISAFIS.
    Zidny Ilman, Mahasiswa Universitas Indonesia dan ISAFIS.
    Amang, Jaringan Relawan Kemanusiaan (JRK)
    Rusman Rusli, Direktur Korporasi GFI.
    Ferdiansyah Ali, Manajer Program GFI.
    Hari Samputra Agus, Anggota Dewan Pendiri GFI.

    Tim Redaksi The Global Review

  31. Putin,tentang ukraina dan militer rusia

    Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab pertanyaan dari para pakar dan warga Rusia dalam siaran langsung di televisi. Ia berbicara tentang Ukraina, Krimea, Tiongkok, dan hubungan dengan Amerika Serikat. Mantan pegawai CIA, Edward Snowden ikut melontarkan pertanyaan mengenai kemungkinan pemerintah Rusia memata-matai warganya. Acara itu berlangsung selama hampir empat jam, dengan lebih dari 70 pertanyaan dijawab oleh Putin.

    Tentang Ukraina dan Krimea

    Putin yakin bahwa ada kudeta yang inkonstitusional dan perebutan kekuasaan bersenjata di Ukraina. Pemimpin Rusia tersebut secara tegas membantah semua tuduhan bahwa pasukan Rusia ikut campur dalam peristiwa yang tengah terjadi di Ukraina bagian timur. Putin menganggap sangat penting untuk segera memulai dialog antara otoritas Ukraina saat ini dengan kawasan-kawasan negara tersebut. Ia menekankan bahwa Rusia selalu dekat dengan Ukraina dan bahwa bantuan keuangan yang diberikan kepada negara itu sudah mencapai ratusan miliar dolar.

    Sementara mengenai Krimea dan Sevastopol, menurut sang presiden, semuanya jelas diputuskan oleh hasil referendum di semenanjung. Rusia tidak pernah berencana mengambil tindakan militer apapun di Krimea. Rusia sebenarnya siap menjalin hubungan dalam realitas geopolitis saat ini, tetapi mereka terpaksa untuk bertindak karena adanya ancaman nyata terhadap penduduk berbahasa Rusia.

    “Ancaman terhadap orang Rusia dan penutur bahasa Rusia konkret dan kasat mata. Ini memaksa mereka untuk memikirkan masa depan Krimea dan meminta bantuan kepada Rusia,” kata Putin.

    Putin menyatakan, Armada Laut Hitam yang sekarang ditempatkan di Novorossiysk akan ditransfer ke Sevastopol. Ia berjanji sejumlah besar pembangunan kapal dan perbaikan kapal akan difokuskan pada galangan di Krimea.

    Putin menegaskan kembali bahwa Rusia menganggap pemerintahan yang sekarang berkuasa di Ukraina tidak sah. Meski begitu, pihak Rusia tidak menolak untuk melakukan dialog. Putin siap untuk bekerja sama dengan semua pihak demi kelancaran pemilihan umum di Ukraina.
    Tentang Kemungkinan Penggunaan Senjata di Ukraina

    Putin berharap bahwa ia tidak perlu menggunakan haknya untuk mengirimkan pasukan ke Ukraina, meski Parlemen Rusia telah memberi izin kepadanya. “Saya sungguh berharap tidak perlu menggunakan hak ini. Semoga cara-cara politis dan diplomatik cukup untuk memecahkan semua masalah pelik di Ukraina saat ini,” kata Putin.

    Putin berpendapat bahwa sistem blok sudah kuno. NATO dibuat sebagai lawan Uni Soviet. Uni Soviet telah bubar, tetapi aliansi tersebut tetap ada. Pemimpin Rusia tersebut bertanya-tanya aktivitas aliansi itu sekarang ditujukan untuk melawan siapa dan mengapa NATO memperluas kekuasaannya hingga semakin dekat ke perbatasan Rusia.

    “Rusia tidak ingin mewujudkan isu penciptaan aliansi militer-politis dengan Tiongkok. Namun, hubungan kerja sama dengan Tiongkok saat ini berada pada level yang belum pernah tercapai sebelumnya. Hubungan Rusia-Tiongkok di ranah militer menunjukkan tingkat kepercayaan yang lebih besar dari sebelumnya. Saat ini, anggota militer Rusia dan Tiongkok sedang melakukan latihan bersama. Hubungan Rusia-Tiongkok akan menjadi faktor penting dalam politik dunia dan akan sangat memengaruhi hubungan internasional saat ini,” kata sang presiden.

    Tentang Alaska

    Setelah mendiskusikan bergabungnya Krimea ke Rusia, warga Rusia bertanya kepada presiden tentang kawasan lain yang memiliki sejarah terkait Rusia yakni Alaska. Putin menanggapinya dengan tawa, “Mengapa Anda menginginkan Alaska?”.

    Putin berkata bahwa Alaska telah dijual pada abad ke-19. “Rusia adalah negara di kawasan bumi utara, dengan 70 persen wilayahnya berada di bagian Utara dan Utara Jauh,” kata Putin. Ia juga mencatat pengelolaan kawasan-kawasan akan menyulitkan dan membebani anggaran negara.

    Tentang Gas dan Minyak

    Putin mengharapkan resolusi yang sukses untuk masalah transit gas melalui Ukraina. Pemimpin Rusia itu yakin bahwa Eropa tidak dapat menolak untuk membeli gas Rusia karena 30-35 persen kebutuhan gas Eropa dipasok dari Rusia. Sebanyak 90 persen kebutuhan gas Finlandia dipasok oleh Rusia. Sementara di negara lain angkanya berjumlah sekitar 60-70 persen.
    Rusia bersedia memberi waktu sebulan lagi bagi Ukraina untuk membayar utang pembelian gas. Putin juga menyatakan telah meminta Barat untuk ikut mencari solusi untuk masalah ini.

    Pertanyaan dari Edward Snowden

    Sebuah pertanyaan video dikirimkan kepada Putin oleh mantan agen intelejen Amerika Serikat, Edward Snowden, yang mengungkap penyadapan pemerintah Amerika Serikat terhadap semua warganya. Snowden ingin tahu apakah Rusia juga melakukan penyadapan seperti itu.

    Putin berkata bahwa pengawasan massal terhadap penduduk, sebagaimana yang dilakukan di Amerika Serikat, tidak mungkin terjadi di Rusia. Ia mengingatkan bahwa penggunaan peralatan khusus oleh dinas khusus Rusia, termasuk penyadapan telepon dan pengawasan terhadap internet diatur dengan tegas oleh hukum. Untuk melakukan hal tersebut, pemerintah harus mendapatkan perintah pengadilan yang semestinya. “Dalam skala yang massal seperti itu, skala yang tidak terkontrol, kami jelas melarangnya. Dan saya harap kami akan selalu melarangnya,” terang Putin

    tentang teknologi militer rusia 2014

    Layner, Rudal Balistik Baru Kapal Selam Rusia,Mengutip sebuah sumber industri pertahanan Rusia, Interfax melaporkan bahwa rudal balistik ‘Layner’ (Liner) yang baru telah digunakan oleh armada kapal selam Rusia. Rudal ini mulai dipasang pada awal 2014. Kabarnya, hulu ledak rudal ‘Layner’ lebih hebat dari yang dimiliki Bulava.

    kapal selam terbaru

    Kapal selam strategis kelas ‘Delfin’ di Armada Utara akan dipersenjatai dengan rudal ‘Layner’. Hal itu memungkinkan barisan APL (Atomnykh Podvodnykh Lodok, kapal selam nuklir) menjaga kesiapan tempur Rusia setidaknya hingga tahun 2025 sampai 2030

    Program uji rudal balistik ‘Layner’ selesai pada Oktober 2011. Peluncuran uji rudal dilakukan dua kali dan keduanya dianggap sukses. Rudal balistik ‘Layner’ yang baru ini diharapkan akan digunakan bersama rudal balistik ‘Sinyeva’ yang telah dimodernisasi sebagai bagian dari sistem persenjataan kapal selam kelas ‘Delfin’.

    Menurut sumber terbuka, R-29RMU2.1 ‘Layner’ memiliki panjang sekitar 15 meter, diameter 1,9 meter dan berat luncur lebih dari 40 ton metrik. Sistem rudal ‘Layner’ memungkinkan tembakan serentak atau tembakan tunggal ketika bergerak pada kedalaman hingga 55 meter dan kecepatan hingga tujuh knot

    Menurut seorang perwakilan armada, penggunaan ‘Layner’ memang dibutuhkan, sambil menunggu kapal selam proyek 955 generasi baru kelas ‘Borey’ dengan rudal ‘Bulava’ selesai dan bisa digunakan. “Angkatan laut strategis Rusia terus mengikuti perkembangan zaman. Dua kapal selam kelas ‘Borey’ telah mulai digunakan dan yang ketiga masih diuji negara, sementara yang keempat baru dibangun,” kata sang perwakilan armada tersebut.

    Superkomputer untuk Kebutuhan Militer

    Sebuah komputer dengan kemampuan pemrosesan 1,2 petaflop tengah dikembangkan di Fryazino, sebuah kota kecil di luar Moskow. Komputer tersebut akan dapat melakukan operasi 1,2×1015 per detik. Saat ini, hanya ada beberapa komputer dengan kekuatan seperti itu di dunia. Menurut Andrey Zverev, Direktur Umum Perusahaan Induk Roselektronika yang mengembangkan teknologi tersebut, fitur utama yang membedakan komputer tersebut dari komputer lain adalah basis komponen kritisnya, termasuk prosesor, akan terdiri dari produk yang dikembangkan di Rusia. Pada tahap pertama, produksi komponen dan mikroelektronik untuk superkomputer ini mungkin akan dilakukan di Asia Tenggara. Namun, semua hak patennya akan menjadi milik Rusia.

    Yars, Rudal yang Tak Dapat Terdeteksi Musuh

    Peluru kendali balistik darat bergerak, Topol-M, dan peluru kendali balistik terbaru, Yars, dilengkapi dengan mesin taktikal canggih dan penyamaran (myoma) sehingga dapat terlindung dari pengintaian musuh.Juru bicara Divisi Roket Strategis Rusia (DRSR) di Ivanovskaya Oblast menyatakan telah melakukan uji coba trik dan metode baru untuk menyembunyikan dan membuat replika rudal-rudal balistik. “Peluncur rudal balistik berpindah-pindah setiap hari dan divisi teknik militer menggunakan teknik pengalihan milik myoma pada lokasi yang ditinggalkan untuk mengelabui musuh,” terang Insinyur Utama Divisi Teknik DRSR, Letkol Henry Gaidukevich.

    Pesawat Pengebom Sukhoi Su-34

    Pembelian 32 pesawat bom Sukhoi Su-34 merupakan salah satu kemajuan yang dicapai oleh angkatan udara Rusia dalam bidang persenjataan baru-baru ini. Pesawat tersebut menandai pembaharuan senjata angkatan udara Rusia pada 2013.

    Dengan berat take-off hampir 50 ton, Sukhoi Su-34 dapat melakukan gerakan aerobatik, beraksi sebagai pesawat tempur-pencegat dan mengebom target kecil secara akurat dengan mudah.
    Militer Rusia berencana untuk membeli setidaknya 120 buah pesawat ini. Dua pesawat pengebom pertama dibeli angkatan udara dengan harga 1,8 miliar rubel (sekitar 51,7 juta dolar AS). Sebagai perbandingan, Angkatan Misil Strategis mengeluarkan biaya 5 miliar rubel (143,6 juta dolar AS) untuk enam rudal balistik antarbenua modern Topol-M.

    Pesawat Sukhoi Su-34 dapat membawa delapan ton bom dan peluru kendali dengan tingkat akurasi tinggi di segala jenis cuaca dan waktu. Perlindungan kokpit dan komponen vital pesawat telah diperkuat sehingga Su-34 dapat menahan kerusakan yang lebih parah daripada pesawat lain di kelasnya. Pesawat ini juga dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan pembaruan suku cadang, sehingga dapat bertahan hingga 30-35 tahun.

    Misil Iskander-M

    Angkatan darat Rusia pertama kali mendapatkan sistem taktis Iskander-M sebanyak dua brigade misil komplet pada 2013. Sebelumnya, sistem yang digunakan dalam pertempuran hanyalah beberapa divisi yang terpisah dari sistem taktis tersebut.

    Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pihak mereka telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membalas ancaman dari sistem misil pertahanan Amerika Serikat yang diletakkan di Eropa Timur. Rusia juga sudah menempatkan misil Iskander-M di kawasan Kaliningrad. Misil-misil itu dimuat di dalam sebuah truk dan memiliki jangkauan lebih dari 500 km serta kecepatan meluncur dua kilometer per detik. Setiap misil dapat dipasangi hulu ledak nuklir, baik secara konvensional maupun klaster.
    Iskander dapat menghancurkan misil, artileri jarak jauh, sistem pertahanan udara, pesawat di lapangan terbang, area bawah tanah, pos komando dan komunikasi, serta sasaran-sasaran penting lain dengan efektif. Untuk meningkatkan rasio mematikan sasaran bersenjata berat, sistem ini memiliki solusi teknis kompleks yang memungkinkan misil-misilnya dapat mengatasi sistem pertahanan udara atau pertahanan misil musuh yang hampir sama dengan yang ada pada Topol-M.

    Sistem balik misil Rusia ini juga sangat sensitif sehingga dapat mengenai sasaran dengan akurasi kurang lebih dua meter, baik untuk sasaran yang berada di bawah tanah, berukuran kecil, tipe area, objek yang bergerak, bahkan saat kondisi malam yang sangat gelap ketika tidak ada penerangan alami.

    Kapal Selam Severodvinsk

    Angkatan laut Rusia membeli tiga kapal selam nuklir generasi masa depan, dua di antaranya adalah kapal selam misil balistik kelas Borei Project 955 yang dilengkapi dengan misil strategis Bulava (Yury Dolgorukiy dan Alexander Nevsky) dan Severodvinsk, sebuah kapal selam kelas Yasen Project 885 yang akan menggantikan beberapa kelas kapal selam bersenjata yang ada saat ini.Para ahli menganggap kapal selam kelas Yasen sebagai inovasi besar di bidang pembangunan kapal selam. Profil deraunya unggul dibanding kapal selam proyek Akula dan lebih tenang dibandingkan dengan kapal selam nuklir Amerika terbaru kelas Seawolf.

    Severodvinsk mampu membawa beberapa jenis misil jelajah dan torpedo, salah satunya misil jelajah supersonik Yakhont. Yakhont merupakan pakem bagi misil hipersonik Zircon yang saat ini sedang dikembangkan. Dengan berbagai senjata pembombardir, kapal selam ini dapat memburu kapal pengangkut pesawat musuh dan melakukan serangan misil besar-besaran kepada sasaran di pantai dengan mudah

    dari berbagai sumber:
    -itar tass
    -russian today
    -moscowtime.com

  32. positive

  33. sudah diprediksi bangsa NKRI akan Terpecah belah bila tidak ada yg menyatukan antara rakyat dan orang -orang pemerintahan yg selalu mengurusi partainya sendiri.

  34. terimakasih banyak bung jalo atas artikelnya.
    semoga menjadi pemicu lebih banyak lagi artikel2 serupa darimanapun sumbernya.

    salam

  35. Bung kopral, kok foto2 nya ga bisa di buka yah?

  36. boleh kasih sedikit cluenya bung,burung besi yg terbaru nya dri papa bear kah,,,

  37. kok yang muncul malah super tucano yah..?

  38. 10th lalu punya kenalan di mailist dengan nama “Mawar Merah”. beliau adalah anak dari salah satu mahasiswa yang dikirim ke ussr di bidang metalurgi. keinginan keluarganya sangat besar untuk kembali ke tanah air. sayangnya list nama beliau pernah tercantum dalam list mahasiswa yang dikirim ke ussr. jika rindu kampung halaman mereka sekeluarga hanya bisa membuka laman radio fm tempat kelahirannya. sekedar mendengarkan “campur sari” sebagai obatnya.

    • Trimakasih Bung Alugoro. Titip salam untuk teman Bung, si Mawar Merah jika nanti ada kontak. Sejarah mungkin sudah memisahkan mereka dari negri ini…tetapi jangan pernah meragukan rasa Cinta Tanah Air mereka. Bahkan bisa jadi mereka lebih mencintai bangsa ini dari pada kebanyakan orang yang tingal disini.

  39. Mungkinkah,salah satu atau beberapa dari mereka yg menetap di rusia ikut andil dalam perkembangan industri strategis rusia?
    Dari apa yg terjadi,mgkn bisa dibuat kesimpulan,anak bangsa yg berpotensi baik kuliah didalam atau luar negeri adalah aset strategis yg hrs dilindungi demi kemandirian bangsa?
    Merekalah yg kelak akan melanjutkan bahtera negeri ini
    mengikuti perkembangan mereka yg berprestasi sungguh,menumbuhkan harapan dalam dada,bahwa msh ada generasi penerus yg bisa diandalkan
    IMO

    • Berita yang saya dengar ada Bung Urakan. karena sebagian lebih memilih untuk tidak pulang saat itu. Demi keselamatan jiwa mereka. Dan sebenarnya bukan cuma di Ceko dan USSR, tetapi di Jerman Timur ada juga.

      • Bila msh hidup,entah berapa usia mereka
        tapi saya yakin,ketika mereka diminta pulang dan membantu mengembangkan industri strategis disini pasti mereka ga akan menolak.

      • Kakek saya terpilih di gelombang 3 dari TNI AD yg belajar di Uni Soviet…
        Tapi “maaf” saya tidak bisa bercerita, cukup keluarga saya saja yg terkena dampaknya saat orba. Gimana tiap hari keluarga saya harus dikucilkan masyarakat karena dituduh komunis, padahal menurut kakek saya perintah pimpinannya untuk belajar bukan menjadi seorang komunis sejati.

        Tapi di jaman orba keluarga saya dituduh seorang komunis karena kakek saya belajar di Uni Soviet, tetangga2 di doktrin agen2 intelijen yg tiap hari berkeliaran mengawasi kami. Terakhir kakek saya pensiun dengan pangkat letkol, dan teman2nya yg gak ikut ke rusia rata2 sudah Jenderal semua.

        Tapi setelah runtuhnya orba kakek meminta keluarga melupakan masalah itu dan membuka lembaran baru. Tapi banyak pelajaran yg saya dapat dari peristiwa itu, meski saya gak kena dampak langsung karena masih kecil. 😀

        kakek saya sudah berpulang ke Rahmatullah tahun 2001 dan dimakamin di TMP Cirebon… Alhamdulillah, setelah orba ilmu yg beliau dapat di Uni Soviet baru bisa diterapkan di ABRI.

        • Terimakasih infonya Bung Jalo…Salam hangat dari saya dan keluarga. Saya sangat memahami apa yg terjadi dgn keluarga Anda. Kakek saya pun mengalami hal yang sama. Mereka bisa selamat saat itu karena ada sahabat2 di TNI yg sempat menyembunyikan beliau di Markas. Lalu kemudian “menyamar” sebagai tukang jahit baju di Bandung. Beliau sendiri sudah wafat dan di makamkan di TMP Ciputra Bandung hampir 30 thn yg lalu.

          • Siap Bung Rafale, salam hangat juga dari saya dan keluarga…

          • @bung jalo@bung rafale….mari kita mulai rekonsiliasi nasional dari diri kita.sy berasal dari keluarga pro orba yg taat dan sy dididik di lingkungan itu.marilah kita saling berdamai dgn masa lalu dan bergandengan tangan Menatap masa depan untuk nusantara jaya…

          • Tenang bung saya sudah melupakan masa lalu, itu pesan Almarhum kakek saya. 🙂

    • Saat ini marilah kita mendesak terus menerus pemerintah dan dpr serta lembaga seperti NU dan Muhammadiyah untuk terus mempererat hubungan dan kerjasama ekonomi,kebudayaan dan teknologi dengan Rusia dan negara CIS agar semua potensi sdm yang telah ada baik sdm yang terlihat maupun sdm bawah tanah dapat kembali mempercepat kemajuan dan kemakmuran bangsa indonesia ini.contohnya untuk proyek PLTN harus segera dikerjakan dan potensi lokal indonesia juga harus disertakan dalam proyek ini .http://www.matchindustry.fi/sites/matchindustry.fi/files/MI/Localization%20issue%20in%20Rosatom%20Projects.pdf

  40. Thanks sudah sharing bung kopral jono…:-D
    Itu roket FFAR buatan Malang juga ya… Yang putih buat latihan yg coklat itu buat main perang2an… 😀

  41. Bila msh hidup,entah berapa usia mereka
    tapi saya yakin,ketika mereka diminta pulang dan membantu mengembangkan industri strategis disini pasti mereka ga akan menolak.

    • Yang saya temui dulu itu kira2 usianya 76 thn Bung. Kata mertua saya beliau orgnya sangat jenius. Sehingga menjadi tempat bertanya bagi semua teman2 teknisi yg lain (termasuk mertua saya he..he..).

  42. Bung jalo
    saya membayangkan,ketika mereka berangkat ke luar negeri,dalam dada mereka pasti penuh semangat dan harapan kelak apa yg mereka dapatkan bisa mereka darmabaktikan untuk negeri.
    Saya bisa merasakan betapa hancur,kecewa dan sedihnya ketika ada pergantian pemimpin ketika mereka telah menyelesaikan pendidikannya,harapan mereka untuk mendarmabaktikan ilmu melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan untuk kejayaan negeri tak bisa terwujud.
    Mereka yg pulang kembali ketanah air dikucilkan,dan yg tidak kembali menahan rindu yg menyesakkan
    smoga pemerintah bisa smakin memperhatikan dan menghargai para ilmuwan2 kita

  43. Bung rafale
    dari waktu ke waktu bangsa ini tidak pernah kehabisan putra2 bangsa yg berprestasi dan menjadi ilmuwan yg mumpuni
    harapan atau mimpi saya,disuatu masa yg akan datang para empu/ilmuwan ini akan bersinar terang memayungi negeri
    saat ini ada sebagian kecil yg mendarmabaktikan ilmunya untuk rakyat

    • Mimpi Bung Urakan dan mimpi kita semua bisa terwujud kok. Gak usah jauh2 siapkan saja anak-cucu kita agar mereka mampu menjadi penerus yang punya karakter, mandiri (gak suka nyontek), kuat dan menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. Saya yakin suatu saat bangsa-bangsa lain akan banyak belajar dari Bangsa Kita Tercinta.

  44. Betul bung rafale212 (kaya wiro sableng)
    masa depan adalah milik anak cucu kita dan generasi penerus bangsa ini,sdh menjadi hukum alam yg tua akan digantikan yg muda.
    Dari sejak pertama bangsa ini melahirkan para ilmuwan hingga sekarang kita tidak kehabisan ilmuwan yg handal,malah bila dicermati saat ini ilmuwan kita bisa sejajar dgn ilmuwan negara maju.Keterbatasan pemerintah dalam menyikapi ilmuwan dalam sarana dan prasarana penelitian memaksa ilmuwan untuk berada diluar negeri agar ilmu yg mereka miliki bisa berkembang lbh maju lagi.Butuh sinergi antara pemerintah,ilmuwan,industri dan rakyat agar tercipta harmoni indah dan sang GARUDA bisa terbang tinggi menembus langit negeri.
    Puluhan ribu ilmuwan kita berada diluar negeri,jika mereka kembali dan mendarmabaktikan ilmunya untuk bangsa dan negara rasanya kejayaan negeri ini hanya tinggal menunggu waktu saja bung

  45. Berkaca-kaca aku membaca artikel ini. Sangat inspiratif.

    • Terima Kasih untuk artikel ini, Indonesia dari dulu memang hebat.
      Para teknokrat sudah disiapkan, banyak tenaga ahli, cendikiawan, yang
      dulunya dapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia,

      Prof O. Diran, Dr. Said D. Jenie ada dosen senior kami..yang penuh dedikasi.
      Jadi ingat apa janji kami sebagai mahasiswa untuk membaktikan diri bagi
      bangsa.

      Berkaca-kaca, haru, sedih, ingat mimpi saat jadi mahasiswa, semangat berkobar-kobar
      saat itu.

      Ini seperti hutang yang belum dipenuhi oleh anak-anak bangsa.
      “Meng-Garudalah di Angkasa..”

 Leave a Reply