Progress 2018 Proyek KFX/IFX – Analisis

Setelah proses Engineering Manufacture Development (EMD) dimulai 2017 maka di awal tahun 2019 ini kita bisa evaluasi progress dan pilihan-pilihan yang telah diambil untuk performance KFX/IFX.

Progress dan Pilihan yang diambil akan memberikan gambaran Performance dan “Selera” yang akan dicapai oleh KFX/IFX saat operasional nanti.

Dalam perkembangannya ternyata kita melihat potensi dan kemampuan untuk menambah skope produksi KFX/IFX dari hanyasayap, ekor dan pylon akan ditambah dengan : “The weapons can be produced by Pindad. We also build technologies, such as data links, weapon integration, and radar. These are our works that we call strategic investment. We will figure out how to produce fighter aircraft in the country because it relates to our independence,”(chairman IFX). Material Composite Production Hangar dan Cat Anti Radar produksi lokal (BATAN) juga telah dipersiapkan.

Optimisme ini perlu dijaga mengingat tantangan dan situasi geopolitik selalu berubah dengan cepat.

 

Berikut Progress pengembangan berdasarkan waktu untuk menuju Target Prototipe 2019-2021.

 

September/18: Meggitt : engine vibration monitoring units (EVMUs), fire detection and bleed air leak detection systems, wheels and carbon brakes and brake system, the jets sensors and displays. Meggit system adalah vendor yang sama untuk F35, F16, Typon, Rafale and Gripen

April /18: CobhamOxygen systems, missile ejection launchers, communication, navigation and identification conformal antennas, external fuel tanks and pylons. Cobham system adalah vendor utama F35.

Cobham Mission Systems provide launchersuntuk Meteor or AMRAAM air-to-air missiles without role change dan sekaligus compatible dengan Taurus Missile

March /18: Martin-BakerEjectors Seat sama dengan untuk typon, rafale, f35 and gripen

November /17: BRUs Harris Corporation menyediakan bomb rack units. Harris dikenal sebagai spesialis untuk internal weapon bay pada F22 dan F35.

Oktober/17 Leonardo menyediakan Avionik dan Mission System, IRST dan Targeting Pod. Sama dengan yang di suplai untuk Typhoon dan Saab Gripen E.

Mei/17: Elta Systems support testing Radar AESA Hanwa Thales.  Thales dikenal produsen RBE2 AESA Rafale dimana seperti cerita yang telah menjadi legenda bahwa 2009 Rafale telah mengalahkan F22 dalam WVR.

Maret/17:  Triumph Group menyediakan Airframe Mounted Accessory Drives dan designing and producing the AMADs berfungsi receive and distribute engine power to generators, pumps and other systems. Triump juga menyediakan canopy and windshield transparencies seperti yang disupply untuk F35, Osprey dan Apache)

Mei/16: General Electric menyediakan F414-GE-400 engines. Mesin yang sama yang dipakai oleh double engine Super Hornet dan Single Engine Gripen NG.

Mock Up jet tempur IFX di Indo Defence 2018

Market dan Kompetitor :

Walaupun KFX/IFX masih difokuskan untuk memenuhi dalam negeri tidak ada salahnya kita menilai Market dan Kompetitor pada range waktu tersebut (2026  s/d 2030) dengan mengeluarkan Opsi Su57, J20, F35, dan F22 (Gen5)

  1. EF2000 trance 3, akan retired antara 2035 -2040 digantikan dengan Euro Gen5/6 yang direncanakan dikembangkan 10 tahun ke depan. Generasi terakhir EF2000 akan mempunya kemampuan integrasi Brimstone, Storm Shadow, Meteor dan Taurus, serta AARGM dan Nuclear mission dan mesin yang lebih efisien dan range lebih jauh.
  2. RAFALE F4, pada dasarnya Rafale telah mempunyai fitur Nuclear mission dan Multirole Mission (SCALP, Exoxet and Meteror) sejak F3 2010. Sedangkan F4 lebih ke CFT dan Improvement onboard management system. Akan digantikan Euro Gen5/6 di tahun 2035 dan 2040.
  3. SU35 type S, tidak ada wacana lebih lanjut untuk pengembangan type S yang ada saat ini kecuali Rumor Radar AESA SU57 dicangkokkan ke SU35S yang tidak akan berarti banyak karena SU35 sendiri mempunyai RCS besar.
  4. Masih terbuka kesempatan untuk workshore single engine Tejas, Gripen, F16, FA50, JF17 dan J10, yang dalam hal ini Kandidat terkuat adalah F16 atau FA50.

Cukup berat kiranya bersaing dengan Typoon, Rafale dan SU35 pada rentang tahun 2026 s/d 2040 , sehingga KFX/IFX hanya cocok untuk kebutuhan sendiri dengan orientasi cost saving dan transfer technology.

 

Kesimpulan :

Secara umum proyek KFX mengadopsi part dari  referensi vendor proyek F35 secara terpisah-pisah. Hal ini mungkin untuk memperkecil risiko dan cost, dimana vendor-vendor tersebut telah berpengalaman sebagai bagian dari proyek pesawat Gen5.

Secara benang merah terlihat bahwa vendor-vendor base di USA mengambil peran di “Perangkat Keras” sedangkan Vendor Eropa banyak mengambil porsi di “Perangkat lunak”. Hal ini masuk akal mengingat 4 teknologi kunci yang tidak diijinkan oleh USA.

Vendor dan produk yang dipilih adalah produk yang telah lama dan mempunyai nama besar dibidangnya nya sehingga diharapkan hasil akhirnya akan menjadi pesawat Gen4.5 dengan standard yang tinggi.

Catatan kecil mengenai missile yang akan dipakai KFX/IFX adalah Meteor dan Amraam dan Taurus.  Artinya KFX/IFX memang diproyeksikan sebagai Pespur dengan kemampuan BVR dan multirole jarak jauh.

Porsi 20% Indonesia dalam joint produksi ini seharusnya bisa mulai dipahami secara awam dengan pengertian sebagai berikut. Nilai Pesawat adalah diestimasikan Rp. 1 triliun per unit berarti porsi Indonesia (offset) adalah Rp. 200 milyar per unit.

Apakah realistis nilai Rp. 200 milyar ini dengan :

sayap, ekor dan pylon ditambah dengan data links, weapon integration, and radar installment, Material Composite and Cat Anti Radar ?

Silakan didiskusikan.

by : Senopati Pamungkas

Tinggalkan komentar