Jan 202019
 

Setelah proses Engineering Manufacture Development (EMD) dimulai 2017 maka di awal tahun 2019 ini kita bisa evaluasi progress dan pilihan-pilihan yang telah diambil untuk performance KFX/IFX.

Progress dan Pilihan yang diambil akan memberikan gambaran Performance dan “Selera” yang akan dicapai oleh KFX/IFX saat operasional nanti.

Dalam perkembangannya ternyata kita melihat potensi dan kemampuan untuk menambah skope produksi KFX/IFX dari hanyasayap, ekor dan pylon akan ditambah dengan : “The weapons can be produced by Pindad. We also build technologies, such as data links, weapon integration, and radar. These are our works that we call strategic investment. We will figure out how to produce fighter aircraft in the country because it relates to our independence,”(chairman IFX). Material Composite Production Hangar dan Cat Anti Radar produksi lokal (BATAN) juga telah dipersiapkan.

Optimisme ini perlu dijaga mengingat tantangan dan situasi geopolitik selalu berubah dengan cepat.

 

Berikut Progress pengembangan berdasarkan waktu untuk menuju Target Prototipe 2019-2021.

 

September/18: Meggitt : engine vibration monitoring units (EVMUs), fire detection and bleed air leak detection systems, wheels and carbon brakes and brake system, the jets sensors and displays. Meggit system adalah vendor yang sama untuk F35, F16, Typon, Rafale and Gripen

April /18: CobhamOxygen systems, missile ejection launchers, communication, navigation and identification conformal antennas, external fuel tanks and pylons. Cobham system adalah vendor utama F35.

Cobham Mission Systems provide launchersuntuk Meteor or AMRAAM air-to-air missiles without role change dan sekaligus compatible dengan Taurus Missile

March /18: Martin-BakerEjectors Seat sama dengan untuk typon, rafale, f35 and gripen

November /17: BRUs Harris Corporation menyediakan bomb rack units. Harris dikenal sebagai spesialis untuk internal weapon bay pada F22 dan F35.

Oktober/17 Leonardo menyediakan Avionik dan Mission System, IRST dan Targeting Pod. Sama dengan yang di suplai untuk Typhoon dan Saab Gripen E.

Mei/17: Elta Systems support testing Radar AESA Hanwa Thales.  Thales dikenal produsen RBE2 AESA Rafale dimana seperti cerita yang telah menjadi legenda bahwa 2009 Rafale telah mengalahkan F22 dalam WVR.

Maret/17:  Triumph Group menyediakan Airframe Mounted Accessory Drives dan designing and producing the AMADs berfungsi receive and distribute engine power to generators, pumps and other systems. Triump juga menyediakan canopy and windshield transparencies seperti yang disupply untuk F35, Osprey dan Apache)

Mei/16: General Electric menyediakan F414-GE-400 engines. Mesin yang sama yang dipakai oleh double engine Super Hornet dan Single Engine Gripen NG.

Mock Up jet tempur IFX di Indo Defence 2018

Market dan Kompetitor :

Walaupun KFX/IFX masih difokuskan untuk memenuhi dalam negeri tidak ada salahnya kita menilai Market dan Kompetitor pada range waktu tersebut (2026  s/d 2030) dengan mengeluarkan Opsi Su57, J20, F35, dan F22 (Gen5)

  1. EF2000 trance 3, akan retired antara 2035 -2040 digantikan dengan Euro Gen5/6 yang direncanakan dikembangkan 10 tahun ke depan. Generasi terakhir EF2000 akan mempunya kemampuan integrasi Brimstone, Storm Shadow, Meteor dan Taurus, serta AARGM dan Nuclear mission dan mesin yang lebih efisien dan range lebih jauh.
  2. RAFALE F4, pada dasarnya Rafale telah mempunyai fitur Nuclear mission dan Multirole Mission (SCALP, Exoxet and Meteror) sejak F3 2010. Sedangkan F4 lebih ke CFT dan Improvement onboard management system. Akan digantikan Euro Gen5/6 di tahun 2035 dan 2040.
  3. SU35 type S, tidak ada wacana lebih lanjut untuk pengembangan type S yang ada saat ini kecuali Rumor Radar AESA SU57 dicangkokkan ke SU35S yang tidak akan berarti banyak karena SU35 sendiri mempunyai RCS besar.
  4. Masih terbuka kesempatan untuk workshore single engine Tejas, Gripen, F16, FA50, JF17 dan J10, yang dalam hal ini Kandidat terkuat adalah F16 atau FA50.

Cukup berat kiranya bersaing dengan Typoon, Rafale dan SU35 pada rentang tahun 2026 s/d 2040 , sehingga KFX/IFX hanya cocok untuk kebutuhan sendiri dengan orientasi cost saving dan transfer technology.

 

Kesimpulan :

Secara umum proyek KFX mengadopsi part dari  referensi vendor proyek F35 secara terpisah-pisah. Hal ini mungkin untuk memperkecil risiko dan cost, dimana vendor-vendor tersebut telah berpengalaman sebagai bagian dari proyek pesawat Gen5.

Secara benang merah terlihat bahwa vendor-vendor base di USA mengambil peran di “Perangkat Keras” sedangkan Vendor Eropa banyak mengambil porsi di “Perangkat lunak”. Hal ini masuk akal mengingat 4 teknologi kunci yang tidak diijinkan oleh USA.

Vendor dan produk yang dipilih adalah produk yang telah lama dan mempunyai nama besar dibidangnya nya sehingga diharapkan hasil akhirnya akan menjadi pesawat Gen4.5 dengan standard yang tinggi.

Catatan kecil mengenai missile yang akan dipakai KFX/IFX adalah Meteor dan Amraam dan Taurus.  Artinya KFX/IFX memang diproyeksikan sebagai Pespur dengan kemampuan BVR dan multirole jarak jauh.

Porsi 20% Indonesia dalam joint produksi ini seharusnya bisa mulai dipahami secara awam dengan pengertian sebagai berikut. Nilai Pesawat adalah diestimasikan Rp. 1 triliun per unit berarti porsi Indonesia (offset) adalah Rp. 200 milyar per unit.

Apakah realistis nilai Rp. 200 milyar ini dengan :

sayap, ekor dan pylon ditambah dengan data links, weapon integration, and radar installment, Material Composite and Cat Anti Radar ?

Silakan didiskusikan.

by : Senopati Pamungkas

  30 Responses to “Progress 2018 Proyek KFX/IFX – Analisis”

  1.  

    Hoaaam…!!!
    Penulis terlalu optimis hingga tanpa melihat factor lainya….seperti masalah masalah yang cendrung muncul pada saat diproduksi masal…jangan kata kita dan korea….bahkan sekelas negara produsen terkemuka saja banyak mengalami kendala….apa lagi kita yang notabenya adalah pemula…belum lagi banyak komponen yang harus diadakan banyak negara produsen malah tambah masalahnya.. .jadi jangan terlalu muluk untuk kata bersaing apa lagi dengan negara peodusen kawakan…saya ambil contoh tentang produksi panser kita…yang bermula kerja sama dengan produsen francis untuk pengadaan engine nya tapi belakangan mereka mempersulit pengadaan engine tersebut hanya dikarna kan prodak kita lebih dilirik pasar ketimbang prodak aslinya…!!!

    •  

      Kalo masalah berapa banyak komponen yang bisa kita produksi dalam negri atau kandungan lokalnya saya rasa semakin banyak semakin baik tentunya…tapi apa sudah memenuhi standar dan kualitas uji coba…bila hanya sekedar memenuhi kandungan lokal saja saya rasa itu tidak masuk akal karna suatu komponen dari produk mutakhir atau sarat tehnologi tinggi seperti pespur itu ada standar khususnya…jadi bisa dibilang harus dilihat lagi…!!!

      •  

        Bung Aming,
        Perlu diinformasikan bahwa data di atas adalah data aktual proses EMD berikut list vendor nya. Jadi masalah Optimis atau tidak saya tidak keluar jalur
        Mengenai dibandingkan dengan EF2000, Rafale, SU35 adalah kita perlu benchmark , dan kesimpulan saya memang kita belum mampu untuk lebih dari ini. (cukup untuk kebutuhan sendiri saja).

        Tergelitik dengan contoh yang Bung Aming sampaikan mengenai Panser Anoa , inilah sebenarnya yang menjadi kekuatan kita.
        Panser Anoa lebih diminati market dibanding asalnya.
        LPD untuk filipina dibanding dengan asalnya.
        SS2-3 PINDAD dibanding dengan asalnya.
        SuperPuma PT. DI dibanding asalnya.
        CN235 PT. DI dibanding produksi asalnya.
        dan apakah ini akan terjadi dengan pemasaran :
        Kasel 209 Nagapasa, IFX, Pandur 8×8, KRI Martadinata dll ?
        Judgment “ketidakmampuan TOT kita ini” , sama seperti ketika kita memulai TOT pada item-item yang disebutkan di atas ? apakah fair ?

        •  

          Saya bukan tidak optimis atau pesimis…tapi kendala itu selalu ada….yang jadi pertanyaanya apa pemangku kepentingan itu sendiri optimis…kalou saya mencermati dan melihat kayaknya malah kebalikanya….tercermin dari setiap langkah kebijakan yang diambil…terkesan ala kadarnya(jadi sukur engak jadi yaa gigit jari)…beda dengan korea mereka ngotot untuk memenuhi ambisi mereka…dengan alih tehnologi dan pembuatan pabrik komponen pesawat didalam negri…dan itu jangka panjang…dalam kemandirian….!!!

        •  

          Kalou masalah kerja sama perakitan itu cerita lain lagi…bung…dan saya pernah mengulas hal tersebut…dan itu tidak diangap persaingan…tapi lebih kestrategi dagang…!!!
          Kalou bersaing yaa engak jalan kita dan tutup pabrik perakitanya…xaxaxa…

    •  

      Klu komen huha pasti bukan hoax, krna katanya terbukti aming lee msh merahasiakn pria trsebut & sudah dijlskn huha penyebab aming msh merahasiakn pria trsebut
      😆 😆

  2.  

    Kabar lain menyebut RI mau kurangi dukungan modal dari 20 persen menjadi 15 persen saja… aneh nih rezim

  3.  

    Sebuah rezim ketika di lihat apakah dia mementingkan bangsanya atau tidak adalah dengan
    1. Seberapa besar dia fokus untuk mengembangkan industri ALUTSISTA dalam negerinya?
    2. Seberapa besar dia menaruh perhatian pada unsur partahanan ?
    1 & 2 berbalik pada anggaran
    3. Seberapa fokus dia untuk mengurangi impor atau melindungi industri dalam negerinya?
    Jika 3 item diatas di abaikan berarti dia dikategorikan pemimpin pengkhianat bangsa.

  4.  

    YANG MENJADI PERBINCANGAN UMUM ITU :
    1. APAKAH IFK NANTI BERJALAN SESUAI HARAPAN (50:50)
    2. GUNA MEMENUHI RENCANA MEF…. SEHARUSNYA TNI MENGEDEPANKAN YG SUDAH DI CITA- CITAKAN YAITU SU.35
    3. ADA RUMOR DI DUNIA MAYA BAHWA IFX….. YG TERINTEGRASI DENGAN NATO…. TERNYATA AKAN LUMPUH BILA BERHADAPAN DENGAN SYSTEM NATO ( IFX DUEL DG. F16 VIPER MAKA IFX AKAN KALAH )
    4. TEKHNOLOGY KUNCI IFX ADA 4 YG TIDAK DI KASIH USA…. TERKAIT SYSTEM UNTUK PESAWAT BERBASIS KAPAL INDUK SERTA PESAWAT SILUMAN.. PADAHAL KEDUA SYSTEM INILAH IDENTIK DENGAN GEN. 4,5

    •  

      Bung Alone :
      1. sesuai harapan atau tidak, tinggal menunggu 2 tahun (2021) untuk melihat performance prototypenya
      2. Su35 memang sudah berproses. Apakah ini berarti IFX batak dan dij=konversi ke SU35 sesuai pendapat Bung Alone ?
      3. Saya tidak tahu maksud ter-intergrasi NATO dari Bung Alone.
      Dalam konteks saya ter-integrasi adlah kita sedang merintis Network Centric dimana Satelite Militer dan jaringan Radar kita akan ter-integrasi dengan Pespur, Kasel dan Kaprang lain. Lihatlah benangg merahnya dengan dipilihnya THALES pada semua lini Radar dan Satelit Militer.
      PR besarnya adalah pemilihan Pesawat AE&W yang bisa menghubungkan Klan SUkhoi dengan yang lain, dalam hal ini AE&W India sangat potensial.

      4. Berbasis Kapal Induk bukan orientasi dari KFX/IFX block 1. Siluman ada di KFX/IFX block 2 dst.
      Dan apakah identik dengan Gen4,5 ? hanya F35 type C yang memenuhi kriteria ini jika begitu, bahkan F22 Raptor pun tidak memenuhi kriteria ini (basis kapal induk)

  5.  

    Pada dasarnya ifx adalah produk rakitan, adanya ifx atau tidak ya bukan jadi urgent lagi, apa akan menghasilkan produk canggih atau tidak bukan urgent lagi, dari pengalaman jika ada komponen produk amer dan NATO bakalan report dipakai apalagi saat dijual

    😎

  6.  

    Ahh kalian cuman bahas alutsista doang. Tuh dipikirin prototype kita N250 yg sdh bisa bikin aja tdk diproduksi. Dan prototype lain macam R80 yg masih koar2. Bikinan sendiri tdk dihargai. Macam apa kita tu? Kasihan yg sdh gelar Prof bidang penerbangan gak pernah dihargai. Gimana kita bisa hargai kelanjutannya? Pusing , muter aja

  7.  

    Semoga bisa digunakan yg semestinya, jika utk perang tidak perlu minta izin amrik dulu

  8.  

    nyimak sambil jilatin balsem

  9.  

    kalau sudah dalam masa perang, mo alutsista amer kek, ruski kek, perang ya perang aja ga peduli urusan. kalau perlu datangkan peralatan tempur dadakan seperti jaman perebutan irian barat. jangan mentang2 alat dari amer klo menghadapi sesama amer terus langsung ompong gitu,,,, so naif gitu loh. Tapi harus diingat tetap harus ada persiapannya ya salah satunya ya tot itu biar ga gaptek2 amat. gimana mo bikin tempe kalo resep nya aja gak tau, gimana mo bikin pespur kalo ngerakit aja ga ngerti..mikiiiirrr jangan cuna bisa nyinyiirrr ……

    •  

      Xaxaxa…speleng nih mbah…naik spaningnya…!!!

    •  

      lha iya, kalian gak menghargai jasa pahlawan dlu. kita ini udah enak ada senjata buat lawan musuh. cba dlu modal cuma bacot/diplomasi sama semangat saja bisa merdeka. moso sekarang yang fasilitas sudah ad walaupun minim pada mengkerut.minimal kan dengan proses yg dicapai saat ini sudah on the track walaupun masih ada kurang sana sini. tapi yakinlah suatu saat bakal terlihat hasilnya kecuali kalau seisi bangsa ini cuma bisa nyinyir wae, ra bakal suksen dijamin 1000%

      •  

        Jangan bawa bawa pahlawan dek…karna malah kamu keliatan engak ngertinya…!!!
        Saya tanya sekarang,,,untuk tujuan keinginan apa para pahlawan rela korban baik harta maupun nyawa…???
        Lantas sudahkah kita memenuhi harapan mereka…???
        Atau setidaknya sudah kah kita memenuhi amanat yang dititipkan para pendiri bangsa…???
        Lalu dasar negara dan pasal undang undang berapa yang sudah terlaksa …???
        Atau malah kebalikanya…???
        Kamu belajar lagi sejarah dan undang undang dasar negara tercinta dulu sana…!!!
        Mungkin baru paham apa isi komentar saya…!!!

      •  

        Kalou masalah nyiyir itu tergantung suasana…dek…kalo lagi engak ngopi dan keluar asep jadi memang komen rada rada…xaxaxax…

      •  

        Sastro, apa pernah ikut perang kemerdekaan? Perang pakai bacot aja?Ayah ku ikut perang sangat susah, 3 hari gak makan itu hal biasa, itu belum termasuk saat gerilya menerobos hutan, sampai2 ayah sering ngomong “Semoga anakku jangan sampai menemui perang dan Indonesia selalu aman tanpa perang, biar susahnya kami yg nanggung”

    •  

      @sastro, naif? Itu fakta loh, coba aja suruh malon be*uk serang singakampret pake produk amer bakalan diprotes amer, yg tidak diprotes cuma 1 negara aja yaitu Saudia arabia

      😎

  10.  

    dahulu kala, jaman Jakarta greater sebelum Huha,… sudah pernah dibahas kenapa ada sukhoi kenapa ada produk barat. jawabannya adalah potensi musuh kita memang 2 macam, alutsista china/timur dan alutsista Fpda/barat.

    skuadron kita pun konsepnya komposit, .. musuh china dilawan pake pespur barat,… musuh ausie dimajukan su35,.. itu saja.

    sekali lagi PR nya adalah interobilitas dua bahasa ini.

  11.  

    harusnya tuh rezim penguasa lihat ni forum biar buat prtimbangan.kita semua rakyat Indonesia hanya ingin REPUBLIK ini adil makmur dan kuat .MERDEKA aja bung