Sep 022014
 

Komandan Utama Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev menyatakan sistem peluncur rudal generasi terbaru S-500 Prometheus akan memperkuat angkatan bersenjata Rusia mulai 2016. Senjata tersebut akan diuji coba pada 2015, kemudian selanjutnya akan diterima secara resmi dan masuk dalam tahap produksi massal.

___________________________________________________________________________________________________

Prometheus, Senjata ‘Pengawal’ Rusia di Angkasa

S-500 adalah sistem peluncur rudal generasi terbaru yang dapat melumpuhkan rudal balistik dan

sasaran bergerak di udara secara terpisah. Foto: ITAR-TASS

S-500 adalah sistem peluncur rudal generasi terbaru yang dapat melumpuhkan rudal balistik dan sasaran bergerak di udara secara terpisah. Fungsi utama sistem ini ialah melumpuhkan rudal balistik jarak menengah di zona akhir lintasan rudal maupun di zona tengah. Sebelumnya, Komandan Utama Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev mengumumkan S-500 tidak hanya bisa melumpuhkan rudal balistik jarak menengah, tetapi juga sasaran yang berada di orbit bumi, yakni satelit dan rudal balistik.

Sistem peluncur ini mampu melumpuhkan semua “sasaran” di udara di ketinggian apapun, mulai dari rudal penjelajah berkecepatan 5.500 kilometer per jam atau lebih, hingga sasaran berukuran kecil seperti pesawat tanpa awak dan satelit musuh yang berada di orbit bumi. Kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh sistem peluncur rudal generasi sebelumnya. Menurut Instansi Militer Rusia, S-500 bukanlah modifikasi dari seri terdahulunya, S-400. Senjata ini merupakan pengembangan baru yang dibuat dari teknologi dan perhitungan teknis yang jauh berbeda.

Senjata Antipesawat dan Antirudal Unggulan

Redaktur Utama Vestnik PVO Said Aminov memprediksi S-500 akan menggunakan teknologi dimiliki S-300 dan S-400, namun ditambah fitur dan komponen-komponen baru.

S-500 memiliki radius kerja, kecepatan mengenai sasaran, serta jarak deteksi musuh yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Kecepatan mengenai sasaran dan jarak deteksi musuh pada S-500 lebih optimal berkat penggunaan pemindai elektronik aktif (Active Electronically Scanned Array) yang merupakan komponen utama sistem radar modern. Maka itu, radar S-500 dapat mendeteksi musuh yang berjarak hingga 800 kilometer.

Kementerian Pertahanan Rusia berencana, Prometheus S-500 akan masuk dalam satuan pertahanan ruang udara Rusia untuk perlindungan yang mencakup seluruh wilayah negara. S-500 akan menjadi senjata antipesawat dan antirudal utama Rusia. Program pengembangan militer pemerintah Rusia mencanangkan pembelian S-500 untuk sepuluh batalyon satuan pertahanan ruang udara Rusia dalam periode 2011-2020.

Saat ini, sistem pertahanan udara Rusia merupakan gabungan senjata milik Angkatan Darat dan Angkatan Udara Rusia. Sistem pertahanan udara tersebut terdiri dari S-300 dan modifikasinya yang beragam, S-400, Buk-M1, Top-M1, Osa-AKM, serta Tunguska-M1.

Komponen Gabungan

Sejak 2008 silam, Rusia terus bergerak dalam pembuatan sistem pertahanan antirudal dan antipesawat terintegrasi. Sistem ini akan menyatukan sistem pertahanan udara negara-negara bekas Uni Soviet lain. Rusia telah mencapai kesepakatan bersama Kazakshtan dan Belarusia. Konsep sistem itu sendiri merupakan penciptaan sistem senjata antipesawat dan antirudal berlapis. Perbedaan fungsi taktis dan strategis diratakan, sehingga sistem berlapis tersebut mampu mengenai sasaran apapun yang berada di udara. Jarak dan ketinggian deteksi lawan menjadi tidak berpengaruh berkat sistem terintegrasi antarnegara. Pembuatan sistem pertahanan udara berlapis tersebut akan dikelompokkan berdasarkan radius kerja senjata antipesawat dan antiroket.

Radius dekat mencakup 30-40 kilometer. Dalam radius ini, satuan sistem peluncur roket tersebut digunakan untuk melindungi obyek berukuran kecil. Tugas itu dijalankan oleh sistem peluncur rudal tipe Buk, Pantsir-S1, dan Morfey.

Radius menengah mencakup 40-200 kilometer. Pada cakupan ini, satuan sistem peluncur roket tersebut digunakan untuk melindungi obyek industri, administrasi, serta objek militer berukuran besar. Lapisan ini akan dilindungi oleh sistem peluncur rudal darat seperti S-300 dan turunannya, termasuk S-300V4 dan Bityaz.

Radius jauh ialah mencapai lebih dari 200 kilometer. Pada jarak tersebut, sistem ini mampu mengenai pesawat terbang pengintai dan strategis, serta mencegah ledakan rudal milik musuh dengan menggunakan rudal balistik supersonik. Sementara ini, tugas tersebut masih dijalankan oleh S-400, yang kelak akan digantikan oleh S-500. (indonesia.rbth.com)

 Posted by on September 2, 2014

  56 Responses to “Prometheus, Senjata ‘Pengawal’ Rusia di Angkasa”

  1.  

    pErtamax

  2.  

    Gahar habissss….!!!!bungkus pak ndan…!!!

  3.  

    One

  4.  

    10 besar.

  5.  

    nah gini dong bung sergio..alutsista..mantep dah..

  6.  

    test

  7.  

    bisa pesan gak ya RI

  8.  

    Mantap kapan lapan nyusul

  9.  

    Mantabb abis…

  10.  

    kalau S400 taruh dibatam bakal kaga bisa terbang pesawat dari temasek, wkwkwkwk

  11.  

    Kalo ngga salah prometheus kan yang nyuri api dari para dewa terus di hukum pake pancason’na. Pagi sampe sore badannya di makan burung malam sampe pagi pulih lagi badannya. Terus rusia nyuri dari dewa mana nih sistemnya kok dikasih nama ini ya

  12.  

    Affirmative 😈

  13.  

    Russia hebat! Bagi Russia perang dingin tetap ADA.

  14.  

    Pak Handal,sudahlah… Biar aja mo dijualnya smua.Kita cuma bisa lihat& triak.5 thn lagi kita cari pemimpin yg lain lagi smpai dpt satrio piningit yg bisa melihara,bisa jaga,bisa mencipta& bisa jadi leader utk smua rakyat Indonesia.Bliau sdh terpilih& ini maunya mayoritas rakyat Indonesia.Apaboleh buat.

    •  

      mayoritas dari mana bung
      70 juta pemilih dari total penduduk kita yang sekitar 250 juta itu hanya berada di kisaran 30 % lho bung dan itu masih belum bisa di sebut sebagai suara mayoritas.

      •  

        Pilpres itu peraturannya spt ini :
        1. Bukan saling mempertentangkan…artinya orang yg mencoblos no 1 itu melihat program no 1 lbih dipilih daripda yg no 2…demikianpun itu berlaku sebaliknya..
        2. utk yg tdk mencoblos (entah sakit, golput dll)..maka apapun pilihan mayoritas yg mencoblos dipilpres mereka terima…

        Jadi kalo yg menang pilpres harusnya dianggap pilihan seluruh rakyat…krn bukan pertandingan tapi kecenderungan pemilihan program…yang lebih disukai secara mayoritas…
        itu lah namanya orang berdemokrasi…makanya dinegara maju…pas quickcount..pasangan yg kalah QC langsung menyatakan selamat kepada pemenang pilpres…krn programnya lebih disukai oleh rakyat negara tsb…

        Bukan spt kita yg masih sibuk membahas hal yg sdh lewat…imho

      •  

        koreksi dikit bung,bukan dr jmlh penduduk tp dr DPT.
        DPT 190,3 jt,golput 56,7 juta.sisanya 133,6 yg nyoblos.
        no 1 = 62,6 jt an(+-) 46,85%
        no 2 = 71 jt an(+-) 53,15%

  15.  

    Saat ini Indonesia masih melengkapi dng pengawal angkasa jarak sangat pendek atau kurang dari 20 km, Mef 2 tinggal melanjutkan dengan yg jarak pendek 20-50km, dan jarak sedang 50-200km, Mef 3 dengan jarak jauh >200km. ngarep.com

  16.  

    Mungkin gak ya kita di izinin punya si prometheus, dahsyat banget kalo RI punya gituan di jamin kawasan bakal manut…. hehehe

  17.  

    ternyata indonesia ngenteni iki to..

  18.  

    senjata pamungkas neh, …mesti beli eh di kridit boleh gak y…maklum kuli pabrik kaleng…hehehehe

  19.  

    ajib

  20.  

    mantab..lanjut kan.

  21.  

    Kalau melenceng dari uud45 dll ada dpr dan rakyat .. kita tunggu aja apa yg akan dilakukan presiden terpilih berdasarkan konstitusi .. yg penting anggaran pertahanan tetap naik n persenjataan kita maju .. salam

  22.  

    Kapan ya S-300,S-400,S-500 NKRI…?

  23.  

    Wuihh dah S500 aja yg S300 aja kt blm pny..:(

  24.  

    Bukannya kita sudah punya yg jauh lbh nikmat nan dahsyat….???
    S Dawet, S Cendol, S Teh, S Kacang Hijau dan S, S, lainnya.

  25.  

    ngeri ngeri sedap…indonesia harus punya

  26.  

    Keren aBiz dh yG nMa X rusia……..tpi lebiH mantaf indoNesia ku kalo bisa bkin yG lbiH gahar lgI

  27.  

    Benar tuh, kita juga harus punya yg macam gitu.

    InsyaAllah, bisa tercapai

  28.  

    Faktor man behind the gun juga sih bung , tergantung yang menggunakannya

  29.  

    ha ha ha lutuna ga tanggung2

  30.  

    Joos…

  31.  

    hahahaha,…….setubuh deh ma santi…mantap !

  32.  

    ayo mau kemana kamu…jangan lari ya..!!!!!

  33.  

    ngomong apa ni org,,
    klu jualan yg sportif pak..ayo tunjukin brgnya..bisa terbang gak !!

  34.  


    rusia emg negeri yg sangat kreatif ,inofatif dan sangat cepat melesat teknologi setelah unisovyet bubar,,dlm hitung belasan tahun bisa menyamai asu ,,bahkan kekuatan militernya bikin geleng2..

    indonesia musti punya s-400 atw s 500 harus punya ,,sangat aman rasanya klu punya pertahanan rudal seperti ini,,sebelum indonesia bisa bikin sendiri .

    rusia bikin geleng2 ..ngak kebayang deh wajah pilot yg di kejar s 400 atw s500

    pak jokowi bisa ngak bangsa ini dalam 10 bulan kedepan ..moga bukan mimpi .com

    salam semua

  35.  

    @yonhap nyatanya asu beli roket dari rusia buat misi antariksanya,asu ga sanggup bikin tuh. asu israel kenapa tuh takut kiriman s300 ke iran suriah? coba tuh barangnya asu berhadapan langsung sama barang rusia dimana jokie2nya dari rusia dan tuh barang speknya setara dgn yg dimiliki militer rusia,kalau yg dijual ke negara lain mah speknya dah didown grade, boleh tuh di adu hornet malaysia vs sukhoi kita mana coba yg menang? Negara tukang keroyok negara lemah aja dibanggain

  36.  

    Roh Soviet masih bersemayam dalam diri orang Russia dan mental superpower mereka tetap terjaga hingga saat ini, Slava Russia 😀

  37.  

    maaf sedikit konteran ya
    dalam perang vietnam sudah banyak fakta tentang kehandalan produk2 dari rusia
    SAM2 rusia / Uni Soviet berhasil menjatuhkan puluhan pesawat pesawat USA, dari F4 Phantom sampai dengan bomber B52, Mig 17 Vietnam di akui keunggulan oleh pilot USAF ketika duel Dogfight dengan kill ratio menembus 10 : 1 untuk keunggulan Vietnam, senjata AK47 merupakan senjata favorit di perang tersebut bahkan infantry USA Army sampai menukar senjata mereka dengan AK47 hasil rampasan, di sebabkan m16 generasi awal masih suka macet jika di bawa bertempur di medan rawa2
    pada jaman sekarang pun keunggulan teknologi rusia masih di akui oleh blok barat,
    contoh untuk SU 27 beserta variannya masih di sebut pesawat terbaik di kelasnya.
    jika anda mengambil contoh perang timteng itu tidak bisa langsung menyalahkan kepada alutsista justru pertanyakan kepada orang yang mengawakinya. kenapa bisa kalah
    untuk perang vietnam justru anda yang kurang paham, jika memang persenjataan USA lebih hebat kenapa masih kalah di perang vietnam tersebut di tandai dengan jatuh nya saigon
    afganistan bukan mig dan sukhoi yang rontok bung cuma helikopter pasukan kavaleri udara saja yang rontok oleh stinger dan ingat jangkauan stinger itu tidak jauh hanya beberapa ratus meter saja.
    untuk kasus irak, coba anda lihat sistem pemandu apa yang di pake oleh scud? dibandingkan dengan sistem yang di pakai oleh rudal tomahawk? dan tolong bandingkan juga scud di buat pada tahun berapa dan rudal tomahawk di buat tahun berapa, itu keduanya berbeda generasi bung jangan di pukul rata.
    bahkan di majalah Angkasa pernah di bahas bahwa sistem rudal Patriot tidak sepenuhnya efektif ketika menghalau serangan rudal jelajah musuh

  38.  

    MAS MH17 korbannya siapa hayo….???

  39.  

    Smoga strategi “gado2 alutsista” tetep dipertahankan pemerintah ke depan, jangan mengekor aja ma asu….NKRI hrs bisa mengembil keuntungan dari barat dan timur, ambil yg plng gahar di kelasnya (tetep non blok)

  40.  

    Dalam RED Flag latihan NATO di simulasikan pesawat barat,F-15,F-16, EF Typhoon, dan Rafale mencoba lolos dari SAM S-300 Rusia..
    ko ya cuman Rafale yang lolos ya dari sergapan S-300… trus ngapain Ameriki dan Nato ga berani melintas di Ukraina sekarang Mas… ato takut di Cium spidol cap S-400 Triumph..

    Silahkan di comment lgi

  41.  

    kalo alutsista tni dari AS semua, trus diembargo, loe bisa apa ???

  42.  

    Lha itu iron dome nya israel yg katanya hebat, malah keok sama rudalnya Hamas …

  43.  

    tes

  44.  

    yes

 Leave a Reply