Mei 052018
 

KFX Model

Jakarta – Program Pembuatan Pesawat Tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KF-X/IF-X) akan tetap dilanjutkan. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu kepada ANTARA, 3-5-2018 di Jakarta.

Menurut Ryamizard dana yang telah dikeluarkan oleh Indonesia untuk proyek pembuatan pesawat tempur tersebut sudah besar dan rugi jika Indonesia mundur. Program ini sempat mengalami kendala. Menurut Menteri Pertahanan RI, ada hal yang tidak lengkap saat dulu melakukan penandatanganan persetujuan.

Puncak Kerja Sama RI-Korsel

Hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Korsel sudah terjalin sangat erat dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari meningkatnya kerja sama di bidang industri pertahanan kedua negara yang merupakan kerja sama tingkat paling tinggi di bidang pertahanan. Dalam kerja sama bidang industri pertahanan tersebut, Korsel menempatkan Indonesia sebagai partner terbaik.

Demikian diungkapkan South Korean Minister of Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Jeon Jei-guk selaku Ketua Delegasi Korsel pada pertemuan Ke 7 Komite Kerja Sama Industri Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan, “The 7th Defence Industry Cooperation Committee (DICC) RI-ROK”, Kamis, 3-5-2018 di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta yang dirilis situs Kemhan RI.

“Kerja sama bidang industri pertahanan merupakan tingkat yang paling tinggi di bidang kerja sama pertahanan. Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya memiliki hubungan yang sangat erat, tetapi juga Indonesia merupakan partner terbaik bagi Korea Selatan”, ungkap Menteri DAPA Korsel.

Menteri DAPA Korsel menyampaikan bahwa diantara negara – negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara yang paling aktif melakukan kerja sama industri pertahanan dengan Korsel serta satu-satunya negara dimana ditugaskannya Atase Industri Pertahanan dari DAPA Korsel.

Melalui prinsip kerja sama yang saling percaya dan menguntungkan, Indonesia dan Korsel telah menjalin berbagai program kerja sama seperti pembangunan Kapal Selam, Pesawat T50 dan Pesawat Tempur KFX/IFX dan kerja sama lainnya di bidang industri pertahanan.

Menteri DAPA Korsel berharap, ke depan Indonesia dan Korsel dapat terus saling memperkuat, mendukung dan melengkapi dengan prinsip saling menguntungkan, sehingga pada akhirnya Indonesia dan Korea Selatan dapat menjadi negara pemimpin di kancah internasional. “Melalui kerja sama yang sangat kuat, Indonesia dan Korsel bisa membangun perdamaian dunia”, ujarnya.

Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja selaku Ketua Delegasi Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap Delegasi Korsel. Melalui pertemuan DICC RI-ROK Ke-7 diharapkan kedua negara akan mendapatkan manfaat yang saling menguntungkan khususnya di bidang teknologi dan industri pertahanan.

Indonesia selalu memandang Korea Selatan sebagai model, contoh keberhasilan dalam memajukan industri pertahanan dan juga dalam teknologi peralatan militer. Melalui Korsel, Indonesia juga telah memahami dan mendapatkan pelajaran bahwa untuk mencapai penguasaan teknologi yang canggih diperlukan usaha dan perjuangan yang lebih keras lagi.

DICC RI-ROK Ke-7 telah dilaksanakan selama dua hari dan diakhiri dengan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) oleh Sekjen Kemhan RI bersama dengan Menteri DAPA Korsel. DICC RI-ROK merupakan pertemuan tahunan Komite Kerja Sama Industri Pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Pertemuan antara Kemhan RI dengan DAPA Korsel tersebut antara lain membahas mengenai evaluasi kerja sama telah dilakukan kedua negara dan juga berbagai peluang peningkatan kerja sama di bidang industri pertahanan.

Selain beberapa pejabat dari Kemhan, dalam Delegasi Indonesia juga meliputi sejumlah pejabat perakilan dari Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, Mabes TNI AU dan TNI AL serta perwakilan dari perusahaan industri pertahanan dalam negeri. (Antara – Kemhan RI).