Apr 262017
 

Mesin turboshaft Klimov VK-2500 buatan Rusia. © WikipediaVitaly V Kuzmin

RYBINSK – United Engine-Making Corporation (UEMC), salah satu anak perusahaan plat merah Rusia, Rostec berencana untuk memproduksi 130 unit mesin helikopter VK-2500 tahun ini dan menyelesaikan program substitusi impornya pada tahun 2019, menurut CEO UEMC, Alexander Artyukhov pada hari Selasa (25/04/2017), dilansir dari TASS Defense.

“Tahun ini, kami memiliki rencana produksi 130 unit [mesin VK-2500] dan pada 2019 kami sepenuhnya menggantikan mesin-mesin helikopter buatan Ukraina”, kata CEO UEMC saat memberikan melaporkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mesin yang diproduksi di dalam negeri jauh lebih andal dalam pengoperasian dan dilengkapi teknologi kontrol digital, kata CEO tersebut.

Mesin turboshaft VK-2500 dirancang untuk upgrade helikopter militer kelas menengah seperti Mi-8MT/Mi-17, Mi-24, Mi-14, Ka-32, Ka-50 dan Mi-28. Dikembangkan pada tahun 2001, menis ini 15-20% lebih kuat daripada mesin TV3-117VMA awal.

Mesin VK-2500 ini dilengkapi dengan sistem digital baru yang mengadopsi regulasi dan kontrol otomatis serta memiliki usia pakai yang panjang. Pada tahun 2000-2001, mesin itu telah menyelesaikan sertifikasi dan uji coba negara.

Mesin-mesin helikopter militer tersebut sebelumnya diproduksi secara massal di Motor Sich Enterprise (MSE) Ukraina. Pasokan mesin telah mereka hentikan setelah Rusia dan Ukraina memutuskan kerjasama militer dan teknis mereka.

Bagikan Artikel:

  15 Responses to “Program Substitusi Impor Mesin Helikopter Rusia Selesai 2019”

  1. Bermimpi Indonesia bisa buat mesin seperti ini…
    Tak perlu sekelas mesin jet tempur dulu deh

  2. Hihihi… Jadi Inget debat Helikopter Sama Modal Buka Usaha Buat Warung Bakso… 😛

  3. ayo belajar buat!!

  4. dulu pernah ikutan nimbrung debat di mari sama salah beberapa senior soal negara kita bisa buat mesin pesawat atau kendaraan bermotor dengan tkdn di kisaran 90% debatnye berlangsung panas banyak senior yang ikutan tapi ane lupa di trit manenye,waktu itu lagi debat ane inget betul nyoba optimis dan bilang pasti bisa tpi langsung kena banting pas di bilang kalau buat sekarang salah satu perusahaan bumn atau swasta atau malah gabungan ke duanya pengen buat mesin dengan kandungan tkdn di atas 90% negara kita bakalan bangkrut karna secara dana dan sdmnye minim dan belum ada pokus khusus untuk mesin,baut yang sekarang kebanyakan kita pake aja masih impor ko mimpi bikin mesin sendiri…,hadeeeehhh dari situ ane syok dan cuma silent doang tpi emang lagi ga ada kuota juga si wkwkwk….hampura aah lurrr

    • tapi jangan salah bung mobil daihatsu, toyota dan suzuki mesinnya sudah buatan Indonesia, bahkan komponen daihatsu sudah 90% lebih buatan dalam negeri, ada yang bilang sudah 95%. Kalo dibilang daihatsu merupakan mobil nasional cuma milik Jepang aja. Dan kalau enggak salah walau sudah enggak tahu lagi masih jalan atau tidak, motor merk kanzen mesinnya sudah buatan dalam negeri murni, hasil kolaborasi insinyur-insinyur di PINDAD dan ITB. Tapi karena enggak bisa kelola pengurusnya itu merk seperti ditelan bumi. Eh pengurusnya malah jadi menteri sekarang.

 Leave a Reply