Program CAP55: Mengubah Su-30MKM Malaysia Menjadi Super Sukhoi

Jakartagreater.com – Sebagai upaya untuk mempertahankan kemampuan Sukhoi Su-30MKM yang dibangun oleh KNAAPO Multi-Role Combat Aircraft (MRCA), dan terus mengikuti penerapan Preventive Restoration Works (PRW) 10 Tahun oleh Aerospace Technology Systems Corp (ATSC – anak perusahaan dari National Aerospace and Defence Industries), telah menjadi jelas bahwa ada banyak kemajuan teknologi sejak saat itu yang menentukan peningkatan untuk pesanan pesawat, lansir MFH.

Royal Malaysian Air Forc (RMAF) harus mengatasi kebutuhan untuk meningkatkan armada Sukhoi meskipun jet tempur buatan Rusia adalah platform yang luar biasa dan kuat.

RMAF telah mengakuisisi 18 Su-30MKM, yang sebagian besar didasarkan pada Su-30MKI Flanker Angkatan Udara India (IAF). Pesawat-pesawat tempur ini telah menggabungkan teknologi Rusia, India, dan Israel dan dikumpulkan dengan lisensi oleh Hindustan Aeronautics Ltd (HAL), namun pesawat tempur Malaysia menghilangkan komponen buatan Israel dan menggantinya dengan buatan Barat.

Ada empat elemen kunci pada Su-30MKM – senjata stand off, pod penargetan laser, radar dan rangkaian peperangan elektronik (EW) – yang perlu ditingkatkan.

Angkatan Udara Malaysia telah berhasil mengintegrasikan rudal Vymple R-77 (Beyond Visual Range Air to Air Missile-BVRAAM), namun sebagai aset strategis bagi negara, penting bagi Sukhoi untuk dilengkapi dengan rudal jelajah stand off seperti rudal jelajah Brahmos.

Pod penargetan laser buatan Thales Damocles juga hampir usang sehingga harus diganti dengan pod Thali TALIOS yang lebih baru, serupa dengan yang dipasang pada pesawat tempur omnirole Rafale.

Radar NIIP N011M Bars, yang hanya merupakan radar Passive electronically scanned array (PESA) juga perlu diganti dengan active electronically scanned array (AESA) untuk memberi pilot Su-30MKM tingkat kesadaran situasional yang lebih tinggi.

Suite EW adalah tantangan yang lebih besar karena penampang radar Sukhoi yang besar membuat kapasitas perlindungan diri yang kuat menjadi wajib. Perangkat EW pesawat saat ini adalah varian dari sistem KNTTI SAP-518 wingtip-pod. Hal ini dapat ditambah dengan modul jammer SAP-14 centreline stand-off yang menjadikan Flanker Malaysia sebagai platform EW yang tangguh meskipun RMAF tidak memiliki platform EW khusus yang dapat digunakan sebagai bagian dari paket Strike seperti yang ditunjukkan oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF) pada Februari 2019 selama Operation Swift Retort.

Pengenalan Pylon X oleh Centre for Aerospace Engineering Services (Pusat Perkhidmatan Kejuruteraan Aeroangkasa – PUSPEKA) RMAF memungkinkan untuk mengintegrasikan bom berpandu laser Paveway II (LGB) untuk melengkapi Sukhoi.

Rupanya dengan upaya penelitian berkelanjutan oleh PUSPEKA, Pylon X akan mampu mengeluarkan decoy ADM-141 (Tactical Air Launched Decoy-TALD) yang selanjutnya akan meningkatkan kemampuan Suppression of Enemy Air Defence/Destruction of Enemy Air Defence (SEAD/DEAD) ketika digabungkan dengan rudal anti radiasi Kh-31.

8 pemikiran pada “Program CAP55: Mengubah Su-30MKM Malaysia Menjadi Super Sukhoi”

Tinggalkan komentar