Project 20380 – Korvet Kecil tapi Senjata Lengkap dan Mematikan

Jakartagreater.com – Korvet ketiga dari Project 20380 ” Aldar Tsydenzapov” yang dibangun untuk Armada Pasifik Rusia memulai uji coba laut di Laut Jepang. Kapal perang tersebut dijadwalkan mulai beroperasi di Angkatan Laut Rusia pada Desember 2020, lima tahun setelah mulai dibangun, lansir Defense24.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pekerjaan pada korvet Gieroy Rossiya Aldar Tsydenjapov berjalan sesuai rencana. Ini adalah kapal proyek 20380 ketiga yang akan dibangun untuk Armada Pasifik Rusia. Semua unit ini dibangun di galangan kapal Amur di Komsomolsk-on-Amur.

Rusia mengklaim Project 20380 adalah korvet multiguna dan sangat kompleks. Hanya berbobot 2.200 ton, panjang 104,5 m dan lebar 13 m, Rusia berhasil mengintegrasikan sistem kapal yang sangat kompleks dan beragam, memungkinkan korvet untuk secara efektif memerangi target di permukaan dan udara, serta target bawah air.

Kesulitan pembangunan yang paling berat pada korvet adalah karena menggunakan desain struktur siluman, sehingga secara signifikan mengurangi bidang fisik pada korvet ini.

Rusia membanggakan korvet proyek 20380 karena memiliki solusi baru yang dilindungi oleh 21 paten dan 14 program komputer terdaftar. Di antaranya adalah sistem anti-pesawat “Riedut”, yang menggunakan peluncur vertikal dengan dua belas silo berisi 12 rudal 9M96E atau 48 rudal 9M100 (empat rudal kombinasi di satu tempat peluncuran). Menurut data resmi, rudal ini dapat menyerang target udara pada jarak 40-50 km dan hingga ketinggian 20 km.

Korvet ini juga dilengkapi delapan rudal anti-kapal Ch-35 Uran, delapan peluncur torpedo 330 mm, satu meriam utama 100 mm A-190 dan dua senjata pertahanan jarak dekat meriam multi-laras 30 mm AK-630M. Seluruh persenjataan didukung oleh sistem observasi teknis yang sangat kompleks. Selain itu korvet juga mampu mengangkut helikopter Ka-27PL dengan landasan pendaratan dan hanggarnya.

Satu-satunya kelemahan korvet Projet 20380 adalah ukurannya yang kecil sehingga tidak bisa menjadi elemen permanen armada samudra, sehingga tidak akan bisa menggantikan tugas kapal perusak dan kapal penjelajah yang dibutuhkan Rusia untuk tujuan ini.

Sharing

3 pemikiran pada “Project 20380 – Korvet Kecil tapi Senjata Lengkap dan Mematikan”

  1. Satu-satunya kelemahan korvet Projet 20380 adalah ukurannya yang kecil sehingga tidak bisa menjadi elemen permanen armada samudra, kapal ini cocok buat TNI AL karena kita “green navy” tak perlu keluyuran sampai jauh tempatkan 5 unit di LNU aman kita dengan bekal rudal per kapal 60 biji bisa jaga perairan kita tanpa takut provokasi kapal om Xi Jin Ping

Tinggalkan komentar