Mar 292017
 

Batalyon Infanteri Para Raider 503 Kostrad diberangkatkan ke Merauke untuk menggantikan Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma, untuk misi pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea, (17/2/2017).

Nunukan – Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie menyebutkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mendukung pergeseran prajurit TNI ke wilayah perbatasan RI-Malaysia.

“Pak Menko Polhukam (Wiranto) mendukung pergeseran prajurit TNI ke Kaltara karena dianggap daerah yang paling siap,” ujar Irianto Lambrie melalui siaran pers, 28/3/2017.

Alasannya, kata dia, Menko Polhukam menilai Provinsi Kaltara yang paling siap untuk penempatan prajurit TNI di wilayah perbatasan dibandingkan dengan daerah lainnya yang berada di wilayah perbatasan antar negara lain.

Kesiapan Provinsi Kaltara telah disampaikan pada rapat terbatas menteri dan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta dimana disebutkan kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas yang dibutuhkan secara detail, kata Irianto Lambrie menirukan keterangan Wiranto.

Jadi, untuk penempatan prajurit TNI di wilayah perbatasan sisa menunggu Keputusan Presiden, Joko Widodo sehingga optimis rencana itu akan diwujudkan pemerintah.

Menurut dia, respon positif dari Menko Polhukam menandakan sinyal kuat karena posisi Kaltara yang sangat strategis yang memiliki panjang garis perbatasan darat dengan Malaysia yakni 1.170,35 kilo meter atau kurang lebih sepanjang Pulau Jawa.

Kemudian terdapat pula perbatasan laut diantaranya di sekitar perairan Ambang Batas Laut (Ambalat) di Kabupaten Nunukan memiliki potensi minyak dan gas yang besar.

Sesuai paparan yang disampaikan Gubernur Kaltara pada saat itu, disediakan lahan seluas 50.000 hektar dengan perincian 26.000 hektar sepanjang garis perbatasan RI-Malaysia dan 24.000 hektar pada daerah obyek vital lainnya di provinsi itu.

Rencana penempatan markas TNI pada 12 lokasi yakni Kabupaten Nunukan tepatnya di Tinabasan, Tau Lumbis, Pa Pani dan Long Midan serta Long Layu. Kabupaten Malinau di Long Pujungan dan Long Nawang. Kabupaten Bulungan di daerah Bunyu Selatan, Tanah Kuning, Liago dan Long Peso ditambah Bebatu Kabupaten Tana Tidung.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  22 Responses to “Proses Pergeseran Prajurit TNI ke Perbatasan RI-Malaysia”

  1. Wah 😀 makasih Aceh Tenggara 😛

  2. di nunukan sedang di bor oleh pertamina minyaknya banyak bikin melon nangis darah karena ngiri xixixi

  3. Perkuat TNI diperbatasan!!

  4. Siap2..infasi….

  5. jaga kpentingan2 strategis..

  6. Hihihi mau jaga kebun pisang dari ancaman beruk…

  7. Gaya bhs nya diserem2in…proses pergeseran…? Hahaha

  8. Klu sdh dibuat markas apa seperti kompleks perumahan TNI dimana bs membawa keluarga? Kasihan jg klu jauh dr keluarga berbulan2 bs puyeng pala macet pistol karena jarang dilumasi!he3.

  9. Jangan lupa…Tata kota dibikin strategis..Bisa untuk keamanan dan keindahan..Penting juga ini..

  10. Sebelum di serobot budak dari british, lebih baik patokin dulu wilayah kita plus di jaga sama TNI…ndak bakal budak british curi pisang….ngowoh pokoke….cadangan migas sdh di patok oleh Indonesia….

  11. pos pecinta alam taruh di perbatasan ya dan bangun wilayah perkemahan pramuka dll supaya scr tdk langsung sipil pun ikut mengawasi aktivitas perbtasan.

  12. mas diego, ini ada email nyasar.
    Kalao dah gni pasti gak bs k0men,

  13. Para askar tni dan polri perlu disebar disepanjang perbatasan sbg patok hidup penjaga wilayah NKRI. Dan perlu dibangun markas sebagai fasitas rumah sakit dan pendidikan serta logistik demi mendukung tugas para prajurit dan keluarga dlm menjalankan tugas. Itu semua perlu didahului jalan perbatasan demi mempermudah pengadaan fasilitas negara dan daya tarik wni utk memajukan daerah perbatasan.

  14. lho memangnya TNI POLRI punya Askar ya bung@pandova baru tahu…

  15. kalo ada yang gesser patok. mungkin wajib kasi tindakan..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)