Apr 122017
 

Taiwan hanya memiliki dua kapal selam diesel listrik yaitu Hai Lung (SS-793) dan Hai Hu (SS-794). © Angkatan Laut Taiwan

Program ambisius Taiwan untuk membangun sendiri kapal selam serang diesel listrik (SSK) tampaknya telah mendapati halangan serius terutama kebutuhan untuk mengimpor lima sistem penting yang menjadi kunci utama untuk operasi kapal baru, seperti dilansir dari China Topix.

Pada tanggal 21 Maret, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengumumkan peluncuran program pembangunan kapal selam yang ingin melihat Taiwan membangun setidaknya 8 unit kapal selam diesel listrik selama dekade berikutnya di bawah program Indigenous Defense Submarine (IDS).

Penambahan 8 unit kapal selam baru tersebut akan memberikan Taiwan 10 unit kapal selam. Delapan kapal selam baru tersebut akan dipersenjatai dengan torpedo kapal selam kelas berat Mark 48 (Mk-48) dan rudal anti kapal yang diluncurkan dari kapal selam yaitu UGM-84L Harpoon Block II dari Amerika Serikat.

“Penguatan kemampuan tempur bawah laut paling dibutuhkan dalam pertahanan Taiwan”, kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen selama tur kapal selam di pelabuhan angkatan laut di sebelah selatan Zuoying.

“Ini adalah masalah yang diakui semua orang. Kita tidak mampu memecahkan masalah ini di masa lalu. Sebagai komandan angkatan bersenjata, saya bertekad untuk memecahkan masalah ini”, kata Tsai Ing-wen.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menandatangani kontrak pengadaan dan nota kesepahaman (MoU) tentang kerjasama yang melibatkan pemerintah Taiwan, galangan kapal lokal China Shipbuilding Corporation (CSBC), Angkatan Laut Taiwan (ROCN) dan Institute Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan.

Hampir sebulan kemudian dan media Taiwan melaporkan bahwa saat ini Taiwan tidak dapat memproduksi 5 bagian penting dari teknologi kapal selam. Teknologi ini perlu diimpor. Teknologi yang hanya bisa disediakan oleh perusahaan-perusahaan asing adalah tabung torpedo dan periskop.

Analis militer juga berspekulasi bahwa Taiwan juga mungkin harus mengimpor AIP atau teknologi propulsi udara independen (atau teknologi sejenisnya) yang memungkinkan kapal selam beroperasi hampir bebas suara saat menyelam.

AIP adalah teknologi propulsi kelautan yang memungkinkan kapal selam non-nuklir untuk beroperasi tanpa akses ke oksigen atmosfer, baik dengan permukaan atau menggunakan snorkel. AIP dapat menambah atau mengganti sistem propulsi diesel-listrik kapal selam non-nuklir.

Galangan kapal Ching Fu, adalah perusahaan yang merancang sistem tempur untuk kapal selam baru dan subkontraktor terbesar untuk program kapal selam dalam negeri Taiwan, mengatakan bahwa Program IDS saat ini sedang dalam tahap desain. Pengembangan kapal selam baru yang dipimpin oleh Institute Nasional Chung-Shan.

Angkatan Laut Taiwan hanya mengoperasikan dua unit kalam selam diesel listrik yaitu kapal selam kelas Chien Lung yang berusia 30 tahun sebagai kapal selam lini depan.

  6 Responses to “Program Kapal Selam Taiwan Masih Butuh Teknologi Impor”

  1. pertamax iqiqiq

  2. owh…

  3. Indonesia harus bekerja keras untuk menguasai banyak item teknologi kapal selam modern.

  4. tidak bagus

  5. Kapan kita bs mengejar kemajuan China dan Rusia dalam hal Inhan dimana semua bs made in dalam negeri!

 Leave a Reply