May 112018
 

Artist’s concept of CVN-78, a new class of aircraft carriers. A new nuclear propulsion plant will power the next class of aircraft carriers. © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kesalahan manufaktur pada kapal induk bernilai multi-miliar dolar terbaru Angkatan Laut AS telah memaksa kapal tersebut untuk mengakhiri pengujian guncangan dan kembali ke pelabuhan, menurut laporan Bloomberg.

Kapal induk USS Gerald R. Ford seharga $ 12,9 miliar dikabarkan mengalami kegagalan sistem propulsi pada saat menjalani pengujian laut untuk menguji kemampuan kapal menangani samudera besar dan menyelesaikan setiap masalah.

Kejadian tersebut telah terjadi pada USS Gerald R. Ford pada bulan Januari lalu, tetapi baru diungkapkan empat bulan kemudian setelah Bloomberg memperoleh akses ke memo internal Angkatan Laut AS dari Komando Naval Sea Sistem.

“Pejabat Angkatan Laut tidak mengungkapkan masalah tersebut selama sidang anggaran dihadapan Kongres dan Senat dalam beberapa pekan terakhir dan mereka tidak bertanya tentang hal itu”, tulis Bloomberg.

Menurut memo tersebut, sang produsen kapal induk Huntington Ingalls mengatakan kepada Angkatan Laut AS bahwa kegagalan itu dipicu oleh “cacat produksi” dan juga “operasi yang tidak benar” oleh personel Angkatan Laut AS di atas kapal.

Seiring dengan Angkatan Laut AS, kontingensi signifikan anggota parlemen AS secara agresif mengejar strategi untuk pengadaan dua kapal induk kelas Ford di tahun fiskal 2019, yang akan memperluas total pengadaan kapal kolosal terbaru dari tiga hingga empat. Program tersebut diperkirakan akan menelan biaya sekitar $ 42 miliar untuk tiga kapal dan akan menjadi $ 58 miliar untuk empat unit kapal.

Tujuan tersebut sejalan dengan janji Presiden AS Donald Trump pada tahun 2017, yang dibuat di Newport News, Virginia, AS, di mana salah satu galangan Huntington Ingalls berada, bahwa pemerintahannya akan mengirim 12 kapal induk yang dibutuhkan oleh Angkatan Laut AS.

Bahkan jika perusahaan Huntington Ingalls mendapatkan “paket” kontrak ganda, para ahli kebijakan AS mengatakan itu membutuhkan waktu yang lama sebelum armada 355 unit kapal perang Angkatan Laut AS menjadi kenyataan.

“Bahkan dengan meningkatkan kapasitas produksi dari galangan kapal, demi mencapai bagian tertentu dari armada kapal perang berkekuatan 355 unit – terutama untuk 12 kapal induk dan 66 kapal selam nuklir – bisa memakan waktu bertahun-tahun”, terang Ronald O’Rourke, spesialis di Naval Affairs.