Program Kapal Perang Miliaran Dolar Brasil Andalkan Hasil Migas

SIGMA 10514 PKR

KRI Raden Eddy Martadinata (331) fregat Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA 10514. Usulan Damen dan Saab untuk program korvet Tamandaré © Damen Shipyard

JakartaGreater.com – Pemerintah Brasil siap untuk menindaklanjuti rencana menyalurkan pendapatan minyak dan gas (migas) untuk belanja pertahanan baru, agar pembuat kapal Eropa yakin bahwa negara itu mampu menjalankan program korvet baru, seperti dilansir dari laman Defense News.

Mengarahkan 2 persen royalti dari pengeboran lepas pantai untuk belanja militer ini menjadi kebijakan nasional selama beberapa waktu, akan tetapi pemerintah sebelumnya tidak pernah menerapkan secara penuh, menurut Eric Berthelot, Kepala Naval Group Brasil.

Para pejabat di bawah presiden Michel Temer, awalnya bergerak untuk menyadap dana dari minyak dan sejauh ini telah memberikan sekitar $ 650 juta kepada perusahaan milik negara Emgepron untuk mengelola proyek-proyek angkatan laut baru seperti program Tamandaré seharga $ 1,5 miliar.

TKMS Tamandaré

Desain korvet Tamandaré usulan TKMS Jerman © AL Brasil

Pemerintah Presiden terpilih Jair Bolsonaro, politisi sayap kanan yang akan menjabat pada Januari 2019, diperkirakan akan menerapkan kebijakannya lebih lanjut, menurut beberapa pejabat industri di Eropa. Menurut mereka kemampuan Brasil untuk membayar program akan diawasi secara ketat ketika pemerintah Bolsonaro mengambil langkah pertama tahun depan.

Naval Group Prancis (dulu DCNS) bersaing dengan ThyssenKrupp Marine Systems Jerman, Perkapalan Damen Belanda dan Fincantieri Italia. Angkatan Laut Brasil dan empat penawar berada dalam tahap akhir koordinasi sebelum proposal jatuh tempo pada 8 Maret. Angkatan Laut diperkirakan akan memilih pemenang pada bulan itu, meskipun mungkin para pejabat akan menunggu sampai pameran pertahanan LAAD pada awal April untuk mengumumkan hasilnya.

Program Tamandaré adalah untuk pengadaan empat korvet dan paket pemeliharaan selama delapan tahun pertama. Kapal perang dimaksudkan untuk membantu melindungi perairan “Blue Amazon” Brasil yang kaya akan sumber daya alam disepanjang garis pantai yang luas.

Vendor Eropa yang berjuang untuk bisnis dalam kompetisi yang sama diseluruh dunia telah menjadi tema yang berulang, mendorong panggilan untuk konsolidasi dari industri galangan kapal benua itu untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.

“Orang-orang Eropa lebih terpecah dari sebelumnya”, menurut Hervé Guillou Naval Group kepada wartawan disalah satu kantor perusahaan. Namun, dia mengingatkan, “Anda harus menunggu saat yang tepat untuk melakukan konsolidasi”.

Naval Group dan Fincantieri sudah memutuskan untuk bergabung dengan bisnis mereka sampai batas tertentu, tetapi sejauh ini tidak ada yang konkrit muncul dari aspirasi tersebut.

Leave a Reply