Apr 092014
 
Ilustrasi 2

Ilustrasi 2

Ass. Wr. Wb.

Sore Warjagers semua, sudah menggunakan hak pilihnya kah hari ini ? Mudah-mudahan semua memilih dan tidak golput. :D Salam NKRI!

Salam hangat buat Bung Garuda Hitam atas analisanya yang tentunya menambah semangat Nasionalisme kita semua. Tapi disini saya hanya ingin sedikit meluruskan analisa anda, bolehkan? Karena saya mempunyai pendapat berbeda berdasarkan apa yang saya tau dan yakini mengenai semua analisis anda tersebut.

“DIHAPUS ATAS PERMINTAAN PENULIS”

Saya ingin memberikan sedikit pencerahan bahwa Kementerian Pertahanan dan TNI enggak pernah bermain-main dalam pembelian alutsista. Pemerintah sadar pertanggungjawaban yang begitu besar karena uang yang digunakan untuk membeli alutsista berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, setiap proses pengadaan alutsista TNI ini diawasi oleh banyak pihak.

Ada banyak institusi yang dilibatkan dalam pengadaan alutsista TNI. Pihak-pihak tersebut terbagi menjadi organisasi induk, tim evaluasi spesifikasi teknis, panitia pengadaan, tim evaluasi pengadaan dan tim perumus kontrak.

Organisasi induk beranggotakan Menteri Pertahanan, Sekjen Kemhan, Panglima TNI dan tiga Kepala Staf Angkatan. Secara umum, organisasi ini memiliki tugas menentukan kebijakan program pengadaan dan rencana kebutuhan alutsista, monitoring dan proses pengadaan alutsista TNI tersebut.

Enggak hanya itu untuk pengawasan dilakukan oleh pihak-pihak Irjen Kemhan, Irjen TNI, Dirjen Strategi Pertahanan dan Dirjen Perencanaan Pertahanan. Adapun pejabat pembuat komitmen dilakukan Kepala Badan Sarana Pertahanan, Mabes TNI dan tiga Kepala Staf Angkatan. Jadi dengan melibatkan banyak pihak, maka sangat kecil kemungkinan terjadinya penyalahgunaan anggaran dalam pengadaan alutsista TNI.

Selain pihak internal Kemhan dan TNI, pihak-pihak lain seperti Kementerian Keuangan, Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS), Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) juga dilibatkan untuk senantiasa berkoordinasi dalam proses pengadaan alutsista.

Begitu pentingnya proses pengadaan alutsista sehingga membuat Kementerian Pertahanan memperhatikan betul penyusunan kontrak. Dalam pembelian impor, proses transaksi melalui surat kredit berdokumen atau letter of credit (L/C). Sistem transaksi ini menjadi penting karena pihak penjual dan pembeli mengadakan negosiasi jual beli barang hingga mencapai kesepakatan. Kedua belah pihak pun harus menyerahkan jaminan pelaksanaan dan jaminan uang muka. Di dalam kontrak pun dapat dilampirkan beberapa dokumen penting seperti surat pelimpahan wewenang, pernyataan tentang batas akhir ekspor, embargo dan penggunaan materi kontrak.

Dengan proses yang demikian penting, maka Kementerian Pertahanan dan TNI harus membuat kontrak kerja sama dengan pihak produsen senjata. Kementerian Pertahanan berpedoman pada Standar Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (SDPBJP) dalam menyusun kontrak tersebut. Kementerian akan membuat klausul khusus jika ada pengaturan kontrak yang tidak terdapat dalam standar tersebut. Beberapa klausul khusus mencakup kodifikasi materi sistem nomor sediaan nasional (NSN), klaikan materi, angkutan dan asuransi, pembebasan bea dan masuk pajak saat alutsista itu tiba di Indonesia, sampai alih teknologi alias ToT nya.

Begitu banyaknya klausul khusus sehingga mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Hal lain yang menjadi klausul khusus adalah sertifikat kemampuan dan kondisi khusus sesuai kebutuhan kontrak, dan jaminan pemeliharaan.

Proses penandatanganan kontrak pun dibatasi waktu. Untuk pengadaan barang, perbaikan, pemeliharaan suku cadang dan penambahan bekal, paling lambat tandatangan kontrak di bulan ke enam. Sementara untuk pengembangan kekuatan alutsista TNI paling lambat dilakukan di akhir bulan ke-9 tahun anggaran berjalan.

Dengan melibatkan user atau pengguna dalam hal ini dengan setiap Mabes Angkatan diminta untuk menentukan spesifikasi jenis Alutsista yang akan diadakan sesuai dengan urgensi, kebutuhan dan skala prioritas untuk diadakan dengan melihat potensi ancaman yang “Boleh jadi” akan mengancam kedaulatan Indonesia beberapa tahun kedepan. (A1 List Bung Nar bisa jadi bocoran contohnya). Jadi pembelian senjata dalam program MEF TNI ini tidak ujug – ujug langsung beli suka-suka dan sesuai pesanan pihak tertentu seperti pada jaman “Orba” dulu. Akan tetapi sudah terorganisir sesuai dengan tingkat ancaman yang akan menggangu kita.

Selanjutnya rencana pembelian alutsista-alutsista tiap matra ini masuk kepada kebutuhan operasi di Mabes TNI dan selanjutnya diproses di Kemhan lewat Tim dibawah kendali Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) yang dipimpin oleh Sekjen. Kemudian selanjutnya diproses untuk kontrak perjanjian pinjaman oleh Kemku hingga kemudian pencabutan tanda bintang di Komisi I DPR. proses pencabutan tanda bintang itu dibahas oleh High Level Committee (HLC) dan Tim Panja Alutsista DPR, dan itu diproses dalam rangka pencabutan tanda bintang di DPR, karena memakai uang APBN dan uang rakyat.

Keikutsertaan DPR menjadi penting karena proses pembelian senjata berkaitan dengan keberlangsungan pertahanan negara. Di parlemen, setiap proses transaksi membutuhkan tanda bintang. Tanda bintang di DPR menunjukkan berapa besar urgensi pembelian alutsista TNI.

Tetapi harap diingat, untuk alutsista strategis alias “Classifield, Top Secret dan Off the Record” tidak semuanya dijelaskan secara gamblang dan detil baik spesifikasi, jenis, dan jumlahnya kepada DPR karena menyangkut kerahasiaan Negara. Makanya beberapa waktu lalu Komisi I DPR sempat berang karena merasa pembelian “enam” unit sukhoi SU. 30 MK2 lebih mahal dari pada harga pasarannya, padahal dibalik semua itu ada “Bakwan” yang tersembunyi dibalik udang.

“Mungkin juga dokument yang didapatkan “Warjag” adalah ceceran dari dokument saat pembahasan di KKIP. (setau saya itu malah dari “Paparazinya warjag” yang mendapatkannya langsung dari seseorang petinggi dan sumber yang Valid)” hehehe..

Pengadaan Alutsista dalam MEF ini juga tetap berpedoman pada prinsip – prinsip yaitu semaksimal mengutamakan produk dalam negeri. Namun apabila itu belum memungkinkan dan terpaksa diadakan dari luar negeri maka akan diupayakan dilaksanakan pengadaan secara G to G, produksi bersama, disertai alih teknologi (transfer of technology), dilakukan off set, dijamin keleluasan penggunaannya dan dijamin suku cadangnya.

Terkait pengadaan alutsista dengan modus credit state alias pinjaman luar negeri, Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan. Metode yang dilakukan adalah penunjukan langsung. Metode ini menjadi penting karena terkait strategi pertahanan, kerahasiaan dan penanganan darurat. Kementerian Pertahanan akan melaksanakan sidang Tim Evaluasi Pengadaan (TEP). Jika melalui pinjaman luar negeri, maka dananya berasal dari Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE). Hasil penetapan penyedia akan disampaikan ke Kementerian Keuangan untuk kemudian diproses. Meski penunjukan langsung, namun ada proses ketat seperti penilaian kualifikasi dan penyampaian penawaran. Kedua proses ini dilakukan agar pihak yang ditunjuk langsung untuk menyediakan dana pinjaman, benar-benar kompeten dan memiliki syarat yang dibutuhkan.

Proses pengadaan alutsista TNI tidak segampang yang dibayangkan. Ada banyak tim yang mengawal proses pengadaan, mulai dari awal hingga akhir. Seperti tim pengawas negosiasi angkutan dan asuransi, tim satuan tugas, tim kelaikan, tim inspeksi pra pengiriman barang, tim uji fungsi atau uji terima, inspeksi komodor, tim pemeriksa (inname dan anname) dan tim penerima.

Tetapi untuk alutsista-alutsista strategis tentunya ada birokrasi “khusus” yang maaf enggak bisa saya jabarkan dimari.

 DIHAPUS ATAS PERMINTAAN PENULIS”

Disini saya tidak setuju, KS Scorpene Malaysia itu dipesan karena mereka mendengar kita saat itu ingin membeli “beberapa” unit KS Kilo, dimana saat itu kita sedang hangat-hangatnya bersengketa soal Ambalat dengan mereka. Selain 2 biji KS Scorpene Malaysia juga mempunyai sekitar 3 s/d 6 Biji KS Midget type SWATS (Shallow Water Attack Submarine) dengan tonnage 200 ton buatan Cos.Mo.S Italia (ini yang disembunyiin keberadaannya), dimana beberapa kali bangkai torpedo “Spearfish” yang panjangnya 7 meter seringkali ditemukan pihak TNI AL di beberapa wilayah perairan Indonesia. (Patut diduga mereka menerobos wilayah dalam laut Indonesia saat latihan). Untuk KS Collins Class itu adalah pembelian Australian Navy sejak tahun 1980an. Jadi saya tidak mau banyak berkomentar.

  DIHAPUS ATAS PERMINTAAN PENULIS”

Disini saya ingin sedikit mencerahkan, Perlu teman-teman warjag ketahui sampai saat ini tim evaluasi dari TNI AL masih berada di Rusia sana untuk meninjau kelaikan dari KS yang akan “Dihibahkan” Rusia kepada kita. Kenapa? Karena membeli KS bekas (second) tidak semudah seperti kita membeli mobil bekas. Ada beberapa spek teknis yang musti diteliti secara detail lewat pengujian khusus tidak hanya melihat secara mata telanjang aja. spek teknis itu diantaranya adalah :

– Pemeriksaan Kelurusan/kedataran badan tekan: deformasi partial, total.
KS yang tidak pernah mengalami kejatuhan kekedalaman diluar batas dalam selam yang diijinkan, dapat ditandai dari hullskin-nya yang relative rata, dari frame pertama sampai ke frame terakhir. KS dengan hullskin yang bergelombang, menggelembung negative (mblesek) diantara frame penunjangnya, menggambarkan situasi yang kurang favourable bagi kemampuannya untuk menyelam sedalam batas dalam selam yang semula dicanangkan untuknya. KS yang mengalami situasi seperti ini, dapat diduga berat, bahwa kapal tersebut pernah jatuh kekedalaman yang diluar batas kemampuan selamnya, dan mengalami perobahan sifat material, menjadi plastis, dan tidak mampu kembali lagi kebentuk semulanya. Jadi ini musti diteliti betul oleh Tim kita.

-Pemeriksaan Getaran/vibrasi pada masing-masing  peralatan, radiated dan hidrodinamic noise total.
Keberhasilan operasi KS di hostile waters amat ditentukan oleh kemampuannya menyembunyikan kehadirannya sendiri. Hal ini amat dipengaruhi oleh noise atau suara yang ditimbulkannya, baik hidrodinamic noise, maupun radiated self noise. Hidrodinamic noise tergantung dari bentuk badan kapal, sehingga tidak bisa dirobah lagi. Radiated self nopise dapat dikurangi, dengan menyempurnakan kembali keseluruhan system peredam getaran, baik yang menyangga peralatan pembangkit tenaga, maupun yang berfungsi sebagai flexible joint pada sambungan pipa. Secara awam, radiated self noise ini dapat diamati, dengan memperhatikan air disekitar lambung kapal saat diesel sedang berjalan untuk pengisian batere dipangkalan. Adanya riak gelombang air yang amat kecil, yang bergetar disekitar lambung didaerah kamar mesin, merupakan gambaran paling kasar, bahwa getaran diesel terpancar, tepatnya, terradiasikan keluar kapal. Untuk mengamatinya secara lebih teliti, biasanya menggunakan vibrasi meter dari Bruel & Kjaer, atau Hewlett Packard, yang memiliki program lengkap guna melaksanakan analisa vibrasi, yang lalu juga dapat dipergunakan untuk “predicttive maintenance”, suatu cara penentuan kerusakan pesawat dengan memonitor perubahan perilaku vibrasi pada tempat tempat tertentu. Ini juga menjadi fokus perhatian Tim kita.

-Pemeriksaan ruang batere, bekas kebocoran asam batere, hull menipis.
Bukannya tidak mungkin, bahwa pada saat dioperasikan dilingkungan Angkatan Laut Rusia, pernah terjadi kebocoran pendingin batere yang lalu akan mengakibatkan asam batere meluap dan tumpah kedasar geladak ruang batere. Keterlambatan mengatasi tumpahan asam keras kegeladak, akan dapat menyebabkan geladak mengalami korosi, dan akan menipis. Penipisan ini jelas akan menurunkan ketahanan KS untuk menyelam dalam. Geladak ruang batere, terutama pada tempat terrendah, pada sumuran penghisapan got ruang batere, perlu mendapat perhatian penuh. Bintik bintik bopeng seperti bekas penyakit cacar air ditempat tersebut, kemungkinan besar akan berasal dari kejadian tumpahan asam yang terlambat dinetralisir. ketebalan pressure hull diderah ini wajib diukur dengan menggunakan alat X ray device. Dan masih banyak spek teknis lain yang kalo untuk satu biji KS buat diteliti aja bisa memerlukan waktu “berminggu-minggu” jadi tidak segampang dibayangkan banyak orang.

 DIHAPUS ATAS PERMINTAAN PENULIS”

Disini saya ingin menyanggah, jujur saja Indonesia itu DARURAT KAPAL SELAM!, KS yang kita miliki baik itu Midget, Type 209/1300 dan Kilo jumlahnya masih belum sebanding dengan luasnya laut NKRI yang harus diawasi dan dijaga. Penambahan dua KS diatas “Kilo” pengadaan tahun 2011 itu juga dalam skedul pengiriman yang Insya Allah kalo tidak ada aral melintang akan dikirim dan masuk dinas aktif tahun ini juga. Makanya saat ini Matra Laut ingin sekali melengkapi KS kita menjadi jumlah yang ideal baik itu lewat “hibah” maupun “Membuat sendiri”.

KS kita saat ini masih sibuk mengawasi “penyusupan” KS –KS usil tetangga macam Malaysia, Singapura, Australia dan Armada VII USA yang seringkali mencoba dan memetakan rute baru didalam laut wilayah ALKI kita. Jadi ngapain musti jalan-jalan ke Vanuatu sana?

Lagipula untuk membongkar AIP dan menggantinya dengan jenis AIP apa lagi? 39 hari juga adalah waktu yang amat singkat untuk membedah sebiji KS dimana biasanya untuk sekali “ngedocking” aja satu biji KS bisa memerlukan waktu berbulan-bulan.

Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Bung Garuda Hitam, saya tidak bermaksud “apa-apa” akan tetapi saya tidak sependapat 100% dengan analisa anda. Disini saya hanya mengeluarkan opini berdasarkan apa yang saya tau, apa yang saya yakini, dan apa yang saya kerjakan.

Sekali lagi jangan patah semangat Bung, terus lah bernalisa dan memaparkannya di Warjag, sesungguhnya Warjag adalah contoh forum “berdemokrasi: dinegara kita. :mrgreen:

Salam hangat Bung Garuda Hitam :D

NKRI harga mati! (By pocong syerem)

  152 Responses to “Proses Pengadaan Alutsista”

  1. Lanjut…gan

    • Premium,
      Biosolar,
      Jus Buah Jarak,
      dll.
      (Soalnya bukan yg Pertamax) 😀 😀

      Gua kagak paham antara kedua artikel yang saling bertolak belakang antara Bung Garuda dengan Syerem tadi yg sudah gua baca semuanya. Maksud gua, maaf, acuan yg digunakan dari mana, kok bisa saling berbeda 180 derajat?

      Dan, saya juga mau kasih saran, eh ternyata udah kejadian, emang ulasan Bung Garuda yang dahsyat tadi itu sepertinya bukan untuk konsumsi publik. Karena mungkin bersifat Classified. hahahaha..

      Buat Bung Garuda, sungguh kedahsayatan artikel tadi cukup diketahui oleh yang memang harus mengetahuinya saja. Publik cukup tahu apa yang secara normal memang layak untuk diketahui publik.

      Salah Dahsyat, Bung..
      Selamat malam.

    • numpang komen ya om….
      Jadi semakin pusing saya…. terlalu banyak analisa. Ada yang mencoba menginformasikan ke publik, ada juga yang mencoba menutup2i, ada juga yang cuma beranalisa. Orang2..ini sebenernya siapa sih??? memang kami yang hanya rakyat biasa (yang suka tentang hal-hal militer) cuma bisa membaca dan akhirnya menambah wawasan.
      bung PS,di katakan kita punya KS Midget, Type 209/1300 dan Kilo. Bung GH berkata KS penjelajah Kelas Sxxxx apa itu KS sierra?
      bung PS, yang di katakan bung GH dalam operasi “Armada bawah laut RI berangkat dari teluk Palu melewati Arafuru-PNG hingga perairan Vanuatu, untuk mengetahui kenapa negeri liliput tersebut begitu berani mengusik ketenangan NKRI?” sampai kembali KS kembali ke armada itu memakan waktu 39 hari. tetapi argumen bung PS “Lagipula untuk membongkar AIP dan menggantinya dengan jenis AIP apa lagi? 39 hari juga adalah waktu yang amat singkat untuk membedah sebiji KS dimana biasanya untuk sekali “ngedocking” aja satu biji KS bisa memerlukan waktu berbulan-bulan.”
      Kalau yang saya dalam operasi itu KS yang di vanuatu kembali ke Pangkalan memakan waktu 39 hari, barulah RI meminta Rusia meninjau kembali AIP dan teknologi lainya. bukan 39 hari itu membedah KS untuk mengganti AIP… 39 hari adalah perjalanan sampai menuju pangkalan. IMHO

    • .kita di negeri awang awang…….selama etika di dunia maya selalu di junjung tinggi……saya yakin semua enjoy aja…….masalah info atau opini……berpulang kepada latarbelakang masing masing orang…….bagi orang yang ngerti tata administrasi keuangan negara, maka apa yang dipaparkan bung pocong syerem diatas adalah sesuatu yang gak aneh………tapi klaw yg baca gak pernah senggolan dengan kegiatan resmi PENGGUNAAN ANGGARAN NEGARA…….maka pasti hanya akan bilang………halah.tipu tipu…..sekali lagi……KEMBALI SIAPA YANG BACA……..

  2. Analisa luar biasa 😀

  3. Pertamax kah

  4. test.

  5. Pertamaax!!
    Analisa yang bagus bung pocong syereeem..
    Kasih clue dong ks diatas kilo yg diakuisisi tahun 2011 tipe apa ??

  6. keduax….. nyobain komen ah…. dari dulu mantengin JKGR tp gak pernah komen

  7. maseeh 10 besaar…
    bacaa doloee..

  8. Mantap..! Tiga besar..! Hehehe..!

    Untuk bung Nowyoudont, boleh minta alamat emailnya gak? Terima kasih..

  9. bung @PS, maaf artikel ikut kena coretan 🙂
    demi menghargai permintaan penulis aslinya

    • aduh maaf saya trlalu banyak memasukkan link bung now,,

      • ga apa, tapi harus diapprove manual 🙂
        masalah block copas itu saya ga ada wewenang bung @andri. IMO-jika niatnya share informasi dan pencerahan menjangkau lebih banyak lebih baik, tapi usulan itu saya forward saja ke bung @Diego

      • BUng @Andry…Saya pikir sih oke2 saja mereka copas asalkan mereka menyertakan sumber asliinya… Itu bagus juga sebagai bukti bahwa Jakartagreater bukanlah HOAX yang sering dituduhkan oleh beberapa orang tertentu..

    • Adakah cara nya supaya tidak bisa di copas ke blog lain bung???bisa aja diketik ulang kan…tidak hanya di blog/web militer,di fb fanpage militer juga dicopas koq…lha warung sebelah aja copas koq,meskipun lgsg di bully 🙂

    • Sedikit berbagi pengalaman
      Sebelum di JKGR, saya lama menjadi SR di IDB. Disana dulu punya Suhu Favorit boleroes11 tetapi sering di bully dan gak pernah ada filter / pembelaan dari Admin seperti warning, Ban, delete comment, etc
      Tidak Seperti di sini dimana adminnya mau berbaik hati berinteraksi dengan pembaca (that why I Love JKGR)
      Boleroes11 dari gaya penulisannya dan pengalamannya mungkin seperti bung Satrio kalau di sini. entah kalau beliau ber dua sama sama dr Surabaya atau seangkatan atau malahan orang yang sama :mrgreen:
      (maaf bung Satrio)

      • Masa sih mbah bole= bung satrio?
        Di k****s emang sh di bully mulu…
        Tp kalo mnurut saya bd orang, mbah bole bnyak artikelny copy paste n pake bahasa luar, kalo bung satrio lbh teknis n gmpg dipahami..

      • Ngawur ae..lain orang lah
        Mbah Bole itu sepertinya mantan orang Koharmatau,,bener beliau asli surabaya katanya ..daerah jembatan merah
        dulu di IDB saya juga pernah baca tulisan beliau,,dibuly karena kadang sok tahu dan ngeyel juga masih suka berkata kasar..tetapi ilmu beliau ditaktis militer dan pengalamannya juga banyak.dan mumpuni,,dan rosiya mainded ,,saya tetep salut kepada beliau

        Gaya bahasa dan atitude beda lah sama saya,,
        Saya sejauh mungkin menghindari kata kata kasar..dan membuly para yunior malah saya mencoba menjawab semampu saya dengan bahasa yang gampang agar mudah dimengerti..

        Makanya saya gak cocok bila lihat warung sebelah yang merasa sudah senior disana gampak mengolok,sok pintar,kata kata kasar dll apalagi makai bahasa keminggris ben kelihatan keren 😀 ,,
        Berkaca kepada bung danu dan bung yayan yang bahasa inggrisnya jempolan tetapi kagak keminggris kan,.
        selamat malam warjager

    • wahhhh yang copy paste bener-bener terlalu..

      Opini saya, yang dijadikan artikel, di copy paste tapi gak pakai “susu”
      padahal kalau tidak pakai “susu”, itu berbahaya karena saya lebih sering kontra dengan beberapa program pengadaan senjata oleh Dephan dan TNI. ( ceilehhh Sok GeRe )

      Nanti bisa “dilaporin beneran” sama Bung Jalo dan Bung Pocong Syerem tuh.

      • Hahahahahha, sunggu terlalu ya mbah…
        Masa opini kita dijadikan berita, hadeuuuhhh…..

        • Copy paste sebenarnya tidak masalah

          Tetapi kita dalam beropini, terkadang punya misi tertentu sehingga harus di bungkus. Semestinya teman-teman bloger mengcopy paste secara lengkap, isi beserta bungkusnya. kalau bungkusnya dirasa “tidak layak” sebaiknya jangan dicopy, materi lain di JakartaGreater.com kan masih banyak yang lebih bagus.

          Salam Damai Bung Jalo.. Peace !

          Sepertinya JakartaGreater.com sebentar lagi bisa berubah menjadi Path ( media sosial bisnisman ) militer atau facebook militer rasa Indonesia… hahahaha

          Adminnya JakartaGreater.com bisa bersaing dengan si Mark Zuckerberg.. susah sekali nulis namanya.

        • Iya bung, yah mau gimana ya??? asal ulasannya udah naik mereka langsung copy paste tanpa menyaring dulu soal informasi yg terkandung didalamnya… mungkin baca aja tidak, yang penting cepat mengabarkan, kayak media2 sekarang.. 🙂

        • Salam damai mbah Moel…

    • Di lock pun tetap bisa di copy. Tinggal di printscreen dan paste, kalau mau dijadikan artikel tinggal di convert, dan sedikit pembetulan akan jadi. bahkan sekarang cetakan pun bisa di scan (yang punya kemampuan OCR) dan jadi teks. Maka, kalau mau di lock, tapi tetap tercopy ya gimana lagi, kemajuan teknologi. Copy meng copy kan sebenarnya masalah etika. Kalau dilawan dengan teknologi, rasanya akan selalu ada counter nya.

  10. Nanti tiap artikel isinya saling adu argumentasi antara penulis

    Hari ini si A nulis A, besok si B menyanggah pakai tulisan B, hari ke 3 si C mulai urun rembug…

    Saran, lebih baik di jadikan 1 saja…

    • kurang setuju bung,

      semua punya pandangan dan opini tersendiri baik tersirat maupun tersurat, biarkan seperti ini saja, menurut saya bagus untuk senam otak dan lebih kritis dan analis.

      pro kontra hal yang biasa , tapi yang penting menambah wawasan

      cuma pendapat
      maaf cucu lancang

  11. kesepulux 🙄

    beugh malah dijadiin artikel 😀

    Oke bung Nowy ndak masalah :mrgreen:

  12. garuda akan segera terbang tinggi …….NKRI…harga mati

  13. Dari tulisan artikel jadi ketahuan siapa bung PS… Maaf ya atas dokumen tercecer, 🙂

    Kereen artikelnya bung PS, like…

  14. Untuk mengimbangi tetangga kawasan indonesia yang sering meremehkan dan melecehkan cukup datangkan s300 disebar dikota besar dan markas militer,2 kilo ditempatkan di perbatsan,16 su 35bm: 8 di pekanbaru 8 lagi di madiun, mereka dijamin pikir pikir kalo mao usil ke kita .

  15. Sudah keharusan indonesia memiliki militer terkuat di asia tenggara dan salah satu diasia dgn mencermati situasi yg terjadi karna jika tdk indonesia akan sllu ditekan oleh negara lain,sudah berulangkali dibahas sukhoi su-35 sedikitnya 3 skuadron mengingat singapura dan malaysia memiliki pesawat tempur di atas 50 biji,kapal selam,pertahanan udara yg kuat baik melindungi kota dan objek penting maupun untk melindungi aset militer itu sendiri.

  16. Perkenalan New SR,….
    Mmmm,… Analisa yang bagus nee,… salut buat bung PS,…
    Tetap Semangat dan Selalu Waspada..

  17. Bung Satrio, Bung Diego, Bung Nowy, Bung PS, Bung Nara, Bung GH,Bung Jalo,Bung Yayan, apa kabar? Semoga diberi kesehatan selalu. Amin

    • Dan tak lupa salam NKRI kepada seluruh warga warjag…

    • Terima kasih atas doanya, bung BRICI..! Saya tetap sehat walaupun sedikit sibuk dengan rutinitas kalau di hari biasa. Tapi saya tetap mantengin JKGR setiap hari. Saya juga berdoa untuk kesehatan dan kebahagiaan bung BRICI. Salam untuk anda dan keluarga..!

      • Terimakasih kembali bung yayan. Sy juga sehari2 sibuk dengan pekerjaan dan keluarga tercinta. Tapi tetap luangkan waktu utk Jakarta Greater, demi menambah wawasan mngenai militer, alutsista, dan NKRI.
        Salam juga untuk keluarga..

        Bung Nowy yg lagi flu berat. Smoga cepat sembuh bung, biar bisa nyusun artikel dan posting komentar yg bermanfaat lagi untuk kita2 yg awam.

        Terimakasih warjag, semoga makin sukses forum ini, bisa menambah wawasan masyarakat dan menumbuhkan kembali rasa cinta kepada NKRI.

        Salam NKRI…

    • Wah saya didoain, terima kasih ya bung Brici.
      Semoga bung Brici dan teman2 warjag yg lain sehat selalu… Amieen

  18. Riuh rendah A1 list, ToT disini, sebetulnya dapat dilihat/ dibaca/ disimak di UU No. 16 Th. 2012 TENTANG INDUSTRI PERTAHANAN.

    Pasal 1 Ayat 6. Komite Kebijakan Industri Pertahanan yang selanjutnya disingkat KKIP adalah komite yang mewakili Pemerintah untuk mengoordinasikan kebijakan nasional dalam perencanaan, perumusan, pelaksanaan, pengendalian, sinkronisasi, dan evaluasi Industri Pertahanan.

    Pasal 18 Presiden membentuk KKIP untuk mengoordinasikan kebijakan nasional dalam perencanaan, perumusan, pelaksanaan, pengendalian, sinkronisasi, dan evaluasi Industri Pertahanan.

    Pasal 20 KKIP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 menyelenggarakan fungsi merumuskan dan mengevaluasi kebijakan mengenai pengembangan dan pemanfaatan Industri Pertahanan.

    Pasal 21
    (1) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, KKIP mempunyai tugas dan wewenang:
    a. merumuskan kebijakan nasional yang bersifat strategis di bidang Industri Pertahanan;
    b. menyusun dan membentuk rencana induk Industri Pertahanan yang berjangka menengah dan
    panjang;
    c. mengoordinasikan pelaksanaan dan pengendalian kebijakan nasional Industri Pertahanan;
    d. menetapkan kebijakan pemenuhan kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan;
    e. mengoordinasikan kerja sama luar negeri dalam rangka memajukan dan mengembangkan Industri
    Pertahanan;
    f. melakukan sinkronisasi penetapan kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan antara
    Pengguna dan Industri Pertahanan;
    g. menetapkan standar Industri Pertahanan;
    h. merumuskan kebijakan pendanaan dan/atau pembiayaan Industri Pertahanan;
    i. merumuskan mekanisme penjualan dan pembelian Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan hasil
    Industri Pertahanan ke dan dari luar negeri; dan
    j. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Industri Pertahanan secara
    berkala.

    (2) Rancangan rencana induk jangka panjang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diajukan kepada DPR untuk mendapatkan pertimbangan.

    Organisasi
    Pasal 22
    (1) Ketua KKIP adalah Presiden.
    (2) Ketua Harian KKIP adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertahanan.
    (3) Wakil Ketua Harian KKIP adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang badan usaha milik negara.
    (4) Keanggotaan KKIP terdiri atas:
    a. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertahanan;
    b. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang badan usaha milik negara;
    c. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian;
    d. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset dan teknologi;
    e. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan;
    f. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika;
    g. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan;
    h. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan
    nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
    i. menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hubungan luar negeri dan politik
    luar negeri;
    j. Panglima Tentara Nasional Indonesia; dan
    k. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
    (5) Dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan Pasal
    21, KKIP dibantu oleh sekretariat.

    Bagian Ketujuh
    Pengadaan, Pemeliharaan, dan Perbaikan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan
    Pasal 43
    (1) Pengguna wajib menggunakan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan produksi dalam negeri.
    (2) Pengguna wajib melakukan pemeliharaan dan perbaikan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan di
    dalam negeri.
    (3) Dalam hal Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dapat dipenuhi oleh Industri Pertahanan, Pengguna dan Industri Pertahanan dapat mengusulkan kepada KKIP untuk menggunakan produk luar negeri dengan pengadaan melalui proses langsung antar pemerintah atau kepada pabrikan.
    (4) Dalam hal kepentingan strategis nasional, DPR memberikan pertimbangan dalam pengadaan produk Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan tertentu sesuai dengan politik luar negeri yang dijalankan
    Pemerintah.
    (5) Pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan produk luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    a. Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan belum atau tidak bisa dibuat di dalam negeri;
    b. mengikutsertakan partisipasi Industri Pertahanan;
    c. kewajiban alih teknologi;
    d. jaminan tidak adanya potensi embargo, kondisionalitas politik dan hambatan penggunaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara;
    e. adanya imbal dagang, kandungan lokal dan/atau ofset paling rendah 85% (delapan puluh lima
    persen);
    f. kandungan lokal dan/atau ofset sebagaimana dimaksud pada huruf e paling rendah 35% (tiga puluh
    lima persen) dengan peningkatan 10% (sepuluh persen) setiap 5 (lima) tahun; dan
    g. pemberlakuan ofset paling lama 18 (delapan belas) bulan sejak Undang-Undang ini diundangkan.
    (6) Partisipasi Industri Pertahanan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b merupakan pembelian
    dengan mekanisme imbal dagang, termasuk ofset.
    (7) Koordinasi pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan dilaksanakan berdasarkan ketetapan dari KKIP sebagaimana dimaksud pada ayat (3).
    (8) Berdasarkan kebutuhan operasional, Pengguna dan Industri Pertahanan dapat bersama-sama
    merumuskan spesifikasi teknis Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan.
    (9) Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian dan mekanisme imbal dagang, termasuk ofset sebagaimana
    dimaksud pada ayat (6) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

    Komentar :
    1. KKIP adalah super body (semacam KPK) dalam industry pertahanan. Untuk lebih efektif, sebaiknya ditambah dengan para akademisi. Pertanyaan selanjutnya, bgaimana cara memutuskan sesuatu? Dgn voting? Sbg contoh, TNI AU telah memutuskan pengganti F-5, urutan no. 1 dst.nya. Karena kalah suara, dengan pertimbangan lebih murah/ kepentingan industry etc diputuskan lain kan runyam. Disini nyawa pilot dipertaruhkan.
    2. Kewajiban alih teknologi tidak dirinci lebih lanjut, justru ini yang banyak diributkan, harusnya ada Peraturan Pemerintah-nya. Terlalu kaku, tidak luwes/ fleksibel. Kalau cuman begitu saja, nanti di dalam KKIP bisa ribut kayak warjagers.
    3. Jaminan tidak adanya potensi embargo sudah merupakan amanah undang-undang, jadi para warjager jangan kuatir, sudah harga mati.

    • Tambahan Bung Antonov : selain UU diatas, payung hukum lainnya yang digunakan Menhan untuk mengadakan alutsista baru adalah Peraturan Presiden (Perpres) No 54 tahun 2010 dan Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Alutsista TNI.

      • Makasih Bung pocong syereem.
        Namun siapa yg bisa nambahin komentar saya 1 dan 2 ya? Ada Perpres No. 59 Th. 2013 ttg.Organisasi, Tata Kerja dan Sekretariat KKIP, tapi normatif saja isinya. Mungkin warjager yg juga duduk di KKIP (macam Bung p s) bisa mencerahkan …. he he

        • Salam hormat bung Antonov…

          Saya bingung dengan tulisan ini bung Antonov —> Karena kalah suara, dengan pertimbangan lebih murah/ kepentingan industry etc diputuskan lain kan runyam. Disini nyawa pilot dipertaruhkan.

          Pesawat T-50, Tuscano adalah salah satu yg disebut bung Antonov dan TNI tidak mempermasalahkan.. Su-35 itu tetap dibeli tapi tidak sampai 4-6 Skadron seperti yg diminta Bung Antonov karena nih pesawat dibeli karena masalah politik dan ancaman. Saya rasa KKIP tidak seperti yg disebut Bung Antonov yaitu super body, karena pembelian alpalhankam itu seperti tertulis di pasal 7 Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Alutsista TNI.

          Organisasi Pengadaan Alutsista TNI terdiri dari:
          a. Organisasi Induk;
          b. Tim Evaluasi Spektek;
          c. Panitia Pengadaan;
          d. Tim Evaluasi Pengadaan; dan
          e. Tim Perumus Kontrak.

          Nah kalau sudah masuk ke KKIP, nih tim sudah merumuskan semua atas berbagai macam pertimbangan lalu ada dari Asrena Mabes TNI dan TNI AU akan mempresentasikan nilai2 kebutuhannya.

          Lalu ada pasal 1.

          44. Transfer of Technology (ToT) adalah proses mentransfer keterampilan,
          pengetahuan, teknologi, metode manufaktur, sampel manufaktur dan
          fasilitas antara Pembeli/Pengguna dan Penjual serta antar lembaga
          lain untuk memastikan bahwa perkembangan ilmiah dan teknologi
          dapat diakses dengan jangkauan yang lebih luas dari pengguna yang
          kemudian dapat lebih mengembangkan dan memanfaatkan teknologi
          menjadi produk baru, proses, aplikasi, bahan atau JASA.

          45. Tim Evaluasi Spektek adalah tim yang dibentuk oleh KPA U.O
          Pengguna untuk melaksanakan analisa dan evaluasi atas spesifikasi
          teknis yang perlu divalidasi, serta membuat Berita Acara Hasil
          Evaluasi Spesifikasi Teknis.

          46. Tim Evaluasi Pengadaan adalah pelaksana akhir dari proses pemilihan
          penyedia Alutsista TNI untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas Panitia
          Pengadaan Alutsista TNI, mengkompetisikan penyedia dalam short list
          dari Panitia Pengadaan Alutsista TNI dan merekomendasikan calon
          pemenang kepada PA.

          Apakah Tuscano dibeli langsung dapat ToT??? Jangan Apatis duluan bung…
          Hhehehehehe, salam hormat saya buat bung Antonov…

          • Bung Jalo,
            Mohon ndak usah bingung. Inti point 2 komen saya, menanyakan bagaimana cara pengambilan keputusan di KKIP. Sy berikan contoh TNI AU sbg pengguna yg sdh memilih pengganti F-5 dengan urutan no. 1 dst.nya. Apakah ini langsung disetujui? Atau kalau ada usul lain di luar pengguna, dipertimbangkan? Bukankah pengguna adalah yg paling tahu dan nantinya bertanggung jawab? Apa kriterianya apabila usul pengguna ditolak? Dan banyak lagi. Itu saja.

          • Wah ada Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Alutsista TNI.
            Baik nanti saya baca.
            Makasih Bung Jalo.

          • Kan yg dibahas ini barang user sesuai pasal 1 Permenhan Nomer 17 tahun 2013 –> Pemakai Barang/Jasa(User) adalah instansi di lingkungan Kemhan dan TNI yang menerima Barang/Jasa sebagai hasil pengadaan guna memenuhi kebutuhan organisasi dalam rangka melaksanakantugasnya.

            Jadi yang dibahas itu tentang apa yg disusun oleh TNI, contoh pengganti F-5 ada 1-5 item. Dr M. Said Didu selaku Kabid Perencanaan KKIP pernah mengatakan mereka sebagai posisi rencana induk ini sebagai prasyarat bagi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) yang telah disusun oleh user. Nah kalau tawaran TNI itu ada 5 item, itu akan dipilih sesuai UU atau peraturan yg telah ditetapkan. Prioritasnya dari pembelian itu termasuk didalamnya yakni Peningkatan kemampuan pertahanan mencapai MEF Komponen Utama, Pemberdayaan Industri Pertahanan Nasional, dll.

            Selain pengguna seperti PT. DI, PT Pindad, PT Len, dll mengajukan pendapat juga bahwa dengan pembelian ini potensi untuk BUMNIP atau BUMNIS seperti apa.

            Untuk sampai penyetujuan ini lama bung. Saat ini masih masuk dalam mensinkronkan dan mensinergikan suatu kegiatan pemenuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan yang terdiri dari alutsista TNI dan alat material khusus untuk Polri. Sinkronisasi dibutuhkan sebagai upaya untuk menjembatani kebutuhan Alpalhankam yang dibutuhkan TNI dan Polri dengan kemampuan yang dimiliki industri pertahanan dalam negeri. Nanti ada lagi sidang penetapan program, meliputi : melaksanakan pemantauan & evaluasi kemampuan dan manajemen BUMNIP dalam rangka pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI dan Almatsus Polri, penyehatan Neraca Keuangan BUMNIP, dan mengkoordinasikan kerjasama luar negeri dalam rangka program ToT & Joint Production industri pertahanan, dll sampai akhirnya terbentuk rencana induk pemenuhan kebutuhan Alpalhankam di dalam suatu perencanaan strategis, baik jangka menengah maupun jangka panjang.

            Saya sudah tahu arah pertanyaannya bung Antonov, maksudnya PT DI menyodorkan potensi kan?? Nah usul dari yg lain ini akan dibahas bersama dengan user, PPK dan pihak lain dan akan diberikan kesimpulan bersama. Makanya namanya sinkronisasi dan sinergi, biar sama2 melihat kemampuan kedepan juga sesuai visi misi negara kita yaitu menjadi World Class. Kan TNI juga tahu, mereka mau menjadi World Class, jadi pembelian mereka juga didasari untuk kemandirian.

            Bukankah pengguna adalah yg paling tahu dan nantinya bertanggung jawab? Nah ini saya sudah tahu maksudnya, contohnya SU-35 lebih bagus dibanding yang lain apalagi pembuatan dalam negeri. Lalu kenapa uang 20% R&D tidak dibuat beli SU-35 aja. Kenapa harus memilih Anoa, padahal buatan luar banyak yg lebih baik.

            Saya rasa pertanyaan anda silahkan kepada user, apakah mereka mengesampingkan Indhan gak?? Lalu kenapa mereka harus membuat Litbang baik di Kemenhan, sampai di setiap Matra.

            Semoga menjawab sedikit menjawab bung Antonov…

        • Ingat bung kita Beli Changbogo dan Kilo karena apa? Coba lihat lagi fungsi Changbogo untuk perairan dimana dan Kilo untuk perairan dimana…

          Boar gak lupa saya kasih lagi transkrip wwc kami dengan Mr. Think Thanknya Alutsista. Mungkin berguna :

          Kapal selam INDONESIA di korsel disebut lebih canggih?
          Kapal selam itu telinganya tajam. Langkahnya senyap agar tak terdeteksi msuh. Bisa sembunyi sampai dalam. Dia bisa melontarkan persenjataan yg cukup jauh, dan daya hancurnya besar.

          Club S?
          Salah satunya itu. Makin sampai ke sana makin butuh konstruksi yg besar.
          Dimensi dan bobot nambah. Kalau kilo clas sudah sampai 2000ton. Kalau 1600an belum bisa dimuati club s.

          Ini satu dari 3 kapal selam yg dipesan?
          Kita sesungguhnya menginginkan itu untuk laut dalam, tapi uang kita masih di tipe laut dangkal. Club s’nya belum, ya itu wacana kilo class. Kalau jadi ya itu bisa pakai club S.

          Kilo class sampai mana?
          Masih kita pelajari, yg bekas dari segi ekonomi tak jadi pilihan.

          Amur? Ya bisa jadi. Saya tak tahu persisi tapi bisa diatas 500-600 juta usd.

          Tapi kendala di dpr? Ya kita harus liat secara komprehensif ya, alutsista yg harganya bukan mahal tapi memang segitu. Butuh perawatan lebih, kita bisa beli tapi belum tentu bisa rawat.

          • wah sepertinya sesepuh disini orang dalam semua …. jangan segan-segan memberi info disini para sesepuh warjagers……

  19. saya suka sekali baca artikel bung PS, itulah indahnya diskusi di warjag, ada thesis dan kemudian ada anti thesis. Kemudian semuanya saling melengkapi, itulah indahnya diskusi di warjag.
    Salam buat bung PS dan tdk lupa bung GH.

  20. Wah pecel ayam nih 😀 analisa yg menarik bung ps dan menurut ane jga begitu indonesia darurat kapal selam..mungkin bung @nara harus hadir dimari buat kasih ceramah 😀

  21. Selamat bergabung 😀

    Semoga kedepanya anda ikut andil dalam menyumbangkan buah pemikiran yg tentunya akan memberikan warna yg bertujuan mencerdaskan masyarakat 😀 amin

  22. warung ini makin dewasa .. siip ..

  23. wahh jadi Rame nich,,,mantaf,,semoga ada pencerahan lain yang Bisa menambah wawasan kota ttg perkembangan tni

  24. Salam kenal semua … Inilah yg saya senang di JKGR banyak diskusi yg mencerdaskan tak masalah itu hoax atau bukan tinggal sikap kita untuk mengasah analisis kita … SR lagi

  25. yang linglung hanya orang yang menelan mentah2 tapi mau berpikir keras bung menganalisa, sudah berulang2 warjager meemberikan clue, dibalik tersurat ada tersirat (clue), orang linglung tersebut bisa dilihat dari komen ngejunk.
    bisa juga artikel maupun komen disini ingin menyampaikan dengan clue 20% tapi di indahkan dengan pengaburan 80%.

    ibarat dahulu kita waktu kecil disuruh gambar gunung , niat hati menggambar pegunungan , tapi ga indah bila tidak ada matahari,awan persawahan dsb. tapi tujuannya yakni pegunungan.

    tinggal warjager saja mau cari clue nya.

    dan ingat disini secara tidak langsung kita selalu senam otak 😀

    aku ra popo mau nomer berapa ga penting 😀

    cuma pendapat.
    maaf cucu lancang

  26. tulisan bagus, tapi begitu tau nama yang nulis kok serem ya, kirim salam sama pocong yang imut..he2…like @PS

  27. Bung@PS dan Bung@GH….

    semangat terus untuk menulis artikel yang bermanfaat buat kita para WARJAGER

  28. Itulah namanya strategi militer permesta

  29. untuk bung @diego , Gue, NYD….

    Saya paham beperapa komentator maupun penulis di warjag ini memiliki berbagai latar belakang profesi, namun ada baiknya jika menyangkut sesuatu yang sangat secreet yang belum dpt clerance, terlebih setelah di recofirm oleh penulisnya….ada baiknya perlu dihapus beserta komentar yang menyertainya….
    artinya hapus seluruh jejak yang menyertai…..,sy sj dalam beberapa kesempatan memposisikan sbg SR, dapat mengukur kapasitas para penulis dan komentator warjag ini……saya hanya berfikir kalau ada pihak yang kontra dengan kepentingan nasional kita dan memposisikan sbg SR juga….bukankan itu artinya juga harus kita waspadai….

    maaf sekedar pendapat yang ngawur….untuk saling mengingatkan

    • Tambahan lagi terlebih di warung sebelah sy juga dpt versi copas penulis sebelumnya….jadi kalau keseluruhan komentar tidak dihapus total, akan mudah menyusun puzzle, mana info clue, mana yang riil, yang akan merugikan kepentingan nasional kita, kalau perlu narasi rekonfirmasinya direkonstruksi agar tulisan yang tersaji yang mode clerance nya “on”……lagi tambah ngawurnya

    • Terima Kasih masukannya Bung. Akan kita perhatikan.
      Salam

  30. Kemarin sebenarnya mau langsung saya sanggah tulisan bung GH tetapi melihat eforia warjager masih berapi api maka saya hanya memberikan wejangan kata kunci “DisInformasi”
    Untung yang menyanggah tulisan bung GH perrtama adalah saya,,kalau nick baru mungkin akan dihujat rame rame 😀 hehehehe.gak papa ini pelajaran buat kita semua

    Analisa saya bung GH mau memberikan prespektif lain dalam berdiskusi mengenai pengadaan alutsista tetapi saya melihat ada norma yang memang dilanggar oleh bung GH dan beliau mendapatkan peringatan keras dari atasannya..(belum tentu di militer lho ya)
    karena bisa membahayakan lembaga tempat bernaung bung GH (maaf ane sotoy kelihatannya )

    Saya sendiri pribadi tidak mengenal bung Nara ,bung erick dll secara pribadi ,kami teman diskusi didunia maya,,bila clue saya dan bung nara,bung erick dan lainnya nyambung itu dikarenakan saya sudah lulus “mengunyah” 😀 ,membaca clue dll..suatu saat warjager akan bisa seperti saya yang rakyat biasa yg pandai “mengunyah ” caranya dengan banyak membaca dan mengcroschek kan semua info yang masuk..jangan dilihat isinya saja tetapi juga dilihat tujuannya kemana tulisan tersebut,

    OK bahas quick count yuk tetapi di thread dicari presiden penjaga alutsista asli Indonesia saja biar tidak mengkotori disini ..
    berangkat ke TKP

    • Terima kasih bung Satrio atas ulasannya, secara pribadi saya menyikapi posting dan komentar di warjag sebagai “cerita” dan opini (maklum fansboy). Jadi saya tidak ambil pusing apakah itu valid ataukah tidak, saya lebih tertarik dengan antusiasme warga tentang perkembangan militer Indonesia dan area yang menyerempet abu-abu, dan disini kurang lebihnya saya mendapatkan itu dan saya cukup puas. Karena dalam tema bahasan militer ini saya lebih memfokuskan diri pada area lingkup politik dan forecasting, area dimana saya merasa lebih mampu memahaminya. Saya menyadari bahwa saya pada nyatanya memang tidak memiliki akses kedalam, jadi info-info seputar alut sista (terlepas dari validitasnya) saya anggap sebagai bumbu penyedap imajinasi pribadi. Pada kedepannya, saya tetap masih berharap diskusi di warjag berlangsung dengan cantik, karena tulisan yang bagus itu menyenangkan dan dapat menjadi hiburan tersendiri. Terima kasih 🙂

      Salam

      STMJ

    • waduh…..bagus blum ane sanggah, bisa2 ane dihujat kali ya? ane pan nubie dimari……he,he,he

    • Wah aye udah pake gigi palsu nih, masih sanggup ngunyah clue-nya gak ya bung? 🙂

    • Bener juga bung @satrio belum tentu juga bung PS itu atasannya bung GH……tapi mengingat sedemikian antusiasnya bung GH menarik kembali (menghapus) tulisannya……kesimpulan saya sj yg awam pasti pasti sesuatu yg tidak pada tempatnya,………

      Makanya sy sdh beri masukan sama penjaga warjag ini agar menghapus jejak termasuk komen yang relevan….agar “clear dan clean”, coba apa jadinya kalau ada pihak yang selama ini SR justru menemukan kepingan pizzle dari tulisan bung GH, bisa jadi akan ada pihak yang dirugikan…..
      pertanyaan kemudian bagaimana kalau pihak yang dirugikan itu kepentingan nasional kita??!!

      Sebagai Newbie sebenarnya maklum kalau permintaan saya tidak direspon, ya saya kan sedang belajar ngunyah bung satrio……,tidak seperti anda, dari nama belakang anda xxxxxxnandar saya yakin anda bukan orang sembarangan (minimal dari sisi akses informasi), paling tidak ada mantan KSAD dan gurubesar/rektor ITB dengan nama itu (nama itu juga bukan sembarangan, ada sepupu istri di semarang dengan nama itu dan identik punya hubungan kekerabatan), kalau bukan anaknya paling tidak anda keponakannya bung……, jauh lah ndak seperti sya yang katrol dan ndeso…..

      jadi tolong ingatkan bung admin…..(lagian saya sudah copy semua di warung sebelah untuk belajar nebak2 apa gerangan terjadi)

      please ….decoy launch……

      maaf ngawur banyak….maklum lagi belajar ngunyah.

    • @ bung satrio, klo menurut saya sy ada sependapat dengan bung GH (tidak semuanya) tp ada prinsip2 yg saya sgt setuju salah satunya mengenai keterbukaan informasi mslh import senjata, itu menurut saya pribadi tidak mungkin kita bs menutup info serapat2nya, contoh misal kita punya 1 skuadron su -35 tanpa ada satupun media yg tahu, itu impossible. klo mengenai jumlah mungkin media dan negara lain bisa ga tahu teteapi mengenai kemungkinan kepemilikan suatu alutsista apalagi hi tech dr negara lain tidak mungkin informasi itu bisa di tutup2i. saya sulit menerima.. ga ada angin ga ada badai tiba2 taruhlah bulan ini kita kedatangan 1 skuadron Thypoon. nah logika kita bs kita balancingkan dengan info dr bung PS betapa, sebuah pengadaan alutsista itu tidak segampang membalikkan telapak tangan. disisi bung Gh memang ada beberapa yg terlalu hipernolic tapi secara org awam spt saya enak, nah klo bung PS lebih ke prosedur dan begitu kopliketedddd sebuah tahapan pemilihan dan closing alutsista.. sya satuju dan info2 seperti ini yg bagus jadi sebagai orang awan sy banyak belajar. memeang sebelum di sentil bung GH, banyak artikel yg menyuguhkan kenikmatan sesaat( se.. saat maksudnya). br ada counter dr @bung PS yg saya pikir, tugas bung GH… ANDA BERHASIL… rampook.. kata bebi romeo, memancingnya dapet banget sy bilang.
      dan keep posting ga usah takut newbie apa sesepuh.. mari diskusi jgn menghujat.. mari belajar menjadi warga negara dan warga jkgr yang mermartabat dan siap bela negara..MERDEKA…

      • Seperti yang saya bilang kita harus pandai mengunyah informasi
        Kalau kita punya pegangan Insya allah kita tidak akan salah dalam membaca berita.
        Maka dari itu jangan baca isinya saja tetapi coba pahami apa maksut berita tersebut,

        Contoh Misal nya ya saya mau mendapatkan hal yg terbaik buat pengadaan pepspur nasional.
        Saya angkat berita mau beli Gripen dengan segala tetek bengek TOT yang hampir telanjang…proposalnya kita angkat kita jadikan berita disini
        Semua pada mantengin JKGR kan? dengan segala komentnya,,bahkan sales sales pespur dunia yang biasa nongkrong di formil pada kaget dan tersentak dengan FIX nya penawaran tersebut.
        Produsen pespur lain akan berpikir bahwa kesempatan memenuhi pepsur medium TNI AU jangan sampai lepas.maka mereka akan membuat proposal baru,dengan perbaikan TOT dan Ofset dan bonus bonus lainnya..(TOT dan Ofset itu bentuk sogokan resmi agar pepsurnya laku dan dibeli oleh kita)
        Siapa yang memberikan yang terbaik untuk kita maka itu yang kita beli pepsurnya,

        Kemudian Dasault memberikan penawaran dengan perbaikan proposal dan TOT lebih menggiurkan agar tidak kalah set dengan gripen (strategi pertama saya berhasil kan )
        Maka saya angkat berita mau beli Rafale dengan skema bla bla bla..
        Pesaing lain pada heboh,gripen harus memberikan yg lebih baik dari penawaran dasault.
        Typhon dengan konsorsium eropanya harus mau menekan Inggris yg belum mengijinkan teknologi nya dipakai IFX agar deal pembelian Typhon berlanjut lagi tidak sebatas membeli 12 bekas els lutwafe saja ..maka mereka merangkul PT DI rekanan lama mereka di airbus agar ikut mempotensikan keuntungan Inhan kita bila typhon dibeli oleh kita,

        Huru hara berita pengganti F 5 sangat membantu kita menekan produsen pespur agar mau memberikan sesuai harapan kita berkaitan dengan harga,TOT,dan efek embargo..
        dan juga tujuannya menekan Korea agar lebih serius dalam menggarap KFX/IFX.
        bagaimana bila korea akhirnya menggandeng Typhon untuk program KFXnya tentu kita juga diuntungkan kan ? karena kita juga dekat dengan konsorsium eropa produsen Typhon tersebut,
        Bila korea dekat dengan LM (locked Martin) dan menggandeng nya untuk program KFX?IFX kita gak bisa ikut bermain lebih dalam karena kita tidak membeli pesawat darinya.

        saya sih menganggapnya pola pemberitaan itu tujuannya seperti itu…pandainya kemenhan dan dukungan masyarakat formil dalam menilai suatu pepsur
        Kalau yang kena efek hoax hoek ,,itu belum mau mengunyah isi berita sudah memfonis duluan.menjelekan kontributor disini..gak tau mereka males mengunyah dan menganalisa berita itu tujuannya apa ,,atau karena kapasitas nya memang tidak memadai saya tidak tahu,,
        maaf analisa ngawur saja

        • @bung Sat…
          like it… kereen

          ibaratnya….
          bajul kok di kadali….
          ya gk ngefek 😀 😀 😀

          sales2 jd bingung….strategi yg cantik….

          angkat jempol 5 buat bung Satrio

        • @bung satrio, menurut saya juga tidak se naif itu sales bs langsung dikadalin, tapi kalau memang bagus tujuannya seperti itu, menurut saya ada artikel yang bagus yang menurut saya patut di cermati seperti “Welcome Eurofighter Typhoon TNI AU” dr bung diego. itu kronologinya masuk..alurnya jelas dan bikin deg degan jelas pihak lain. itu artikel yang menurut saya enak dibaca sebagai orang umum baik untuk ngompori atau kondisi sebenarnya berhasil banget. memang skenario yg dilempar di forum ini spt yang bung ungkap boleh2 saja sah-sah saja. tapi saya kan penikmat saja/pembaca newbie. tapi kondisi realnya ga mungkin segamblang itu. kalau ada yang berani main vulgar dengan data hebat sekali orang itu. menurut saya sekali lagi sebagai orang awam semua yang diungkap adalah kisi-kisi jadi soal dan jawabannya terserah kita yang mencerna, apakah kita punya data sekunder . atau malah kita yang pegang data primernya. nuwun

  31. sudah dibantah salah ketik oleh yang mengeluarkan dokumen .
    Jadi tidak ada pembelian senjata dari Timor leste,

  32. Analisis yang bagus, penjelasan yang diberikan membuka pola pikir bersama.. Semoga Bermanfaat

  33. Tuh sudah dijawab bung Satrio…
    Malah senjata ringan kita diajarkan ke tetangga sebelah karena si api mereka gak disukai prajuritnya. Ngapain kita beli lagi 🙂

  34. Malaysian subs ga gtu ancaman, terkendala SDM dan spareparts dari pabrikan tp ya mbohh yo sekarang… malah yg rese sing subs dan aus serta armada toejoeh nye US..
    kalo mal yg syerem malah pt91 nya… bkn jenis mbt nya tp jumlahnya… ga sesuai dah sm yg dilaporkan.. wong 2 brigade…
    balik2 yahh cm info dari om2 loreng yg lalu lalang…

    • Sampeyan dari Mensalong di Bulungan? wah salam kenal yah, dulu pernah tugas di Mensalong 3 bulan… sambil liat patok-patok perbatasan he..he…

      • Mensalong di mana ya Bung .. hehe maaf ..

        • Mensalong di kalimantan utara berbatasan dengan sarawak. Disana saya pernah lihat ada sungai yang sangat miring sehingga perahu klotok tampak tertatih-tatih menanjak. Semua penumpang harus jalan di sisi sungai karena perahu gak akan kuat. Padahal temen-temen buaya pada berjemur ria di pinggir sungai…

          • pasti kata buaya ” bung @maling jemurans sini mampir btr..main tak umpet yu…hhhehehe…wah saya juga pernah main main di bulungan…berau,,,tarakan..beautiful place..

        • Sebetulnya basecamp di malinau, tapi sering tugas ke mensalong salam…

      • Salam kenal bung MJ (walaaahh kok malah jd sama “MJ” nama panggilan sy di keluarga)
        hmmmmm cek patok? Dari mana nihh ngomong2 40* yaaahhh heheee… sy tepatnya tdk di mansalongnya tp geser dikit 40an kilo.. klo mau beli2 bbrp kbtuhan ya kesini krn jauh lg klo ke malinau… mansalong itu ibukota kecamayan lumbis kabupaten nunukan provinsi kalut tepatnya heheeee agak jauh jg sih klo ke bulungan

  35. Ada Intelijen ada Kontra Intelijen
    Ada GH ada PS
    Wah dinamika warjager bikin pusing Intel tetangga sebelah dah mau percaya yg mana…

    • Pesan saya buat @ayoeng jangan percaya sama GH atau PS… musyrikk namanya percaya sama TUHAN saja ya, hehehee… namanya juga skenario berjalan …begitu komandan.

  36. @ Admin..

    demi Jkgr, sebaiknya memposting suatu artikel yg utuh dlm tema, dlm buah pikiran (sekalipun diambil dari koment), jadi menurut gue pribadi (maaf tapi ya..anggap z ini sumbang saran dari seorang sahabat),

    Menampilkan suatu artikel dgn tanda coretan seperti diatas, (tanpa melihat isinya pun) kurang pas dlm estetika,

    dalam koment memberikan marking coretan mungkin diperlukan untuk memelihara alur dialog, tapi dlm postingan artikel resmi sebaiknya tidak sama sekali, harus bersih dan fix, lebih baik dihapus jika memang demikian permintaan si penulisnya, konfirmasi kepada ke-2 belah pihak (jika koment perdebatan) mungkin lebih baik dilakukan terlebih dahulu.
    demi menjaga mutu jkgr sebagai reference.

    # salam.

    • Noted bung, ini memang dilematis.

      #Ke depan (untuk saya saja) komentar akan nunggu konfirmasi sebelum komen jadi artikel .Walau sebenernya komen terbuka dibuat dgn tujuan untuk dibaca oleh semua, dan logikanya menjangkau lebih banyak lebih baik

      #ke dua, komen/artikel tolong dipikirkan isinya. karena nanti komen yg kemudian minta dihapus sendiri mungkin tidak akan dituruti 🙂 .Hal ini bisa menimbulkan kebingungan dan desas desus serta polemik yg tidak perlu

      Mengenai artikel bung GH yang dicoret itu hanya kompromi saja sesuai keinginan penulis agar artikelnya dihilangkan dan keinginan saya yang publish agar komen2 di bawahnya tidak ikut terhapus. Isinya memang tulisan bung GH, tapi judul dan komen adalah aspirasi warjager

      “isi” tulisan di artikel dan komen sudah dihilangkan. tapi yang dikutip bung ps (dan ikut dicoret) dalam artikelnya itu hasil kompromi saya sendiri menghargai penulis yang dikutip dan penulis yang mengutip.
      pertama, memberitahukan tulisan yang dikomentari sudah dibatalkan
      ke dua, bung @ps mengutipnya atas dasar tulisan bung GH. bung GH bisa meminta menghapus tulisannya sendiri tapi saya tidak bisa meghapus tulisan bung @pocong syerem hanya karena sempat mengutip tulisan bung GH sebelumnya.

  37. Semoga kedepanya JKGR lebih baik lagi, terkadang dalam berdiskusi memang perlu ada yg pro & kontra, asal dlm batas kewajaran agar saling bisa mengisi dari kekurangan masing”.mungkin seperti saya ini yg masih awam sedikit bingung tuk memilih dan menelan mentah” berita yg disampaikan,namun semua itu bagus untuk bisa terus belajar dlm memahami isi dari berita yg disampaikan dg melihat koment” yg ada. Maju trs JKGR untuk trs mencerdaskan masyarakat dg berita” & komentar” yg berbobot. Salam NKRI.!!

  38. hadew,, jangan pd ribut om om sesepuh.. :/ ckckcck baru di blog ini saya menyasikan ada artikel di bantah dengan artikel dalam 1 blog cccckcckck ganti topik k pemilu yu’… ngomong2 jujur sya sakt hati lhat #####. 🙁 mohon mff kalo ada ######## 😛 😛

  39. hadew,, jangan pd ribut om om sesepuh.. :/ ckckcck baru di blog ini saya menyasikan ada artikel di bantah dengan artikel dalam 1 blog cccckcckck ganti topik k pemilu yu’… ngomong2 jujur sya sakt hati lhat ########.. 🙁 mohon mff kalo ada pendunkg ######## 😛 😛 hehehe pdhal gw pinginya ######## yang jadi pengganti ######.. 😛

    • Tiiiiitttttt… nama calon harus disensor… 🙂
      Mendingan bikin artikel baru aja, ambil aja dari hasil quick count media2 kita…
      Soalnya laptop ane suka lelet, kalau kebanyakan koment tuh artikel gak kebuka2….
      heheheheheh, maaf IMO

  40. eh eh lathn multilateral komodo udah slesai belum yaa ??? trus apl yang katanya mw di tinggalin oleh russia udah ada ga yaa..?? sorry mengingatan kembali..

  41. Terima kasih informasinya…para sesepuh jkgr. Jadi nya lega sekarang…ternyata semua itu kesalahan input data semata. Thx sekali lagi…

  42. “Perbedaan adalah rahmat” itu hadits palsu lho. Lagipula kalau perbedaan adalah rahmat berarti kita harus bikin atau adakan perbedaan diantara kita supaya dapat rahmat. Nanti sama istri juga berbeda pendapat aja terus supaya diberi rahmat, hehe. Nggak masuk akal kan?

    • Maaf bung@AH saya ga bilang masalah hadist, dan saya ga begitu banyak paham tentang hadist saya cuma bilang semoga menjadi rahmat mungkin dg adanya perbedaan ada jawaban yg bisa memberikan pencerahan kearah yg benar. dari perbedaan itu..agar kita semua bisa mengambil hikmahnya itu yg saya maksud. Sallam.!!

    • bung AH, bukankah anda dan istri anda itu memang berbeda? beda jenis kelamin, beda orangtua, beda latar belakang pendidikan, beda wawasan, beda cara memahami, dll…
      Bahkan salah satu metode identifikasi yg digunakan sampai saat ini adlh via sidik jari, susunan gigi dll… itu karena diyakini bahwa sidik jari & gigi setiap manusia itu berbeda satu sama lainnya (minimal hal itu diyakini sampai saat ini)…

      Tapi baiklah, ga usah diperpanjang lagi biar forum ini ga berubah jadi membahas hadis… Salam kenal bung AH

      • Betul bung, maksudnya kalau perbedaan adalah rahmat maka apakah kita harus menciptakan perbedaan diantara kita supaya dapat rahmat? Apakah berarti persatuan (sebagai lawan dari perbedaan) adalah kutukan atau bencana (sebagai lawan dari rahmat)? Saya tidak akan perpanjang lagi diskusinya, tapi beneran lho hadits itu hadits palsu.

    • betul bung..klo perbedaan itu rahmat berarti persatuan/persamaan itu musibah ato bncna… bukankah smua dcptakn brpasangan

    • Yg dimaksud pebedaan dalam “perbedaan adalah rahmat” adalah perbedaan blueprint kta, yaitu karakter, warna kulit, gender, warna mata, suku, agama, atau cara berpikir, tapi bukan penghalang untuk kita menjadi satu, karena diantara perbedaan itu ada kesamaan yaitu, NKRI HARGA MATI..
      We`re incomplete.. tak ada yg sempurna di bumi ini, untuk menyempurnakan ketidak sempurnaan kita dibutuhkanlah persatuan..”kekuranganku adalah kelebihanmu, dan begitupula sebaliknya kelebihanku mungkin adalah kekurangan bagimu, aku melengkapimu dan kau melengkapi aku” Coba bayangkan apabila tv dirumah kita hanya bisa menghasilkan satu warna.. hitam saja.. 2 warna adalah minimal.. coba bayangkan apabila Tuhan hanya menciptakan pria saja, atau wanita saja.. mungkin tidak akan ada aku, kamu, atau dia..
      Ingatlah bahwa perbedaan bukan sebagai musibah, dengan menerima, kemudian menghargai perbedaan, dilanjutkan dengan menyamakan visi dan misi, maka rintangan apapun yg melintang di depan kita, tidak akan menghalangi kita dari mencapai tujuan.. itulah indahnya keragaman dalam harmoni..

      • Ya, itu semua betul. Tapi itu tidak merubah fakta bahwa hadits yang menyatakan “perbedaan adalah rahmat” itu hadits palsu. Saya cuma mau meluruskan itu saja. Saya juga bukan anti perbedaan.

        • Perasaan ga ada yg bilang itu hadits deh bung..
          Bang ismeds bekham cuman bilang.. “semoga perbedaan ini menjadi rahmat buat kita semua”.. itu kan cuman statement harapan..

  43. Untuk bung GH
    Jangan patah semangat bung. Namanya aja opini biar pusing agen asingnya. Hanya saja kalo masalah si hiu mah jangan di ungkit lah apa lagi alutsistanya di buat hoax sekalian…hehehe. tapi kalo masalah tugas yang sudah terjadi dan akan membuat rakyat bangga misal kayak berita 2 anggota taifib musuh malon sih oke oke aja. Malah wajib tuh hukumnya.

    Untuk bung PS
    Kalo misalkan nih misal lho ya informasinya bung GH bener, anda malah ngasih klu lebih parah lho. Coba kita main tebak tebakan
    1. Penambahan 8m untuk aip.
    > kalo penambahan panjang di tengah dengan ks rusia yang berlapis itu mustahal. Bisa berabe nanti kaya punya malon nangkring di darat.
    > kalo penambahan di belakang sama aja jadi tinggal di depan.
    > lalu bentuknya mirip nautilus (pedang lautan) di pelem xtra ordinary gentelmen soalnya kalo ujungnya nongol ke luar permukaan bakan mirip ks wishkey kalo di liat dari jauh. Sehingga sangat bagus untuk strategi perang.
    2. Anti MAD
    > kalo ini buatan dalam negeri maka klu kemarin yang nangkep ks nuklir asu bukannya di sundul tapi di kejar

    Ayo di biji. Saya bener berapa
    Dan lagi tulisan anda kemarin di alenia terakhir saya protes, masak kri irian ada di situ apa di kentutin semar lalu tenggelam. Walaupun mungkin ada perjanjian sama brutus tapi kasih tau rakyat biar mereka bangga

    • itu graving dock ex KRI Irian, perasaan saya enggak nulis KRI Irian tenggelem disitu :mrgreen:
      dateng aja ke dermaga armatim Bung, pasti keliatan kok bekas graving dock nya.

  44. sebagai newbie disini klo boleh menanggapi bahwa informasi di mari persis seperti pendapat orang buta melihat gajah ada yg ngomong gajah itu panjang spt pipa , ada yg ngomong gajah lebar spt tampah , ada yang ngomong gajah itu spt tongkat kecil tapi semua OK banget buat nambah wawasan dan kami orang awam minta para sesepuh ya begitulah seharusnya biar pembaca jadi cerdas menganalisa nya , krn lebih asyik klo info nya abu abu ,Namun ada yang punya opini gajah itu HOAX , jd yg punya opini gajah itu hoax gak usah di layani demikian terima kasih atas perhatiannya salah hormat buat sesepuh..

  45. Hmmm..lama-lama saya amati, komen-komen di JKGR kok malah dijadiin ajang balapan pertamax..??? Seingat saya dulu nggak ada loh,…pertamax-pertamax kaya gini, apalagi premium, solar,….minyak tanah,..minyak jelantah…….

    • Memang ada banyak perubahan JKGR skrg bung .
      Warung sebelah sana malah bedol desa masuk sini semua kayak’a….
      Warung sebelah sananya lagi yg aliran Siying is biliping wal plototiyah…..walaupun mrk anggap dsini HOAX tp rajin jg patroli sambil trolling khas warungnya sendiri….entah mungkin warungnya mulai sepi karena monoton dan terkesan ekslusive.

      Tp gk apa2 …..cuman sesepuh JKGR yg lama2 harap tetap turun gunung ….agar ada analisa2 dr berbagai point of view sperti sediakala yg membuat seru dan ramenya warjag ini.
      Sebab itulah salah satu “ciri JKGR” berbanding warung monoton lainnya…..dan membuat orang awam sperti sy betah mojok dan berguru di warung ini.

      Sisi positif nya sy gk usah ganti2 akun dan berduet dgn bung Nowy buat menghalau MALON2 yg dlu sering nge-troll ….hahahaaa

      Enjoy aja, tips terakhir ….selalu sediakan kopi segelas pas baca JKGR biar rileks heheheee

      Peace

  46. bagus juga diskusinya analisanya , sebenarnya saling melengkapi antara analisa bung GH dan bung PS, kalau kita bisa mencerna dgn cerdas… keliatan saling membantah tapi sebenarnya ada clue2 yg saling melengkapi. silahkan berpikir…
    [ini menurut saya yg awam.. lg belajar mohon di koreksi kalau salah.]

  47. Untuk Bung @Pocong Syeerem, saya ingin sebenarnya menjawab sanggahan Anda dengan cara yang “baik” & “benar”. Tapi saya harus menahan “nafsu” saya untuk itu. Saya juga bukan dalam posisi untuk memaksa Anda mempercayai apa yang saya tulis & utarakan disini. Tapi tak apalah saya komentari sedikit garis besar dari sanggahan Anda, semoga bisa dipahami dengan baik:

    1. proses Pengadaan alutsista di Kemenhan & Mabes TNI
    Saya tidak pernah menulis diatas bahwa pengadaan alutsista RI “main-main”, justru saya ingin sedikit mengoreksi sebelumnya artikel2 yg seakan menganggap bahwa proses pengadaan alutsista begitu mudah & semua list alutsista yang ingin dibeli bisa dibuka “gambreng” begitu saja seperti list “menu restoran”. Saya diatas menjelaskan dengan bahasa yang paling sederhana & tidak menyentuh hal yang sifatnya teknis. Karena proses pengadaan alutsista juga tidak harus semua orang yng boleh tahu = Anda kurang memahami tulisan saya.

    2. Pembelian Scorpone & Collin Class?
    Pembelian Scorpone malaysia terjadi karena RI ingin membeli KS Kilo Class?? Ahh, yang benarrr?? Yah tentu saja menurut media massa & menurut si anu & si anu lainnya seperti itu. Padahal pembicaraan masalah kilo Class sudah jauh-jauh hari lebih dari itu, sebelum media massa sendiri mengetahuinya. Saya harap Anda tidak terlalu “lugu” menilai masalah ini. Masalah Collin Class? Ya, memang pada dekade 80-an KS ini mulai diproses, terkait pemicunya & hubungannya dengan Indonesia, jauh-jauh tahun-bulan sebelum rencana itu, saya hanya ingin mengatakan “ada udang dibalik bakwan”.

    3. Proses pembelian alutsista dari Rusia & tim peninjau..
    Diatas saya sudah jelaskan bahwa berkali2 tim dari Kemenhan & TNI, maupun sebaliknya dari Rusia sudah bolak-balik saling mengunjungi untuk membahas masalah tersebut. Dan tidak harus setiap tim teknis/ peninjau RI yg dikirim ke Rusia atau sebaliknya, harus lapor dulu ke media massa atau ke Anda kan? Masalah pembelian KS kilo hibah (seperti yang dilaporkan ke media massa), ahhh, menurut mbah Marijan itu hanya sekadar “obat penenang” untuk tetangga yang usil. Masa iya Rusia kasih KS karatan ke Indonesia??? Keponakan saya tadi pas baca komentar Anda langsung ngoceh, “ihhh lugu banget sieh???

    3. Teknologi AIP & komponen teknologi kapal selam lainnya
    Kalau Anda ingin mengajak saya berbicara teknologi KS secara teori & teknis, ayoo kita berlomba-lomba mengorek2 di “mbah Google” mau bicara teknologi KS apa saja bisa Anda temui, & saya rasa Anda akan puas. TAPI, kalau Anda ingin memancing saya untuk berbicara tentang teknologi KS yang berhubungan dengan “penghuni bawah laut” RI, tadi mbah marijan meminta saya “puasa mutih” untuk itu. Kalau enggak saya bisa kena kutuk Dewa Batara Indra…

    4. RI darurat kapal selam
    TENTU saja RI yang maha luas ini sedang dalam kondisi darurat kapal selam hingga saat ini. Tapi tentunya harus diukur dari kondisi yang sebenarnya. Berapa jumlah yang menurut Anda masuk dalam kategori darurat? Tinggalkan dulu asumsi RI hanya memiliki 2 “abang-adik Cakra & Nanggala”, SEANDAINYA RI saat ini memiliki 5 KS, masih masuk kategori darurat, 10 KS, masih darurat, 15 KS, masih darurat. BAHKAN rencana puncak Kemenhan pada program MEF III nanti, untuk memiliki 24 KS, itu saja masih dikategorikan “minimum esensial Force”. Anda paham apa maksud dari kata “minim/minimum?”. Ilustrasinya, kalau seandainya Anda kepala keluarga, yang idealnya harus ngasih makan 3x sehari, karena banyaknya yang harus dikasih makan, sedangkan lauk-pauk terbatas, terpaksa Anda ngumpanin keluarga Anda hanya 2x sehari, bahkan mungkin hanya 1x sehari. Jadi yoo, RI miskin KS dalam kriteria “waras”.

    5. Kenapa harus jalan-jalan ke Vanuatu???
    Ini argumen Anda yang membuat saya sedikit mengurut dada. Karena jika mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya tanah Papua saat ini & hubungannya dengan sikap usil para kumpulan negara liliput di Oceania. Pertama yang ingin saya ingatkan lagi, nun jauh di timur sana, ada tanah NKRI yang luasnya berkali2 lipat dibandingkan pulau Jawa, luaskan sedikit cakrawala Anda, buka pikiran, & jangan hanya menunggu berita masalah tanah Papua dari media2 massa nasional yang untuk menginjakkan kakinya saja ditanah Papua tidak cukup punya “nyali”, apalagi melakukan liputan dengan baik & benar. Sering kali saya katakan ada “darurat intelijen” ditanah Papua. Upaya2 spionase, propaganda & agitasi sedang sangat masif dilakukan, yang bertali-temali dengan jaringan2 lainnya ditingkat internasional. Tapi ironisnya sebagian warga negara ini menganggap remeh karena menurut saja dengan info2 yg diberitakan media. Apa peran negara2 liliput tersebut, & siapa yng menjadi dalangnya?? Ahhh…. Terlalu banyak yang harus dibahas. Tapi saran saya, coba Anda pergi ke daerah2 yang masuk kategori “merah” di Papua sana, seperti Puncak Jaya, Deiyai, Paniay, Sentani, Yahukimo, atau ke perbatasan RI-PNG sana, diam saja disana selama 1 minggu, & perhatikan dengan seksama. Kalau ini sudah Anda lakukan, silahkan panggil saya lagi untuk melanjutkan diskusi ini.

    6. 39 hari? – servis KS??
    Ahhhh, ini lagi, Anda benar-benar tidak mencerna/ memahami apa yang saya tulis diatas. Maksudnya kemana, yang dipahami apa? Yah, tentu saja, mana ada untuk “membedah” kapal selam membutuhkan waktu hanya 39 hari?? Masuk bengkel, kalau sakit borok aja tuh KS, paling cepat 1,5 tahun. Kalau parah sakitnya bisa 3 tahun, bahkan 7 tahun… Ehmmm….. Akan lebih baik rasanya setiap ada argumentasi apapun dari orang lain, dipahami dulu dengan baik, agar sanggahan pun bisa baik, & diskusi bisa berjalan sehat.

    Mohon maaf kalau ada salah, yang tak disukai anggap saja itu ocehan dari tukang somay yang miskin pendidikan.

    @admin….., punteeenn….. Bung Now….
    Kalau gak ngerepotin, mohon sudi kiranya untuk menghapus tulisan saya yang dicopy & dimasukkan didalam komentarnya Bung pocong Syeerem diatas. Tulisan saya saja, kalau tulisan Bung pocong mah, jangan diganggu, gak berani saya. Terima kasih…

    Sekali lagi mohon maaf kalau ada salah…

    Salam NKRI……

    • Hemmm….. ini baru diskusi yang hangat dan mendidik…… tdk disertai dengan emosi…. tetep dengan kepala dingin diimbangi dengan argumen yang matang…… salut….

    • Salam hangat Bung Garuda Hitam, mohon maaf apabila analisa saya sebelumnya berbeda pandangan dengan apa yang ada di benak anda. Dan tulisan saya itu juga tidak bermaksud untuk memaksa Anda mempercayai apa yang saya tulis & utarakan. Saya hanya mencoba berpendapat sesuai dengan apa yang saya tau, yakini dan kerjakan.

      Untuk point 1. Saya setuju kalau pengadaan alutsista itu tidak mudah dan tidak semua orang dapat mengetahuinya, hanya saya ingin menjelaskan kepada warjagers tentang bagaimana sih sebetulnya proses pembelian alutsista itu.

      Untuk point 2. Saya tidak akan mengintervensi pola pikir anda, karena menurut pola pikir saya ya seperti itu.

      Untuk point 3. Mereka tidak perlu lapor kok, justru saya yang dapat laporan :mrgreen:

      Untuk point 4. Saya pernah koment diartikel sebelumnya (saya lupa artikelnya), bahwa idealnya negara kita itu minimal harus mempunyai 24 KS, dan saat ini kita sedang berusaha keras menuju ketahap itu.

      Untuk Point 5. Saya juga pernah koment diartikel jauh sebelum ini (saya lupa artikelnya) mengenai kondisi tanah papua, disitu saya sempat menjelaskan teman saya yang seorang anggota Kopassus yang menyamar hampir setahun lebih disana. saya tau Bung kondisi Papua sebenarnya. Tapi maaf hasil laporan intelejen itu bukan buat konsumsi publik. Dan pembuat kebijakan strategis kita sudah membuat langkah-langkah counternya kok. Tapi saya merasa enggak relevan aja, KS kita jalan-jalan kesana. (atau mungkin saya yang enggak tau?)

      Untuk point 6. Yap, saya mungkin salah memahami, (maklum matanya agak kabur, wes tuo), setuju kalo untuk membedah KS memang memerlukan waktu yang lama.

      Sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya untuk Bung Garuda Hitam yang mungkin merasa tidak nyaman atas koment saya ini dan koment saya sebelumnya. Dan ayo kita terus berdiskusi

      Salam Hangat Bung Garuda Hitam.

      NKRI harga mati!

    • bung @GH, maaf baru masuk lagi 🙂

      sudah ada tanggapan dari bung @ps, mungkin biar tetap di komen saja bung kalo2 anda juga mempunyai point atau sanggahan yang ingin ditambahkan dan demikian juga dengan bung @ps, hingga bisa jadi diskusi sehat untuk menambah wawasan kami semua

      salam

  48. Ada yg sudah naek ks tni al gak ya……rasanya kaya apa ya?

    • Banyak banget tuh bung yang sudah merasakan KS Indonesia….. rakyat biasa pun sdh merasakannya bung jenggo… 🙂

      Kalo anda mau juga merasakannya…. silahkan ke surabaya…. disitu ada 1 wiskey class yang disediakan untuk umum….. hehehehehee 🙂

    • Serasa dikurung dal penjara…
      hahahahahaha, just kidding…

  49. nyimak…

  50. Hahaha, bung @Jalo pintar banget dah ah membuka pertanyaan2 di artikel sebelah yang bisa memancing “gairah & hasrat” untuk menjawab. Gak akan ada habis2nya kalau begini. Saya sangat tertarik dengan pertanyaan Anda mengenai kriteria “Of the record” dalam pemberitaan informasi yang berhubungan dengan rahasia negara. Sangat menarik karena pembahasan itu harus kita kaitkan juga dengan RUU rahasia negara untuk kalangan sipil. Tapi maaf saya harus “off” dulu karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Saya harap nanti bisa membuka diskusi yg lebih luas tentang pertanyaan Bung Jalo.

    @bung Pocong Syerem
    Gak apa-apa Bung, gak ada yang salah disini. Saya hanya tukang somay yang naif.. Hehehe…
    Tapi kalau “mereka” melaporkannya ke Anda, berarti kemungkinan secara tidak langsung sekali 2x kita pernah ketemu dong? Kalau begitu pak, “SAYA MELAPOR UNTUK UNDUR DIRI”, balik ke lapangan.

    Salam NKRI dari tukang somay….

    ….

    • Salam Hangat Bung Garuda Hitam 😀

    • Siap, boleh tuh bung GH…
      saya sangat suka belajar, mungkin kita bisa sharing bung GH…

      • bung @pocong syereem dan bung @garuda hitam serta bung @jalo , saya baca kok jadi berfikir anda semua adalah orang2 yang besar dalam arti kata yang luas, jadi minder saya dengan kemampuan saya yang seuprit ini tapi sok pinter, hahaha, kita cuma sama dalam tingkatan makhluk Tuhan, lainnya jauhh banget, terima kasih bisa memberi pelajaran yang sulit di dapat dari orang2 yang sengat “pelit” berbagi informasi. jika saya bisa kenal anda secara langsung, alangkah bahagianya saya, hmm cuma sekedar angan. semoga sehat selalu. tugas anda dan saya sama menjaga Indonesia.

    • “Tukang somay” hmmm

  51. Malem jg mbah satrio…
    Kadang aneh ja kalo habis Ronda ke warung sbelah…( cm militer fensboi)…
    Di Jkgr nasionalisme ngrasa dipupuk, di sebelah ngrasa direndahin ja jd warga Indonesia…aneh,

 Leave a Reply